
" Tunggu...!!" Seru Brianna.
" Ada apa Brianna...?" Ucap Jesslyn.
" Jangan terburu-buru lihat selain lingkaran ada hati di dalamnya mungkin itu punya maksud lain..." Ucap Brianna.
" Ya kau benar Brianna..." Ucap Jesslyn kemudian.
Michael yang sedari tadi terdiam memperhatikan patung itu kini bersuara.
" Mungkin kau harus meletakkan sesuatu yang menghubungkan kau dengan orang tuamu sesuatu yang sangat berarti di hati..." Ucap Michael kemudian.
" Jika benar begitu apa yang harus aku serahkan ...?" Ucap Jesslyn semakin bingung.
" Aku tidak yakin tapi mungkin saja itu kalung mu Jess..." Ucap Brianna.
" Ahhh aku hampir melupakannya kau benar Brianna kalung itu adalah satu-satunya benda yang menghubungkan aku dengan mereka..." Ucap Jesslyn.
Jesslyn bergegas mengeluarkan kalungnya dan meletakkannya di salah satu timbangan.
Setelah meletakkan kalung tentu saja timbangan itu bergerak karena perbedaan beban.
Saat timbangan itu bergerak Brianna merasakan sesuatu yang aneh ia merasa ada yang tidak beres dengan patung itu.
Melihat Michael yang terus terdiam dan menatap patung itu dengan serius membuat Brianna mengerti kalau Michael pasti merasakan hal yang sama.
Setelah timbangan selesai bergerak tiba-tiba lantai tepat di bawah patung itu terbuka dan terlihat ada tangga besar di balik lantai itu.
Seketika Jesslyn berjalan menuju tangga itu sampai Brianna berkata.
" Hati-hati Jess entah kenapa aku merasa ada yang aneh di sini..." Ucap Brianna.
" Ya aku juga merasakan seperti ada yang salah ..." Ucap Michael.
" Benarkah lalu apa yang harus kita lakukan ..." Ucap Jesslyn.
" Berhati-hati dan selalu waspada kita tidak mengenal tempat ini dan apa konsekuensi untuk masuk kedalamnya..." Ucap Brianna.
Jesslyn kemudian mengangguk dan mereka mulai menuruni tangga besar itu dan ketika sampai ke anak tangga yang ketujuh dan sepertinya yang terakhir.
Mereka melihat ruangan yang sangat besar dengan bola kristal besar di tengah ruangan itu.
Mereka berkeliling dan melihat beberapa meja berisi tumpukan buku dan juga puluhan surat tersusun rapi di atasnya.
Entah mengapa Jesslyn sangat ingin membaca surat-surat itu.
Saat ia membuka surat yang paling atas ia terdiam.
Isi surat.
Untuk putriku Jessie
Ini aku kau mungkin tidak mengenaliku saat kau membaca surat ini. Tapi aku benar-benar berharap kau hidup dengan baik dan bahagia. Maaf karena ayah tidak cukup kuat untuk melindungi kau juga ibumu. Kau pasti merasa bingung dan kesepian dan aku tidak akan bisa menebusnya dengan ribuan maafku.
Tapi kau harus tau aku dan ibumu sangat menyayangi mu sweetheart .
Dari ayahmu.
__ADS_1
Derren Edelweiss
Jesslyn menitikkan air mata tapi ia tersenyum.
" Jess kau baik-baik saja..." Ucap Brianna lirih.
" Yeah sangat baik aku sangat bahagia lihat sekarang aku punya banyak benda yang di tinggalkan mereka untukku..." Ucap Jesslyn.
" Aku bahagia untukmu walaupun semua ini akan semakin membuatmu merindukan mereka..." Ucap Michael.
" Tidak apa-apa aku akan hidup dengan kenangan dan rasa rindu ini, aku akan hidup dengan baik seperti yang mereka inginkan, mereka berkorban hanya untuk itu kan ..." Ucap Jesslyn lirih.
" Kau benar ini rasa sakit tapi jika di beri pilihan melupakan atau tetap mengingatnya aku juga akan tetap memilih mengingatnya..." Ucap Brianna.
" Mari sebelum itu kita selesaikan yang ada di sini dan bunuh siapa yang melakukan ini pada kalian..." Ucap Michael terlihat marah saat melihat Brianna juga sedih teringat ayahnya.
" Yap kau benar Michael..." Ucap Jesslyn.
" Ya habisi mereka sampai tidak bersisa sampai tidak ada peluang bagi dunia untuk mengingat mereka pernah ada..." Ucap Brianna tenang walaupun dengan kata-kata yang tajam itu.
Brianna berjalan mendahului Michael dan Jesslyn yang masih terdiam.
" Sepertinya aku menyukai gadis dengan dendam yang sangat luar biasa..." Ucap Michael.
" Yahh kau harus selalu menemaninya Michael aku takut dendamnya bisa membuat cahaya yang indah di telan kegelapan ..." Ucap Jesslyn .
Setelah mengucapkan itu Jesslyn mulai mengikuti kemana arah Brianna pergi.
* Aku akan melindunginya bahkan jika harus mengorbankan segalanya * batin Michael.
" Kau sudah datang, putri Edelweis... Sudah saatnya undangan ini kau terima..." Ucapan yang menggema di ruangan itu
" Siapa kau ...?" Tanya Jesslyn.
" Kau akan tahu nanti terimalah undangan istimewa ini..." Ucap bola kristal misterius.
Tiba-tiba ada sebuah gulungan yang di lindungi segel emas muncul di hadapan Jesslyn.
Gadis itu pun memberanikan diri untuk membukanya tapi belum sempat ia membukanya tiba-tiba ia seperti tertarik ke dalam undangan itu.
Brianna dan Michael yang melihat itu bergegas menyelamatkan Jesslyn namun pusaran itu sangat kuat.
" Biarkan dia pergi ini baik untuknya agar dia mengerti cara menggunakan kekuatannya..." Ucap bola kristal misterius.
Jesslyn pun benar-benar lenyap dari pandangan mereka .
" Kenapa kau membawanya...!!" Ucap Brianna .
" Itu tempat yang akan membuatnya lebih kuat..." Ucap bola kristal Misterius.
" Akademi khusus pengendali pikiran bukan..." Ucap Brianna.
" Rupanya kau cukup pintar nona bagaimana iblis kecil sepertimu mengetahuinya..." Ucap bola kristal misterius.
" Aku mengenali segel emas itu..." Ucap Brianna singkat.
" Luar biasa bagaimana itu mungkin segel itu adalah segel kuno aku takjub generasi muda sepertimu mengetahuinya..." Ucap bola kristal misterius.
__ADS_1
" Dia adalah penjaga segel cahaya..." Ucap Michael.
" Aahh tentu saja sekarang aku mengerti kenapa kau mengetahuinya kau pasti sudah belajar segala jenis segel. Kalau begitu senang bertemu denganmu nona, tapi bagaimana cahaya bisa bersama dengan kegelapan..." Ucap bola kristal misterius.
" Diamlah..." Ucap Michael.
" Baiklah aku senang bertemu kalian tapi aku harus pergi..."
" Jess harus kembali dengan aman atau aku berjanji akan menghancurkan mu dengan cara apapun...!" Ucap Brianna penuh penekanan dan mata yang berkilat marah.
" Tenanglah aku bisa pastikan dia akan aman selama dia di sana..." ucap bola kristal misterius.
* Gadis kecil yang tangguh * batin sosok yang bicara dengan mereka melalui bola kristal misterius itu.
Setelah bola kristal misterius itu tidak lagi bersinar mereka berjalan kembali untuk keluar dari sana.
Tapi anehnya mereka tidak lagi melihat patung dengan timbangan yang tadi mereka temui.
Hanya ada kalung milik Jesslyn yang tergeletak di sebuah meja kecil di dekat dinding lorong.
Brianna menyimpannya agar ia bisa menyerahkannya pada Jesslyn setelah mereka bertemu lagi nanti.
" Ayo Brianna..." Ucap Michael.
" Ya baiklah..." Ucap Brianna.
Mereka lanjut berjalan menyusuri lorong yang mereka lewati sebelumnya.
Setelah sampai dinding itu kembali tertutup.
Mereka memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing.
Karena hari mulai malam dan tentu saja mereka juga cukup lelah dengan semua yang terjadi.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian Brianna merebahkan diri di antar ranjang namun ia belum juga bisa terlelap.
Pikiran gadis ini sedang melayang ia memikirkan kejadian demi kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.
Ia mulai berpikir keras karena saat ini semua tidak berjalan sesuai dengan rencana. Jesslyn terpisah dari mereka.
Walaupun tahu ini baik Brianna tetap merasa cemas tentang keadaan Jesslyn.
" Kau harus kembali Jess... harus ..." Ucap Brianna lirih sebelum ia menutup mata dan mulai tertidur.
Sedangkan Michael sedang sibuk dengan pikirannya.
Pria tampan itu berjalan ke arah jendela dan membukanya. Angin dingin yang menusuk tulang berhembus, namun pria itu tampak tidak merasakan apapun.
* Aku harus cukup kuat untuk melindungi Brianna tapi jika aku menggunakan seluruh kekuatanku saat itu ibu akan tahu dimana aku berada * batin Michael.
Michael masih terjebak dalam dilemanya dalam beberapa saat sampai akhirnya ia berjalan menuju ranjang dan membaringkan diri.
Mereka sama-sama beristirahat untuk hari esok yang mungkin berat bagi mereka.
...****************...
...----------------...
__ADS_1