
Hak menyebrangi dimensi dimiliki oles seluruh ras yang memiliki garis darah yang kuat kecuali manusia biasa.
Awalnya Brianna tak mengerti bagaimana ia bisa menyebrangi dimensi. Dari mana ia mendapatkan garis darah itu menjadi pertanyaan yang membayangi Brianna. Sampai saat Brianna berusia 17 tahun.
Ayahnya memberitahu hal yang sangat mengejutkan Brianna. Garis darah setengah iblis miliknya ternyata ia dapatkan dari ibunya.
Brianna sangat terkejut karena dari kecil ia hanya di besarkan oleh ayahnya. Ya , Brianna tidak pernah bertemu bahkan ia tidak tahu seperti apa rupa ibunya itu . Brianna mengingat saat ia bertanya pada ayahnya beberapa tahun yang lalu.
Saat itu Brianna tak bisa menahan sesuatu yang mengganggu dalam hatinya dan mendatangi ayahnya. Cristasius sedang berada di perpustakaan kecil yang lngsung menyatu dengan kamar pria itu.
Saat Brianna mengetuk pintu dan masuk ia melihat ayahnya sedang membaca sebuah buku cukup tebal dan tua.
Cristasius menatap anaknya dan ia melihat banyak sekali pertanyaan dan keraguan yang di simpan putri semata wayangnya.
"Apa yang membawamu kemari Brianna...?"
"Ayah, apa aku mengganggu mu...?"
"Tentu saja tidak sweet heart, kemari lah..."
Mereka pun duduk di kursi pojok dekat perapian.
Brianna menyiapkan hatinya entah mengapa setiap berhadapan dengan ayahnya ia seperti tak memiliki keberanian. Setelah terdiam beberapa saat Brianna mulai bicara.
" Ayah, ada hal yang sangat mengganggu ku belakangan ini ..."
" Baiklah ayah disini katakan apa yang mengganggu mu Brianna..."
"Siapa sebenarnya ibuku dan seperti apa wajahnya. Maaf ayah hal ini lah yang membawaku kemari..."
Cristasius terdiam mendengar apa yang dikatakan putrinya itu. Beberapa saat hanya di lalui dengan kesunyian keduanya seakan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya sang ayah mulai kembali bicara.
" Jadi itu hal yang ini kau tau Brianna..."
" ya ayah..."
" Baiklah aku yakin kau sudah tau kalau ada garis darah iblis dalam dirimu dan itu kau peroleh dari ibumu...."
" Jadi ibuku benar-benar ras iblis murni...
hal ini lah yang membuat aku bisa menyebrangi dimensi bahkan tanpa hak khusus.
" Ya, begitulah kenyataan nya Briana.
__ADS_1
" Bagaimana ayah bisa bertemu dengan ibu
bukankah saat itu segel cahaya sudah ada...?"
" Baiklah ayah bertemu dengannya saat menjalankan tugas ke Other World. Kami bertemu di Crystal Lake, saat itu aku kira hanya menatapnya ternyata hatiku juga memilihnya.
Pertemuan singkat itu membuat kami tak mampu melupakan satu sama lain..."
" Wah kalian romantis sekali..."
" Ha ha... tentu saja nak, ibumu wanita yang tidak bertele-tele. Beberapa kali pertemuan kami sudah bersama. Dan saat ibumu mengandung kau , kami sangat bahagia. Hingga saat keluarga ibumu mengetahui hubungan ini mereka marah besar dan mereka tak menginginkan hubungan kami berlanjut. Kami terus melarikan diri dan bersembunyi. "
"Seperti yang kau tahu ayah punya batas waktu ayah harus kembali kesini dan terpaksa meninggalkan ibumu dan kau di sana."
" Saat itu keluarganya menemukan kalian dan berusaha membunuhmu. Ibumu berlari ke arah segel cahaya dan memaksakan diri menyentuhnya.
Ayah merasakannya dan menyebrangi dimensi saat ayah tiba hanya ada bayi cantik dibalut kain beludru dengan sepucuk surat di sampingnya. Dalam surat itu ibumu mengatakan ayah harus menjagamu dan tidak boleh bertemu dengannya ."
" Kisah romantis yang berakhir tragis itu adalah kalimat yang menggambarkan kisah ku dan ibumu."
" Ayah pasti sangat merindukannya.."
Sang ayah hanya tersenyum, Brianna kini tau mengapa ibunya tak pernah datang menemuinya.
" Jika kau ingin tahu bercermin lah Brianna kau sangat mirip dengannya....
" Benarkah.... jadi aku mirip dengan ibu..."
" Sangat mirip lihatlah dia bahkan tak membiarkan mu sedikit pun mirip denganku...!!
Brianna tergelak saat melihat wajah ayahnya. Bagaimana tidak seorang tuan penjaga segel yang terkenal tegas itu sekarang terlihat sangat kesal .
Cristasius senang bisa melihat putrinya kembali tertawa. Ia tahu putrinya pasti sangat sedih, siapa yang tidak sedih ketika sedari kecil hingga dewasa tidak pernah bertemu atau bahkan tahu rupa wanita yang melahirkannya.
Cristasius menggenggam tangan Brianna.
" maafkan ayah, jika saja kau bukan putri penjaga segel seperti ku kau bisa hidup normal dengan keluarga yang utuh..."
Ucapan yang sarat akan kesedihan itu keluar dari mulut orang yang paling di sayangi Brianna.
" Ayah... aku tak pernah sekalipun menyesal menjadi putrimu, aku justru bangga. Aku adalah putri tuan Cristasius Laurent,Penjaga segel cahaya yang mencegah hancurnya ras manusia.
Aku rasa tidak ada ayah yang lebih hebat dari ayahku di seluruh dunia ini."
__ADS_1
Ucapan Brianna membuat Cristasius terdiam, hatinya tersentuh dengan apa yang di ucapkan putrinya itu.
"Terima kasih sweet heart ....itu salah satu hal paling indah yang pernah ku dengar dan aku tak akan melupakannya sepanjang sisa hidupku."
Percakapan itu di akhiri dengan senyuman seorang ayah yang sangat bahagia karena kasih sayang putrinya .
Ya senyuman yang saat ini telah menjadi kenangan dan alasan yang membuat tekad Brianna membara.
Tekad yang membuat Brianna tak lagi mengenal rasa takut Bahakan ketika ia harus menyebrangi dimensi.
Hari yang di tunggu pun tiba hari dimana Brianna harus mencari dimana hal buruk itu dimulai. Pagi itu Brianna sudah sepenuhnya siap dan telah berada di depan gerbang perbatasan dimensi.
" Apa kau benar-benar harus melakukan ini Brianna...."
Ucap lelaki paruh baya dengan rambut yang sebagian telah memutih namun selain rambutnya ia masih terlihat gagah.
" Apa kau melihat ada pilihan lain tuan Jack...?"
" Aku hanya tak ingin kau terluka Brianna di sana sangat berbahaya selain pelakunya ada keluarga ibumu yang siap memusnahkan mu kapanpun kau kembali ke sana...."
" Ini bukan kali pertama aku melakukannya tuan Jack, tapi terima kasih karena sudah menghawatirkan ku...."
" Kau sama seperti putri bagiku ..."
" Aku tau tapi aku tak selemah itu percayalah padaku ...."
" Baiklah berhati-hatilah Brianna, semoga berhasil..."
" Aku pergi tuan Jack aku serahkan keamanan sementara padamu ..."
" Tenang lah aku akan menjaganya dengan nyawaku ..."
" Sekali lagi terima kasih karena sudah mendampingi ayahku selama dia hidup..."
"Sudah tugasku mendampinginya aku hanya menyesal karena tak cukup mampu untuk membantunya..."
"Kesetiaan mu sudah cukup tuan Jack. Aku pergi sampai jumpa..."
"Sampai jumpa Brianna..."
Brianna melangkah mendekat pada segel cahaya dan menembusnya selain karena hak khusus darahnya juga membuatnya di izinkan menyebrangi dimensi dan kini ia telah berada di Other World.
Brianna mengedipkan mata sampai matanya bisa menyesuaikan perubahan dari cahaya matahari ke kegelapan Other World yang abadi.
__ADS_1
Di Other World bulan berperan sebagai pengganti matahari, entah berkali-kali Brianna kembali kemari ia tetap heran bagaimana tumbuhan bisa hidup dengan cahaya bulan bukannya matahari. Tapi untuk saat ini itu bukanlah hal yang ingin Brianna ketahui.