
Setelah cukup lama beristirahat kontes pun di lanjutkan. Kini ke tiga peserta yang lulus akan mengikuti kontes terakhir yaitu menari.
Saat Brianna sedang di ruang tunggu miliknya, salah satu panitia masuk dan memberitahunya bahwa kontes terakhir dalam kompetisi wanita itu akan segera di mulai.
Brianna pun bersiap untuk kontes ke tiga ini. Di bantu oleh Jess dan satu pelayan yang di siapkan Royce untuk Brianna.
" Nona saya membawakan dua gaun yang cocok silahkan ada pilih..." Ucap pelayan wanita menunduk sopan.
" Terima kasih ..." Ucap Brianna sambil tersenyum.
Brianna pun mengamati ke dua gaun itu dan pilihannya jatuh pada gaun putih keperakan.
" Keduanya indah hanya saja sepertinya aku lebih tertarik dengan gaun yang putih..." Ucap Brianna setelah mempertimbangkan.
" Yah kau benar Brianna walaupun kau juga akan tetap cantik saat menggunakan keduanya...." Ucap Jesslyn .
" Baiklah nona mari saya bantu anda mamakainya..." Ucap pelayan.
" Ya, mohon bantuannya..." Ucap Brianna .
Setelah memakai gaun pelayan itu juga membantu menghias rambut merah Brianna.
" Apa sudah selesai ..." Tanya Brianna.
" Ya nona dan anda terlihat mengagumkan..." Ucap pelayan.
Jesslyn pun yang ada di ruangan itu membeku saat melihat hasil akhir persiapan sahabatnya itu.
" Kau tahu Brianna kau terlihat seperti putri dari sebuah kerajaan..." Ucap Jesslyn dengan antusias.
" ayolah Jess aku hanya berganti pakaian..." Ucap Brianna.
" Ya dan kau seperti ya harus sering tampil seperti ini ..."
" Yang benar saja Jess ini melelahkan..."
" ha ha... tapi kau benar-benar cantik Brianna. Aku penasaran bagaimana reaksi Michael saat melihatmu..."
" Apa maksudnya itu hemm..."
" Aku rasa dia akan semakin tergila-gila ..." Ucap Jesslyn lalu tertawa.
" Oh ya ampun Jess itu sudah cukup ayo jalan ..." Ucap Brianna.
Saat berbalik entah kenapa Brianna tersenyum samar.
Tapi hanya sesaat setelah itu Brianna kembali mengingat tujuannya dan mulai melangkahkan kakinya.
Mereka berjalan menuju bagian belakang panggung. Setelah Brianna duduk di tempatnya menunggu, ia pun meminta Jesslyn untuk mengawasi Gloria dari bangku penonton.
" Baiklah aku akan menonton pertunjukan nona cantik itu dan memberi tepuk tangan walaupun aku ingin sekali menendangnya..." Ucap Jesslyn kesal karena mengingat Gloria.
__ADS_1
" Kau harus menahannya ok save the best for last..." Ucap Brianna sambil tersenyum .
" Ya aku jadi semakin tidak sabar . Aku pergi dulu jaga dirimu Brianna dan semoga berhasil ..."
" Ya terima kasih Jess selamat menikmati pertunjukan ..." Ucap Brianna dengan senyum manisnya namun dengan aura dingin dan menusuk.
Glek.
Pelayan wanita yang mendampingi Brianna tidak menyangka di balik wajah yang menawan itu tersembunyi taring dan cakar yang tajam.
Pembawa acara pun mulai naik ke atas panggung. Begitu juga para juri kontes ini.
Setelah di rasa semua siap mereka pun memulai kontes terakhir.
" Ladys and gentleman, mari kita saksikan kontes yang akan menjadi akhir dari persaingan sengit peserta kita kontes yang akan menjadi penutup yang indah..." Ucap salah satu pembawa acara.
" Dan mari kita mulai kontes menari tahun ini. Peserta pertama kita kali ini beri tepuk tangan yang meriah untuk nona Gloria Lynn ...!!"
Setelah panggilan itu Gloria masuk dengan gaun merah mudanya. Hiasan rambut keemasan dan gaun yang indah.
Penampilan, bakat dan latar belakang membuat Gloria tidak takut apapun.
" Cihh dasar wanita ular bisa-bisanya dia tersenyum lembut tapi tega membunuh hanya karena takut tersaingi konyol sekali..." Ucap Jesslyn lirih.
Meski keras pun tidak akan terdengar karena sorakan penonton seperti menelan suara lainnya.
Saat musik di mulai semua penonton mulai senyap dan memperhatikan pertunjukan.
" Entah kenapa aku merasa tarian nona Lynn ini indah tapi membosankan..." Ucap salah satu nyonya bangsawan
" Ya kau benar nyonya tariannya termasuk biasa tapi anehnya ia terus menerus menjadi juara ..." Ucap nyonya yang duduk di sebelahnya.
" Pelankan suara kalian apa kalian tidak pernah mendengar rumor kalau keluarga Lynn menindas keluarga bangsawan kecil..." Ucap Jesslyn menyela mereka.
" Apa kah itu benar aku kira itu hanya kabar burung saja..." Jawab salah satu nyonya bangsawan itu dengan wajah terkejut.
Jesslyn hanya tersenyum dan mengangguk.
Kemudian semua nyonya itu mulai berbisik-bisik satu sama lain.
* Wah menyebarkan rumor sepertinya tidak buruk * batin Jesslyn sambil tersenyum.
Selamat datang di kehancuran keluarga Lynn, yang bermain di dalam api mustahil untuk tidak ikut terbakar.
Setelah beberapa saat pertunjukan Gloria pun selesai dan mendapat tepuk tangan penonton.
Setelah ini pertunjukan peserta ke ke dua yaitu nona Cecilia Gilbert. Sama dengan Gloria ia juga menampilkan tarian yang indah dengan gaun biru muda.
Nona itu juga mendapat tepuk tangan namun tak semeriah Gloria karena latar belakang keluarganya yang hanya bangsawan kelas dua.
Gloria tersenyum sombong saat melihat Cecilia setelah itu tersenyum simpul saat menatap Brianna. Seperti ingin menunjukkan pada Brianna seberapa besar kekuatan keluarganya itu.
__ADS_1
" Baiklah sekarang kita akan menyaksikan tarian dari peserta terakhir kita nona Brianna Laurent...!!"
Tanpa aba-aba semua penonton bertepuk tangan dan bersorak. Brianna naik ke atas panggung dan menghipnotis semua mata yang melihatnya.
Gaun putih keperakan yang berkilau melekat indah pada tubuh ramping Brianna. Rambut merahnya yang di gulung ke atas.
Di tambah hiasan perak sederhana berbentuk bunga mempermanis tampilan Brianna.
Brianna sengaja meminta pelayan merias sederhana wajahnya. Tapi kesederhanaan itu membuatnya terlihat sangat menawan.
Sebelum mulai menari Brianna menatap para penonton dan memberi hormat lalu tersenyum.
Brianna mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang merdu. Saat kaki Brianna menghentak ke lantai muncul cahaya seperti bintang yang indah.
Brianna menyatukan antara kemampuan menarinya dengan kekuatan aura miliknya.
Tarian yang penuh perasaan itu membuat penonton ikut terhanyut. Tarian itu indah namun mereka tahu itu bukan tarian kebahagiaan.
Ya Brianna membawakan tarian yang penuh rasa rindu dan ia mempersembahkan tarian ini untuk ayahnya.
Brianna menari tanpa senyum tapi itu tidak mengurangi keindahan tariannya.
Alunan musik yang pelan dan sendu juga tarian yang mengingatkan pada kenangan masa lalu siapa pun yang melihatnya .
Jesslyn yang melihat itu hanya terdiam ia bisa merasakan kerinduan dan ketulusan dalam tarian sahabatnya itu.
Setelah beberapa saat musik pun berhenti dan tarian Brianna berakhir. Semua penonton seakan tidak rela tarian indah itu begitu cepat selesai.
" Tarian anda luar biasa nona saya tidak tahu kalau putri tuan Laurent sangat berbakat..."
" Terima kasih atas pujian anda ini persembahan kecil saya untuk kota yang sangat indah ini" ucap Brianna dengan senyum manisnya.
Sorakan penonton pun menggema di aula itu semua nona bangsawan mengangkat sapu tangan mereka untuk Brianna.
Itu pertanda bahwa semua nona itu menyukai dan menghormati tarian yang Brianna persembahkan.
Beberapa di antara mereka ada yang masih menitikkan air mata karena terhanyut dalam tarian yang sarat akan rasa rindu itu.
" Bisakah anda memberi tahu kami nona apa arti tarian anda yang indah ini..." Tanya salah satu pembawa acara.
" Saya rasa sebagian besar penonton mengerti arti tarian ini, saya membawakan tarian yang mewakili perasaan saya saat ini..."
" Terimakasih sudah berbagi perasaan anda dalam tarian yang luar biasa ini nona Brianna kami akan selalu menghormati mu untuk itu..." Ucap kedua pembawa acara.
Brianna hanya mengangguk dan tersenyum.
" Baiklah sepertinya para penonton pun sudah menduga siapa yang akan menjadi juara kompetisi wanita tahun ini adalah nona Brianna Laurent...!!"
" Tunggu ...!!"
Gloria naik ke atas panggung dan menghampiri Brianna juga pembawa acara.
__ADS_1
Langkahnya yang cepat dan wajah yang tersulut amarah tanpa di tutup-tutupi itu membuat siapa pun yang melihatnya tahu kalau nona itu pasti akan membuat masalah.