
Derap langkah kuda terdengar memburu saat ketiga sosok berjubah itu melintas.
Mereka berkuda dengan kecepatan tinggi selain karena mengejar waktu, hal itu juga untuk mengurangi resiko penyerangan yang mungkin akan mereka alami.
Setelah cukup lama berkuda mereka sampai di depan sebuah menara yang hampir seluruh bagian dindingnya di hiasi dengan batu permata hitam.
Mereka menghentikan kudanya dan bergegas masuk.
Setelah sampai di sebuah gerbang yang digunakan untuk menyebrang ke beberapa dimensi.
Setelah cukup dekat tiba-tiba ada beberapa perajurit penjaga yang menghentikan mereka.
" Berhenti !! Siapa kalian dan mau apa kemari..." Ucap ketua penjaga.
" Pertanyaan macam apa itu konyol sekali..." Ucap Jesslyn yang kesal.
" Maaf nona tapi kami harus tahu apa alasan kalian kemari ..." Ucap ketua penjaga.
" Kami akan menyebrang ke Dimelza..." Ucap Brianna.
" Apakah kalian tahu tidak sembarang orang bisa melakukan itu..." Ucap ketua penjaga.
Brianna hanya mengangguk wajahnya tertutup tudung yang ia kenakan.
" Lalu kenapa kalian masih ada disini ..." Ucap salah satu bawahan di sana dengan ekspresi merendahkan.
Jesslyn dan Michael tersulut mereka hendak menyerang namun Brianna menghentikannya.
" Sepertinya kalian salah paham, kami kemari untuk menyebrang ke dimensi lain karena ada urusan penting..." Ucap Brianna tetap tenang.
" Ya ya ya tentu itu urusan yang sangat penting bukan lucu sekali kau tahu banyak yang seperti kalian mengaku memiliki urusan pada kenyataannya itu hanya omong kosong..." Ucap bawahan yang sedari tadi terlihat meremehkan yang lain.
" Bukankah ini keterlaluan ketua bawahan Anda sedang menghina tamu ..." Ucap Jesslyn dengan menekankan setiap kata.
" Maaf nona tapi dia tidak sepenuhnya salah kami sedang sering kali mengalaminya karena itu kami membutuhkan bukti..." Ucap ketua penjaga itu.
" Jadi kalian akan tetap bersikap seperti ini...!!" Ucap Jesslyn benar-benar marah sekarang.
" Tenanglah Jess aku mohon kita tidak bisa membuang waktu disini..." Ucap Brianna.
" Aaarrgghhh cihh..." Geram Jesslyn dengan melampiaskan kemarahannya pada dinding menara dan tentu saja dinding itu tidak lagi utuh sekarang.
Semua pengawal terkejut melihat kekuatan Jesslyn, mereka mulai memasang wajah waspada pada mereka.
" Saya rasa sudah cukup ..." Ucap Brianna yang setelah itu membuka tudung jubahnya .
Dan tentu saja semua penjaga itu terkejut saat melihat lambang segel cahaya di jubah yang Brianna kenakan.
__ADS_1
" Maaf nona kami tidak tahu bahwa anda adalah penjaga segel cahaya yang baru ..." Ucap ketua penjaga yang panik dan membungkuk hormat.
Semua penjaga membungkuk hormat pada mereka kecuali salah satu bawahan yang sedari tadi mencari gara-gara dengan Brianna.
" Cihh... jangan kira aku takut padamu aku tidak akan tunduk pada penjaga segel cahaya yang masih amatiran sepertimu...!!" Ucap salah satu penjaga.
Hal itu tentu saja membuat ketua penjaga semakin panik dan mulai memaksa penjaga itu untuk tunduk namun karena terus menolak.
Brianna mengucapkan mantra dan munculah pula segel berbentuk bintang yang di tepinya dikelilingi oleh api.
" Karena aku terlihat amatiran untukmu maka aku harus memperlihatkan kemampuanku bukan..." Ucap Brianna tenang namun aura membunuhnya mulai menguasai ruangan itu.
Penjaga yang sedari tadi percaya diri itu kini menciut dan terduduk hingga jatuh kelantai dan memohon ampunan bada Brianna.
"Apa aku terlihat sebaik itu sampai akan menerima maaf mu..." Ucap Brianna.
" Tolong maafkan dia yang mulia penjaga cahaya atas nama saya dan jabatan yang sudah saya pegang ratusan tahun..." Ucap ketua penjaga yang juga ikut berlutut.
" Ke..ketua..." Ucap semua penjaga dan mereka pun langsung terduduk mengikuti ketua mereka.
Melihat ketua penjaga dan juga penjaga lain yang berlutut Brianna pun mengurungkan niatnya.
" Baiklah aku tahu kau tangguh tapi kau terlalu baik pada bawahan mu hingga kau lalai pada tugasmu untuk melatih mereka dengan benar..." Ucap Brianna.
" Ya yang anda katakan benar saya yang sudah lalai pada mereka..." Ucap ketua penjaga.
" Baiklah aku ampuni kali ini dan hanya kali ini jika aku melihat penjaga portal sepertinya aku akan langsung mengirimnya ke Underworld..." Ucap Brianna tanpa ragu.
" Biarkan kami menyebrang sekarang ..." Ucap Brianna.
" Tentu silahkan nona, penjaga segel cahaya punya hak penuh untuk menyebrang ke dimensi manapun ..." Ucap ketua penjaga.
Brianna mengangguk dan mulai berjalan mendekati gerbang portal itu.
Michael mendekat kearah para penjaga dan berkata dengan suara dingin dan aura membunuh yang tidak main-main.
" Hei... jika kau butuh bantuan untuk mendisiplinkan bawahan mu katakan saja aku bersedia membakar mereka sampai tidak bersisa..." Ucap Michael.
Terlihat seperti kaca yang sangat jernih jika manusia biasa melihatnya ia hanya akan berlaku karena tidak tahu apa yang ada di sana.
Brianna berjalan bersampingan dengan Michael. Jesslyn ada di belakang mereka.
Michael melepas tudungnya dan menatap Brianna. Brianna yang merasa ditatap pun menoleh saat mereka saling menatap mereka tersenyum simpul dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.
Mereka menoleh ke arah penjaga yang sedari tadi gemetar ketakutan itu. Lalu Brianna mengeluarkan aura yang bersinar terang sampai menusuk mata yang melihatnya.
Michael juga mengeluarkan api birunya yang berkobar seperti siap membakar apapun.
__ADS_1
Melihat hal itu semua penjaga hanya bisa menelan ludah. Mereka merasa beruntung karena tidak mencari masalah dengan dua sosok yang berbahaya itu.
Sedangkan penjaga yang tadinya meremehkan Brianna jatuh pingsan karena terkejut dan takut.
" Dasar gila, kalian terlihat menyeramkan tahu..." Ucap Jesslyn yang melihat hal itu dari dekat.
Brianna dan Michael menghentikan itu dan mereka menyebrang dalam sekejap ketiga sosok itu sudah tidak ada di sana.
Dari gelapnya Other World kini berganti dengan suasana khas dimensi yang banyak di tinggali pengendali pikiran ternama.
Dimelza adalah dimensi yang cukup besar dengan langit yang berwarna kemerahan.
Banyak orang yang berlalu lalang di menara saat mereka tiba.
Brianna dan lainnya kini sedang membiasakan mata mereka.
" Aakkhh... entah kenapa rasanya selalu menyebalkan saat menyebrang dimensi..." Ucap Jesslyn.
" Bukankah kau tidak bisa menyebrang sembarangan Jess..." Tanya Michael.
" Ya kau benar hanya saja aku pernah bergabung dengan pasukan berkuda, dan mereka punya akses untuk menyebrang ke beberapa dimensi walaupun tidak seleluasa Brianna..." Jawab Jesslyn.
" Aku tidak sebebas itu Jess hanya ras suci yang memiliki kebebasan itu..." Jawab Brianna.
" Aku heran kenapa ada beberapa dimensi yang tidak bisa kita masuki Brianna..." Tanya Jesslyn.
" Mungkin kita tidak cukup mampu menerima apa yang akan kita lihat di sana Jess..." Ucap Brianna.
" Entah kenapa kata-kata mu malah membuatku semakin penasaran..." Ucap Jesslyn.
" Ha ha ha, kau ini benar-benar ya, yahh setelah dipikir-pikir kurasa itu tidak buruk..."
" Dasar itu berarti kau juga sama tertariknya bukan..." Ucap Jesslyn
" Tidak aku bahkan lebih tertarik darimu Jess, bahkan sangat tertarik..." Ucap Brianna.
" Apa yang membuatmu sangat tertarik Brianna..." Tanya Michael yang akhirnya ikut bergabung dalam obrolan itu.
" Aku hanya ingin melihat siapa yang memberikan tugas ini pada ayahku dulu..." Jawab Brianna.
" Seandainya kau bertemu dengannya apa yang akan kau lakukan..." Tanya Michael.
" Aku akan bertanya seberapa besar kemampuannya..." Ucap Brianna
" Apa kau berencana bertarung dengannya...!!" Tanya Jesslyn terkejut.
" Tidak, aku hanya ingin dia memutar waktu dan mengembalikan ayahku..." Ucap Brianna lirih.
__ADS_1
Jesslyn dan Michael terdiam.
" Tenang, itu hanya keinginan hati kecilku tidak dengan akal sehatku ..." Ucap Brianna kemudian.