
Brianna dan Jesslyn juga Michael duduk dan mulai membicarakan maksud perkataan Michael sebelumnya.
" Apa maksud kata-kata mu Michael ...?"
Tanya Brianna.
" Aku mendengar percakapan yang menarik saat berkeliling..." Jawab Michael.
" Apa yang kau dengar...?"
" Nona yang menjadi lawan mu itu sedang berencana untuk membunuh mu ..."
" Wahh dia benar-benar gila ya ..." Ucap Jesslyn menggelengkan kepalanya.
Brianna hanya terdiam mendengar apa yang di katakan Michael. Sebenarnya ia sudah menduga akan ada hal buruk tapi Brianna tidak menyangka gadis yang terlihat lembut itu bertindak sejauh ini.
" Kenapa kau tidak terkejut Brianna " tanya Jesslyn.
" Aku sudah menduganya..." Jawab Brianna singkat.
" Tapi apa dia akan melakukan ini sendiri..." Tanya Jesslyn.
" Tidak, dari yang ku dengar sepertinya dia memiliki kaki tangan yang merepotkan..." Ucap Michael.
" Apa maksudmu Michael ..." Tanya Jesslyn.
" Ya ada seorang nona dan sepertinya dia juga peserta yang lulus babak pertama dan kalian tahu yang lebih buruk ..."
" Kaki tangan itu salah satu bidak catur bibi tercintaku ..." Ucap Brianna menebak dengan wajah datar.
" Tepat sekali..." Jawab Michael.
" Wahh luar biasa ..." Timpal Jesslyn.
Mereka pun terdiam sedangkan Brianna dan Michael saling menatap. Seperti mengerti maksud Brianna Michael hanya mengangguk .
Setelah beberapa saat Michael pergi dan kini hanya tersisa Brianna dan Jesslyn.
" Apa yang kau pikirkan Jess..."
" Aku memikirkan sepertinya Michael sangat menyukaimu dan kau juga tidak terlihat membencinya kenapa kalian tidak bersama saja ..."
" Kau tidak perlu memikirkan itu Jess aku tidak membencinya karena aku merasa dia tidak berbahaya bagi kita entah kenapa aku merasa sudah mengenalnya..."
" Apa itu artinya kau juga menyukainya..."
" Tentu tidak terlalu banyak perbedaan di antara aku dan dia selain itu aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu Jess..."
" Kasihan sekali sepertinya dia harus menunggu sampai ini berakhir ..."
" lihat saja kemana takdir membawa kita Jess..." ucap Brianna.
Setelah mengatakan itu mereka pergi karena waktu kompetisi yang ke dua akan di mulai sebentar lagi.
" Baiklah aku akan mengawasi Gloria dari sini kau harus berhati-hati Brianna..." Ucap Jesslyn.
" Apa kau benar-benar berfikir dia bisa melukaiku ..."
" Aku belum selesai bicara aku lanjutkan berhati-hati lah jangan sampai membunuhnya di depan umum kau tau itu tidak baik untuk kita kan..." Ucap Jesslyn mengingatkan.
" Baiklah aku akan berusaha keras menahan diri agar dia tidak mati di sana..." Ucap Brianna dengan wajah datarnya.
Brianna pun berjalan menuju tempat yang di sediakan oleh panitia untuk para peserta.
Setelah semua peserta berkumpul dan penonton pun mulai berbisik menanyakan kapan kompetisi akan di lanjutkan.
" Ladys and gentleman mari kita saksikan kontes kedua yang kita tunggu-tunggu..." ucap sang pembawa acara.
__ADS_1
" Seperti yang kita lihat para peserta kita sepertinya sudah siap mari beri tepuk tangan yang meriah untuk para nona cantik kita..."
Tepuk tangan yang meriah terdengar bergema di aula yang indah itu. Setelah mereda pembawa acara melanjutkan kata-katanya.
" Baiklah karena kontes kedua adalah melukis maka silahkan panitia perlengkapan untuk segera membawa perlengkapan melukis untuk semua peserta kita..."
Beberapa panitia membawa alat lukis lengkap untuk setiap nona dan setelah itu pembawa acara mengumumkan apa tema lukisan kali ini.
" Tema lukisan pada kontes tahun ini adalah bunga dan sesuatu yang berkaitan dengan status sosial..."
" Baiklah mari kita mulai silahkan para nona tunjukkan bakat menakjubkan kalian..."
Setelah perkataan itu semua peserta mulai berlomba-lomba melukis secepat dan seindah mungkin.
Gloria juga sudah mulai melukis dan saat ia menoleh menatap Brianna yang masih terdiam menatap kanvas kosongnya Gloria tersenyum.
Brianna hanya terdiam saat ia mendengar tema lukisan kontes itu. Di pikirannya saat ini ia hanya terbayang mimpinya dan entah mengapa ia terus teringat wanita bergaun Hitam yang ia lihat di dalam mimpi.
Saat itu entah kekuatan dari mana yang meyakinkan nya ia mulai melukis.
Brianna seperti tidak sadar saat melukis ia hanya merasa ada kerinduan yang memunculkan harapan-harapan tidak nyata.
Iya melukis sambil meneteskan air mata. Jesslyn yang menyadari hal itu terlihat panik.
* Kenapa dia menangis apa yang terjadi ...*
Batin Jesslyn.
Michael yang menatap dari kejauhan juga terkejut. Entah mengapa ada perasaan marah dan tidak terima melihat Brianna menangis.
* Apa yang membuatmu menangis, seandainya kau tau melihatmu seperti ini membuatku juga terluka entah kenapa...* Batin Michael.
Cukup lama setelah di mulainya kontes sepertinya semua peserta mulai menyelesaikan lukisan mereka masing-masing.
Saat Brianna menyelesaikan lukisannya ia terkejut dengan apa yang di lukisnya. Brianna kembali terkejut saat menyentuh pipinya yang basah karena air mata.
* Tapi kenapa aku menangis dan kenapa aku melukis dia ...* Batin Brianna.
" Ya sepertinya waktu yang tersisa hanya tinggal sedikit semoga kalian mampu menyelesaikan lukisan kalian..." Ucap salah satu pembawa acara.
Akhirnya yang waktu kontes pun habis dan semua peserta harus berhenti melukis. Brianna sudah menyelesaikan lukisannya dan masih terdiam.
Gloria juga menyelesaikan lukisannya tepat waktu. Gloria menatap semua penonton dengan bangga ia percaya bahwa pemenang kontes ini.
" Silahkan peserta yang di sebutkan namanya maju dan menceritakan arti dari lukisan kalian..."
Dua panitia di tugaskan untuk mengangkat Kanvas lukis peserta yang di panggil menghadap para penonton dan para juri.
Nama Gloria yang di panggil pertama kali. Gloria melukis seorang nona bangsawan yang sedang merangkai bunga.
Gloria menceritakan bahwa itu adalah kehidupan dari setiap nona bangsawan.
Lukisan Gloria memang indah dan karena itu ia mendapat tepuk tangan dan nilai yang tinggi dari para juri.
Setelahnya beberapa nona di panggil entah sudah di atur atau memang kebetulan nama Brianna di panggil paling akhir di antara ke delapan peserta lain.
Brianna tidak memperdulikan itu ia masih sibuk dengan pikirannya. Lagi pula bagi Brianna itu tidak penting.
" Baiklah silahkan nona Brianna Laurent tunjukkan pada kami lukisan anda..." Ucap pembawa acara.
Sorakan penonton saat nama Brianna di panggil terdengar bergemuruh.
Sepertinya Brianna berhasil mengambil hati dari sebagian besar penonton.
Brianna melayangkan senyum indahnya dan menunduk hormat. Panitia pun menunjukkan lukisan Brianna.
Saat semua orang menatap lukisan Briana mereka terdiam karena terkejut.
__ADS_1
Mereka melihat lukisan penuh arti yang luar biasa. Brianna melukis seorang wanita bangsawan yang terkurung di dalam sangkar yang terbuat dari emas.
Dengan gaun indahnya wanita itu sedang menatap kagum bunga-bunga yang tumbuh di luar sangkar emasnya.
Brianna pun menceritakan kisah di balik lukisannya.
" Mungkin ini terdengar aneh tapi yang saya lukis ini adalah perasaan dari seorang nona bangsawan yang saya kenal..."
" Wanita cantik yang bergaun indah menggambarkan kehidupan yang mewah dan glamor, sedangkan sangkar emas itu adalah peraturan dan tata Krama yang harus di patuhi semua keturunan bangsawan..." Lanjut Brianna
" Kekaguman pada bunga itu menggambarkan bahwa ia ingin bebas layaknya bunga-bunga namun terhalang oleh aturan hidup..."
" Tidak selamanya kehidupan yang penuh kemewahan dan kekuasaan membawa kebahagiaan, seperti sangkar ini meskipun terbuat dari emas namun itu tetap sangkar, yang akan mengurung siapapun yang berada di dalamnya..."
Semua penonton terdiam mereka kagum dan tidak percaya apa yang di lihatnya. Sebagian besar nona-nona muda di aula itu mengangguk dan berdiri memberikan tepuk tangan.
Setelah itu semua penonton berdiri dan tentu tepuk tangan kembali bergema di aula itu karena lukisan Brianna.
Para juri pun mengangguk puas dengan apa yang mereka lihat di lukisan itu.
Setelah beberapa saat tiba waktunya pengumuman siapa yang lulus kontes melukis tahun ini.
" Seperti yang sudah kita tentukan hanya akan ada tiga nona yang lulus kontes kedua untuk lanjut ke babak selanjutnya..." Ucap salah satu pembawa acara.
" Yang lulus kontes melukis tahun ini adalah nona Brianna Laurent , nona Gloria Lynn, dan nona Cecilia Gilbert..."
" Untuk peserta yang belum lulus tolong jangan berkecil hati karena tahun depan kita akan bertemu lagi dalam kompetisi wanita ini ..." ucap pembawa acara.
Setelah pengumuman itu Brianna berjalan cepat meninggal kan aula dan menuju tempat istirahat yang di sediakan untuknya.
" Hei hei ada apa denganmu Brianna apa terjadi sesuatu ..." Tanya Jesslyn .
" Aku tidak tau Jess aku seperti tidak sadar selama kontes apa kau melihat ku saat itu..."
" Ya aku memperhatikanmu ..." Jawab Jesslyn.
" Apa yang aku lakukan ...." tanya Brianna cemas.
" Tentu saja kau melukis, hanya saja kau melukis sambil menangis..." Ucap Jesslyn kemudian.
" Pantas saja mataku terasa bengkak ..."
" Tapi kenapa kau menangis Brianna..."
" Aku juga tidak tahu Jess aku melukis begitu saja seakan ada kekuatan yang mendorongku untuk melukisnya..."
" Jadi maksudmu kau tidak menyadari kalau kau menangis ..."
" Ya aku bahkan tidak ingat kenapa aku terpikir untuk melukis wanita di mimpiku itu..."
" Aku juga tidak tahu kenapa kau melukisnya tapi aku melihat kesedihan juga rasa rindu di matamu saat kau menatap wanita dalam lukisan mu itu ..." Ucap Jesslyn lirih.
" Kalau rindu kenapa aku tidak melukis ayahku saja aku juga merindukannya..."
" Temanya kan wanita lagi pula pria mana yang berkaitan dengan bunga..." Ucap Jess
" Ya kau benar Jess ..."
" Apa kau yakin hanya ayahmu yang kau rindukan atau ada seseorang yang jauh di lubuk hatimu, yang juga sangat kau rindukan..." Ucap Jess .
Brianna hanya terdiam baik Jesslyn atau Brianna tahu jawaban dari kebingungan mereka.
Tentu saja itu mungkin ratu Agatha dari Oakland. Ibu kandung Brianna.
...****************...
...----------------...
__ADS_1