
Brianna sangat gugup saat ini, namun pengalaman dan keahliannya dalam mengendalikan emosi membuat gadis itu tetap terlihat sangat tenang.
" Ada apa Michael, kau membutuhkan sesuatu...?" Tanya Brianna.
" Ya, entah kenapa melihatmu sudah menjadi kebutuhan penting untukku..." Ucap Michael tanpa ragu.
" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Michael..." Ucap Brianna pelan.
" Singkatnya aku ingin melihat dan berada sedekat mungkin denganmu Brianna..." Ucap Michael dengan tatapan hangat juga senyum mempesonanya.
" Aku..." Ucap Brianna berhenti entah mengapa gadis itu terlihat ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
" Ada apa Brianna..." Tanya Michael.
" Aku tidak tau apa yang harus kulakukan atau katakan saat ini aku masih tidak mengerti perasaanku jadi bisakah kau menunggu..." Ucap Brianna.
Michael terdiam dan menatap Brianna dalam.
" Tentu aku akan menunggumu sampai kapanpun Brianna..." Ucap Michael.
" Bisakah kau berjanji..." Ucap Brianna.
" Tentu jika itu membuatmu tenang maka aku berjanji dengan hidupku Brianna hanya kematian yang bisa membuat ku melanggar janjiku..." Ucap Michael tanpa ada keraguan sedikitpun.
" Baiklah bisakah aku meminta satu hal lagi..." Tanya Brianna.
" Tentu ..." Ucap Michael.
" Jika mungkin aku ingin sebelum aku yakin dengan perasaan dan hubungan kita bisakah kau merahasiakan ini, apa kau tidak keberatan...?" Tanya Brianna.
" Baiklah aku tidak keberatan dengan itu ..." Ucap Michael lembut.
" Terima kasih Michael dan juga maaf..." Ucap Brianna menunduk.
" Hei... Maaf untuk apa itu ..." Ucap Michael menyentuh dagu dan membuat Brianna kini menatapnya.
" Aku hanya merasa ini pasti menyebalkan untukmu..." Ucap Brianna.
" Tentu saja tidak Brianna ini tidak menyebalkan justru ini membuatku bersemangat untuk membuatmu jatuh cinta padaku..." Ucap Michael dengan senyum di wajahnya.
Kini mereka hanya saling menatap dalam diam.
Brianna melihat tekad yang kuat di mata pemuda tampan itu.
Sedangkan Michael takjub melihat pemandangan di hadapannya.
Gadis yang tangguh dan tenang kini terlihat malu-malu dan itu membuat Brianna terlihat sangat manis di mata Michael.
Mereka menatap cukup lama sampai suara seseorang membuat mereka terkejut.
" Wah wah ada apa ini suasana pagi yang sangat romantis ..." Ucap Jesslyn dengan membawa gelas teh yang sudah kosong.
Keduanya terkejut namun dengan cepat mereka kembali tenang seolah tidak terjadi apapun.
" Kenapa kalian diam apa aku mengganggu...?" Tanya Jesslyn dengan nada menggoda.
" Jess... Apa kau ingin teh lagi...?" Ucap Brianna.
" Uumm tidak, apa yang kalian bicarakan ..." Tanya Jesslyn penasaran.
__ADS_1
" Kami hanya membicarakan soal rumah ini Jess..." Ucap Brianna. Bohong.
" Aahh benarkah...?" Tanya Jesslyn dengan tatapan menyelidik.
" Ya, tapi kenapa kau terlihat tidak percaya..." Ucap Brianna.
" Ha ha ha tidak-tidak tentu saja aku percaya memangnya ada apa dengan rumah ini...?" Tanya Jesslyn.
" Michael menemukan ruangan yang terkunci dan ada yg aneh dengan ruangan itu..." Ucap Brianna.
" Tunggu, jadi semalam kalian menyelidiki tempat itu ...?" Tanya Jesslyn.
" Ya begitulah tapi kami tidak menemukan apapun karena cukup gelap saat itu..." Ucap Michael.
" Kenapa kalian tidak membangunkan ku...?" Tanya Jesslyn.
" Kau terlihat sangat lelah jadi kami melihat sebentar lalu memutuskan untuk memeriksa bersamamu hari ini..." Ucap Brianna menjelaskan.
" Kau yakin hanya sebentar ...?" Tanya Jesslyn.
" Tentu memangnya ada apa ...?" Tanya Brianna.
" Tidak, aku hanya melihat kau sangat lelah saat aku bangun pagi tadi jadi aku berpikir kau baru saja tidur..." Ucap Jesslyn santai.
Brianna terdiam ia bingung dan malu. Tidak mungkin ia jujur saat ini di tambah ada Michael di sana.
" Mungkin Brianna hanya lelah dan terlalu banyak berpikir..." Ucap Michael.
Pria itu menjawab karena melihat ekspresi Brianna saat ini. Tidak mungkin ia menjawab yang sebenarnya.
" Apa itu benar Brianna...?" Tanya Jesslyn.
" Aku rasa begitu..." Ucap Brianna.
" Ha ha ha ...baiklah setelah ini aku akan istirahat dengan baik Jess jadi jangan marah lagi ..." Ucap Brianna.
" Bagus itu baru sahabatku ..." Ucap Jesslyn senang.
" Sebaiknya kita sarapan kegiatan setelah ini sepertinya akan menguras tenaga..." Ucap Brianna.
Brianna memasak didapur di bantu oleh Jesslyn.
Setelah makanan siap mereka sarapan dengan tenang.
Selesai sarapan pagi mereka pergi dan masuk ke dalam ruangan itu .
" Kenapa kita tidak hancurkan saja pintu itu...?" Tanya Jesslyn.
" Pasti ada tujuan ruangan ini di kunci Jess dan akan merepotkan jika ada yg melihat pintu ini terbuka bukan..." Ucap Brianna.
" Ahh kau benar aku tidak berfikir sampai kesana..." Timpal Jesslyn.
" Ayo mulai ..."ucap Brianna.
Mereka mulai berpencar dan menyusuri ruangan itu.
Brianna kembali berhenti di depan lukisan besar yang semalam ia lihat. Cahaya membuat ia bisa melihat lebih jelas saat ini.
Tapi anehnya ia tetap tidak bisa mengerti lukisan apa itu. Beberapa bagian lukisan menghilang, dan membuat lukisan itu sulit di mengerti.
__ADS_1
Jesslyn yang melihat Brianna terdiam pun menghampirinya.
Saat Jesslyn melihat lukisan itu ia juga terdiam. Iya tidak mengerti lukisan apa itu tapi tiba-tiba air matanya menetes.
* Perasaan sakit apa ini kenapa sepertinya aku sangat terluka saat melihat lukisan ini * batin Jesslyn.
Jesslyn berjalan mendekat dan menyentuh lukisan itu.
Brianna yang melihatnya bingung danmengikuti Jesslyn. Iya semakin bingung saat melihat sahabatnya itu menangis tersedu-sedu saat menyentuh lukisan itu.
" Hei Jess ada apa...!!" Ucap Brianna panik melihat Jesslyn.
Jesslyn tidak bisa berkata-kata ia hanya bisa menangis entah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat dan menyentuh lukisan itu.
Michael yang mendengar suara panik Brianna pun bergegas mendekat.
" Ada apa Brianna kenapa Jess menangis...?" Tanya Michael.
" Aku tidak tahu Michael saat melihat dan menyentuh lukisan ini Jess terlihat sangat terluka dan mulai menangis..." Ucap Brianna masih terdengar panik.
" Brianna tenanglah ..." Ucap Michael.
" Bagaimana aku bisa tenang dia tidak pernah seperti ini sebelumnya Michael..." Ucap Brianna .
Brianna memeluk Jesslyn dan berusaha menenangkannya namun sahabatnya itu terus menangis.
Mereka pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan membawa Jesslyn untuk istirahat di kamar.
" Istirahatlah Jess..." Ucap Brianna lembut.
" Bisakah kalian keluar maaf aku ingin sendirian saat ini..." Ucap Jesslyn di sela-sela tangisnya.
" Tidak Jess aku tidak...!" Ucap Brianna terhenti.
" Sebaiknya kita beri dia waktu untuk sendiri agar dia lebih tenang Brianna..." Ucap Michael.
" Tapi Michael..." Ucap Brianna kembali terhenti.
" Aku tidak akan melakukan hal konyol Brianna aku hanya ingin sendiri ..." Ucap Jesslyn mulai tenang.
" Baiklah...tapi berjanjilah panggil aku jika kau butuh sesuatu Jess..." Ucap Brianna .
Jesslyn mengangguk dan mencoba tersenyum walaupun air matanya masih terus menetes.
Hati Brianna seperti tersayat. Jesslyn sudah seperti keluarga terdekatnya dan hatinya sakit melihat gadis yang biasanya banyak bicara itu diam dalam tangisnya.
" Ayo..." Ucap Michael.
Brianna mengangguk namun ia enggan pergi sampai Michael menggandeng tangannya dan menarik Brianna keluar dengan lembut.
Saat pintu tertutup pertahanan Brianna runtuh kini ia juga menangis namun dalam diam.
Iya semakin sedih saat mendengar kembali suara Isak tangis sahabatnya itu.
* Menangis lah Jess jika itu mengurangi rasa sakitmu tapi tolong kembalilah setelah itu * batin Brianna.
Michael memeluk Brianna yang mulai meneteskan air mata.
Brianna tidak menolak ia bahkan membalas pelukan itu. Tidak di pungkiri bahunya terlalu lelah menahan beban tugas dan kewajiban yang harus ia jalani saat ini.
__ADS_1
Iya juga membutuhkan sandaran, dan kini ia mendapatkannya pelukan dari orang yang bisa memberikan rasa aman.
Sama seperti saat ia berada dalam pelukan ayahnya.