Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Mata-mata


__ADS_3

Seorang pria paruh baya memeluk putri bungsunya dan menangis. Hatinya begitu sakit melihat apa yang di alami putrinya.


Carl Lynn salah satu bangsawan kelas atas kota Louisville kini berjalan kemudian berlutut di depan Brianna.


" Nona aku mohon tolong lepaskan putriku aku tahu dia bersalah tapi hukuman ini terlalu kejam bukan..." Ucap Carl sedih.


" Aku tidak punya hak untuk memaafkannya tuan Lynn..." Ucap Brianna tenang.


" Apa maksud anda nona ..." Tanya Carl tidak mengerti.


" Bukan aku yang kehilangan seorang anak, bukan aku yang meninggal karena rumor buruk atau racun, bukan aku yang melihat langsung nona-nona muda tidak bersalah itu tewas..." Ucap Brianna mulai meninggikan suaranya.


Brianna kesal karena bagaimana bisa dia meminta ampunan atas besarnya kesalahan putrinya itu.


" Aku mengerti aku akan meminta maaf pada keluarga mereka dan memberikan mereka semua ganti rugi atas meninggalnya putri mereka..." Jawab Carl kemudian.


" Apa kau pikir putri ku itu sebuah benda yang jika rusak bisa kau ganti dengan emas permata mu itu...!! Ucap salah satu ayah dari korban.


" Maaf...aku mohon maafkan dia..." Ucap Carl berlutut memohon.


" Tidakkah kau bayangkan apa yang kami rasakan, kau merasa sangat hancur saat ini bukan...!!"


Carl terisak kini ia hanya bisa menangis hatinya sakit melihat putrinya.


" Lihat putrimu masih di sana, kau masih mendengar suaranya, kau masih bisa memeluk tubuhnya, masih bisa menatap wajahnya lalu bagaimana dengan kami...!!" Ucap salah satu tuan itu dengan suara yang bergetar karena emosi yang bercampur dengan kesedihan.


" Ini salahku...aku yang seharusnya di hukum, tolong hukum saja aku biarkan dia hidup aku mohon..." Ucap Carl.


" Itu salahnya tuan Carl dan lebih jauh lagi salahmu kau membiarkan dia melakukan hal kejam dan menutupinya atas dasar rasa sayangmu...!!" Ucap Brianna lantang.


" Aku tahu tapi aku tidak bisa membiarkan dia terluka karena itu aku terus melindunginya dengan kekuasaan ku..."


" Karena itu sekarang lihatlah, kasih sayangmu yang membuatnya di hukum seperti ini, seandainya kau menuntunnya dengan benar dia tidak akan berada di jalan yang salah..." Ucap Brianna.


Kata-kata Brianna membuat Carl semakin sedih. Kini ia menyadari kesalahan apa yang telah ia lakukan.


Kesalahan yang mengatas namakan rasa sayang.


" Ada satu cara menyelamatkannya ..." Ucap Brianna.


" Benarkah tolong katakan aku akan melakukan apapun..." Jawab Carl cepat.


" Maaf yang tulus dari mereka yang berduka karena putrimu, dia sekarang berada dalam segel amarah dan kebencian hanya maaf dan kerelaan hati mereka yang bisa menyelamatkannya..."


" Baiklah aku akan berusaha mendapatkan maaf mereka..." Ucap Carl.


Setelah mengucapkan itu Carl mendekati putrinya yang masih histeris. Brianna pun ikut mendekati mereka dan melepas ikatan Gloria.


Setelah terlepas tubuh Gloria lemas dan dia pingsan. Hal ini membuat Carl terkejut.


" Tenang dia tidak mati dia hanya pingsan sebaiknya anda membawa putri anda pulang ..." Ucap Brianna.


" Kenapa dia tidak sadarkan diri..." Tanya Carl cemas.


" Aku hanya membantumu akan sulit membawanya dalam keadaan sadar..." Ucap Brianna.


" Baiklah terima kasih aku akan membawanya pulang..." Ucap Carl kemudian menggendong dan pergi dari tempat itu .


" Hei... Brianna kenapa kau memberitahu cara lepas dari hukuman itu dia bahkan tidak pantas hidup..." Ucap Jess .


" Apa kau pikir mudah mendapatkan maaf yang tulus Jess dan apa kau benar-benar berpikir mereka akan memaafkan nya..." Ucap Brianna tenang.


Brianna hanya mengisyaratkan matanya kepada para orang tua korban. Jesslyn melihat wajah mereka yang di penuhi kesedihan dan kehilangan juga emosi.


Seketika Jesslyn tersadar.

__ADS_1


" Sepertinya akan sangat sulit bahkan hampir mustahil..." Ucap Jesslyn kemudian.


Brianna hanya tersenyum menanggapi apa yang di ucapkan sahabatnya.


" Wahh kau benar-benar luar biasa Brianna ini sama saja dia akan seperti itu sampai mati..." Ucap Jesslyn.


" Dia bukan tidak pantas hidup hanya tidak pantas bahagia ..." Ucap Brianna tenang.


" Ya kau sangat benar ..."


" Ayo kita kembali Jess..." Ucap Brianna.


" Sekarang bagaimana dengan pemanah itu..." Tanya Jesslyn.


" Dia sudah tertangkap dan sekarang mungkin dia sudah ada di rumah Royce..." Jawab Brianna.


" Apa...! Bagaimana bisa ..." Tanya Jesslyn.


" Michael sudah menangkapnya..." Jawab Brianna santai.


" Wahh memangnya kau tau dari mana, tunggu jangan-jangan anggukan saat kita bertemu..." Ucap Jesslyn terbata.


" Yah begitulah..." Jawab Brianna singkat.


" Wahh aku semakin merasa kalian punya banyak kesamaan..." Ucap Jess.


" Ayolah Jess berhenti mengatakan itu ayo ..." Ucap Brianna.


" Ha ha ha , baiklah ayo..." Ucap Jesslyn.


Mereka kembali ke ruang tunggu Brianna berganti pakaian dan langsung berkuda kembali ke rumah Royce.


Brianna memacu kudanya secepat mungkin.


Di tempat lain seorang wanita sedang terikat di kursi dengan mulut tersumpal kain.


" Mencari informasi dan memberinya hukuman karena sudah berani mengganggu my lady..." Ucap Michael tersenyum dingin.


" Ahh saya mengerti tapi ada yang aneh dengan latar belakang gadis ini tuan..." Ucap Royce.


" Benarkah apa itu ..." Tanya Michael.


" Keluarga bangsawan yang merupakan orang tua dari gadis ini menghilang secara misterius tiga tahun lalu..." Ucap Royce.


Michael terdiam ia sepertinya mulai mengerti garis besar rencana ini.


" Baiklah ayo kita tanya padanya ..." Ucap Michael sambil mendekat ke arah Gabriella.


Michael melepaskan sumpalan di mulut gadis itu.


" Siapa kau ..." Tanya Michael dingin.


Aura membunuh yang di keluarkan Michael membuat Gabriella tercekat.


* Seperti yang mereka katakan dia memang berbahaya * batin Gabriella.


" Katakan siapa kau ... Apa aku harus menggunakan kekerasan..." Tanya Michael.


" Kau tidak akan mendapatkan apapun dari ku ..." Ucap Gabriella.


Di sebuah ruang bawah tanah dengan dinding kelabu yang sunyi. Gabriella terikat kuat pada kursi. Saat ini ia gemetar ketakutan namun tetap menolak untuk bicara.


Michael hanya menatap datar dengan aura dingin yang menusuk. Aura Michael begitu pekat memenuhi ruangan.


Royce yang juga berada di ruangan itu hanya menelan ludahnya karena aura itu bahkan membuatnya sulit bernafas.

__ADS_1


Setelah beberapa saat dan gadis itu tetap diam dan enggan bicara membuat Michael geram dan ingin membakar gadis itu hidup-hidup.


" Apa kau begitu ingin mati sebagai pelayan yang setia ..." Ucap Michael dingin.


" Bunuh saja aku...!!" Ucap Gabriella.


Gadis itu mendongakkan kepalanya agar terlihat berani.


Mendengar jawaban itu Michael mengepal kan tangannya. Dari kepalan tangannya muncul kobaran api biru yang bisa membakar iblis dengan mudah.


Saat tangan Michael sudah hampir mengarah pada Gabriella tiba-tiba ada sebuah kilatan cahaya.


Cahaya itu berubah menjadi anak panah dengan ujung keperakan yang sangat runcing.


Anak panah itu melesat dengan cepat ke arah Gabriella yang sekarang terlihat panik.


Saat itu pintu terbuka anak panah itu sudah menancapkan sedikit ujung runcingnya di leher Gabriella.


Darah mengalir dari luka yang di akibatkan anak panah itu.


Brianna masuk dan berjalan dengan tenang.


Setelah sampai di samping Michael ia pun menoleh dan tersenyum.


" Terimakasih Michael biar aku yang melanjutkannya..." Ucap Brianna dengan senyumnya.


Michael tertegun ketenangan dan senyuman inilah yang membuat ia terpaku pada Brianna.


Setelah beberapa saat terdiam Michael sadar dari lamunannya dan menjawab Brianna.


" Ahhh tentu tidak masalah ..." Ucap Michael dengan senyum yang tidak kalah menawan.


" Baiklah..." Ucap Brianna.


Brianna mulai mendekat ke arah Gabriella yang masih terkejut.


" Akhirnya kau datang juga..." Ucap Gabriella.


" Apa kau menungguku ..." Jawab Brianna .


" Jangan senang dulu penjaga kecil sebentar lagi kau dan juga teman-teman mu itu akan hancur..." Ucap Gabriella.


" Ahhh aku penasaran siapa yang akan melakukannya apa dia bibiku tersayang..." Ucap Brianna tenang.


" Kau tidak pantas mengetahui siapa dia..." Ucap Gabriella.


" Aku tidak menyangka ratu Arabella akan begitu bersemangat hanya karena diriku..."


" Kau tidak akan mampu mengalahkannya meskipun membunuhku kau juga tetap akan mati..." Ucap Gabriella sombong.


" Benarkah..." Tanya Brianna santai.


" Sebentar lagi akan ada kejutan yang pastinya membuatmu terkejut ..."


" Apa maksudmu kejutan itu berupa serangan kenangan yang kalian rencanakan menggunakan ahli sihir yang kalian culik itu..." Ucap Brianna tenang.


" Ba...bagaimana kau bisa tahu..." Jawab Gabriella terkejut.


" Ha ha jadi benar ya padahal aku hanya menduga saja ..." Ucap Brianna.


" Sial kau menjebak ku dengan kata-kata mu..."


" Dan dengan bodohnya kau benar-benar terjebak..." Ucap Brianna dengan senyum simpul yang terkesan mengejek.


Brianna hanya menatap dengan ekspresi wajah yang tidak terbaca.

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2