
Brianna dan Michael pun mengawasi seluruh area itu untuk berjaga-jaga jika ada hal buruk terjadi.
Lonceng emas kota Louisville sudah berbunyi tanda para peserta harus berkumpul untuk mendengarkan peraturan kompetisi itu.
" Yahh .... Semoga berhasil Michael dan kurasa kau harus hati-hati..." ucap Brianna.
" Trims Brianna aku akan membawakan buruan istimewa untukmu...." ucap Michael.
" Dalam rangka apa kau memberikan itu...." ucap Brianna.
" Ucapan terima kasih dan tanda kerja sama kita...." ucap Michael.
" Sejak kapan aku setuju bekerja sama dengan mu ..."ucap Brianna.
" Sekarang ...." ucap Michael.
" Baiklah tunjukkan kemampuanmu karena aku tidak butuh beban...." ucap Brianna.
" As you wish my lady...." ucap Michael.
Michael tersenyum dan mengedipkan sebelah mata nya menggoda Brianna lalu pergi berkumpul bersama peserta lain.
Brianna hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah pemuda yang menggodanya terang-terangan itu.
Peraturan dari kompetisi ini adalah memburu monster semakin besar semakin bagus dan harus sampai di lokasi awal sebelum jam pasir raksasa yang di siapkan berbalik.
Setelah mendengarkan peraturan mereka bersiap di kuda masing-masing dan saat lonceng berbunyi mereka melesat ke dalam hutan.
Sorak Sorai para penonton membuat suasana arena itu sangat ramai.
Dari kejauhan Brianna melihat gadis bergaun hijau sedang mengawasi keadaan. Gadis cantik di kejauhan itu nampak sangat bersemangat mencari sehingga ia sedikit menarik perhatian.
* Itu Jess sebaiknya aku memberitahunya untuk bergerak perlahan, atau kami akan ketahuan oleh mata-mata yang mungkin ada di antara penonton itu * batin Brianna.
Brianna mencoba berbicara melalui telepati dan setelah beberapa kali mencoba akhirnya Jesslyn mendengarnya.
* Hey Jess apa kau dengar aku...*
* Ya aku dengar apa ada sesuatu....*
* Tidak aku tidak menemukan hal yang mencurigakan, bagaimana denganmu....*
* Tadi aku melihat seorang pria tua yang mengeluarkan aura aneh dari tubuhnya dan saat aku mendekatinya dia menghilang....*
* Sepertinya akan terjadi sesuatu di kompetisi ini Jess kita harus hati-hati dan bergerak perlahan agar tidak menarik perhatian....*
* Baiklah aku akan mencoba bergerak perlahan Brianna....*
" Kalau begitu ayo kita lanjutkan ...*
* Ya ...*
Setelah percakapan itu Brianna semakin yakin ada mata-mata yang mengawasinya dan yang aneh adalah kenapa mereka tidak menyerang Brianna dan hanya mengawasinya.
" Jawabannya hanya ada dua hal pertama karena ada yang mereka tunggu atau yang kedua mereka meremehkan ku..." Gumam Brianna .
Walaupun terus mencari baik Brianna ataupun Jesslyn tidak menemukan pria itu yang tandanya ia mungkin sudah pergi dari sana tapi kemana tujuannya itu yang membuat mereka bingung.
" Hei ....Jess aku tidak merasakan aura aneh apapun ...." ucap Brianna.
" Ya aku juga aura itu seperti lenyap dan tidak mungkin ada yang bisa menyembunyikan aura sebaik itu jika memang dia masih ada di sini...." ucap Jesslyn.
__ADS_1
" Ya kau benar dia mungkin sudah pergi atau jangan-jangan...."ucap Brianna.
" Ada apa Brianna jangan membuatku takut...." ucap Jesslyn.
" Peserta kompetisi ...." ucap Brianna.
" Apa maksudmu...?" ucap Jesslyn
" Bagaimana kalau tujuan kali ini adalah peserta kompetisi....."ucap Brianna.
" Tapi kenapa dia melakukan itu apa alasannya bukankah mereka mengawasi kita ...."ucap Jesslyn.
" Jika firasat ku benar maka mereka mengincar Michael ...." ucap Brianna.
" Apa !! Jangan bilang karena pria itu menyelamatkan mu...." ucap Jesslyn.
" Sepertinya begitu sama seperti ku mungkin mereka juga menyadari ada yang berbeda dari Michael ...." ucap Brianna.
" Lalu mereka merasa itu ancaman begitu maksudmu...." ucap Jesslyn.
" Mungkin saja aku juga belum yakin ...." ucap Brianna.
" Apa kita tidak perlu membantu Brianna...." ucap Jesslyn.
" Tidak Michael mampu mengatasinya bahkan jika jumlah mereka lebih dari satu aku masih yakin dia akan menang...." ucap Brianna.
" Kenapa kau bisa seyakin itu ...." ucap Jesslyn.
" Intuisi....aku merasa dia punya latar belakang yang tidak sederhana dan aku tidak bisa melihat batas kekuatannya yang tandanya dia jauh lebih kuat dari iblis rendahan seperti mereka...." ucap Brianna.
" Wahhh.... luar biasa semoga dia benar-benar ada di pihak kita ..." ucap Jesslyn.
" Yah semoga saja ...." ucap Brianna.
Di tempat lain Michael melaju kencang menjauh dari peserta lain lalu berhenti di tempat yang cukup luas dan sunyi.
" Sampai kapan kau berencana menguntit seperti itu...." ucap Michael.
" Ho..! Sepertinya kau memang istimewa ...."
" Ya lalu kau mau apa...." ucap Michael.
" Bergabung lah dengan kami aku pastikan kau akan berada di puncak dunia...."
" Tawaran yang luar biasa tapi sayangnya aku tidak tertarik...." ucap Michael.
" Hei...!! Kenapa kau menyia-nyiakan bakatmu hanya untuk menyelamatkan penjaga kecil itu...."
" Dia memang masih muda tapi kekuatannya mampu membunuhmu...." ucap Michael.
" Haha... apa kau bercanda, kalau kau tidak ikut campur dia sudah hancur berkeping-keping di hutan saat itu...."
" Kau salah ... Apa kau mengira aku menyelamatkan nya...." ucap Michael.
" Tentu...kalau tidak gadis itu pasti sudah mati...."
" Tadinya aku juga berpikir begitu tapi saat aku tiba dia masih hidup tanpa luka serius apa kau masih berpikir dia lemah, kau salah pak tua..." ucap Michael.
" Sekuat apapun dia masih pemula yang tidak punya pengalaman apapun membunuhnya bukan hal yang sulit...."
Michael mulai emosi ada perasaan bergemuruh di benaknya. Perasaan tidak suka jika ada yang mengganggu miliknya.
__ADS_1
Michael melesat sangat cepat dari kudanya dan menghantam pria itu hingga terjatuh dari kudanya.
Pria tua itu pun terkejut dengan besarnya kekuatan pemuda di hadapannya itu.
* Tidak aku harus membunuhnya dia berbahaya bagi tujuan kami * batin pria tua misterius itu.
" Wahhh benar-benar tidak mengecewakan...."
" Tentu kau begitu berniat mengikuti ku aku harus menunjukkan sesuatu bukan...." ucap Michael.
" Cihh... sombong sekali aku belum kalah anak muda karena kau menolak kerja sama dengan kami maka terpaksa aku harus membunuhmu...."
* Smirk*
" Majulah kau terlalu banyak bicara...." ucap Michael.
Perkelahian sengit pun terjadi suara ranting yang patah debuman di tanah dan kilatan cahaya dari kekuatan masing-masing mengisi kesunyian di hutan itu.
Tapi sepertinya perkelahian itu selesai saat salah satu dari mereka terlempar dan sepertinya remuk.
" Apa masih mau di lanjutkan...." ucap Michael.
" Tidak !!! Aku mohon biarkan aku hidup.... Aku akan memberitahu apapun yang kau mau..."
" Benarkah.... Kalau begitu katakan kenapa kau mengikuti ku...." ucap Michael
" Karena aku di perintahkan membujuk mu untuk bergabung dan menjauhi penjaga baru segel cahaya itu...."
" Uummmm baiklah kalau begitu sampai jumpa di neraka...." ucap Michael.
" Tidak !!! Bukan kah aku sudah bicara ka..kau tidak bisa membunuhku...."
" Wahh sayangnya aku tidak perduli tadinya aku akan melepaskan mu tapi saat kau berencana menyakitinya aku sadar kau tidak pantas hidup...." ucap Michael.
Michael mengangkat tubuh orang itu dengan kekuatannya lalu meledakkan nya dan pria tua itu pun hancur tak bersisa.
" Sampaikan padanya berhenti mengirim boneka tidak berguna seperti ini ke hadapanku karena mereka hanya akan mati....!!" ucap Michael.
Ucap Michael lantang karena ia tau ada sepasang mata di Kegelapan yang sedari tadi mengawasi perkelahian mereka.
Sosok misterius itu kaget dan segera pergi dari sana karena tidak ingin mati konyol di tangan pemuda dengan kekuatan mengerikan itu.
" Sepertinya dugaanku benar, tapi jika aku memberitahu Brianna apa dia akan percaya....
Tidak... Itu akan melukai harga diri dan keyakinannya lebih baik aku terus menuntunnya agar mengetahui nya sendri dengan begitu dia akan lebih mudah menerimanya...." ucap Michael.
Setelah beberapa saat terdiam Michael kembali sadar apa tujuan ia berada di dalam hutan itu.
" Astaga ....aku harus berburu atau nona manis ku itu akan menolak bekerja sama denganku...." ucap Michael panik.
Michael kembali menunggangi kuda dan menelusuri hutan itu setelah beberapa saat ia sudah berhasil menangkap seekor kalajengking merah raksasa seukuran tiga kali badan manusia.
Belum lama setelah mendapatkan buruan pertama ia menangkap buruan keduanya yaitu seekor singa bersayap yang cukup besar namun ia belum puas dengan itu.
" Tidak ... Ini tidak cukup untuk membuatnya terkesan dan yakin pada kemampuan ku...." ucap Michael.
Ucap nya sembari menyimpan buruan keduanya dengan mantra sihir.
Setelah beberapa saat menelusuri hutan di mana Michael semakin masuk ke dalam hutan ia menemukan tanaman merambat yang sangat tebal seperti menutupi sesuatu.
Apa yang ditutupi tanaman itu membuat pria tampan itu semakin penasaran.
__ADS_1
...----------------...
...****************...