
Brianna dan Michael kini mulai tenang dan Meraka sedang membicarakan apa yang harus mereka lakukan esok hari.
" Jadi maksudmu kita pergi besok ...." Ucap Michael.
" Ya, kita tidak bisa terus di sini Michael misiku punya batas waktu ..." Ucap Brianna serius.
" Yah... Aku tahu itu hanya saja bagaimana dengan... Yah kau tahu tikus-tikus Padang rumput itu...." Ucap Michael sembari mengendikkan bahu.
" Kita urus mereka malam ini ...." Ucap Brianna .
" Baiklah aku tidak keberatan soal itu tapi boleh aku tahu kenapa kau tiba-tiba ingin kita pergi besok...." Ucap Michael.
" Tidak ada....aku hanya ingin kita bergerak lebih cepat Michael...." Ucap Brianna.
" Kalau itu keinginanmu dengan senang hati ...." Ucap Michael dengan senyum manisnya.
" Terima kasih Michael aku senang kau ada di sini sekarang...." Ucap Brianna lirih.
Michael yang mendengar kata-kata sendu itu terdiam hatinya terasa sakit melihat gadis tangguhnya itu kini terlihat rapuh dan kesepian.
" Aku masih sama Brianna, berada di sisimu adalah keinginan terbesarku dari pertama melihatmu, sekarang dan selamanya ...." Ucap Michael yang kemudian memeluk Brianna.
Mereka berpelukan cukup lama Michael sengaja mengayunkan Brianna pelan agar gadis cantik itu merasa tenang.
" Kita akan menghabisi mereka menjelang pagi sekarang kita bersiap-siap lalu istirahat...." Ucap Michael.
" Ya kau benar Michael...." Ucap Brianna saat pelukan mereka sudah terlepas.
" Baiklah aku akan kembali ke kamar dan untuk bersiap-siap...." Ucap Michael.
Saat Michael berbalik untuk pergi ke kamarnya Brianna memegang tangannya.
" Kembalilah kemari setelah selesai ...." Ucap Brianna masih dengan suara lirih.
Michael tersenyum hangat.
" Baiklah aku akan kemari nanti bersiaplah...." Ucap Michael.
Setelah mengucapkan itu Brianna melepaskan tangannya dan Michael keluar menuju kamarnya.
Ketika tiba di kamarnya Michael tidak langsung bersiap ia terdiam di balik pintu.
" Aku kira kami akan punya lebih banyak waktu bersama...." Ucap Michael sambil tersenyum sedih.
Michael sedang menikmati kesedihan yang merayap memenuhi hatinya saat ini.
Kesedihan juga keputusasaan.
Seperti mengerti apa yang di rasakan Michael Brianna juga sedih.
" Aku ingin selalu bersamamu Michael tapi itu tidak mungkin, aku akan terikat dengan tugas-tugas ini seumur hidupku dan itu akan membuatmu menderita...." Ucap Brianna lirih.
Suara Brianna terdengar lirih dan sarat akan rasa sakit yang menggeluti hatinya.
__ADS_1
Brianna meneteskan air mata kini gadis cantik itu menangis dalam diam.
Setelah beberapa saat mereka mulai kembali menata pikiran mereka dan mulai bersiap.
Setelah selesai Michael berjalan hendak kembali ke dalam kamar Brianna.
Begitu ia sampai di depan pintu kamar gadis itu ketenangannya lenyap hatinya bergetar.
Karena sayup-sayup terdengar suara isakan lirih dari balik pintu itu.
Suara dari wanita yang menjadi segalanya bagi Michael sejak malam badai di Devil hell.
Michael menunggu sampai suara tangis itu mereda. Setelah beberapa saat Briana berhenti menangis.
Terdengar suara ketukan di pintu.
" Brianna...." Ucapan Michael dari balik pintu.
" Masuklah Michael...." Ucap Brianna.
Michael pun masuk dan melihat Brianna sudah selesai bersiap, ia kini sedang duduk di pojok ruangan.
Suasana kamar yang gelap hanya di terangi cahaya satu batang lilin. Sepertinya malam itu akan hujan karena langit merah temaram itu terlihat lebih gelap dari biasanya.
Michael duduk di samping Brianna. Hening.
Mereka saling mengerti perasaan masing-masing saat ini, dan mereka juga sama-sama terluka dan tidak bahagia.
" Maafkan aku Michael...." Ucap Brianna kemudian.
" Karena seandainya aku iblis biasa kau tidak harus terlibat masalah seperti ini dan kita akan bahagia...." Ucap Brianna dengan pandangan kosong.
Ekspresi gadis itu tidak berubah ia terlihat tenang, tapi Michael melihat banyak rasa sakit di mata yang indah itu.
" Dengarkan aku Brianna, aku sama sekali tidak berfikir jika kau bukan penjaga segel cahaya atau yang lainnya, aku mencintaimu, dan kau tidak membuatku terlibat dalam masalah ini aku lah yang melibatkan diriku atas keinginan hatiku jadi berhenti menyalahkan dirimu...." Ucap Michael.
" Tapi...." Ucap Brianna terputus saat Michael menciumnya.
Mereka berciuman untuk waktu yang cukup lama.
" Apa kau mencintaiku Brianna ...." Tanya Michael.
" Aku...." Ucap Brianna kembali terhenti saat Michael kembali menciumnya.
" Kau tidak perlu menjawab nya jika kau tak ingin Brianna begini saja sudah cukup untukku...." Ucap Michael tersenyum manis.
" Aku tidak tahu apa ini cinta aku hanya tidak ingin kau terluka, aku senang melihatmu bahagia, dan aku merasa ingin kau selalu bersamaku egois bukan...." Ucap Brianna.
" Tentu saja tidak karena aku juga merasakan hal yang sama jadi tolong berhenti bersedih ayo kita berjuang agar misi ini berhasil dan kita akan bersama setelahnya...." ucap Michael.
Melihat senyum Michael yang tulus membuat Brianna semakin merasa bersalah namun ia menutupinya dengan mengangguk dan membalas senyuman itu.
* seandainya semua seperti yang kau katakan Michael aku akan sangat bahagia.... tapi aku tahu jelas banyaknya tugas dan musuh yang menghalangi jalanku juga akan menghalangi mimpi indah itu.... selain itu aku ragu latar belakangmu yang tidak biasa itu juga bisa menjadi dinding lain yang akan membatasi kita * batin Brianna.
__ADS_1
" Baiklah sekarang katakan padaku apa yang harus ku lakukan untukmu.... membunuh semua mata-mata itu bukan hal sulit untukku...." ucap Michael santai.
" Buat mereka lengah dan biarkan mereka masuk kemari .... biar aku yang menghadapi mereka...." ucap Brianna kembali dingin.
" apa yang akan kau lakukan pada mereka....?" tanya Michael.
" Hangus...." ucap Brianna singkat.
Gadis cantik itu kini sedang berdiri menatap keluar jendela kamar yang gelap itu.
Mata cantik yang mempesona itu kini terlihat tajam dan menusuk pandangan siapa pun yang bersitatap dengannya.
Di sisi lain para mata-mata itu kini mulai masuk ke dalam vila.
Michael berjalan dan mendekat ke arah stereo tua dan membuat benda antik itu mengalunkan lagu yang merdu.
Melodi yang lambat bagi yang tidak tahu pasti menyangka pendengarnya sedang sibuk bercinta.
Yang tidak di ketahui nada yang mengalun itu hanya untuk mengelabuhi para mata-mata itu.
Dan itu berhasil.
" Sepertinya mereka sedang sibuk memadu kasih di sana...." ucap salah satu mata-mata.
" yahh....kau benar dan kita seperti orang bodoh yang mengawasi mereka...." ucap yang lain.
" Lebih baik kita serang dan habisi saja mereka...." ucap mata-mata yang sudah tidak sabar itu.
" benar juga aku mulai muak dengan semua ini...." ucap yang lain.
" heii....!! apa kalian tidak menghormati ketua jangan bodoh dan mengambil keputusan yang nantinya akan kalian sesali...." ucap salah satu anggota yang berada di sebelah ketua mereka.
" Dengarkan aku ini bisa saja jebakan bisa kah kalian sedikit bersabar masuk kemari saja sudah sangat berbahaya untuk kita...." ucap ketua mereka.
" tapi sampai kapan ketua, jika seperti ini terus kita tidak akan mendapat informasi sedikitpun...." balas anggota yang sudah tidak sabar.
" benar ketua kita serang saja lalu paksa mereka bicara setelah itu habisi mereka ...." ucap salah satu yang terlihat sangat congkak itu.
" Kalian ....!!" ucap ketua mata-mata itu terpotong karena semua anggotanya sudah bergerak.
hanya tersisa dua orang yang masih bertahan dan mendengarkan arahan nya.
" Bagaimana ini ketua mereka sudah hilang akal....!" ucap salah satunya terdengar frustasi.
" biarlah itu sudah keputusan mereka kita awasi dari sini jika ada masalah kita akan membantu mereka misi ini tidak boleh gagal hanya karena mereka...!." ucap ketua itu terdengar tegas.
Tanpa mereka sadari di kejauhan dalam kegelapan ada dua pasang mata yang mengawasi mereka.
" Sombong sekali aku ingin lihat apa dia bisa menyentuh bahkan hanya seujung pakaianku...." ucap Michael tersenyum sinis.
" Tenanglah ini bagus Michael semakin mereka meremehkan kita semakin hancur saat akhir nanti...." ucap Brianna lembut namun terdengar menyeramkan.
...****************...
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...