
Brianna dan yang lain kini memasuki rumah yang mereka sewa itu. Rumah yang cukup besar untuk mereka tinggali bertiga.
" Wahhh rumah ini agar terlalu besar untuk kita bukan..." Bisik Jesslyn.
" Ya sepertinya kita di sambut dengan sangat baik ..." Ucap Brianna.
" Akan lebih baik kalau kalian satu ruangan saja untuk mencegah hal buruk terjadi..." Ucap Michael yang juga ikut berbisik.
" Baiklah kau benar Michael, lalu bagaimana dengan mu...?" Tanya Brianna.
Mendengar pertanyaan itu Michael lagi-lagi merasa melayang. Ya, itu pertanyaan sederhana, tapi jika diingat dari awal Brianna sangat dingin padanya.
Sekarang wanita itu menanyakan tentang dirinya itu sudah cukup untuk membuat pria tampan itu tidak tidur setelah ini.
" Heii kenapa kau malah melamun ..." Tanya Jesslyn yang tidak sabar melihat kedua orang itu.
" Aahh aku akan menggunakan kamar di sebelah kalian ..." Ucap Michael kemudian.
" Ohh baiklah ayo Brianna aku sangat lelah..." Ucap Jesslyn.
" Baiklah selamat istirahat Michael..." Ucap Brianna.
" Selamat istirahat juga Brianna..." Ucap Michael.
Mereka memasuki kamar masing-masing.
Jesslyn membersihkan diri dan berganti pakaian.
Tadinya ia ingin segera tidur namun ia tiba-tiba sadar tujuannya kemari bukan untuk bersantai seperti ini.
Alih-alih beristirahat gadis itu malah melamun di depan jendela dan menatap langit yang mulai berubah menjadi merah kehitaman .
Tanda malam sudah datang. Di dimensi ini waktu malam akan berlangsung lebih lama dari pada saat siang.
Brianna yang juga telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan gaun tidur.
Brianna menatap sahabatnya yang sedang melamun itu.
" Apa ada yang mengganggu mu Jess ..." Tanya Brianna.
" Brianna bukankah kita harus waspada jadi aku memutuskan untuk berjaga-jaga saja..." Ucap Jesslyn.
" Jess aku tau kau menyembunyikan kegelisahan mu, aku tidak mengerti kenapa kau tidak ingin membicarakannya tapi kau harus mengerti, kita kesini untuk mencari tahu informasi tentang mereka lebih jauh..." Ucap Brianna.
" Ya aku tau itu..." Ucap Jesslyn.
" Tidak kau tidak mengerti kau terus berpikir untuk merubah dirimu agar bisa membantuku tapi aku tau itu berbahaya untukmu Jess..." Ucap Brianna.
" Tapi aku menginginkan nya Brianna..." Ucap Jesslyn.
" Aku menghargai itu Jess karena itu berhenti memikirkan segalanya sendiri dan istirahat lah kau tidak boleh pingsan besok..." Ucap Brianna.
" Hei aku tidak selemah itu tau..." Ucap Jesslyn.
" Ya ya ya. Tapi kita harus tidur kalau tidak mereka akan jadi waspada dan merubah rencana mereka, dan aku yakin kau tau itu akan jauh lebih merepotkan..." Ucap Brianna.
" Ya kau benar karena terlalu memikirkan tentang kekuatan aku sampai tidak berpikir apapun selain itu ..." Ucap Jesslyn.
" Tidak apa-apa Jess aku harap kau tidak perlu memaksa dirimu kita bersama-sama sekarang bukankah kau yang mengatakan itu padaku beberapa waktu lalu..." Ucap Brianna.
" Kau benar terima kasih Brianna..." Ucap Jesslyn.
" Baiklah ayo tidur dengan tenang karena aku sudah memasang segel di tempat ini jadi saat ada yg datang aku pasti menyadarinya..." Ucap Brianna.
" Wahh kau benar-benar luar biasa..." Ucap Jesslyn.
__ADS_1
" Yahh aku hanya ingin tidur dengan tenang ..." Ucap Brianna santai sambil tersenyum.
" Baiklah ayo tidur dengan tenang ..." Ucap Jesslyn .
Setelah mengucapkan itu Jesslyn melompat ketempat tidur dan begitu kepalanya menyentuh bantal hanya butuh lima menit gadis itu tertidur.
Brianna yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Brianna juga tidur di samping Jesslyn.
Michael yang sudah membersihkan diri kini berganti pakaian dengan kemeja santai dan membiarkan beberapa kancing baju bagian atasnya terbuka.
Penampilan yang membuat semua gadis pasti berlibur saat melihatnya.
Pria dengan tubuh atletis dan wajah yang terpahat indah. Celana hitam panjang dengan kemeja putih sederhana.
Menambah kesan kasual dan santai rambut keperakan yang berantakan dan basah sehabis mandi .
Luar biasa.
Michael kini duduk di tepi ranjang pria itu ingin tidur tapi pikirannya terus melayang.
Pikiran yang terus membawanya menerka apa yang di lakukan gadis yang ada di balik dinding itu.
Michael tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
" Lebih baik aku berkeliling dan membuat sesuatu..." Ucap Michael lirih.
Kini ia keluar dari kamarnya dan mengurusi rumah itu. Rumah dengan gaya timur tengah dengan dinding yang terbuat dari batu yang kuat.
Dengan didominasi warna coklat rumah itu terkesan unik dan misterius.
Setelah cukup lama berjalan dan mengamati Michael sampai di depan pintu sebuah ruangan. Anehnya saat dia berusaha membukanya pintu itu terkunci.
" Kenapa terkunci..." Ucap Michael.
Di dalam ruangan itu penuh dengan barang-barang yang ditutupi kain putih dan sangat berdebu.
Ini menegaskan berapa lama ruangan itu di tinggalkan. Michael menyalakan lilin dengan kekuatan api birunya.
" Hufft... Benar-benar kotor di sini ..." Ucap Michael.
Setelah beberapa saat menyusuri sampailah Michael pada bagian dinding yang di lukis.
Ada lukisan di batu yang juga dinding ruangan itu. Tapi beberapa bagian dari lukisan itu hilang.
Michael tidak bisa melihat dengan jelas lukisan siapa itu.
Tapi dari yang ia lihat bagian-bagian yang hilang itu seperti sengaja di singkirkan dari lukisan itu.
" Ada yang tidak beres..." Gumamnya.
Michael pun menghentikan pencariannya dan memutuskan untuk melanjutkannya besok dengan Brianna dan Jesslyn.
Saat keluar Michael melihat wanita dengan gaun putih menuju dapur.
Karena penerangan dan latar dinding yang gelap membatasi pandangan Michael.
Iya pun memutuskan untuk mengikuti bayangan itu dan saat sampai di dapur ternyata itu adalah Brianna.
" Apa itu kau Michael..." Tanya Brianna.
" Aahh begitulah apa yang kau lakukan di sini Brianna..." Tanya Michael.
" Aku haus dan mencari air ke sini kalau kau apa yang kau lakukan..." Ucap Brianna.
" Aku berkeliling dan memeriksa rumah ini..." Ucap Michael.
__ADS_1
" Apa kau menemukan sesuatu yang mencurigakan..." Ucap Brianna.
" Entahlah sepertinya aku menemukan sesuatu yang aneh dengan rumah ini..." Ucap Michael.
" Bisakah kau tunjukan padaku..." Ucap Brianna.
" Tentu tapi di sana sangat berdebu apa tidak apa-apa..." Ucap Michael.
" Apa aku terlihat seperti wanita yang takut pada debu..." Ucap Brianna sambil tersenyum dan menatap Michael.
" Ha ha ha, yahh ku rasa tidak, baiklah ayo aku akan membawamu ke sana..." Ucap Michael.
" Ayo..."
Mereka pun berjalan dan sampai di depan pintu yang terkunci. Brianna mencoba membuka pintu.
" Pintu ini terkunci Michael..." Ucap Brianna.
" Ya kau benar ..." Ucap Michael.
" Lalu bagaimana ..." Ucapan Brianna terpotong saat Michael tiba-tiba merangkul pinggang nya dan melakukan teleportasi.
" Maaf..." Ucap Michael.
" Yahh tidak apa-apa ini salahku karena melupakan jika kau bisa melakukan ini..." Ucap Brianna.
Michael tersenyum dan berkata.
" Jadi apa yang kau ingat tentang diriku..." Ucap Michael.
" Pria dengan latar belakang misterius yang mau membantuku tanpa meminta apapun sebagai balasannya..." Ucap Brianna.
" Kau tau Brianna ucapan mu membuatku merasa kau sedang bertanya secara tidak langsung..." Ucap Michael dan menatap Brianna.
" Benarkah, lalu apa kau tidak ingin menjawabnya..." Ucap Brianna.
Brianna mulai berjalan menjauhi Michael. Matanya kini mengawasi seluk beluk ruangan itu mencari apakah ada sesuatu yang tidak beres.
Michael yang mendengar jawaban Brianna merasa tertantang. Menurutnya gadis ini sedang memancing dirinya.
Brianna yang mulai fokus dan melupakan pertanyaan yang ia katakan pada Michael.
" Kau menggodaku ya Brianna..." Ucap Michael lirih tepat di samping telinga Brianna.
Brianna sangat terkejut karena ia bisa merasakan betapa dekat Michael dengannya.
Begitu dekatnya sampai Brianna bisa merasakan hembusan nafas pria itu di tengkuknya.
Meskipun terkejut sikap tenang Brianna muncul secara alami.
Bukannya takut atau menghindar seperti yang di isyarat kan pikirannya Brianna justru berkata.
" Ahh menggoda ya, kurasa itu tidak buruk..." Ucap Brianna dengan wajah tetap menghadap ke depan.
* Aku pasti sudah gila, kenapa aku mengatakan itu tapi aku hanya bercanda tidak apa-apa kan * batin Brianna.
Jantung yang berdegup kencang dan pikiran yang tidak beraturan berbanding terbalik dengan ekspresi yang di tunjukkan. Itulah Brianna.
" Kau benar-benar cari masalah ya nona manis..." Ucap Michael lirih.
Brianna seketika sadar sepenuhnya dan mencoba menjauh dari Michael.
Michael yang mengetahui hal itu langsung mendekap Brianna dengan kedua tangannya.
Kini Michael memeluk Brianna dari belakang dan Brianna sadar ia tidak akan bisa lolos dari pria yang bisa menahannya dengan kekuatan luar biasa namun tidak membuatnya merasa sakit.
__ADS_1