
Mereka kini berjalan menyusuri lorong menara portal di Dimelza. Setelah beberapa saat berjalan mereka sampai di pintu keluar.
Langit merah. Itu adalah pemandangan yang pertama mereka lihat di dimensi yang cukup luas dan misterius ini.
" Kita sampai Jess ..." Ucap Brianna memecah keheningan.
" Ya, sampai di tempat dimana aku dilahirkan..." Ucap Jesslyn datar namun tidak dengan pandangan mata dan hatinya.
" Kau sangat merindukan tempat ini ya ? " Ucap Brianna.
" Tidak " ucap Jesslyn singkat.
" Baiklah ayo jalan kita harus mencari tempat tinggal sementara di sini..." Ucap Brianna kemudian.
" Ya kau benar aku sangat lelah dan lapar..." Ucap Jesslyn.
" Haisss , dasar kantung makanan..." Ucap Michael .
" Hei...!! apa maksudmu itu dasar menyebalkan..." ucap Jesslyn kesal.
" Aku hanya mengatakan kenyataan Jess kenapa kau terlihat kesal ..." Ucap Michael.
Brianna yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
Karena cukup lama mereka berdebat dan tak kunjung selesai Brianna berbalik dan mulai berjalan meninggalkan mereka.
" Hei Brianna tunggu aku ...!!" Teriak Jesslyn karena Brianna mulai menjauh.
" Huhh ini semua gara-gara kau Jess..." Sungut Michael.
" Apa katamu...!!" Balas Jesslyn tak kalah sengit.
* Apa kalian ingin menjadi bahan tertawaan ayolah lihat di sekeliling kalian * ucap Brianna pada Michael dan Jesslyn melalui telepati.
Mereka berdua kini melihat sekeliling memang banyak ahli sihir tingkat menengah yang menatap aneh pada mereka.
Jesslyn pun kini bergegas menyusul Brianna.
Brianna kini sedang berbicara dengan beberapa ahli sihir di sana.
" Maaf mengganggu anda tuan apa saya boleh bertanya apa ada penginapan di sekitar sini..." Tanya Brianna sopan.
" Maaf bukankah jika bicara anda harus membuka tudung anda nona itu sedikit tidak sopan..." Ucap salah satu ahli sihir yang terlihat seusia Brianna.
" Ahh maaf ..." Ucap Brianna lalu membuka tudungnya.
Semua ahli sihir di sana terkejut selain dengan lambang segel milik Brianna.
Mereka juga terkejut betapa menawannya penjaga segel cahaya yang baru.
" Apa anda adalah penjaga segel cahaya yang baru ..." Tanya mereka setelah terdiam beberapa saat.
" Ya, saya Brianna Laurent..." Ucap Brianna lalu tersenyum.
Tentu saja senyuman itu langsung memikat mata yang melihatnya.
" Saya Zephyr Senang bertemu dengan anda nona Brianna..." Ucap mereka sopan.
" Saya juga Senang bisa bertemu dengan anda tuan Zephyr..." Ucap Brianna.
" Baiklah bukankah nona mencari tempat untuk tinggal, tapi di sini tidak ada penginapan nona hanya saja ada beberapa keluarga kaya yang memiliki beberapa rumah yang yang di sewakan ..." Ucap Zephyr.
" Benarkah bisakah anda menunjukan kemana saya harus pergi..." Tanya Brianna.
" Lurus saja lalu belok kiri setelah itu anda akan sampai di lorong yang cukup panjang dan setelahnya anda akan melihat bangunan pertama yang megah itu adalah rumah pemilik rumah-rumah itu..." Ucap Zephyr.
" Baiklah terimakasih banyak tuan Zephyr..." Ucap Brianna.
" Tentu itu bukan apa-apa nona Brianna..." Ucap pria itu kemudian.
__ADS_1
" Hei Brianna apa kau berniat meninggalkan kami hemm..." Ucap Jesslyn sambil terengah-engah.
" Tidak aku hanya berjalan kalian saja yang sibuk berdebat..." Ucap Brianna datar.
" Apa kau cemburu Brianna ..." Ucap Jesslyn menggoda.
" Pikiran konyol dari mana itu ..." Ucap Brianna menatap Jesslyn dengan pandangan aneh.
" Ha ha ha, tidak aku hanya bercanda..." Ucap Jesslyn sambil terus tertawa.
Brianna merasa ada yang aneh.
" Tunggu di mana Michael..." Tanya Brianna setelah menyadari pria tampan itu tidak ada di sana.
" Ohh dia mengurus kuda-kuda kita Brianna..." Ucap Jesslyn.
" Kita bisa menyewa penjaga untuk melakukan itu kan kenapa Michael melakukannya..."
" Kenapa kau terlihat khawatir Brianna..."
" Ayolah Jess apa kau tidak merasa aneh ..." Ucap Brianna.
" Apa maksudmu Brianna..." Tanya Jesslyn tidak sabar.
" Ini terlalu tenang Jess bukankah ada yang akan mengejutkan kita di sini tapi kita tidak menemukan halangan apa pun dan aku punya firasat buruk..." Ucap Brianna lirih .
" Yahh kau benar seharusnya ada yang menghalangi kita bukan..." Ucap Jesslyn.
" Apa kau yakin Michael benar-benar mengurus kuda-kuda itu atau dia mengurus hal lain Jess..." Tanya Brianna.
" Entahlah Brianna tapi itu yang dia katakan padaku dan bodohnya aku tidak banyak berpikir saat itu maafkan aku ..." Ucap Jesslyn dengan nada menyesal.
" Ayolah Jess ini bukan waktunya menyalahkan diri aku sudah waspada sejak tadi tapi aku juga tidak menemukan apapun jadi ini bukan salahmu ..." Ucap Brianna sambil menggenggam tangan sahabatnya itu.
* Michael ku harap kau tidak mencoba hal bodoh seperti mengorbankan dirimu atau aku tidak akan mengampuni diriku karena terlalu lemah, aku sudah kehilangan kedua orang tuaku aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi * batin Brianna.
Ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berada di sisi Brianna.
* Dia khawatir padaku * batin Michael.
" Apa yang kau lakukan,kuharap tidak seperti yang kupikirkan Michael..." Ucap Brianna.
" Yahh sepertinya aku Memeng tidak bisa berbohong padamu tadi aku mengejar beberapa mata-mata..." Ucap Michael.
" Lalu apa yang terjadi, apa kau berkelahi dengan mereka ?" Ucap Michael.
" Tidak mereka melarikan diri Brianna tenanglah kenapa kau terlihat sangat cemas..." Ucap Michael.
" Karena ini Dimelza dimana kekuatan sebesar apapun bisa saja tumbang karena pengendalian pikiran ..." Ucap Jesslyn terlihat serius.
" Ya aku tau itu maafkan aku kalau itu membuatmu cemas Brianna..." Ucap Michael.
" Tidak apa-apa aku hanya ingin kalian berhati-hati, aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi ..." Ucap Brianna.
Michael dan Jesslyn mengangguk. Brianna mulai mengendalikan perasaannya.
" Baiklah ayo kita cari tempat untuk beristirahat dan membahas beberapa hal..." Ucap Brianna.
" Baiklah..." Ucap Jesslyn.
Michael hanya mengangguk dan mengikuti kedua gadis itu dari belakang.
* Aku pasti sudah gila , aku ingin sekali melompat bahagia hanya karena dia mengkhawatirkan ku yang benar saja Michael * batin Michael yang membuat pria itu tersenyum.
Setelah melewati lorong mereka sampai di depan rumah yang sangat besar dan mewah.
" Ya ampun siapa pun pemiliknya yang jelas dia pasti sangat kaya..." Ucap Jesslyn.
" Yah kurasa kau benar..." Ucap Brianna.
__ADS_1
Mereka pun membunyikan lonceng dan penjaga rumah itu keluar.
" Maaf apa ada yang bisa saya lakukan untuk anda tuan..." Ucap penjaga itu ramah dan sopan.
" Kami ingin menyewa salah satu rumah jika bisa ..." Ucap Michael.
" Baiklah silahkan masuk..." Ucap pria itu kemudian.
Mereka pun masuk ke halaman rumah mewah itu.
" Setelah saya periksa ada satu rumah yang masih kosong dan kalian bisa menempatinya..." Ucap pria itu.
" Apa kau tidak perlu melapor pada tuan mu..." Tanya Michael yang merasa aneh.
" Tidak tuan untuk masalah penyewaan rumah mereka telah menyerahkan tanggung jawab ini pada saya..." Ucap pria paruh baya itu.
" Baiklah tunjukkan jalannya..." Ucap Michael.
" Mari tuan ..." ucap pria itu.
Perjalanan berlalu dalam keheningan.
" Apa kau tidak ingin tahu siapa yang menyewa rumah-rumah ini..." Tanya Jesslyn yang sedari tadi penasaran karena penjaga itu hanya diam.
" Maaf nona kami hanya menjaga kenyamanan para penyewa dengan tidak menanyakan identitas mereka..." Ucap pria itu.
" Strategi yang bagus ..." Ucap Brianna.
" Apa maksud anda nona..." Ucap pria itu.
" Ya dengan begitu kalian tidak akan terlibat jika ada masalah apapun ya g berhubungan dengan penyewa bukan..." Ucap Brianna datar dan tenang.
Pria itu hanya tersenyum.
Mereka kembali berjalan dan beberapa saat kemudian mereka sampai di depan rumah yang cukup besar dan terlihat bersih dan terawat.
" Baiklah kita sudah sampai ini kunci rumah ini tuan ..." Ucap pria itu sambil menyerahkan beberapa kunci kepada Michael.
" Baiklah terimakasih..." Ucap Michael singkat.
" kalau begitu saya permisi tuan dan nona silahkan masuk dan semoga kalian tidak keberatan karena ukuran rumah ini..."
" Tentu tidak ini bahkan lebih dari cukup untuk kami ..." Ucap Jesslyn.
Pria itu mengangguk hormat dan tersenyum lalu pergi.
" Apa hanya aku yang merasa aneh..." Ucap Jesslyn.
" Tidak..." jawab Michael dan Brianna bersamaan.
" Wah lalu kenapa kita tinggal di sini..." Ucap Jesslyn.
" Bukankah permainan jadi tidak seru kalau kita tidak masuk kedalamnya..." Ucap Michael.
" Yah sepertinya sudah di mulai..." Ucap Brianna.
" Aku bisa gila..." Ucap Jesslyn.
" Ayolah jangan gila di sini atau mereka akan mati karena tertawa ..." Ucap Michael.
" Brianna tolong beri tahu kekasihmu ini untuk diam atau aku akan mematahkan lehernya..." Ucap Jesslyn kesal.
Brianna yang mendengar itu kaget begitu juga Michael.
Namun Michael langsung tersenyum setelahnya apa lagi setelah melihat wajah kaget Brianna.
...****************...
...----------------...
__ADS_1