Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Rencana yang Berbahaya


__ADS_3

Setelah melalui hari yang indah dan ditutup dengan sarapan romantis.


Kini mereka harus kembali ke kenyataan dimana mereka harus segera menyusun siasat.


Sebuah rencana untuk memusnahkan mata-mata yang semakin mendekat.


Kini mereka berada di ruangan yang lain untuk berdiskusi. Karena ruangan sebelumnya membuat mereka kesulitan untuk fokus karena apa yang terjadi sebelumnya.


" Bagaimana menurutmu Brianna apa ideku cukup bagus...." Tanya Michael.


" Sangat bagus mereka akan benar-benar berpikir kita bodoh dan tidak berpengalaman...." Ucap Brianna.


" Jadi kita pakai ideku...." Ucap Michael.


" Tidak ada salahnya mencoba bukan.... My dear...." Ucap Brianna santai.


Uhhukk.


Michael yang sedang meminum tehnya seketika tersedak saat mendengar apa yang Brianna katakan.


" Ka...kau tadi memanggilku apa...." Ucap Michael.


" Tidak ada...." Ucap Brianna berkelit.


" Tidak tadi kau mengatakan hal lain Brianna ...." Ucap Michael bersikeras.


" Sudahlah ayo kembali ke pembahasan...." Ucap Brianna mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


Michael sedikit kesal karena dia yakin tadi Brianna memanggilnya lain dari biasanya.


Melihat ekspresi wajah Michael membuat Brianna hampir tidak bisa menahan senyumnya.


" Baiklah jadi rencananya kita akan berpura-pura lupa dengan tugas kita dan malah sibuk bercinta di sini...." Ucap Brianna.


" Tidak seperti itu persisnya hanya kita sedikit lambat dan terlihat tidak berpikir panjang, biarkan mereka meragukan kemampuan kita ...." Jelas Michael.


" Melihat itu aku yakin mereka akan merasa kita sangat mudah untuk di lenyapkan...." Ucap Brianna.


" Benar bukankah itu mempermudah tugas kita dan juga mencegah mereka memanggil bantuan yang akan merepotkan kita...." Ucap Michael.


" Baiklah mari kita mulai...." Ucap Brianna.


" Tentu aku bahkan tidak sabar untuk memulainya...." Ucap Michael sedikit bergumam.


" Apa yang kau katakan Michael ...." Ucap Brianna frustasi karena ia hanya mendengar pria di hadapannya itu bergumam.


" Tidak ada...." Jawab Michael seakan membalas apa yang sebelumnya Brianna lakukan.


Di sisi lain para mata-mata mulai melakukan tugas mereka mengawasi dan melaporkan apa yang mereka lihat juga dengar.


Tapi sampai saat ini mereka tidak melihat hal yang mencurigakan.


" Apa-apaan ini apa kita benar-benar di tugaskan mengawasi dua bocah yang sedang kasmaran itu...." Ucap salah satu anggota mata-mata.


" Yahh kau benar ini terlihat konyol dan menyebalkan kenapa kita tidak mendekat dan habisi saja mereka...." Ucap yang lain.


" Diam...!! Ingat perintah yang di berikan dan jangan coba-coba bertindak ceroboh...." Ucap ketua mata-mata itu.


Semua anggota pun terdiam bagaimana pun mereka harus mematuhi ketua mereka.


Selain karena status juga karena level kekuatan mereka berbeda.


Mereka kini semakin dekat dengan rumah itu .

__ADS_1


" Ini aneh selemah apapun penjaga segel cahaya yang baru itu tidak mungkin dia tidak memiliki pertahanan apapun...." Ucap ketua.


" Yang di katakan ketua ada benarnya itu tidak masuk akal apa lagi sebelum ini ia hampir membunuh semua mata-mata yang dikirim sebelumnya...." Ucap anggota kelompok satu.


" Tapi bisa saja itu karena level mata-mata yang dikirim sebelumnya sangat rendah dan mereka pasti tidak berhati-hati...." Ucap anggota kelompok lima yang sejak penugasan meremehkan tugasnya sendiri.


" Itu benar kalau dia memang benar-benar kuat seharusnya ia sudah menyadari keberadaan kita...." Ucap anggota kelompok lima .


" Tenanglah untuk sementara kita awasi dari luar, jangan ada yang masuk karena bisa saja itu jebakan...." Perintah ketua pada seluruh anggotanya.


Mereka pun memilih untuk mengawasi dari luar bangunan itu.


Brianna dan Michael sedang mengawasi gerak-gerik para mata-mata itu.


" Sepertinya ketua mereka tidak bodoh...." Ucap Michael.


" Tentu ,kalau mereka masih mengirim mata-mata dengan level yang sama seperti sebelumnya berarti bibiku itu yang bodoh...." Ucap Brianna santai.


" Yaahhh tapi sepertinya dia benar-benar meremehkan kita Brianna...." Ucap Michael.


" Kau tau apa yang paling berbahaya bagi diri sendiri Michael, tidak bisa mengukur kemampuan musuh ...." Ucap Brianna.


" Kau benar ...." Ucap Michael.


Mereka kini mempersiapkan diri untuk memulai drama itu.


Michael kini sedang berada di kamarnya. Pria tampan itu baru saja membersihkan diri dan berganti pakaian.


Belum selesai ia mengancingkan kemejanya tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.


Michael yang sedikit bingung kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.


Brianna berdiri tepat di hadapan Michael dengan gaun tidur putih.


Gaun panjang itu menutupi seluruh tubuh Brianna tapi ukurannya sangat pas sehingga bentuk tubuh gadis itu tetap terlihat indah.


Setelah beberapa saat terdiam akhirnya Brianna berbicara.


" Michael...." Panggil Brianna.


" Michael...." Ucap Brianna dengan suara yang lebih keras.


Kini Michael tersadar dari lamunannya.


" Eemm yahh ada apa Brianna...." Jawabnya.


" Aku yang seharusnya bertanya ada apa denganmu...." Ucap Brianna.


" Tidak ada aku hanya terkejut kenapa kau ada di sini...." Ucap Michael.


" Heii kau lupa apa rencana kita...." Ucap Brianna.


" Ohh tentu saja, maaf kau terlihat mengagumkan saat ini dan pikiranku jadi teralihkan...." Ucap Michael.


" Jadi ini salahku...." Ucap Brianna.


" Tentu saja tidak...." Ucap Michael.


" Aku kemari untuk bertanya apa yang selanjutnya kita lakukan karena ini saranmu kau yang harus bertanggung jawab memutuskannya...." Ucap Brianna.


" Tidur bersama...." Ucap Michael.


" Apa...!" Ucap Brianna terkejut.

__ADS_1


" Tidak maksudku kita harus tidur di ruangan yang sama...." Ucap Michael tersenyum menggoda.


" Apa harus begitu...." Ucap Brianna.


" Tentu, bukankah semua pasangan seperti itu...." Ucap Michael semakin menggoda Brianna.


Setelah berpikir beberapa saat Brianna menjawab.


" Baiklah ayo kita tidur bersama...." Ucap Brianna.


Michael yang hanya menggoda dan tidak berpikir Brianna akan setuju jadi kembali terkejut.


" Heii, kenapa kau malah diam seperti itu Michael...." Ucap Brianna.


" Ahh tidak...." Ucap Michael kebingungan.


Brianna pun berbalik untuk menuju ke kamarnya. Setelah berjalan beberapa langkah ia berhenti dan kembali menoleh pada Michael.


" Ayo bukankah kita harus tidur bersama, di kamarku saja ...." Ucap Brianna.


" Baiklah ayo...." Ucap Michael kemudian.


Kini Michael dan Brianna jalan beriringan menuju kamar Brianna. Kamar yang sekarang akan mereka tiduri bersama.


Setelah sampai Brianna membuka pintu dan masuk. Michael berhenti dan menggelengkan kepalanya.


* Apa yang sudah aku lakukan sekarang aku menjatuhkan diriku ke dalam jurang berbahaya * batin Michael sambil menatap Brianna yang duduk di tepi ranjang.


Melihat Michael yang masih terdiam di luar Brianna pun memanggilnya.


" Michael, masuklah...." Ucap Brianna.


Michael yang mendengarnya hanya mengangguk dan tersenyum lalu masuk ke kamar itu.


Ruangan yang di penuhi aroma Brianna. Michael mengingat apa yang terjadi malam itu.


Sama seperti saat ini ruangan yang tenang dan merah temaram. Di terangi beberapa cahaya lilin.


Ia benar-benar berada di kamar Brianna dan mereka saat ini dalam keadaan benar-benar sadar.


Brianna kini menatap Michael yang berdiri cukup jauh dari dirinya.


" Apa kau tidak lelah Michael...." Tanya Brianna.


" Tidak aku tidak apa-apa...." Ucap Michael.


" Dudklah...." Ucap Brianna menunjuk kursi di dekat jendela.


" Baiklah...." Ucap Michael.


Setelah Michael duduk Brianna juga duduk di sebelahnya dan menatap langit malam itu.


Michael sangat senang saat ini sampai ia bingung untuk mengatakan apapun pada Brianna.


Brianna kini menatap kedepan namun sebenarnya dia sedang memikirkan hal lain.


Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah dia sedang berada dalam satu kamar tidur dengan pria luar biasa tampan dan sangat menggoda.


Briana beralih menatap Michael sebentar lalu kembali pada pandangan lurus kedepannya.


* Astaga kenapa dia tidak bisa memakai pakaian dengan benar apa dia tidak sadar dadanya itu ....* batin Brianna.


Brianna hanya menghembuskan nafas.

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2