
Brianna dan Michael duduk bersebrangan dan meminum wine yang mereka temukan.
Brianna yang tadinya gugup kini mulai santai karena pengaruh wine yang ia minum.
Pancake yang manis di tambah dengan wine yang nikmat membuat mereka lupa mereka sudah menghabiskan satu botol wine.
Setelah beberapa saat ada perasaan aneh yang muncul .
Michael merasa tubuhnya tiba-tiba terasa hangat awalnya ia merasa itu efek dari wine. Tapi ketika rasa hangat itu berubah menjadi panas ia mulai curiga.
" Brianna apa kau merasa sedikit aneh...." Ucap Michael.
" Aku hanya merasa hangat ...." Ucap Brianna.
" Apakah hanya hangat yang kau rasakan....?" Kata Michael yang mulai terengah karena panas yang ia rasakan.
" Ada apa denganmu Michael....?" Ucap Briana .
" Entahlah aku merasa seluruh tubuhku panas ...." Ucap Michael sambil melonggarkan kerah bajunya.
Setelah beberapa saat Brianna merasakan hal yang sama.
" Kau benar ada yang tidak beres aku juga mulai merasa panas...." Ucap Brianna.
" Bagaimana ini...." Ucap Michael.
" Mandi air dingin mungkin bisa membantu...." Ucap Brianna.
Briana mulai berdiri namun sempoyongan dia sadar mereka terlalu banyak minum.
Saat itu Michael mencoba membantu Brianna namun saat mereka saling menatap.
Rasa panas itu semakin membara dan berubah menjadi gelombang gairah yang menggoda.
Michael tidak bisa menahannya. Ia mendorong tubuh Brianna dan menghimpit tubuh ramping itu dia antara dinding dan tubuhnya.
Michael lalu mencium Brianna. Ada rasa menuntut dalam ciuman itu. Brianna ingin menolak namun tubuh dan otaknya sepertinya sedang tidak bekerja sama.
Alih-alih menolak Brianna membalas ciuman itu. Lama kelamaan kebutuhan akan satu sama lain semakin besar .
Michael mengangkat tubuh Brianna dan membawanya ke kamar. Setelah tiba di kamar ia menjatuhkan Brianna juga dirinya ke atas ranjang dan kembali mencium gadis cantik itu.
Michael mulai membuka semua kancing kemejanya dan membuangnya ke sembarang tempat.
Brianna kagum saat melihat tubuh Michael dan tanpa sadar mengulurkan tangan dan menyentuh otot yang terlihat sangat kuat namun di lapisi kulit yang lembut itu.
Jari lentik Brianna bergerak dari dada hingga ke perut Michael.
Sentuhan itu membuat Michael semakin menggila. Michael melepaskan satu persatu pakaian Brianna.
Briana sedikit malu dan mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut. Michael yang melihat itu tidak membiarkan Brianna melakukannya.
Ia menarik dan membuang selimut itu ke sisi ranjang. Kini ia benar terpesona dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
Kulit putih sempurna dengan tubuh yang luar biasa menggoda di tambah suasana Dimelza yang merah temaram membuat Brianna terlihat seksi di matanya.
Michael mulai mencium kembali bibir Brianna. Ciuman itu membuat mereka semakin terhanyut.
Michael menurunkan ciumannya dari bibir ke leher jenjang Brianna. Brianna menahan dirinya agar tidak bersuara.
Ciuman itu kini beralih ke dada Brianna. Brianna tidak mampu menahannya dan mulai melenguh nikmat.
Michael meneruskan aksinya dengan ciumannya juga tangannya yang menjelajahi seluruh tubuh gadis cantik itu. Brianna semakin tidak tahan dengan siksaan manis itu.
" Michael...." Ucap Brianna lirih.
__ADS_1
Michael menggantikan ciumannya dan menatap Brianna.
" Ini akan sedikit sakit aku akan pelan-pelan...." Ucap Michael dengan Sura berat karena menahan gairah.
Briana hanya mengangguk. Setelah melihat itu Michael mulai mencoba masuk.
Dan dalam beberapa kali usaha ia berhasil masuk sepenuhnya. Brianna merasa kan sakit dan rasa penuh yang belum pernah ia rasakan.
Michael kembali mencium Brianna untuk mengurangi rasa sakitnya.
Setelah beberapa saat Michael mulai bergerak.
Kini Brianna juga mulai menikmatinya. Hanya suara ******* dari mereka berdua yang terdengar memenuhi kamar itu.
Ke esokan harinya mereka masih tertidur lelap karena kelelahan. Mereka melakukannya berkali-kali.
Setelah beberapa saat Brianna mulai terbangun dan sangat terkejut saat melihat dirinya berada di dalam pelukan Michael.
Dan jauh lebih terkejut saat melihat selain selimut tidak ada sehelai pun kain yang menutupi tubuh mereka.
Brianna mulai mengingat apa yang terjadi .
Setelah mengingat semuanya Brianna merasa terguncang ia bingung dan sangat malu saat ini.
* Kami benar-benar tidur bersama, aku pasti sudah gila * batin Brianna frustasi.
Brianna mencoba keluar dari pelukan pria yang sangat tampan itu. Tapi bukannya terlepas Michael malah mengeratkan pelukannya.
Brianna sadar saat ini ia tidak akan mampu melepaskan diri dari lengan yang sangat kuat itu.
Michael membisik kan sesuatu pada Brianna.
" Maafkan aku Brianna aku tidak bisa menahannya...." Ucap Michael lirih.
Meskipun malu tapi Brianna sadar semalam itu terjadi karena mereka terlalu banyak minum dan bukan kesalahan Michael.
Mendengar itu Michael sedikit lega dan membalikkan tubuh Brianna dan kini mereka saling berhadapan.
Mata indah mereka bertemu. Brianna malu dan menundukkan wajahnya. Melihat itu Michael mencium kening Brianna dan mengangkat dagu Brianna agar menatapnya.
" Kau terlihat sangat manis saat malu-malu seperti ini Brianna...." Ucap Michael.
" Hentikan Michael aku sangat malu sekarang...." Ucap Brianna pelan.
" Baiklah kalau begitu bersembunyi lah di balik selimut...." Ucap Michael.
Setelah mengucapkan itu Michael menutupi Brianna dengan selimut setelah beberapa saat ia juga ikut masuk kedalamnya.
" Bagaimana...." Ucap Michael.
" Apa...." Tanya Brianna.
Brianna terlihat sangat manis dan Michael malah mendapati dirinya kembali mencium Brianna.
Michael mencium bibir Brianna dengan lembut. Setelah beberapa saat Brianna membalas ciuman itu dan semakin merapatkan tubuhnya pada Michael.
Michael mengehentikan ciuman itu dan berkata.
" Brianna jika kau terus mendekat seperti itu aku tidak akan mampu menahan diriku...." Ucap Michael lirih dengan tatapan yang diliputi gairah itu.
Briana tidak menjawab ia hanya menatap mata Michael dan hanya melihat cinta dan tekad di sana.
Melihat itu membuat Brianna memberanikan diri untuk percaya bahwa kini ada yang benar-benar mencintainya.
Ia mendekatkan wajahnya dan mencium Michael lebih dulu.
__ADS_1
Sedangkan Michael sangat terkejut dengan itu. Tidak butuh waktu lama Michael mengambil alih ciuman itu.
" Kau yang meminta ini nona manis...." Ucap Michael serak karena gairah.
" Ya lakukanlah aku ingin mengenangnya...." Ucap Brianna.
" Baiklah akan ku berikan kau kenangan yang luar biasa...." Ucap Michael.
Pagi yang sangat bergairah dan manis.
Setelah selesai Brianna hendak turun dari ranjang untuk mandi tapi rasa sakit di bagian bawahnya membuatnya tidak mampu berdiri.
Michael dengan sigap menggendong tubuh Brianna dan membawanya ke kamar mandi.
" Apa kau ingin di temani...." Tanya Michael menggoda.
" Tidak sudah cukup untuk hari ini...." Ucap Brianna sambil tersenyum.
" Baiklah panggil aku jika sudah selesai ...." Ucap Michael.
" Aku akan berendam jadi akan sedikit lebih lama ...." Ucap Brianna.
" Baiklah aku akan kembali ke kamar setelah selesai aku akan kembali kemari...." Ucap Michael.
Briana hanya mengangguk dan tersenyum.
Michael keluar dan kembali ke kamarnya dengan wajah gembira.
Setelah membersihkan diri dan berpakaian Michael kembali mengingat apa yang terjadi tadi malam.
Ia hanya tersenyum dan sangat bahagia karena gadis yang sangat ia sukai itu kini menjadi miliknya.
Karena Brianna berkata akan berendam sedikit lebih lama Michael memilih untuk pergi ke dapur dan membuat teh untuk mereka berdua.
Setelah selesai ia kembali ke kamar Brianna dan melihat Brianna sudah selesai berpakaian.
" Kenapa kau tidak memanggil ku Brianna...." Ucap Michael.
" Tenanglah, rasanya sudah lebih baik setelah berendam jadi aku bisa berjalan ...." Ucap Brianna.
" Maaf aku kesulitan menahan diriku dan sepertinya aku terlalu bersemangat sampai membuatmu seperti ini...." Ucap Michael terdengar menyesal.
" Sudahlah aku juga menikmatinya bukan jadi jangan menyalahkan dirimu Michael...." Ucap Brianna menenangkan Michael.
" Terima kasih, baiklah ayo turun aku sudah membuatkan teh tapi hanya ada roti karena aku tidak bisa memasak...." Ucap Michael sambil tersenyum lucu.
Briana tertawa saat melihatnya.
" Tidak apa-apa aku akan membuat sarapan ...." Ucap Brianna.
Mereka pun turun dan menikmati teh juga beberapa roti yang sudah Michael siapkan.
Kini Michael sedang membereskan meja makan sedangkan Brianna sedang memasak.
Saat melihat Michael Brianna mengingat kembali saat ia selesai mandi dan melihat dirinya di cermin.
Begitu banyak tanda yang di tinggalkan oleh Michael di tubuhnya. Mereka benar-benar menggila semalam.
Saat kembali tersadar Brianna melihat Michael tersenyum padanya.
Benar-benar pasangan yang manis andai saja mereka tidak sedang dalam masalah dan misi yang panjang mereka mungkin akan jadi pasangan yang harmonis.
Tapi baik Brianna atau Michael sama-sama sadar mereka tidak mungkin bahagia semudah itu.
Semua yang mereka rasakan saat ini tidak akan bertahan lama karena harus kembali menyelesaikan masalah.
__ADS_1
Tapi untuk saat ini mereka memilih untuk melupakannya sejenak dan sedikit menikmati drama yang terasa nyata itu.