Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Penyelesaian


__ADS_3

Brianna mendekati Gabriella dan berbisik .


" Apa kau tau nona dia sudah tau kau bukan tandingan ku dia hanya mengirim mu untuk mati di sini ..." Bisik Brianna.


Gabriella terkejut mendengar apa yang baru saja Brianna bisikkan.


" Ka...kau...!! Omong kosong apa yang kau katakan...!!" Ucap Gabriella mulai terpengaruh ucapan Brianna.


" Coba pikirkan lagi sudah cukup lama kau ditahan di sini tapi tidak ada satupun yang menyelamatkan mu ..." Ucap Brianna.


" Apa memukul kepala wanita ini Michael ..." Tanya Jesslyn.


" Tidak walaupun aku sangat ingin melakukan itu..." Jawab Michael datar.


" Lalu kenapa dia bisa jadi sebodoh itu..." Ucap Jesslyn.


" Heii ...!!! Kalian yang bodoh ..!! Sudah akan mati masih bisa bercanda...!!" Ucap Gabriella emosi dengan candaan Jesslyn.


" Memangnya siapa yang akan menghabisi kami hemm ...?" Tanya Michael dengan senyum dinginnya.


" Kalian bisa sombong saat ini nikmatilah setelah ini kalian akan di hancurkan tanpa ampun...!!" Ucap Gabriella.


" Hahaha..." tawa Michael memenuhi ruangan itu.


Brianna tersenyum dan berkata.


" Kau ingin melihat apa yang kunikmati baiklah akan ku tunjukkan..." Ucap Brianna dengan senyum misterius.


Gabriella yang melihat Brianna mendekat padanya mulai waspada. Gadis itu masih berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakinya.


Hanya berjarak satu langkah lagi Brianna tiba-tiba berhenti dan mengangkat tangan kanannya.


Kembali muncul pola lingkaran namun kali ini bukan panah namun angin yang sangat kuat mendorong Gabriella sampai terlempar dan menabrak dinding ruangan itu.


Dinding yang terbuat dari batu tua itu sangat kuat . Kekuatan Brianna menghancurkan dinding itu sehingga banyak batu yang runtuh dan menimpa Gabriella.


Gadis itu belum tewas dia masih hidup namun tulangnya remuk sehingga ia benar-benar tidak bisa bergerak.


Brianna mendekat dan Jesslyn juga mengikuti dan membantu menyingkirkan reruntuhan itu.


Setelah menemukan tubuh Gabriella Jesslyn menggelengkan kepalanya melihat apa yang terjadi.


" Dia sudah hampir mati kenapa kau tidak langsung membunuhnya Brianna..." Tanya Jesslyn.


" Kau benar baiklah aku akan menghabisi nya sekarang..." Jawab Brianna enteng.


Jesslyn yang mendengar jawaban sahabatnya itu hanya bergidik ngeri.


" Bisakah aku saja yang menyelesaikan ini Brianna ..." Tanya Michael.


" Boleh aku tau alasannya Michael..." Tanya Brianna tanpa menoleh.


" Sepertinya mata di kejauhan itu harus kita peringatkan...." Ucap Michael.


" Masuk akal, lalu apa rencana mu Michael..." Tanya Brianna kemudian.

__ADS_1


" Tidak ada kita bunuh saja dia di hadapan mereka dengan sesuatu yang mengejutkan bukankah pertunjukan harus menarik..." Ucap Michael sambil tersenyum.


" Ya kau benar ayo kita beri mereka sedikit hiburan menyenangkan..." Ucap Brianna tak lupa membalas senyum Michael .


Mereka saling melempar senyum dengan ekspresi yang tidak bisa di jelaskan . Jesslyn dan Royce yang melihat itu hanya saling menatap bingung.


" Kau tau nona Jesslyn mereka terlihat sedikit menakutkan..." Ucap Royce.


" Yahhh aku setuju denganmu walaupun aku sudah sering melihatnya ..." Timpal Jesslyn.


Setelah itu Michael mengangkat tubuh Gabriella dan menyimpannya dengan sihir lalu ia melakukan teleportasi dengan memeluk pinggang ramping Brianna.


Mereka hanya berdua karena Jesslyn menolak ikut. Selain ia tidak ingin melihat adegan selanjutnya ia juga tidak ingin mengganggu dua orang itu.


Jesslyn kembali ke kamarnya untuk istirahat begitu juga Royce yang kembali ke rutinitasnya mencari informasi.


Di tempat lain teleportasi Michael membawa mereka ke tepi hutan. Beberapa ahli sihir kelas menengah sedang berkumpul di sana membicarakan sesuatu.


" Apa itu mereka ..." Tanya Brianna .


" Iya ..." Ucap Michael.


" Kenapa kau bisa seyakin itu..."


" Aku mengenali aura salah satu dari mereka ..."


" Apa dia salah satu orang yang menyerang mu saat kompetisi berburu...?" Tanya Brianna.


" Ya dia berhasil melarikan diri saat itu..." Ucap Michael dengan tatapan tajam ke arah salah satu pria di sana.


" Tentu saja..." Jawab Michael menoleh pada Brianna dan tersenyum lalu mereka mengangguk.


Mereka melesat seperti angin dan tiba mengagetkan semua mata-mata itu. Kecepatan di sertai tekanan aura mereka yang di gabungkan menciptakan kabut hitam .


" Siapa kalian ...!!" Ucap salah satu dari mata-mata itu.


" Bukankah aku penyebab kalian berada di sini ..." Ucap Brianna tenang dan berjalan pelan keluar dari kabut.


Semua ahli sihir itu terkejut dengan tekanan yang mereka dapatkan dari gadis yang terlihat rapuh itu.


* Aku tau dia kuat tapi aku tidak membayangkan di usia muda dia sudah sekuat ini gadis ini berbahaya * batin ketua dari kelompok mata-mata itu.


" Kami tidak mengerti maksud kata-katamu tolong pergi dari sini sebelum kami membuat kalian terluka..." Ucap mereka.


Brianna dengan secepat kilat mendekat ke salah satu dari mereka dan mencekiknya.


" A....ap ..apa...yang k..kau lakukan lepaskan aku..." Ucap pria yang sedang tercekik.


" Aku hanya memberi tahu kau tidak punya kemampuan untuk melukaiku..." Ucap Brianna.


Brianna melempar pria itu hingga terpental jauh.


Semua kaki tangan Arabella itu terkejut bagaimana dia bisa mengalahkan ahli sihir tingkat menengah hanya dengan satu serangan.


Mereka bertanya-tanya apa dia benar-benar penjaga baru segel cahaya.

__ADS_1


Butuh banyak latihan dan kristal iblis untuk meningkatkan kekuatan. Tapi gadis muda di hadapan mereka ini memiliki sesuatu yang mengerikan.


* Apa karena garis darah istimewanya, tapi dia setengah manusia seharusnya dia tidak akan setangguh ini tidak bisa di bayangkan bagaimana kekuatannya di masa depan * batin mata-mata Arabella.


" Ahh ya kami kemari untuk mengantar seseorang aku yakin kalian mengenalnya..." Ucap Brianna memecah keheningan.


" Michael ..." Panggil Brianna.


" Ya Brianna ..." Jawab Michael .


" Ayo kita kembalikan teman mereka yang berharga..."


" Tentu saja mereka pasti merindukannya..."


Michael menjentikkan jarinya dan muncullah Gabriella yang sudah hampir mati. Semua pria itu kembali terkejut.


Mereka tidak menyangka Brianna dan teman-temannya menyadari apa yang mereka lakukan.


" Apa kalian masih berkata kalau kalian tidak tau apa-apa, ohh ayolah berhenti bersikap konyol seperti itu..." Ucap Michael.


Mereka hanya terdiam mereka cukup terkejut melihat apa yang di alami Gabriella.


Beberapa dari pria itu mulai berpikir untuk melarikan diri dari sana.


" Gangguan di awal festival, serangan di kompetisi berburu, juga gangguan yang lain apa kalian sungguh-sungguh berpikir kami sebodoh itu..." Ucap Michael.


" Ya ...! Kami memang melakukan itu tapi kau tidak bisa melakukan apapun pada kami karena jika bisa kalian pasti sudah melakukanya sejak tadi..." Ucap ketua dari kelompok itu.


" Ha ha ha ha ..." Michael tertawa keras.


Suara tawa itu membuat semua pria itu merinding.


" Tadinya kami memang tidak berniat melukai kalian, tapi karena kau berkata begitu aku jadi tertarik..." Ucap Brianna.


" Oke bagaimana kalau kita memberi sedikit kenangan pada mereka ..." Balas Michael kemudian.


Mendengar apa yang Brianna dan michael katakan para mata-mata itu mulai waspada.


" Tapi kita harus memberi nona cantik ini kedamaian terlebih dahulu Michael..." Ucap Brianna.


" Ahh ya kau benar aku hampir saja melupakannya..." Ucap Michael.


Setelah mengucapkan itu Michael mengeluarkan api biru nya dan membakar Gabriella.


Tubuh gadis itu seketika terbakar hebat dan beberapa saat kemudian Michael mengangkat tubuh Gabriella semakin tinggi dan kemudian terjadi ledakan hebat dari tubuh gadis itu.


Kini hanya tersisa percikan api yang berjatuhan di udara.


" Bukankah itu indah seperti pertunjukan kembang api, apa kalian menikmatinya..." Ucap Brianna dengan senyum manisnya.


Para mata-mata itu benar-benar takut sekarang mereka mulai berjalan mundur . Mereka berharap bisa melarikan diri dari dua monster yang bisa membunuh mereka hingga tidak bersisa.


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2