
Michael masuk melewati dinding tanaman merambat yang sangat tebal itu. Pria itu tertegun saat melihat pemandangan di depan matanya itu.
Sebuah danau sejernih kaca dengan pulau kecil di tengahnya yang di tumbuhi sebuah pohon besar dengan bunga berwarna keemasan.
Terpaan cahaya bulan membuat pohon itu nampak berkilau memikat mata yang melihatnya.
Seperti belum cukup di tambah lagi dengan adanya ratusan kunang-kunang yang terbang mendekati Michael dan terbang mengelilingi nya.
" Benar-benar tempat yang indah dan akan jauh lebih indah jika dia ada di sini..." ucap Michael.
Pria itu tersenyum melihat pemandangan indah itu tapi tiba-tiba terdengar suara aneh.
Michael mencari asal suara itu karena menurutnya itu jelas bukan angin belaka.
Beberapa saat mencari Michael tidak menyerah dan sampai di suatu sisi tiba-tiba muncul kabut berwarna abu-abu yang memenuhi tempat itu.
" Kabut ini tidak biasa sepertinya ini bisa membuat yang menghirup nya akan mengalami halusinasi...." ucap Michael.
" Hei...!! Sudah cukup petak umpet nya aku tidak punya waktu menemanimu bermain....!!" ucapnya lagi.
Dari arah belakang Michael merasakan ada yang datang dengan cepat dia berbalik dan menghindar.
Saat kabut abu-abu itu menghilang munculah seekor ular hitam yang sangat besar dengan mata yang menyala merah dan sisik yang sekeras baja.
* Cih...sepertinya agak merepotkan tapi tunggu, bukankah dia binatang ....*
Michael tersenyum melihat ular yang sangat gemuk ini dan bukannya melawannya Michael malah sibuk mengelilinginya seperti melihat harta Karun.
" Hei!! Iblis kecil beraninya kau masuk ke rumahku dan menganggu tidurku...." ucap ular itu.
Seakan tidak mendengar ucapan ular besar itu Michael sibuk melihat dan bolak balik seperti sedang memperhitungkan sesuatu.
Ular itu semakin emosi karena tidak di hiraukan dan itu membuatnya merasa di remehkan. Ular itu pun menyerang Michael dan hendak menggigit nya.
" Wahh kau tidak sabaran sekali ya ...." ucap Michael.
Ucap Michael setelah berhasil menghindar dengan kecepatan yang mengagumkan.
Sejenak ular itu berhenti ia sedikit terkejut karena serangannya tadi cukup cepat tapi pemuda di depannya itu menghindar dengan mudahnya.
" Menyerang tiba-tiba kau pengecut rupanya...." ucap Michael.
Mendengar kata-kata Michael ular itu sadar dari lamunannya dan semakin marah binatang besar itu menyerang Michael dengan kabut beracunnya berkali-kali.
Di luar dugaan Michael tetap baik-baik saja. Ular itu semakin emosi dan mulai menyerang membabi buta selain menyemburkan kabut beracun ular itu juga berusaha membelit pemuda tampan itu.
Walaupun sudah mengeluarkan serangan pamungkas dan sudah bertarung cukup lama ular hitam itu keheranan karena sepertinya pemuda yang melawannya itu tidak lelah sama sekali dan menurutnya itu sangat mustahil untuk ukuran iblis biasa.
" Siapa kau sebenarnya bagaimana kau tidak terkena racun ku ..." ucap ular itu.
" Ohh aku hanya tidak menghirupnya...." Timpal Michael dengan entengnya.
" Bagaimana itu mungkin tempat ini dipenuhi dengan racun yang aku semburkan..."
" Aku hanya perlu menahan nafas bukan...." ucap Michael.
" Tidak mungkin apa kau benar-benar iblis biasa mana ada yang bisa menahan nafas selama itu ...."
" Ya aku iblis biasa, kau masih mau bertarung atau mengajakku bicara sampai bosan...." ucap Michael.
" Huhh sombong!!!"
__ADS_1
Ular itu kembali melancarkan serangan namun Michael hanya menghindar atau mematahkan serangannya tapi tidak melakukan lebih hal itu membuat binatang itu bingung.
" Kenapa kau terlihat bingung aku tidak menyerang mu karena aku takut merusak tubuhmu aku harus membawamu sebagai buruan untuk itu kau harus tetap utuh...." ucap Michael.
" Kurang ajar kau pikir aku binatang rendahan ..."
" Ohhh.... jadi ada kasta juga di dunia binatang..." ucap Michael.
Karena sudah cukup lama akhirnya Michael tau di mana kelemahan ular hitam itu. Selama pertarungan Michael mencari di mana titik kelemahan binatang besar itu.
" Cukup ...!! Sekarang giliran ku..."
Michael mengeluarkan api kebiruan dari tangannya dan menyerang ular besar itu di bagian tengah kepalanya dan benar ular itu seketika jatuh menggelepar di tanah.
Ular itu terluka parah namun masih hidup dia mencoba menggunakan sisa tenaganya untuk melarikan diri. Baru saja binatang besar itu hendak bergerak Michael menghadangnya.
" Mau kemana.... Apa kau pikir dengan tenagamu yang sedikit itu kau bisa lari dariku...mimpi..!!" ucap Michael.
Michael melompat ke atas kepala ular itu dan memukulnya dengan tenaga yang cukup membuat ular itu mati dan tanah di sekitarnya bergetar.
Setelah serangan itu binatang itu benar-benar tidak lagi bernyawa.
" Huhh... Akhirnya selesai sekarang hanya tinggal kembali ke titik awal kompetisi ini...." ucap Michael.
Michael pun menyimpan buruan istimewanya itu dengan mantra sihir. Michael menunggangi kudanya dan kembali ke Padang rumput tepat yang di jadikan titik awal dan akhir perburuan.
Di Padang rumput para penonton mulai tidak sabar menanti para peserta untuk melihat hasil buruan mereka dan tentunya melihat siapa pemenangnya.
Brianna dan Jesslyn juga ikut menunggu karena mereka ingin melihat apa dugaan mereka benar tentang orang dengan aura misterius itu.
Ya mereka menunggu Michael kembali dari hutan .
Seluruh pasir hampir habis dan sebagian besar peserta sudah berada di titik awal tersebut, kecuali Michael yang memang masuk ke hutan dan sepertinya pria itu masuk terlalu dalam, sehingga memerlukan waktu untuk tiba di lokasi itu .
Michael yang masih di hutan dengan sekejap keluar dari hutan dari dalam hutan dan melaju menuju keramaian tersebut .
Michael tiba tepat sebelum lonceng emas di bunyikan nyaris terlambat untung saja Michael sudah tiba di sana.
" Sepertinya kau benar Brianna Michael terlihat baik-baik saja ...." ucap Jesslyn.
" Kita hanya perlu bertanya padanya nanti apa dia bertemu seseorang atau tidak...." ucap Brianna.
" Ya kau benar ..." ucap Jesslyn.
Brianna menatap Michael dari kejauhan. Sedangkan Michael sedang mencari orang yang menjadi alasan ia mengikuti kompetisi itu.
Tiba waktu penyerahan hasil buruan semua peserta para penilai mulai menghitung jumlah juga ukuran buruan setiap peserta.
Saat sampai pada giliran Michael mereka terkejut karena Michael belum mengeluarkan buruannya.
" Tuan silahkan perlihatkan hasil buruan anda..." Ucap salah satu penilai itu.
" Tentu tapi sepertinya saya membutuhkan tempat yang lebih luas...."ucap Michael.
" Apa tempat ini belum cukup luas tuan...."
" Ya jika mengeluarkan buruan saya takutnya akan menimpa hasil buruan peserta lain..." ucap Michael.
Michael serius dengan ucapannya namun beberapa peserta merasa Michael terlalu sombong.
" Hei... Tuan bukankah ucapanmu itu terlalu tinggi seakan buruan kami tidak ada apa-apanya dibanding dengan buruan anda...."
__ADS_1
" Maaf jika perkataan ku menyinggung tuan muda Dominic, tapi itulah kenyataannya..." ucap Michael.
" Kalau begitu silahkan berikan tempat yang besar untuk tuan ini biarkan dia memperlihatkan pada kita seberapa besar buruannya ...."
Ucap pria dari keluarga Dominic itu dengan senyuman meremehkan. Michael yang melihat itu hanya membalas dengan senyuman di sertai tatapan tajam.
Para penilai kompetisi itu pun membawa Michael bergeser dan memberinya ruang seperti yang pria itu inginkan.
" Apa ini cukup tuan Michael..."
" Ya aku rasa ini cukup...." ucap Michael.
Michael mengucapkan mantra sihir penyimpanannya dan keluarlah dua buruan yang pertama dan ke dua yaitu kalajengking merah dan singa coklat bersayap.
" Apa hanya ini tuan..."
" Apa aku sudah berkata aku selesai...." ucap Michael.
Ucap Michael seraya menatap tajam pada para penilai itu karena mengganggunya.
Para pria penilai itu langsung terdiam karena tekanan aura yang di berikan pria tampan itu tidak main-main.
Michael pun kembali fokus dan mengeluarkan buruan istimewanya. Saat ular hitam yang sangat besar itu menyentuh tanah seketika ada getaran akibat besarnya binatang itu.
Semua penonton dan peserta tercengang seperti tak percaya mereka melihat monster yang sangat besar dan pria yang sangat tampan itu menganggap itu buruan.
Tuan muda Dominic yang tadi angkat bicara pun kini terdiam karena terkejut dan malu .
* Dia menganggap monster sebesar itu buruan sebesar apa kekuatannya....aku tidak boleh menyinggung pria ini * ucap pria itu dalam hati.
Jesslyn sangat terkejut melihat apa yang di bawa Michael. Brianna hanya terdiam dan menyunggingkan senyum tipis.
" Wahhh lihat itu Brianna dia membawa ular hitam besar yang langsung membuat buruan lain terlihat kecil ...." ucap Jesslyn.
" Sepertinya dia tidak main-main dengan ucapannya..." ucap Brianna.
" Apa maksudmu Brianna ...."ucap Jesslyn.
" Kau akan tahu nanti Jess ...." ucap Brianna.
" Lalu apa yang harus kita lakukan apa kita akan mendatanginya sekarang...." ucap Jesslyn.
" Itu tidak perlu penilaian masih berlangsung dan kurasa dia akan mencari kita setelahnya...."ucap Brianna.
" Haha sepertinya dia tergila-gila padamu Brianna...." ucap Jesslyn.
" Ayolah Jess dia hanya sangat suka menggoda tidak lebih..." ucap Brianna.
" Apa kau tidak menyukainya Brianna...." ucap Jesslyn.
" Aku tidak punya waktu untuk hal itu Jess ...." ucap Brianna.
" Yahhh sayangnya kau benar ...." ucap Jesslyn.
Setelah penilaian selesai semua penonton dan peserta tahu siapa pemenangnya karena sudah terlihat jelas dari hasil buruan mereka.
" Selamat kepada tuan Michael anda menjadi pemenang kompetisi Berburu pada festival tahun ini...."
Michael mendapat tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton Michael tersenyum dan maju untuk menerima hadiah.
Setelah menerima Hadian Michael memandang ke seluruh area mencari Brianna dan saat matanya mendapat apa yang ia cari kakinya seakan melangkah dengan sendirinya.
__ADS_1
...****************...
...----------------...