Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Semakin Membingungkan


__ADS_3

Brianna dan yang lain kini berkumpul di ruang kerja Royce setelah makan. Royce lebih dulu memberitahu kan apa yang ia dapat dari anak buahnya.


" Menurut informasi yang saya peroleh beberapa ahli sihir di Other World tiba-tiba menghilang tanpa alasan yang jelas..." ucap Royce.


" Itu tandanya kemungkinan besar mereka bukan pergi karena keinginan nya sendiri..." ucap Brianna.


" Tapi yang aneh adalah di tempat mereka menghilang tidak di temukan bukti apapun atau tanda seperti adanya pemaksaan atau yang lainnya nona inilah yang membuat saya bingung..." ucap Royce.


" Kau benar tuan Royce ..." ucap Brianna.


" Kalau bukan dipaksa dan bukan juga keinginan sendiri lalu apa yang membuat mereka pergi..." ucap Jesslyn.


" Mungkin ancaman atau yang lebih buruk lagi ..." ucap Brianna.


" Apa itu Brianna...?" tanya Jesslyn.


" Pengendalian pikiran..." jawab Brianna.


" Itu agak mustahil Brianna butuh tenaga yang sangat besar untuk mengendalikan ahli sihir tingkat tinggi seperti itu..." ucap Jesslyn.


" Kau memang benar Jess tapi bukan tidak mungkin melihat dari sumber daya yang mereka miliki contohnya banyaknya kristal iblis yang mereka kumpulkan itu bisa jadi mudah untuk mereka ..." ucap Brianna.


" Aku setuju lagi pula mengendalikan pikiran memang sulit tapi jika sudah ahli dan di dukung pengendalian kekuatan yang tepat ahli sihir yang tidak waspada pasti tidak bisa mengelak..." ucap Michael.


" Yang di katakan Michael itu benar..." ucap Brianna.


" Lalu apa yang harus kita lakukan nona ....?" tanya Royce.


" Kita butuh informasi yang jauh lebih akurat dan kali ini kita harus mendapatkannya dari salah satu para penculik ahli sihir..." ucap Brianna.


" Tapi untuk itu kita harus menemukan ahli sihir yang belum tertangkap ..." ucap Michael.


" Ya dan sepertinya kita akan merepotkan tuan Royce lagi dengan ini..." ucap Brianna.


" Aku akan berusaha nona tenang saja saya akan mengerahkan mata-mata terbaik yang saya punya untuk mengurus hal ini..." ucap Royce.


" Tapi apa yang akan kita lakukan saat menangkapnya dia pasti tidak ingin bicara dan memilih mati..." Ucap Jesslyn.


" Bukankah kita juga punya pengendali pikiran..." Ucap Brianna.


" Heii... Mereka itu bukan iblis tingkat rendah Brianna dan kau tau aku belum mampu mengendalikan kekuatanku..." ucap Jesslyn.


" Kau tau kenapa kau belum bisa mengendalikannya Jess ..." Ucap Michael.


" Karena jika kau berhasil mengendalikannya mereka bukan tandingan mu Jess..." Ucap Brianna kemudian.


" Benarkah tapi sekarang aku bukan tandingan mereka ..." ucap Jesslyn.


" Memang belum tapi segera setelah kita ke dimensi Dimelza kau pasti bisa Jess ..." ucap Brianna.


" Ya kau benar aku akan berusaha keras untuk itu..." ucap Jesslyn.


" Dan nona saya semakin mencurigai pergerakan nona Lynn dia sepertinya merencanakan hal gila ..." ucap Royce.


" Apa maksudmu tuan Royce...?" tanya Brianna.


" Salah satu mata-mata ku mengatakan jika ia melihat beberapa ahli ramuan dan ia mendapatkan informasi mereka di panggil untuk membuat ramuan khusus atas permintaan nona Gloria..." jelas Royce.


" Tapi kenapa kau memberitahu hal ini apa hubungannya dengan kami...?" tanya Jesslyn.


" Tentu ada nona sepertinya nona dari keluarga Lynn itu menyukai tuan Michael dan seperti biasa mungkin dia merasa tersaingi oleh anda..." ucap Royce.


" Wahh ini benar-benar yang kita butuhkan gangguan yang menyenangkan..." ucap Brianna.


" Yah kau benar kita butuh sedikit hiburan bukan sepertinya akan ada pertunjukan di kompetisi wanita ini..." ucap Michael.


" Bagaimana Brianna apa kau tertarik..." ucap Jesslyn.


" Tidak..." jawab Brianna.


" Tapi kita harus mengawasi kan bagaimana kalau ada yang mengacaukan acara ini ..." ucap Jesslyn.

__ADS_1


" Ya baiklah kita akan ke sana dan mengawasi keadaan..." ucap Brianna kemudian.


" Untuk berjaga-jaga saya akan menempatkan beberapa penjaga di sana juga pelayan untuk membantu anda..." ucap Royce.


" Terimakasih tapi perintahkan mereka untuk berjaga saja karena aku akan menyelesaikan ini sendiri..." ucap Brianna tenang.


" Baik nona ..." jawab Royce.


" Michael bagaimana menurutmu..." ucap Brianna.


" Kemungkinan besar kalau memang kau adalah target wanita itu besok dia pasti menantang mu..." ucap Michael.


" Ya dia benar lalu apa yang akan kau lakukan Brianna....?" tanya Jesslyn.


" Tentu aku harus mengikutinya bukankah akan lebih seru ..." jawab Brianna.


" Ya kau benar Brianna ikuti permainannya dan rusak di akhir saat dia merasa hampir menang..." Ucap Michael.


" Kalian ini benar-benar gila tapi aku suka..."Ucap Jesslyn.


Royce yang mendengarnya pun hanya menelan ludahnya. Ia sadar keputusan untuk mendukung Brianna adalah yang terbaik baginya daripada harus berlawanan dengan mereka dan mati sia-sia.


" Lalu apa informasi yang kau punya Michael....?" tanya Brianna.


" Sebenarnya aku merasa dalang di balik semua ini adalah keluarga ibumu..." ucap Michael.


Deg.


Brianna terdiam tangannya mengepal kuat sebenarnya ia sudah menduga keluarga ibunya akan terlibat.


" Apa kau yakin Michael ...?" ucap Brianna.


" Awalnya tidak tapi setelah beberapa waktu memikirkannya aku jadi yakin..." jawab Michael.


" Apa yang membuatmu seyakin itu...?" tanya Jesslyn.


" Aku bertemu dengan seorang wanita yang membeli banyak sekali kristal iblis dan sempat terjadi perkelahian antara kami tapi ia berhasil melarikan diri aku hanya berhasil melihat mata kehijauan seperti emerald dan..." ucap Michael.


" Dan apa ..." tanya Jesslyn.


Michael pun melukis dia tas kertas dengan kuas yang di siapkan Royce. Setelah beberapa saat Michael selesai dan menunjukkan pada Brianna apa yang ia lukis.


Sulur hijau pekat itulah yang di lukis Michael. Brianna terdiam saat melihatnya, bukankah ini sebuah tanda kerajaan dan intensitas warnanya menunjukkan level kekuatan.


" Aku tahu yang kau pikirkan dan itu memang benar aku rasa ibumu seorang putri dari sebuah kerajaan..." ucap Michael.


" Jadi maksudmu dia ibuku..." ucap Brianna.


" Tidak ada yang tahu Brianna bisa jadi ini paman atau bibimu Brianna banyak sekali kemungkinan aku tidak tahu wajahnya tapi yang pasti mereka ada hubungannya dengan ibumu..." ucap Michael.


" Tuan boleh kah saya melihatnya..." ucap Royce.


" Ahh tentu silahkan mungkin kau mengetahui sesuatu..." ucap Michael.


Royce pun melihatnya dan terkejut sampai terduduk. Hal itu membuat Brianna dan yang lain menatapnya penuh pertanyaan.


" Apa kau tahu sesuatu sampai kapan kau akan seperti itu...?" ucap Jesslyn mulai tidak sabar.


" Ahh maaf nona Jess saya benar-benar terkejut ini adalah sulur hijau milik salah satu ratu kerajaan di dimensi Daintree kalau tidak salah salah satu ratu Oak Land..." ucap Royce.


" Sebentar aku jadi bingung apa di sana ada banyak kerajaan..." ucap Jesslyn.


" Tidak hanya ada satu kerajaan di Oak Land ..." jawab Royce.


" Lantas kenapa kau bilang salah satu ..." tanya Jesslyn.


" Karena mereka saudara kembar yang lahir dengan satu jiwa dan terhubung satu sama lain karena itu mereka tidak bisa terpisah..." ucap Royce.


" Lalu ..." ucap Jesslyn .


" Yang saya tahu jika salah satu dari mereka menolak maka yang tidak ada yang bisa menjadi ratu maka dari itu aku dengar kakak dari saudara kembar itu memaksa adiknya untuk duduk di tahta bersama nya..." ucap Royce menjelaskan.

__ADS_1


" Siapa mereka ..." Ucap Brianna yang sejak tadi diam.


" Ratu Agatha dan Ratu Arabella..."ucap Royce.


" Siapa yang menjadi adik dari saudara kembar itu..." tanya Brianna.


" Ratu Agatha..." jawab Royce.


* Ratu Agatha ya...* Batin Brianna.


" Ceritakan padaku yang kau ketahui soal Ratu Agatha..." ucap Brianna.


" Tidak banyak yang saya tahu nona karena memang sebenarnya ia tidak tertarik dengan tahta dan menyibukkan diri berlatih sihir. Saya juga mendengar bahwa Ratu Agatha tidak menampakan diri dan selalu berada di kerajaan jadi tidak banyak informasi tentang nya..." ucap Royce.


" Aneh sekali ..." ucap Jesslyn.


" Itu tandanya pelakunya adalah ratu Arabella ..." ucap Brianna.


" Kurasa begitu tapi apa yang terjadi dengan Ratu Agatha ia tidak akan membiarkan hal buruk terjadi di depan matanya bukan..." ucap Jesslyn.


" Kecuali ada yang membuat dia tidak melihatnya ..." Ucap Brianna dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Apa maksudmu Brianna..." Ucap Jesslyn.


" kemungkinan ia di kurung di sana..." ucap Brianna


" Tapi apa yang membuatnya bertahan dalam kurungan itu apa ancaman mereka..." Tanya Jesslyn.


" Entahlah..." jawab Brianna.


" Brianna ..." Ucap Michael.


" Apa maksudmu...?" tanya Brianna.


" Aku rasa jika dia benar ibumu mungkin saja ia di ancam dengan keselamatanmu..." ucap Michael.


" Apa itu mungkin ..." Ucap Brianna lirih.


" Tidak ada yang tahu dan aku rasa pasti ada alasan kan kenapa dia tidak pernah menemui mu Brianna..."ucap Jesslyn.


" Yang di katakan Jesslyn benar kita harus mencari tahu apa yang terjadi di kerajaan itu Brianna..." ucap Michael.


" Ya tapi hanya setelah kita menyelesaikan urusan di sini dan ke dimensi Dimelza untuk Jess ..." ucap Brianna.


" Apa tidak masalah Brianna bagaimana kalau keselamatan ibumu terancam..." ucap Jesslyn.


" Itu tidak akan terjadi karena jika ia terluka Ratu yang lain juga terluka bukan..." ucap Brianna.


" Kau benar Brianna, terimakasih karena memperdulikan ku..." ucap Jesslyn.


" Apa yang kau bicarakan Jess kau adalah salah satu yang terpenting untukku..." ucap Brianna.


Brianna dan Jesslyn saling tersenyum lembut . Michael yang melihat itu juga ikut tersenyum.


" Ahh ya tuan Royce, apa informasi tentang keberadaan beberapa ahli sihir yang belum tertangkap bisa kita dapatkan secepatnya..." ucap Brianna setelah beberapa saat.


" Saya akan mengusahakan yang terbaik nona dan saya akan segera mengabari kalian jika semua sudah terkumpul..." ucap Royce.


" Baiklah aku tunggu kabar baik darimu jangan mengecewakanku, dan terima ini ..." ucap Brianna.


Brianna memberikan sebuah liontin perak dengan lambang segel cahaya di bandul kalung cantik itu.


" A..apa ini nona...?" tanya Royce gugup.


" Itu adalah kalung dengan aura segel cahaya itu bisa melindungi mu dari sihir pengendali pikiran ..." ucap Brianna.


" Terimakasih nona ..." ucap Royce.


Brianna hanya mengangguk ia berjalan mendekati jendela dan menatap langit malam abadi itu.


Gadis cantik itu tengah bergulat dengan pikirannya. Brianna sedang mencoba menerka-nerka apa sebenarnya alasan di balik keluarga ibunya begitu membenci Brianna.

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2