Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Berita Buruk Yang Menghantui


__ADS_3

Michael berjalan menuju tempat Brianna berdiri. Jesslyn yang melihatnya langsung menepuk pundak Brianna.


" Hei...sepertinya yang kau katakan benar Brianna dia menuju kemari ..." ucap Jesslyn.


" Tentu saja, bukankah dia ingin pengakuan..." ucap Brianna.


" Dari siapa...?" tanya Jesslyn.


" Kita ..." jawab Brianna singkat.


" Astaga aku jadi semakin pusing..." ucap Jesslyn.


" Tenanglah biarkan dia kemari ..." ucap Brianna.


Michael masih berada cukup jauh karena Brianna ada di luar keramaian sedangkan ia di pusat kerumunan tersebut.


Butuh waktu cukup lama untuk Michael tiba ke tempat Briana berada dan tiba-tiba ada seorang nona bangsawan yang menghentikan langkahnya.


" Maaf apa kita bisa bicara tuan Michael..." ucap nona itu.


" Tentu tapi tidak untuk sekarang nona karena saya sedang sibuk..." ucap Michael malas.


" Sayang sekali namaku Gloria Lynn apa kau masih tak tertarik" ucap Gloria dengan gaya bangsawan nya.


Senyum sombong di bibir di balik kipas itu membuat Michael geram.


" Maaf sekali nona Lynn tapi namamu tidak membuat kesibukan ku berkurang, aku permisi..." ucap Michael dingin.


Michael meninggalkan nona itu dengan wajah datarnya. Dari perkataan Michael nona itu mengerti bahwa pria itu tidak ingin berbicara dengannya, dan itu membuatnya marah.


Gloria menatap arah tujuan Michael dan ternyata ia melihat pria idamannya itu mendatangi seorang wanita. Gloria mencoba mendekat dan terkesiap saat melihat wajah wanita itu.


* Tidak ada yang boleh lebih cantik dariku * batin Gloria.


Nona bangsawan itu pun berbalik pergi tanpa ia sadari ketiga orang yang di awasi nya menyadari keberadaanya tadi.


" Wahhh sepertinya kita akan mendapat masalah karena wajah kalian..." Ucap Jesslyn.


" Nona kecil itu tidak akan bisa melukai kita..." ucap Michael.


" Jangan terlalu sombong kau pria menyebalkan..." ucap Jesslyn ketus.


" Aku hanya mengatakan kenyataan..." ucap Michael santai.


" Lupakan nona itu sepertinya kau harus mengatakan sesuatu kan Michael ..." ucap Brianna.


" Ya tentu aku kemari untuk bertanya bagaimana apa aku cukup mampu untuk bekerja sama dengan kalian..." ucap Michael antusias.


" Tunggu jadi dia akan bekerjasama dengan kita Brianna..." ucap Jesslyn sedikit terkejut.


Brianna hanya mengangguk dan setelah itu dia menatap intens mata Michael mencoba mencari kebohongan namun nihil, manik indah itu hanya menunjukkan tekad luar biasa kuat.


" Mencari sesuatu ..." Ucap Michael berbisik pada Brianna.


" Ya sayangnya aku tidak mendapatkan nya..." ucap Brianna.


" Sayang sekali bagaimana apa aku memuaskan mu..." ucap Michael.


" Lumayan aku cukup terkesan dengan apa yang kau lakukan..." Ucap Brianna dan sebuah senyum terbit di bibir cantiknya.


Brianna pun berbalik dan hendak pergi Michael yang melihat hal itu mencoba menghentikannya.


" Tunggu ...bagaimana apa kau menerimaku...?" tanya Michael.


" Apa aku punya alasan untuk menolak..." Ucap Brianna dengan sedikit menoleh.


Michael pun berlari dan mengejar Brianna yang sudah mulai menjauh. Pria itu sangat senang ia kini sudah bisa berada dekat dengan gadis yang mencuri hatinya itu.


" Brianna apa kau yakin..." Bisik Jesslyn.


" Ya aku yakin dia tidak punya niat lain Jess..." ucap Brianna.


" Apa yang kau lihat di matanya...?" tanya Jesslyn.


" Hanya hal yang tidak penting tapi itu bukan kebohongan..." jawab Brianna tenang.


Jesslyn mengerutkan kening bingung dengan kata-kata Brianna namun saat ia menoleh dan melihat pria tampan itu mengejar mereka ia langsung paham dan tertawa.

__ADS_1


Brianna yang melihat sahabatnya tertawa langsung berhenti dan hendak bertanya namun gadis itu mengehentikan niatnya saat melihat siapa yang di lihat Jesslyn.


" Sepertinya aku tahu hal yang tidak penting itu..." Ucap Jesslyn tersenyum kepada Brianna.


" Yahh semoga itu bukan hal yang buruk..." ucap Brianna.


" Tentu tidak buruk hanya sepertinya dia akan mengikuti mu sepanjang waktu ..." Ucap Jesslyn yang kembali tertawa.


Brianna yang melihat temannya tertawa itu hanya tersenyum. Michael sampai di hadapan Brianna.


" Kenapa kau pergi begitu saja Brianna ..." ucap Michael.


" Di sana masih terlalu ramai untuk bicara Michael ..." jawab Brianna.


" Jadi kau sengaja membiarkanku mengejar mu agar kita bisa bicara..."ucap Michael.


" Anggap saja begitu..." ucap Brianna singkat.


" Kenapa tidak langsung bilang saja astaga..." ucap Michael sedikit frustasi.


Brianna tersenyum dan itu berhasil membuat Michael diam. Pria tampan itu sadar senyuman itu sudah menjadi kebutuhan untuknya.


" Baiklah Michael kita akan berkerjasama mulai sekarang kau bisa menemui kami kapanpun kau mau..." ucap Brianna kemudian.


" Akhirnya aku mendengar apa yang aku tunggu..." ucap Michael puas.


" Dan karena kita sudah bekerjasama aku mohon jaga kepercayaan ku Michael karena tidak akan ada yang ke dua kalinya..." ucap Brianna serius.


" Aku tidak butuh yang kedua kalinya karena aku hanya akan di pihakmu..." ucap Michael mantap.


" Aku senang mendengarnya..." ucap Brianna.


" Brianna kau harus menanyakan hal itu padanya...." ucap Jesslyn.


" Ahh...kau benar Jess aku hampir melupakannya..." ucap Brianna.


" Michael apa ada orang yang menyerang atau mengikuti mu selama perburuan ...?" tanya Brianna.


" Kau tahu ..." ucap Michael.


" Ya terjadi perkelahian antara kami Jess ..." ucap Michael.


" Lalu bagaimana ..." ucap Jesslyn.


" Ahh... Dia sudah mati..." ucap Michael santai.


" Sudah kuduga ..." Timpal Brianna enteng.


" Yah sepertinya sekarang aku berada di antara orang gila..." Ucap Jesslyn yang merasa tertekan dengan aura mereka.


" Apa maksudmu Jess ..." ucap Michael.


" Tapi kalau kau membunuhnya kita tidak bisa mendapatkan informasi apapun..." ucap Jesslyn.


" Dia tidak punya informasi apapun yang penting yang dia ketahui aku sudah tahu semuanya untuk apa aku bertanya padanya..." ucap Michael.


" Benarkah bagaimana kau bisa tahu ...?" tanya Jesslyn.


" Karena aku Juga sudah menyelidiki masalah ini Jess ..." jawab Michael.


" Apa yang kau dapatkan...?" tanya Jesslyn.


" Sesuatu yang buruk..." jawab Michael.


" Apa maksudmu Michael..." tanya Brianna.


" Masalah ini buruk Brianna aku mendapatkan informasi banyak yang terlibat dalam insiden itu dan sebagian besar mereka ada di sekitar dan mungkin dekat dengan kalian sebelumnya..." ucap Michael.


" Aku juga berfikir seperti itu karena tidak mungkin melakukan hal sebesar itu tanpa ada yang tahu jelas informasi tentang segel cahaya..." ucap Brianna.


" Kemungkinan ini membuatku takut Brianna..." ucap Jesslyn.


" Kau benar Jess ini memang mengerikan..." ucap Brianna.


" Dan kalau dugaan ku benar dalang dari semua ini memiliki hubungan yang kuat dengan mu Brianna ..." ucap Michael.


" Benarkah ...wahh sepertinya ini akan benar-benar jadi rumit..." Brianna tersenyum kecut.

__ADS_1


" Yah sayangnya kau benar..." ucap Michael menganggukkan kepala.


Mereka bertiga kemudian terdiam Brianna dan Jesslyn sedang mencoba mencerna apa yang di katakan Michael.


Sedangkan Michael sedang berfikir bagaimana cara memberitahu Brianna siapa yang membuat ayahnya harus mengorbankan jiwanya.


Setelah cukup lama hanyut dalam pikiran masing-masing Brianna pun tersadar.


" Baiklah ayo kita kembali ke rumah dan kau harus ikut Michael kita akan merayakan kerjasama ini dan membicarakan banyak hal..." ucap Brianna.


Michael terkejut dalam ucapan Brianna seperti tersirat bahwa gadis itu tahu ia masih ingin mengatakan banyak hal.


" Ya kau benar Brianna aku juga lelah berdiri disini..." Ucap Jesslyn.


" Baiklah sesuai dengan keinginan kalian aku tidak keberatan..." ucap Michael senang.


Brianna menaiki kudanya disusul Jesslyn dan Michael. Mereka berkuda dalam diam karena mereka melaju cukup kencang agar cepat sampai.


Setelah beberapa saat berkuda mereka pun sampai di rumah besar Royce itu.


Mereka pun masuk dan di dalam mereka bertemu dengan Royce yang sibuk mondar-mandir dengan banyak kertas di tangannya.


Kacamata yang bertengger di wajah tanda pria itu sedang mengerjakan keahliannya yaitu menyimpulkan informasi dari mata-mata yang ia tugaskan.


" Apa kau menemukan sesuatu tuan Royce..." ucap Brianna.


" Yah seperti yang kau lihat dan kurasa ini buruk nona Brianna ..." jawab Royce.


" Tentu saja aku sudah menduga ini buruk..." ucap Brianna kemudian.


" Baiklah Royce apa kau bisa menyiapkan kamar untuk satu orang lagi dia teman baru kami dan akan membantu kita menemukan titik terang masalah ini..." ucap Jesslyn.


" Tentu nona itu bukan hal besar..." ucap Royce.


Royce pun memanggil para pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Michael.


Michael pun membuka jubah dan tudungnya membuat para pelayan terkesiap melihat wajahnya.


" Hei kenapa kalian masih disini ..." ketus Royce.


Ucap Royce saat melihat pelayannya hanya diam bukannya menjalankan apa yang dia perintahkan.


Saat ia melihat Michael pria itu sadar apa yang membuat para pelayan wanita itu terdiam.


" Aku tau tuan ini sangat tampan tapi ia butuh tempat tidur apa kalian akan sibuk berliur di sini..." ucap Royce.


" Ma... maaf tuan kami akan segera menyiapkannya..." ucap para pelayan.


Michael yang melihat hal itu hanya tersenyum sedangkan Brianna dan Jesslyn hanya geleng-geleng kepala.


" Terimakasih telah mengizinkan aku tinggal tuan Royce terimalah ini sebagai ucapan terimakasih..." ucap Michael.


Michael menyerahkan satu botol kaca berukuran sedang berisi darah ular hitam yang ia buru .


" Dalam botol ini ada darah dari monster yang sudah hidup sangat lama kurasa ini lebih dari 500 kristal iblis..." ucap Michael.


" Wahhh apa tuan serius ini sangat berharga..." ucap Royce sangat terkejut.


" Ya aku tidak membutuhkannya..." ucap Michael.


" Terimakasih tuan ..." ucap Royce sangat senang.


" Sama-sama tuan Royce santai saja..." ucap Michael dengan senyumnya.


" Baiklah kita harus berganti pakaian dan mulai mendiskusikan informasi yang sudah kita dapatkan..." ucap Brianna.


Michael dan Jesslyn pun mengangguk juga Royce mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing.


Pikiran Brianna bergemuruh seakan menekankan ia harus bersiap untuk hal yang terburuk.


Selama ini ia selalu menekankan untuk siap akan hal apapun namun kenyataannya sedikit rasa takut menyelusup ke dalam hatinya. Bagaimana jika ia harus menghadapi orang yang ia sayangi.


Yang menjadi pertanyaan besar adalah apa dia sanggup ?


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2