
Jawaban yang di berikan Brianna membuat pria yang tadinya tidak tertarik untuk bicara mulai bicara pada Brianna.
" Ha ha ha luar biasa,... Baiklah bagaimana kalau kita berkenalan.... Nama ku Michael..."
" Namaku Brianna dan ini sahabatku Jesslyn..." ucap Brianna.
" Senang bertemu denganmu nona Brianna..." ucap Michael.
" Jadi kau tidak senang bertemu dengan ku begitu..." ucap Jesslyn.
Ucap Jesslyn dengan mata tajam dan mulut penuh dengan makanan.
" Tentu tidak, aku juga senang bertemu dengan mu nona Jesslyn, maaf aku kira kau tak senang bertemu denganku karena kau terlihat hanya memperhatikan makananmu..." ucap Michael tak kalah sengit.
" Apa kau bermaksud mengatakan aku rakus hahhh ...!!! " ucap Jesslyn.
" Aku tidak mengatakan itu kau yang mengatakannya..."ucap Michael tenang.
" Dasar pria menyebalkan..." ketus Jesslyn.
" Sudah Jess dia hanya bercanda selesaikan makan mu lalu kita pulang..."ucap Brianna.
" Baiklah ...."
Setelah Jesslyn menyelesaikan makan nya tiba-tiba angin berhembus kencang.
" Sebaiknya kita segera pergi atau badai itu akan membuat kita terjebak di sini..." ucap Brianna.
" Ayo aku juga tak ingin terlalu lama bersama pria aneh ini..."ucap Jesslyn.
" Baiklah sepertinya kami harus pergi terima kasih tuan Michael,..." ucap Brianna.
" Terima kasih kembali nona tapi apa kita bisa bertemu lagi..." ucap Michael.
" Bertemu dengan ku hanya akan membuatmu berada dalam masalah tuan Michael...." ucap Brianna
" Wahh ... Benarkah, tapi aku bukan orang yang suka menghindari masalah..." ucap Michael.
" Kalau begitu tergantung takdir, kami permisi tuan Michael sampai jumpa..." ucap Brianna.
" Baiklah sampai jumpa nona Brianna dan nona Jesslyn hati-hati di jalan..." ucap Michael.
Brianna hanya mengangguk dan berlalu pergi sedangkan Jesslyn meluangkan tatapan menyelidik pada Michael beberapa saat lalu pergi menyusul Brianna.
" Tak ku sangka putri penjaga segel sudah mulai menyelidiki masalah itu aku kira dia masih menangisi kepergian ayahnya, benar-benar gadis yang menarik..." ucap Michael.
Gadis yang tenang dan tangguh pikir Michael yang masih menatap arah perginya Brianna. Ya Michael mengenali lambang segel cahaya pada jubah Brianna.
" Aku akan menunggu kita bertemu lagi, saat itu tergantung kemampuanmu nona Brianna jika kau cukup layak aku akan membantumu..." ucap Michael.
Baik Michael atau Brianna tau ini pertemuan pertama mereka tapi mungkin bukan yang terakhir.
Kali ini mereka mengetahui nama masing-masing mungkin saja selanjutnya mereka bisa menatap satu sama lain tanpa tudung yang menutupi wajah mereka.
Setelah membayar makanan dan minuman mereka keluar menuju tempat mereka mengikat kuda mereka.
Brianna dan Jesslyn pun kembali menunggangi kuda dan pulang ke pondok Brianna.
Setelah berkuda beberapa saat mereka sampai di pondok dan masuk pondok kecil itu hanya memiliki satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur kecil tapi cukup lengkap,dan ruang tamu dengan tiga kursi dan satu meja.
Mereka bergantian membersihkan diri karena Jesslyn tidak membawa pakaian sementara ia memakai pakaian Brianna dan berencana berkemas besok.
" Ayo kita istirahat besok setelah kau berkemas kita akan pergi ke Louisville ..." ucap Brianna.
" Baiklah tapi untuk apa kita ke Louisville ...?" tanya Jesslyn
__ADS_1
" Kita akan menemui Royce..." ucap Brianna.
" Jadi kau bermaksud mencari informasi dari pria botak mata duitan itu..." ucap Jesslyn.
" Ha ha ha.... ya kau benar bukan kah itu bagus kita hanya perlu membayar nya, sepertinya kristal iblis yang ku beli di Devil Hell tidak akan sia-sia..." ucap Brianna.
" Hahh... Baiklah ayo kita tidur..."
" Ayo.."
Setelah tertidur lelap Brianna bermimpi hal yang aneh, ia melihat seorang wanita mengenakan gaun hitam dan mahkota seperti seorang ratu.
Wanita itu berdiri di tepi danau besar yang di kelilingi gunung dan hutan. Brianna belum pernah melihat tempat itu sebelumnya.
Hanya saja Brianna tak dapat melihat dengan jelas seperti apa wajahnya, tapi samar-samar Brianna mendengar wanita itu berbicara.
" Berjuanglah Brianna berjanjilah siapapun musuhmu jangan ragu untuk memusnahkannya walaupun itu seseorang yang kau sayangi..."
Setelah wanita itu mengatakan itu sebelum Brianna menjawab ia tiba-tiba terbangun dari mimpinya.
" Siapa wanita itu kenapa ada dalam mimpiku aneh sekali..." ucap Brianna lirih.
Brianna menyadari Jess sudah tidak ada di sebelahnya tanda sahabatnya itu sudah lebih dulu bangun.
Brianna mencari Jess namun tak menemukan sahabatnya itu dimanapun di dalam pondok.
Briana memutuskan memeriksa halaman dan terlihat dari jauh Jesslyn telah kembali dari rumahnya selesai berkemas seperti yang ia katakan sebelum tidur.
" Kenapa kau tidak membangunkan aku Jess..." ucap Brianna.
" Tadinya aku ingin membangunkan mu tapi tidurmu nyenyak sekali seperti orang mati..." ucap Jesslyn.
" Benarkah... Mungkin karen aku tidak istirahat dengan baik akhir-akhir ini..." ucap Brianna.
" Kau harus menghentikan itu atau kau akan mati bahkan sebelum kita menghadapi monster gila itu..." ucap Jesslyn.
Brianna tertawa lalu masuk dan membuat sarapan untuk nya dan Jesslyn, setelah selesai mereka makan dengan tenang sampai Brianna teringat dengan mimpinya.
" Ohh ya Jess apa di sini ada danau besar yang dikelilingi gunung dan hutan oak dengan langit yang cerah...?" tanya Brianna
" Apa kau sudah gila... Mana ada tempat yang langitnya cerah di Other World..." ucap Jesslyn.
" Ahh iya betul juga lalu dimana kira-kira ada tempat seperti itu...?" tanya Brianna.
" Aku tidak tau pasti tapi aku pernah dengar di dimensi lain ada kerajaan yang sangat indah kalau tidak salah namanya Oak Land, kalau dari ciri-ciri yang kau sebutkan mungkin danau itu ada di sana..." ucap Jesslyn.
" Oak Land ya..." ucap Brianna .
" Ada apa denganmu Brianna...?" tanya Jesslyn.
" Ah... Tidak ada, jika kau sudah selesai ayo kita bersiap ..." ucap Brianna.
" Baiklah ayo ..."
Mereka pun bersiap dan setelah itu bergegas pergi menuju kota Louisville.
Pria yang akan mereka temui ini adalah Royce meskipun pria ini memiliki sedikit rambut tapi tidak dengan koneksi yang dimilikinya.
Hal itulah yang menyebabkan orang yang membutuhkan informasi pasti datang padanya.
Perjalanan ke Louisville membutuhkan waktu lebih lama karena jarak kota kecil itu dengan pusat Other World tidak dekat. Karena jarak yang jauh kemungkinan mereka akan menginap.
Walaupun jauh dari pusat Other World bukan berarti Louisville kota yang terlupakan.
Kota kecil ini di penuhi dengan kalangan atas seperti bangsawan, ahli ramuan, dan penyihir yang terkenal.
__ADS_1
Saat Brianna dan Jesslyn tiba dan mulai memasuki jalan utama kota yang megah itu, Mereka menjadi pusat perhatian selain karena kuda Brianna yang luar biasa juga karena sebagian besar mereka mengenali lambang segel cahaya.
Mereka seperti memberi jalan pada Brianna ke seganan ini di berikan karena mereka tau penunggang kuda itu adalah penjaga segel cahaya yang baru walaupun mereka tidak melihat wajah Brianna.
Mereka terus berkuda menyusuri jalan yang di kelilingi bangunan abad bernuansa Eropa pada abad pertengahan yang megah menunjukkan betapa baiknya perekonomian kota kecil ini.
Setelah beberapa saat mereka menemukan rumah berwarna putih dengan papan nama orang yang mereka cari.
Brianna dan Jesslyn pun turun dan mengetuk pintu rumah itu. Setelah beberapa ketukan pintu pun terbuka dan muncul seorang pelayan wanita menghampiri mereka.
" Maaf apa yang bisa saya bantu..."
" Permisi apa tuan Royce ada di tempat..." tanya Brianna.
" Ya .... Nona silahkan masuk , saya akan memanggil tuan Royce sembari menunggu silahkan duduk nona nona..."
Pelayan itu beranjak pergi memanggil tuannya . Brianna pun duduk di salah satu sofa sedangkan Jesslyn memilih berdiri dan mengamati pajangan di dinding ruangan itu.
" Ya ampun pria ini benar-benar punya selera yang bagus..."ucap Jesslyn.
" Tentu saja Jess apa guna dari uang yang dia dapatkan jika seleranya masih buruk..." ucap Brianna.
" Ha ha ha ... Kau benar..."
Royce pun datang dengan tergesa setelah pelayannya mengatakan ada yang mencarinya .
" Maaf nona nona karena sudah membuat kalian menunggu...." ucap Royce.
" Tidak apa-apa tuan Royce kami juga belum lama disini...." ucap Brianna.
Melihat lambang pada jubah gadis yang sedang berbicara dengannya membuat pria bertubuh gempal dan botak itu gugup karena tahu gadis ini bukan orang sembarangan.
Jesslyn yang melihat wajah Royce pun menahan tawanya karena ekspresi pria itu sangat konyol.
" Hei.... kenapa kau diam saja ..." Ucap Jesslyn, mulai tak sabar menunggu.
" Ah... Maafkan saya nona apa yang bisa saya bantu..." ucap Royce.
" Aku ingin informasi..."
Jawab Brianna singkat.
" Informasi tentang apa nona katakan saja aku akan berusaha mendapatkannya tapi...." ucap Royce.
Kata-kata pria itu menggantung karena ia sempat ragu mengucapkannya karena kedua gadis di hadapannya itu memiliki aura yang mendominasi.
" Kenapa kau butuh waktu selama itu hanya untuk bicara apa otakmu bermasalah...!" ucap Jesslyn.
Ucapan Jesslyn membuat pria itu semakin gugup dan takut.
" Mak..maksud saya..."
" Tenang saja tuan Royce kau ingin imbalan bukan, kau akan dapat imbalan yang pantas jadi jangan membuat ku kecewa..." ucap Brianna.
" Baiklah nona aku bersedia hehe..." ucap Royce.
" Cihh..dasar mata duitan..." Ucap Jess
" Aku ingin informasi tentang siapa saja penyihir dan ahli ramuan di Louisville, yang akhir-akhir ini bertemu dengan orang misterius..." ucap Brianna.
" Itu agak sulit tapi bukan tidak bisa di lakukan , saya berjanji nona akan membawakan informasi secepatnya beri saya waktu ..." ucap Royce.
" Baiklah dalam kotak ini ada 50 buah kristal iblis istimewa, aku akan memberikan sisanya saat informasinya sudah kau dapatkan...." ucap Brianna.
" Baiklah nona terima kasih..." ucap Royce.
__ADS_1
...****************...
...----------------...