Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Pusat Perhatian


__ADS_3

Setelah beberapa saat terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing terdengar suara pintu di ketuk.


" Masuklah ..."ucap Brianna.


" Nona kompetisi Berburu akan segera di mulai...." ucap seorang pelayan.


" Baiklah kami akan segera bersiap kau boleh pergi..." ucap Jesslyn.


" Baik nona ..."


Pelayan itu membungkuk hormat dan keluar dari kamar Brianna. Jesslyn berdiri untuk kembali ke kamarnya untuk bersiap.


" Tunggu Jess ! Kita harus membaur dengan penduduk...." ucap Brianna.


" Jadi...." ucap Jesslyn.


" kita harus berpenampilan seperti penduduk kota ini...." ucap Brianna.


" Apa !!! yang benar saja kau tau kan pakaian wanita kota ini sangat merepotkan...." ucap Jesslyn.


" Yahhh aku tau itu tapi hanya itu yang bisa kita lakukan agar kita bisa membaur ...." ucap Brianna.


" Aahh baiklah tapi aku tidak punya gaun seperti itu...." ucap Jesslyn.


" Aku juga tidak, kita hanya perlu meminta pelayan Royce menyiapkannya...." ucap Brianna.


" Ya kau benar ayo kita bersiap...."ucap Jesslyn.


Setelah meminta pelayan menyiapkan yang mereka butuhkan dan membantu merapikan rambut mereka. Mereka pun keluar kamar masing-masing dan saling terkejut.


" Wahhh Brianna kau benar-benar mahakarya...." ucap Jesslyn.


" Kau sangat cantik Jess sepertinya kau harus lebih sering menggunakan gaun sekarang ...." ucap Brianna.


" Ohh ayolah kalau tidak terpaksa aku tidak akan menggunakannya... " ucap Jesslyn.


" Tapi kau benar-benar sangat cantik Jess ..."ucap Brianna.


" Diamlah ini merepotkan kau tahu aku jadi susah bernafas...."ucap Jesslyn.


" Haha tahan lah Jess demi misi kita..." ucap Brianna.


" Ya baiklah ayo kita segera pergi ke sana ...." ucap Jesslyn.


" Iya ayo ...." ucap Brianna sambil tersenyum.


Kompetisi Berburu pun tengah di persiapkan mulai dari pendaftaran dan pendataan jumlah peserta.


Brianna dan Jesslyn menuruni tangga ke lantai satu dan bertemu dengan tuan Royce yang sedang berbicara serius dengan seseorang.


" Halo nona Brianna dan nona Jesslyn...." sapa Royce.


" Ya tuan Royce ...." ucap Brianna.


" Kenapa kau terlihat aneh...." Ucap Jess .


" Tidak saya hanya sedikit terkejut kalian terlihat berbeda dan sangat cantik tentunya...." ucap Royce.


" Terima kasih tuan Royce, kami akan pergi ke kompetisi Berburu karena itu kami berpenampilan seperti ini...." ucap Brianna.


" Aahh saya paham agar lebih mudah membaur bukan...." ucap Royce.


" Ya kau cukup pintar rupanya...." ucap Jesslyn.


" Terimakasih nona Jesslyn...."


" Tapi dengan penampilan kalian saya yakin kalian akan menjadi primadona kota ini mengalahkan nona- nona bangsawan salah satunya adalah putri dari Carl Lynn yaitu nona Gloria Lynn...."


" Lalu apa kami harus bangga dengan itu...." ucap Jesslyn.


" Tentu juga harus berhati-hati karena ia bisa menjadi yang terbaik tidak dengan sendirinya, nona Gloria tidak sesederhana itu nona Jess...." ucap Royce.


" benarkah itu .... Kalau begitu kita akan menemukan nona yang menarik di sini Jess ..." ucap Brianna.


" Ya kau benar ini jadi tidak membosankan...." ucap Jesslyn.

__ADS_1


Keduanya bertatapan dan tersenyum simpul yang membuat kedua wanita cantik itu terlihat menyeramkan.


Royce yang melihat hal itu langsung sadar ia baru saja mengatakan hal konyol, tentu saja mereka tidak takut karena nona itulah yang akan dalam masalah.


" Baiklah tuan Royce kami pergi dulu..." ucap Brianna.


" Silahkan nona dan semoga kalian cukup bersenang-senang..." ucap Royce.


Mereka pun berlalu pergi menuju kuda mereka yang telah di siapkan di depan oleh penjaga kuda.


" Apa menurutmu nona-nona merepotkan itu akan mengganggu kita Brianna...." ucap Jesslyn.


" Yah ... Kemungkinan seperti itu jika mereka mengganggu, bukankah kita harus menyapa mereka dengan baik...." ucap Brianna dengan tenang.


Ucap Brianna dengan senyum namun tatapan tajam yang dingin juga aura yang membunuh yang kuat.


" Wahh ternyata kau bisa sangat menyeramkan Brianna...." ucap Jesslyn.


" Benarkah padahal aku hanya mencoba bersikap ramah pada mereka...." ucap Brianna.


" Keramahan yang mengagumkan...." ucap Jesslyn.


Mereka pun menunggangi kuda menuju tempat kompetisi Berburu di langsungkan.


Karena jarak yang tidak terlalu jauh mereka sampai dengan cepat dan mengikat kuda agak jauh dari keramaian dan mulai mengawasi seluruh area yang ramai itu.


" Sepertinya akan sulit mengawasi dari sini Jess ayo kita lebih mendekat ...." ucap Brianna.


" Tidak kau saja aku akan mengawasi dari sini lagi pula kompetisi ini belum di mulai...." ucap Jesslyn .


" Baiklah aku akan kesana lebih dulu kau bisa menyusul nanti..." ucap Brianna.


Brianna berjalan mendekat ke arah kerumunan dan melihat pusat dari kerumunan itu adalah pria dengan rambut keperakan.


Brianna langsung mengenali pria itu adalah Michael yang sedang di kelilingi gadis-gadis cantik.


Michael terlihat tidak nyaman melihat perilaku para gadis yang menurutnya tidak tahu malu itu.


Dan saat dia mengedarkan pandangan matanya bertemu dengan Brianna setelah itu seperti terkunci ia hanya memperhatikan gadis cantik dengan rambut setengah terikat dan mata senja kemerahan dengan gaun biru malam polos yang sederhana tapi anehnya itu membuatnya semakin menawan.


Sesaat kemudian Brianna sadar ia sedang menjadi pusat perhatian selanjutnya karena dia terlihat sangat cantik dan anggun kesederhanaannya membuat ia terlihat rendah hati.


Banyak pria yang menatap tanpa berkedip dan itu membuat Michael tidak nyaman ada perasaan tak suka yang tiba-tiba muncul di benak pria tampan itu.


* Astaga apa seperti ini rasanya cemburu ini menjengkelkan rasanya aku ingin mencekik mereka sampai mati *


Pria itu masih mendengus kesal tapi tidak dengan Brianna karena dia hanya fokus mengawasi kerumunan itu.


Dari kejauhan Jesslyn mendengar beberapa nona berbisik memuji Brianna .


" Ohh lihatlah nona gaun biru itu sangat manis terlihat seperti peri yang menyembunyikan sayapnya...."


Jesslyn hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya dan berucap dalam hati.


* Dia bukan peri yang menyembunyikan sayapnya tapi singa betina yang menyembunyikan taring dan kukunya *


Cukup lama mengawasi Brianna kembali ke tempat Jesslyn berada. Ia bermaksud mengajak gadis cantik yang berdiri jauh dari kerumunan itu untuk membaur bersama penduduk yang lain.


" Ayolah kita tidak bisa mengawasi mereka semua dari sini Jess ...." ucap Brianna.


" Tapi aku tidak suka melihat tatapan mereka bagaimana jika mereka menertawakan ku...." ucap Jesslyn.


" Tidak ada alasan untuk menertawakan mu nona Jesslyn kau terlihat sangat cantik jika ada yang tertawa aku akan mencongkel matanya..."ucap Brianna.


" Ya kau benar baiklah ayo...."ucap Jesslyn.


Mereka berjalan berdampingan kembali ke kerumunan semakin mendekat semakin jelas mereka adalah pusat perhatian saat ini.


" Hei... Bukankah kita akan mengawasi mereka ...."ucap Jesslyn.


" Ya tentu kita memang di sini untuk itu bukan..." ucap Brianna.


" Tapi sepertinya mereka yang mengawasi kita saat ini...."ucap Jesslyn.


" Biarkan saja saat perburuan di mulai mereka tidak akan memperhatikan kita lagi...." ucap Brianna.

__ADS_1


" Huuh semoga itu cepat di mulai atau aku akan memukuli para pria itu sampai puas...." ucap Jesslyn.


" Kau benar tatapan mereka memang mengganggu...." ucap Brianna.


" Apa tatapannya juga termasuk mengganggu mu Brianna ...."ucap Jesslyn menggoda.


" Siapa yang kau maksud itu Jess ..."ucap Brianna.


" Tentu saja pria yang sedari tadi terlihat geli dengan wanita-wanita yang mengelilinginya...."ucap Jesslyn.


" Haha sepertinya aku tahu siapa itu..." ucap Brianna.


" Aku sedikit merasa kasihan padanya apa kau tidak ingin membantunya ..." ucap Jesslyn.


" Memangnya kenapa sampai seorang Jesslyn ini mengasihaninya...."ucap Brianna.


" Karena wajahnya terlihat sangat tertekan Brianna apa kau tidak melihatnya....."ucap Jesslyn.


" Ahhh.... kau benar tapi kita tidak bisa apa-apa Jess kau tau kita tidak punya alasan untuk membantunya ...."ucap Brianna.


" Kita memang tidak bisa tapi kau bisa Brianna, ingat kau berhutang budi padanya ..."ucap Jesslyn.


" Hemm... masuk akal baiklah aku akan membantunya...."ucap Brianna.


Brianna berjalan mendekat ke arah kerumunan gadis yang tidak memberi ruang bergerak untuk Michael yang membuat pria itu kesal setengah mati.


" Tuan Michael bisa kita bicara sebentar..." ucap Brianna.


Tanya Brianna dengan sopan dan senyum yang membuat Michael tertegun. Hal itu membuat para wanita menoleh dan melihat asal suara itu.


Sebagian ada yang pergi karena merasa tidak pantas sebagian lagi cemburu dan marah pada Brianna .


" Hei nona apa kau begitu tidak tahu malu sampai mengajak seorang laki-laki berbicara berdua di depan umum...." ucap salah seorang nona.


Brianna tersenyum dan menyikapi dengan sangat tenang .


" Apa sebutan untuk menyapa dan bertanya pada seseorang yang kita kenal adalah tidak tahu malu, lalu apa sebutan untuk kalian yang dari tadi berkerumun mengelilinginya...lalat.." ucap Brianna tenang.


" Beraninya kau ....!" ucap salah satu nona.


Salah satu nona itu maju hendak menampar Brianna tetapi baru beberapa langkah kakinya tidak bisa di gerakkan tubuhnya seakan membeku.


" Berlutut...!!" ucap Brianna dingin.


Wanita itu pun berlutut ia terkejut karena tubuhnya mengikuti apa yang Brianna perintah kan seakan ia adalah bonekanya.


Dalam sekejap nona itu ketakutan karena ia baru sadar berhadapan dengan siapa.


* Monster d..dia... Monster yang sangat mengerikan* batin nona itu karena Brianna juga membuatnya tidak bisa bicara.


" Jangan coba-coba untuk melakukan hal bodoh yang akan membuatmu menyesal...." ucap Brianna dingin.


Nona itu mengangguk cepat ia terlihat sangat ketakutan karena tertekan dengan aura Brianna yang sangat mendominasi itu.


Brianna membuka segel nya dan nona itu kembali bisa bergerak.


" Te...te..terima kasih nona tolong maaf kan aku ...." ucapnya terbata.


" Baiklah hanya untuk kali ini dan itu berlaku untuk kalian semua..."ucap Brianna.


Brianna menatap tajam pada semua gadis bangsawan itu dan membuat mereka bergegas pergi dari sana.


" Kau juga boleh pergi...." ucap Brianna.


Gadis itu pergi dengan tergesa-gesa meski ia masih gemetar karena ketakutan.


" Terima kasih Brianna atas bantuan mu aku tak menyangka kau akan rela berselisih dengan gadis-gadis itu untuk menyelamatkan ku...." ucap Michael.


" Anggap saja ini balasan atas pertolonganmu Michael jadi sekarang aku tidak berhutang apapun padamu..." ucap Brianna.


" Yah walaupun begitu terima kasih kau menyelamatkan aku dari kerumunan yang menakutkan itu ..."ucap Michael.


Wajah Michael yang bergidik ngeri membuat Brianna tertawa karena wajah pria itu terlihat sangat tertekan.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2