Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Hukuman Yang Setimpal


__ADS_3

Semua orang menatap Gloria begitu juga Brianna.


" Ini tidak adil bukankah ini kompetisi menari kenapa nona Brianna di perbolehkan menggunakan sihir seperti itu...!!" Ucap Gloria ketus.


" Maaf sebelumnya nona Lynn dari awal peraturan kontes menari hanya menampilkan yang terbaik tidak masalah jika ada sedikit sihir di dalamnya yang tentu tidak membahayakan penonton..." Ucap salah satu pembawa acara.


" Tapi itu tetap tidak adil karena saya dan nona Cecilia tidak menggunakan sihir sudah jelas jika nona Brianna menang itu penilaian yang tidak adil bukan..." Ucap Gloria mencari pembelaan.


Cecilia yang melihat itu hanya diam nona muda itu tidak berani bersuara karena Gloria sudah mengancamnya lebih dulu.


Brianna menoleh ke arah nona cantik yang wajahnya memucat itu.


* Astaga dia sungguh sampai hati membuat nona kecil itu ketakutan hanya untuk ini * batin Brianna.


" Tapi nona ..." Ucapan pembawa acara tersebut terhenti .


" Maaf tuan tapi yang di katakan nona Gloria ada benarnya seharusnya saya tidak menggunakan kekuatan aura dalam penampilan ini..." Ucap Brianna tenang.


" Tapi nona peraturan..."


" Tidak apa-apa tuan begini saja kita lakukan sesuai dengan keinginan nona Gloria..."ucap Brianna lembut .


" Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan nona. Karena ada penolakan dari nona Lynn maka tanding ulang akan di lakukan antara nona Brianna dan nona Gloria..." Ucap pembawa acara sembari menatap datar pada Gloria.


" Baiklah ayo nona Brianna menari lah di satu panggung denganku..." Ajak Gloria sombong .


* Astaga dia terlalu senang atau marah sampai tidak lagi formal padaku* batin Brianna.


" Seperti yang anda inginkan nona Gloria..." Ucap Brianna tak lupa dengan senyum dan sikap tenangnya.


Ketenangan juga sorakan penonton untuk Brianna saat mereka mulai menari membuat kemarahan Gloria memuncak.


Ketika mereka melakukan gerakan memutar Gloria menoleh pada salah satu penonton.


Ternyata di sana ada Gabriella yang sudah siap menunggu aba-aba dari Gloria. Gabriella menyiapkan panah apinya lalu menembak tepat ke arah Brianna.


Brianna mengetahuinya namun ia hanya berkelit sedikit sehingga alih-alih mengenai tubuhnya panah itu mengenai ujung gaun putih nya.


Panah yang berapi itu membakar gaun Brianna dengan cepat. Seakan tak cukup ia menembakkan satu panah lagi dan kali ini sepertinya pemanah itu lebih ingin targetnya tewas terbakar.


Satu panah lagi mendarat di ujung gaun Brianna dan itu membuat kobaran api semakin hebat dan menjalar dengan cepat.


Namun anehnya bukannya panik atau berlari Brianna hanya berdiri diam di tempat dengan ekspresi yang sulit di artikan.


Api mulai membakar seluruh gaun Brianna membuat gaun yang tadinya berwarna putih itu menjadi jingga kemerahan yang menggila.


Brianna menyentuh api dengan tangan kosong lalu tersenyum dingin. Senyuman yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa tertekan karena aura mendominasi pemiliknya.


" Ba...ba...bagaimana kau tidak terbakar...!!"


Ucap Gloria terbata.

__ADS_1


Gloria sangat terkejut begitu juga dengan penonton yang lain sebagian besar dari mereka khawatir pada Brianna.


" Ha ha ha " Brianna tertawa dingin.


" Apa kau benar-benar berfikir api ini mampu membakar hangus diriku..." Ucap Brianna tenang namun penuh penekanan.


" Ka..kau seperti monster..." Ucap Gloria .


" Apa kau tidak lelah nona Lynn..." Tanya Brianna.


" Apa maksudmu ..."


" Berpura-pura tidak tahu apa-apa bukan kah ini melelahkan ..." Ucap Brianna.


" Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan dan berhenti mengatakan hal konyol ...!!" Ucap Gloria cepat.


Brianna berjalan dengan gaun berapi-api. Iya berjalan terus mendekat pada Gloria sedangkan yang di dekati mulai melangkah mundur.


" Ada apa nona Lynn apa kau merasa takut..." Ucap Brianna.


" Apa yang ingin kau lakukan semua orang melihat kau tidak akan berani bertindak sejauh itu..." Ucap Gloria sombong.


" Sayangnya seperti katamu aku bukan bangsawan jadi aku tidak perduli kata-kata orang lain..." Ucap Brianna.


" Kau pikir bisa menakuti ku dengan kata-kata mu ..." Ucap Gloria mencoba berani namun terus melangkah mundur.


Kaki Gloria terus melangkah mundur tanpa sadar ia sudah mencapai batas panggung dan hampir saja ia terjatuh.


" Tidak perlu aku tidak membutuhkan bantuan dari iblis rendahan sepertimu. Kau sama seperti ayahmu manusia yang tidak tahu diri...!!" Ucap Gloria setengah teriak.


" CUKUP !! dari mana kau dapat keberanian itu dasar iblis menyedihkan...!!" Ucap Brianna tak kalah keras.


Bentakan Brianna membuat penonton merasa puas karena apa yang di lakukan Gloria memang sudah keterlaluan.


* Ternyata selain gila dia suka menggali kuburannya sendiri * batin Jesslyn yang melihat kejadian dari kejauhan.


Ya sebelum Gabriella tadi melesatkan anak panah Jesslyn sudah lebih dulu memberitahu Brianna melalui telepati.


Brianna mengucapkan sebuah mantra segel dan mengarahkan satu tangan ke atas. Dari atas terciptalah lubang hitam yang sangat mengerikan.


Dari lubang itu keluar dua utas tali yang terbuat dari bara api biru yang sangat panas.


Brianna mengarahkan tali itu dan mengikat Gloria yang langsung meronta-ronta. Rasa panas yang membakar membuat Gloria berteriak kesakitan.


"Aakkhhh Dasar wanita gila lepaskan aku kenapa kalian semua diam cepat singkirkan monster ini...!!" Ucap Gloria di sela-sela rintihannya.


Tapi anehnya tidak ada satupun yang menolongnya mereka hanya diam dan menonton apa yang sedang terjadi.


" Kau terima memanggilku monster apa aku perlu memberimu cermin nona Lynn kau jelas lebih biadab dariku..." Ucap Brianna dingin.


" Ha ha ha jadi kau membela anak-anak bangsawan kecil yang tidak berguna itu ..." Ucap Gloria.

__ADS_1


" Bagus jika kau mengakui tindakan gila mu itu..."


" Aku tidak gila mereka saja terlalu tidak tahu diri dan sangat ingin menonjol mengalahkan ku...!!" Jawab Gloria congkak.


" Baiklah kau masih tidak menyesal rupanya aku rasa hukuman yang ku berikan belum cukup..."


Brianna kembali merapal mantra dan muncullah sebuah pola segel yang tepat berada di tempat Gloria berada.


Pola itu berbentuk seperti akar yang berduri melingkar di sekeliling Gloria. Perlahan akar itu berputar menimbulkan asap kehitaman di sekeliling Gloria.


Gloria merasa ketakutan namun tetap menahan diri agar tak terlihat.


Namun tiba-tiba ia merasa sesak dan di depannya mulai muncul semua sosok-sosok nona yang pernah ia bunuh.


Kenangan saat ia membunuh mereka dengan kejam mulai ber munculan dan membuatnya berteriak ketakutan.


" Tidak...!!! Hentikan...!!! Menjauh lah dariku...!!! " Ucap Gloria.


Penonton mulai berbisik-bisik satu sama lain ada yang merasa kasihan tapi sebagian besar merasa geram atas apa yang di lakukan Gloria.


" Wahh apa yang kau lakukan padanya..." Tanya Jesslyn yang tiba-tiba ada di samping Brianna.


" Menghukum yang harus di hukum Jess aku harus memberikan keadilan untuk semua nona tewas dan keluarga mereka yang berduka..." Ucap Brianna .


" Apa ini sudah cukup kenapa kau tidak bunuh saja dia Brianna..." Tanya Jesslyn.


" Mati terlalu mudah baginya Jess aku akan membuatnya menginginkan kematian tapi tidak bisa mendapatkannya..." Ucap Brianna dengan senyum tipis dan aura dinginnya.


" Wahh kau benar-benar luar biasa tapi ini memang pantas untuk apa yang dia lakukan kepada puluhan nona yang seharusnya bisa hidup bahagia di masa muda mereka..."


" Seandainya aku datang lebih awal mereka mungkin masih di sini Jess dan apa yang aku lakukan ini tetap tidak akan mampu mengembalikan semua nona itu..." Ucap Brianna lirih.


" Anda sudah melakukan yang terbaik nona Laurent dan kami sungguh berterimakasih untuk itu..." Ucap beberapa orang yang ternyata adalah orang tua dari semua korban .


" Aku sungguh menyesal..." Ucap Brianna sambil menunduk hormat pada mereka.


" Hei Brianna sepertinya kau harus padamkan api di tubuhmu ini atau kami akan hangus karena berada di sebelahku..." Ucapan Jesslyn membuat Brianna tersenyum.


" Ya kau benar maaf aku lupa jika gaun ku masih terbakar..." Ucap Brianna santai.


Jesslyn hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


Salah satu ibu dari korban kejahatan Gloria itu mendekat dan memeluk Brianna sambil menangis. Nyonya paruh baya itu juga tak henti mengucapkan terimakasih kasih pada Brianna.


" Terimakasih nona Brianna kami sangat bersyukur memiliki penjaga segel cahaya seperti tuan Cristasius dan juga putrinya yang luar biasa..." Ucap nyonya itu sembari menyeka air matanya.


" Jangan seperti ini nyonya saya hanya menjalankan tugas ..." Ucap Brianna sambil tersenyum.


Semua sedang berbahagia sedangkan Gloria masih saja berteriak ketakutan sampai sang ayah datang dan memeluk putrinya itu.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2