Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Kompetisi Wanita 1


__ADS_3

Di kamar yang cukup luas itu Brianna duduk di kursi tepat di dekat jendela kaca dan melihat pemandangan di luar.


Matanya memang menatap kota namun pikirannya melayang jauh. Gadis cantik itu masih memikirkan apa hasil dari diskusi mereka.


" Apa ibu benar-benar melakukan ini demi aku dan ayah...apa itu benar..." Ucap Brianna lirih.


" Tapi kenapa ibu melakukannya bukankah jika kita hidup bersama akan lebih baik..."


" Apa karena ibu tidak bisa memilih antara kami dan keluarga ibu..."


Brianna hanya terdiam banyak sekali pertanyaan di benaknya. Brianna tahu hanya dengan bertemu dengan ibunya untuk bisa mendapat jawaban yang ia inginkan.


Gadis itu duduk bersandar dan menghembuskan nafas kasar ia terlihat lelah dan bingung.


Brianna tidak bisa tenang ia terus memikirkan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. Tiba-tiba ada bayangan hitam datang dan menyentuh tengkuk Brianna dari belakang.


Gadis itu tidak sadarkan diri dan bayangan itu menangkapnya. Bayangan itu membaringkan Brianna di tempat tidur. Terdengar suara nafas yang pelan dan teratur.


" Aku tahu kau tidak akan bisa beristirahat dengan tenang karena apa yang baru saja kau ketahui ..."


Bayangan itu mengelus pelan pipi Brianna dan mencium keningnya.


" Maaf aku melakukan ini ...selamat istirahat my lady..."


Setelah mengucapkan kata manis itu bayangan itu menghilang dalam sekejap. Brianna tidur sangat nyenyak.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu. Karena tidak ada jawaban Jesslyn masuk ke dalam ia khawatir terjadi sesuatu pada Brianna.


Saat ia masuk dan melihat Brianna tidur sangat nyenyak ia mengurungkan niatnya untuk bicara. Gadis itu keluar agar sahabatnya bisa beristirahat lebih lama.


Cukup lama tertidur akhirnya Brianna bangun. Tentu saja ia terkejut karena ia hanya ingat jika sedang duduk di kursi dan bagaimana ia bisa berada di tempat tidurnya.


Saat Brianna masih bingung Jesslyn kembali mengetuk pintu kamar Brianna.


" Siapa..."


" Ini aku Brianna..."


" Masuk saja Jess ..."


" Kau sudah bangun rupanya bagaimana apa kau merasa lebih baik..."


" Ahh... ya tentu aku sangat baik, tunggu berapa lama aku tidur..."


" Entahlah tapi kali ini cukup lama tadi aku sempat kemari..."


" Kenapa kau tidak membangunkan ku ..."


" Kau terlihat sangat nyenyak jadi aku kembali ke kamar..."


" Benarkah ..." Ucap Brianna sedikit bingung.


" Ada apa denganmu kenapa kau terlihat bingung seperti itu huhh..."


" Entahlah aku hanya ingat kalau aku sedang duduk di kursi itu dan tiba-tiba aku bangun di sini..."


" Mungkin kau terlalu lelah dan banyak pikiran jadi kau lupa apa yang kau lakukan..."


" Yahh...mungkin saja..."


" Baiklah aku akan meminta pelayan mengantarkan makanan dan kau bersiaplah..."


" Bersiap untuk apa Jess ..."


" Apa tidur terlalu lama membuat otakmu tidak bekerja ..." Ucap Jess kesal melihat ekspresi Brianna .


" Ha ha ha baiklah sepertinya aku ingat bukankah kita akan pergi ke kompetisi wanita..."


" Yeah ...bagus kalau kau ingat aku pergi dulu..."


" Ya terimakasih Jess ..."


" Ya tentu ..."

__ADS_1


Brianna hanya tersenyum melihat Jess dan saat pintu kamar sudah tertutup ia kembali memikirkan bagaimana dia bisa di tempat tidur.


" Sudahlah sepertinya aku memang terlalu banyak berfikir..."


Brianna bangun dari tempat tidurnya dan membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi ke festival terakhir itu.


Saat keluar dari kamar mandinya ia melihat makanan sudah tersedia. Ia pun makan dengan cepat dan setelah selesai ia mendatangi Jess yang sudah menunggu di ruang tamu.


" Apa kau sudah lama menunggu Jess..."


" Tidak juga ayo kita berangkat..."


" Tunggu dimana Michael..."


" Oh ho kau sudah mulai mencarinya ya..." Tanya Jesslyn menggoda Brianna.


" Tidak aku hanya bertanya ..."


" Ha ha ha baiklah sepertinya dia ada keperluan ia pergi bersama Royce sejak tadi tapi dia berkata akan menonton pertunjukan mu jadi tenang saja oke..."


" Astaga Jess bisa kah kau berhenti berkata aneh..."


" Kau yang aneh..."


" Ohhh sudah lah ayo kita berangkat..."


" Ayo ..."


Mereka pun keluar, di halaman kuda mereka sudah di siapkan oleh pelayan . Mereka pun berkuda tapi kali ini lebih santai karena kompetisi pun belum di mulai .


Brianna melihat pemandangan kota yang sudah menjadi tempat tinggalnya beberapa waktu terakhir ini.


Saat melewati beberapa penduduk yang mengenali Brianna melambaikan tangan dan ada juga yang membungkuk hormat.


Pemandangan itu membuat Brianna tersenyum .


* Apa ini yang di rasakan ayah selama ini. Yahh...ini tidak buruk * batin Brianna.


Mereka pun sampai di aula besar yang ada di tengah Kota Louisville. Banyak sekali penduduk baik itu dari kalangan atas atau menengah.


Brianna menggunakan jubahnya saat ini. Sedangkan Jesslyn nampak cantik walaupun memakai baju ala koboi wanita dengan celana denim biru tua dan kemeja putih juga rompi yang senada dengan bot coklat ala koboi setinggi lutut.


Rambut pendek hazelnya membuat penampilannya mempesona. Walaupun di sana jelas ia akan nampak berbeda, karena tahu hal itu Brianna memintanya mengenakan jubah biru tua.


Brianna menggunakan pakaian serba hitam di balik jubah putihnya. Rambut merah yang tergerai dan celana denim hitam juga kemeja hitam lengan panjang dengan sepatu bot kulit hitam.


Brianna memakai pakaian yang dianggapnya nyaman walaupun ia tahu di Louisville pakaian itu dianggap aneh.


" Wahh jadi ini kenapa kau meminta ku menggunakan jubah ..."


" Ya tentu saja apa kau mau memakai pakaian seperti mereka..."


" Tidak terimakasih ..."


" Ha ha baiklah ayo kita berpencar dan berkeliling sebentar setelah itu kita kembali bertemu di sini..."


" Oke ..."


Mereka pun berpencar dan mengawasi kerumunan penonton yang mulai memadati tempat itu.


Setelah cukup lama dan keramaian juga semakin meningkat Brianna dan Jesslyn kembali ke titik awal .


" Bagaimana apa kau menemukan hal yang tidak biasa Jess ..."


" Tidak semua terlihat biasa, kau bagaimana..."


" Aku juga..."


Brianna dan Jesslyn berbincang-bincang sampai ada nona yang menghampiri mereka.


" Bukankah ini nona Brianna yang terkenal belakangan ini ..."


" Ya itu saya dan maaf saya tidak mengenal nona..."


" Saya Gloria Lynn ..."

__ADS_1


" Senang bertemu dengan ada nona Lynn..."


" Tentu senang bertemu denganmu juga nona Brianna ..."


" Apa nona akan mengikuti kompetisi wanita tahun ini..."


" Sepertinya begitu bagaimana dengan nona Brianna apa tidak tertarik..."


" Sebenarnya saya hanya datang untuk melihatnya..."


" Sayang sekali saya berharap ada lawan baru tahun ini sepertinya sama setiap tahun hanya akan saya yang memenangkannya..." ucap Gloria. yang sarat akan kesombongan.


" Itu bagus sekali semoga nona memenangkannya lagi tahun ini..."


" Tentu tapi apa nona benar-benar tidak tertarik..."


" Sayangnya tidak..." Ucap Brianna tersenyum.


" Apakah itu tidak membuat penilaian penduduk terhadap nona seperti kebohongan..."


* Wahh dia sepertinya berusaha keras ya * batin Brianna.


" Kenapa nona Lynn mengatakan hal ini..."


" Saya hanya berharap nona Brianna mengikuti kompetisi ini dan saya yakin banyak yang mengharapkan nya..."


" Bagaimana jika saya mengalahkan anda ..."


" Sebelumnya aku tidak terkalahkan ..." Jawab Gloria dengan sombongnya.


" Baiklah kalau begitu aku akan bergabung dalam kompetisi ini..."


" Itu bagus sekali aku sangat menghargai nya selamat bertemu di kompetisi nona Brianna dan semoga berhasil..." Ucap Gloria dengan senyum palsunya.


" Tentu semoga nona Gloria juga tetap berhasil akan sangat memalukan jika tersingkir karena saya bukan..." Ucap Brianna dengan senyum yang tak mau kalah.


" Baiklah kalau begitu permisi..."


" Tentu silahkan nona Gloria..."


" Hahahaha mukamu terlihat sangat tertekan Brianna..."


" Ya kau benar aku sangat menahan diri agar tidak memukul lehernya tadi..."


" Astaga aku bahkan ingin mengikat bibirnya dan memotong lidahnya..."


" Wahh kau kejam juga ya Jess ..."


" Hanya muak dengan kepalsuannya munafik sekali ..."


" Yahh kau benar ..."


" Jadi sepertinya kau memang harus mengikuti kompetisi ini Brianna..."


" Bagaimana denganmu..."


" Aku akan mengawasi keadaan dari sisi penonton tenang saja aku akan langsung memberitahumu kalau ada sesuatu yang mencurigakan..."


" Ya kau harus langsung mengatakan nya lewat telepati saja ..."


" Setelah itu apa yang akan kau lakukan..."


" Tentu saja ke sana dan membantumu..."


" Lalu bagaimana dengan kompetisinya ...".


" Biarkan saja bukan itu tujuan utama kita kemari Jess ..."


" Ohh iya kau benar juga ..."


Brianna dan Jesslyn pun menunggu waktu di mulainya kompetisi. Di kejauhan ada mata yang melihat mereka dengan tersenyum licik.


*Aku akan membuatmu terbakar di dalam api*


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2