Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Tragedi di kota Louisville


__ADS_3

Royce tersenyum senang karena kristal iblis istimewa sangat berharga, apa lagi ia bisa mendapatkan lebih jika berhasil memuaskan kedua nona di hadapannya ini.


" Lalu saat semua informasi yang nona inginkan terkumpul kemana saya harus mengirimnya..." tanya Royce.


" Pusat Other World kirim ke ke kotak pos agar tidak di curigai siapa pun dan atas nama Brianna Laurent..." ucap Brianna tenang.


Royce tersentak kaget hingga membuat pria botak itu hampir jatuh dari kursi yang didudukinya.


Ia tau kalau jubah yang di pakai Brianna istimewa tapi tidak menyangka kalau gadis yang dari tadi bicara dengannya adalah putri dari Cristasius Laurent.


Mungkin saat ini banyak yang belum mengenal siapa Brianna tapi mereka mengenal ayahnya.


Saat Royce memperhatikan, gadis ini memiliki aura yang sama dengan ayahnya tapi ada aura lain yang membuatnya terlihat seperti air tenang yang tidak tahu seberapa dalam airnya.


" Ada apa dengan mu tuan Royce apa kau baik-baik saja...?" tanya Brianna.


" Ya....ya saya baik-baik saja hanya terkejut saya bisa berbicara dengan Putri tuan Cristasius Laurent..." ucap Royce.


" Kau mengenal ayahku..." ucap Brianna.


" Tentu saja nona di Louisville saya rasa tidak ada yang tidak mengenalnya, dia pria yang mengagumkan, bahkan saat berita kepergiannya sampai kemari mampu membuat kota kecil ini berduka. Anda adalah putri orang yang luar biasa nona..." ucap Royce.


" Terima kasih tuan Royce saya sangat menghargai nya..." ucap Brianna.


" Sama-sama nona Laurent...." ucap Royce.


" Baiklah ayo Jess kita masih harus ke suatu tempat...." ucap Brianna.


" Maaf nona tapi apa boleh aku menyarankan sesuatu...." ucap Royce.


" Tentu katakan saja tuan Royce...." ucap Brianna.


" Sebaiknya kalian menginap di sini karena kebetulan sebentar lagi akan ada festival tahunan, mungkin saja nona bisa menemukan sesuatu...." ucap Royce.


"Sepertinya yang dikatakan pria ini ada benarnya Brianna...." ucap Jesslyn .


" Baiklah kita akan tinggal sampai festival itu selesai..." ucap Brianna.


" Kalau begitu saya akan menyiapkan kamar untuk kalian nona..." ucap Royce.


" Terima kasih tuan Royce..." ucap Brianna.


" Tidak masalah nona...." ucap Royce.


Royce pun pergi dan memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan kamar juga makanan.


Pria itu menyiapkan dua kamar bersebelahan di lantai dua rumahnya.


Kamar itu memiliki balkon yang menghadap ke arah jalan utama kota Louisville. Tempat dimana akan dilangsungkan nya festival tahunan itu.


Para penduduk sebagian besar sedang sibuk mempersiapkan festival tahunan yang terdiri dari beberapa festival itu seperti menulis harapan, menerbangkan lampion, berburu dan festival dan kompetisi wanita dan di akhiri dengan berkumpul bersama di api unggun.


Untuk Festival yang pertama penduduk mulai membangun menara yang terbuat dari kayu.


Menara ini melambangkan kehidupan dengan dihiasi dengan lampu-lampu yang indah dan kantung-kantung kecil.


Kantung-kantung kecil itu nantinya akan di isi dengan harapan semua penduduk.


" Mengagumkan.... baru kali ini aku melihat iblis menaati peraturan dan bisa hidup rukun...." ucap Jesslyn.

__ADS_1


Ucap Jesslyn yang muncul ikut memandangi penduduk kota Louisville yang sangat sibuk Brianna tersenyum mendengar apa yang di katakan sahabatnya itu.


" Tidak ada yang seperti itu Jess, tindakan mereka bukan di batasi peraturan tapi status sosial, sedangkan persaingan mereka bukan dalam bentuk kekerasan...." ucap Brianna.


" Jadi mereka tetap bersaing dalam hal lain ..." ucap Jesslyn.


" Ya kau bisa melihatnya semua keluarga bangsawan itu berlomba-lomba menghias pelataran rumahnya semata-mata bukan karena mereka ingin berpartisipasi ...." ucap Brianna.


" Ohhh!!!..... Aku paham sekarang jadi mereka berlomba-lomba menunjukkan kekayaan dan kekuasaan mereka itu kan maksudmu..." ucap Jesslyn.


" Tepat sekali kau benar...." ucap Brianna.


" Astaga ternyata ada yang seperti itu aku masih sulit percaya iblis mulai punya tata krama...."ucap Jesslyn.


" Ya kau benar....dan sekarang mereka mirip dengan manusia..." ucap Brianna.


" Kau tau Brianna dulu aku pernah berharap suatu saat ras iblis bisa hidup berdampingan dengan manusia...." ucap Jesslyn.


" Itu tidak akan pernah terjadi Jess.... Karena selamanya kegelapan akan selalu berlawanan dengan cahaya...." ucap Brianna lirih.


" Aku tau Brianna aku hanya terlalu muak dengan keserakahan beberapa ras iblis murni..." ucap Jesslyn.


" Karena itu kita di sini bukan, untuk menciptakan harapan kita bisa kembali hidup dengan tenang...." ucap Brianna .


" Kau benar Brianna ...." ucap Jesslyn.


Mereka terdiam mata mereka memandangi kesibukan di kota kecil itu tapi di pikiran mereka sama-sama bertanya apa seandainya ada harapan sedikit saja, tidak ada lagi segel cahaya, tidak ada lagi manusia pilihan tidak ada lagi keserakahan, tidak ada lagi tanggung jawab tanpa akhir, tapi apa benar dunia akan senormal itu ...?


Persiapan penduduk kota Louisville telah selesai dan festival pertama di mulai , mereka berkumpul di sekeliling menara dengan Pakaian terbaik mereka.


Hal berikutnya mereka mulai menuliskan harapan dan memasukannya ke dalam kantung yang sudah di siapkan.


Setelah mereka menuliskan harapan para wanita muda dari kalangan bangsawan biasa menari dengan serempak mengelilingi menara harapan itu dengan riang.


Tentu itu tidak akan di lakukan oleh nona dari keluarga bangsawan yang berkedudukan tinggi mereka hanya duduk dan menikmati pemandangan itu karena harus menjaga nama keluarga nya.


* Wanita sangkar emas * batin Brianna


Karena walaupun dari jauh Brianna bisa melihat beberapa dari nona itu terlihat sangat ingin bergabung namun tatapan orang tuanya memupuskan harapan mereka.


" Apa kita hanya akan melihat dari sini ...?" ucap Jesslyn.


Jesslyn yang menghampiri Brianna setelah membersihkan diri dan berganti pakaian di kamarnya.


" Sepertinya aku di sini saja jika kau ingin bergabung dengan mereka turunlah aku akan menonton dari sini...." ucap Brianna.


" Tidak aku juga tidak tertarik aku akan bersamamu di sini...." ucap Jesslyn.


" Kau yakin Jess ....?" tanya Brianna.


" Tentu lagi pula apa yang akan aku lakukan di sana...." ucap Jesslyn.


" Tentu saja menari Jess ...." ucap Brianna santai.


" Apa kau sudah gila aku hanya akan jadi bahan tertawaan di sana...." ucap Jesslyn.


" Kenapa kau sangat tidak percaya diri Jess...." ucap Brianna.


" Aku bukan tidak percaya diri tapi sedang sadar diri ...." ucap Jesslyn.

__ADS_1


" Oke oke kita menonton dan sambil mengawasi keadaan dari sini...." ucap Brianna kemudian.


Setelah beberapa saat mereka menonton tiba-tiba menara harapan itu bergoyang dan roboh hampir menimpa para penduduk di sekitarnya.


Secepat kilat Brianna melompat dari balkonnya beruntung dia sudah memakai jubah nya.


Brianna dan Jesslyn pun memeriksa dan memastikan apa ada yang terluka. Untung saja tidak ada yang tertimpa menara karena mereka sempat menghindari menara yang roboh itu.


Kejadian itu terjadi sangat cepat dan menciptakan kepanikan Jesslyn berusaha menenangkan penduduk sedangkan Brianna memeriksa di sekitar menara.


Saat Brianna mendekati menara terlihat aura sihir keunguan yang keluar dari kayu-kayu menara. Aura itu menghilang dengan cepat tapi Brianna tau itu lah yang menyebabkan menara ini tumbang.


" Apa kau menemukan sesuatu Brianna....?" tanya Jesslyn.


" Sihir..." ucap Brianna.


" Maksudmu ini di sengaja...." ucap Jesslyn.


" Ya.....sepertinya dia sedang menyapa kita Jess ...."ucap Brianna.


" Kenapa dia tidak langsung menyerang kita..." ucap Jesslyn.


" Dia ingin menekan kita Jess, dia mengisyaratkan bahwa dia akan melukai siapapun yang ada di dekat kita...." ucap Brianna.


" Dasar monster gila....." ucap Jesslyn kesal.


" Bagaimana penduduk kota....?" tanya Brianna.


" Mereka hanya terkejut tidak ada yang terluka dan sepertinya mereka akan melanjutkan festival tahunan ini...." ucap Jesslyn.


" Benarkah... Festival apa selanjutnya ...." ucap Brianna.


" Menerbangkan lampion di Padang rumput yang ada di dekat sini...." ucap Jesslyn.


" Ayo kita harus bercampur dengan kerumunan dan mengawasi jangan sampai ada hal buruk terjadi lagi...." ucap Brianna.


" Baiklah aku akan mengawasi bagian barat dan kau di bagian timur..." ucap Jesslyn.


" Ya,... ayo kita bergegas...." ucap Brianna.


Setelah memutuskan mengawasi kerumunan itu secara terpisah mereka mulai membaur dengan penduduk yang lain.


Cukup lama Brianna dan Jesslyn mengawasi kerumunan namun tidak ada hal yang aneh. Karena tidak menemukan apapun mereka kembali bertemu di titik awal.


" Apa kau menemukan sesuatu Jess ....?" tanya Brianna.


" Tidak Brianna aku tidak melihat hal yang mencurigakan bagaimana denganmu...." ucap Jesslyn.


" Aku juga tidak menemukan hal yang aneh tapi aku merasa ada yang terus mengawasi kita...." ucap Brianna.


" Apa itu pelaku yang sebelumnya merobohkan menara..." ucap Jesslyn.


" Mungkin saja Jess ...." ucap Brianna.


" Tapi mungkin saja itu hanya perasaanmu karena kau terlalu gelisah akhir-akhir ini...." ucap Jesslyn.


" Semoga benar itu hanya perasaanku..." ucap Brianna.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2