Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Pertunjukan Drama Dimulai


__ADS_3

Semilir angin dingin berhembus melewati jendela yang terbuka. Suasana yang sunyi dan tenang ini memang terasa nyaman tapi apa yang akan di bawanya ?


Brianna sudah tahu akan ada hari di mana mereka akan mencoba menghancurkannya.


Mencoba melumpuhkan tekadnya, menghancurkan harapannya, dan menghapus keberadaan nya.


Tapi bukan resah atau takut Brianna semakin tenang. Ia terlihat bungkam tanpa ekspresi walaupun hatinya penuh dendam dan amarah.


Saat segel yang Brianna bangun benar-benar retak dan hancur beberapa mata-mata mulai masuk dengan cepat dan bersembunyi.


Mereka tidak tahu bahwa mereka lah yang di awasi. Mereka mencoba membakar tujuan Brianna dengan kenangan masa lalunya.


Tapi bagaimana mungkin membakar apa yang sudah terbakar.


Sejak hari kematian orang yang paling di sayangi nya Brianna sudah terbakar kemarahan, dendam, kesedihan.


" Masuk dan mendekat lah aku yang akan menghancurkan kalian, aku akan berusaha keras untuk itu dan jika gagal aku akan membawa kalian hancur bersama dan mati ...." Ucap Brianna.


Kesedihan tidak lagi membuat Brianna menangis. Saat ini gadis itu seperti air yang tenang, namun mampu membuat ombak yang bisa menenggelamkan siapapun yang ada di hadapannya.


Kini Brianna dan Michael sama-sama sedang mengamati mata-mata itu dalam diam.


Ada sepuluh mata-mata yang kini bersembunyi dan mencoba mengawasi mereka.


Sebagian dari mereka merasa tugas ini sangat mudah, karena selain segel tidak ada hal lain yang menghalangi mereka.


Tapi tidak bagi ketua kelompok mata-mata itu. Kemampuan yang lebih tinggi membuat ia merasa ada yang tidak beres dari situasi ini.


" Tetaplah waspada entah mengapa aku merasa ada yang aneh...." Ucap ketua mereka.


" Tapi ketua sejak tadi kita tidak menemukan apapun ...." Ucap salah satu anggota.


" Justru karena itu berhati-hatilah karena mereka itu tidak lemah dan sangat cerdik...." Ucap ketua itu lagi.


" Baiklah ketua...." Jawab semua anggota.


Sebagian dari anggota itu menuruti apa yang ketua mereka ucapkan.


Tapi ada beberapa anggota yang merasa ketua mereka terlalu khawatir.


Setelah mereka membagi anggota menjadi lima kelompok yang terdiri dari dua mata-mata setiap kelompok nya.


Mereka mulai berpencar.


" Bukankah ketua terlalu khawatir aku tau dia penjaga segel cahaya tapi gadis kecil itu belum punya pengalaman sama sekali ...." Ucap salah satu anggota kelompok empat.


" Kau benar aku tidak khawatir dengan gadis itu tapi pria yang bersamanya sedikit misterius...." Ucap rekannya.


" Ada apa, apa kau takut....?"


" Tidak hanya sedikit khawatir..."


" Sekuat apapun dia tetap ras campuran dia tidak akan sekuat kita ...." Ucapnya dengan bangga.


" Yah kau benar juga...."


Mereka pun mengawasi dengan santai, tanpa menyadari ada yang mengawasi mereka dari kejauhan.


" Boneka - boneka tidak berguna lagi, yang benar saja ...." Ucap Michael.

__ADS_1


Michael hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya.


Brianna masih asik membaca berkas-berkas yang masih terus dikirimkan Royce padanya.


Berkas-berkas yang berisi informasi tentang semua ahli sihir terkenal di Other World.


Saat sedang fokus membaca tiba-tiba dia merasakan ada aura yang mendekat.


Ia mengalihkan perhatiannya dan menatap pintu dan tiba-tiba terdengar suara ketukan.


" Masuk ..." Ucap Brianna.


" Apa aku mengganggu....?" Tanya Michael.


" Tidak, ada apa Michael....?" Ucap Brianna.


" Aku hanya bosan mengawasi sendirian dan aku penasaran apa yang kau lakukan...." Ucap Michael santai.


" Aku sedang membaca semua informasi yang Royce kirimkan...." Jawab Brianna.


" Informasi tentang para ahli sihir itu....?" Tanya Michael.


" Yah begitulah dan sepertinya dugaan kita benar...." Ucap Brianna.


" Itu tandanya mereka benar-benar di di jadikan alat oleh dalang di balik semua ini ...." Ucap Michael.


" Kurasa begitu ...." Ucap Brianna.


" Yah setidaknya semuanya mulai jelas dengan begini kita benar-benar tahu kemana harus melangkah bukan...." Ucap Michael.


" Ya ini membuat kita semakin dekat dengan tujuan ...." Ucap Brianna tenang.


" Aku khawatir apa yang akan terjadi pada semua ahli sihir yang menghilang itu, jika mereka di lenyapkan bukankah itu akan menggangu keseimbangan di Other World...." Ucap Brianna.


" Aku tahu banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi tapi mari berharap kita bisa menyelesaikan semua dengan cepat dan melematkan mereka...." Ucap Michael.


" Semoga ada yang melindungi mereka di sana...." Ucap Brianna.


" Mungkin ada ...." Ucap Michael kemudian.


" Apa maksudmu....?" Tanya Brianna.


" Setahuku nenek moyang mereka adalah pemegang teguh keadilan karena itu selama ahli sihir itu ada di Oak Land mereka akan aman...." Ucap Michael.


" Benarkah bagus jika begitu...." Ucap Brianna.


" Tenanglah kita harus membereskan tikus-tikus pengganggu itu dulu...." Ucap Michael terlihat kesal.


" Tidak biarkan mereka mengawasi beberapa saat ...." Ucap Michael


" Sampai kapan ...." Ucap Michael.


" Sampai urusan kita disini selesai setelah itu kita bisa hancurkan mereka...." Ucap Brianna.


" Bisakah kau jelaskan alasannya...." Tanya Michael.


" Jika kita musnahkan mereka sekarang bibiku itu akan mengirim tikus baru yang mungkin jauh lebih mengganggu...." Ucap Brianna tenang masih sibuk dengan berkasnya.


" Kau benar itu akan semakin merepotkan...." Ucap Michael.

__ADS_1


Mereka berdiskusi tentang rencana mereka dengan tenang.


Para mata-mata itu tidak bisa mendengar apapun karena jarak mereka jauh.


* Sepertinya kita terlalu jauh untuk mendengarkan apa yang mereka katakan....* Ucap ketua melalui telepati.


Di jawab siulan oleh semua kelompok yang sudah mendengarnya.


Mereka pun mulai bergerak untuk mendekat bahkan ada yang benar-benar di sisi jendela kamar Brianna.


Mereka bersembunyi di pohon besar yang ada di samping rumah itu.


" Mereka sampai...." Ucap Michael lirih.


Brianna hanya tersenyum dengan tenang.


Michael yang melihat itu hanya bisa kagum dengan ketenangan Brianna.


" Baiklah ayo kita makan sepertinya hari mulai sore ...." Ucap Brianna ceria.


Perubahan pembicaraan dan emosi Brianna membuat Michael terkejut sesaat.


Setelah tidak lagi terkejut Michael pun pasuk ke dalam drama yang sedang mereka mainkan.


Mereka pun ke dapur dan membuat beberapa pancake untuk camilan dan menemukan beberapa botol wine .


" Wahh sepertinya aku menemukan hal menarik...." Ucap Michael.


Briana yang baru saja selesai membuat pancake terakhir nya pun menoleh.


" Itu luar biasa benar-benar yang kita butuhkan...." Ucap Brianna.


Mereka pun membawa semua camilan dan juga satu botol wine ke dalam sebuah ruangan yang mereka gunakan untuk berdiskusi.


" Yup benar-benar sempurna bukan kah begitu my lady ...." Ucap Michael mesra.


Briana sedikit terkejut dengan perubahan plot drama yang mereka mainkan.


Tapi tidak butuh waktu lama baginya untuk masuk kedalam cerita.


" Tentu ...." Ucap Brianna sambil tersenyum manis.


Michael mendekat dan Brianna pun berbisik padanya.


" Apa yang kau lakukan Michael....?" Ucap Briana lirih.


" Tentu saja bersandiwara agar meyakinkan kita harus mendalami peran bukan...." Ucap Michael tersenyum .


" Tunggu apa peranku...." Ucap Brianna.


" Kekasihku...." Ucap Michael tanpa ragu.


Brianna seketika terdiam ia bingung bagaimana naskah drama ini melenceng jauh dari yang seharusnya.


" Ayo kita nikmati malam ini...." Ucap Michael sengaja tidak menyelesaikan kalimatnya.


Brianna sedikit gugup.


* astaga apa maksudnya itu * batin Brianna.

__ADS_1


__ADS_2