Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Penyelamat yang Sangat Tampan


__ADS_3

Brianna masih terus memaksa pria itu berbicara namun sepertinya pria itu tidak akan mengatakan apapun.


Pria misterius itu membuka mulutnya tapi bukan untuk berkata jujur melainkan untuk mengucapkan mantra meledakkan dirinya sendiri.


Brianna tidak sempat menjauh ia terpental jauh dari atas permukaan tanah. Sekuat apapun jika jatuh dari ketinggian seperti itu pasti akan remuk hal ini juga di ketahui Brianna.


* Astaga.... Apa aku akan mati disini * batin Brianna.


Tenaga Brianna juga terkuras karena pertarungan dan ledakan itu membuat sekujur tubuhnya lemas.


Saat Brianna berfikir bahwa ia akan benar-benar jatuh ada sosok yang menangkap tubuhnya. Brianna terkejut karena gelap ia tidak bisa melihat siapa yang menolongnya.


" Apa kau baik-baik saja nona Brianna...."


" Tuan Michael ..."


" Ya aku mengejar mu kemari nona Brianna, tapi maaf sepertinya aku datang terlambat..." ucap Michael.


" Tidak apa-apa terima kasih jika tuan Michael tidak datang aku pasti sudah remuk..." ucap Brianna.


Brianna ingin turun dari gendongan pria yang wajahnya tidak lagi tertutup tudung itu tapi tidak terlihat jelas karena keadaan di hutan itu sangat gelap.


" Kau tidak bisa turun nona Brianna sepertinya ledakkan tadi membuat mu kehilangan banyak tenaga dan sekarang tubuhmu pasti lemas..." ucap Michael.


" Baiklah sepertinya aku akan merepotkan tuan Michael...." ucap Brianna.


" Dengan senang hati .... Ohh ya dimana kuda nona....?" tanya Michael.


" Aku mengikatnya di sekitar sini...." ucap Brianna.


Setelah menemukan kuda hitam itu Michael naik dengan mendudukkan Brianna di depan dan ia duduk di belakang sambil memeluk Brianna agar tidak jatuh.


" Tunggu dulu... Bagaimana dengan kudamu..." ucap Brianna heran.


" Aku tidak membawanya kemari..." ucap Michael santai.


" Lalu bagaimana kau bisa mengejar ku secepat itu...." ucap Brianna.


" Teleportasi...." ucap Michael.


" Kau bisa melakukan teleportasi tuan Michael..." tanya Brianna.


" Ya itu keistimewaan ku, aku ingin melakukannya lagi tapi itu membutuhkan banyak tenaga jadi maaf sepertinya kita harus menunggang kuda ...." ucap Michael.


" Tidak apa-apa tapi kenapa kau menolongku..." ucap Brianna.


" Karena aku ingin nona Brianna...." ucap Michael.


" Panggil Brianna saja..." ucap Brianna.


" Baiklah karena aku ingin Brianna...." ucap Michael .


" Tapi ini akan membuatmu dalam bahaya tuan Michael...'' ucap Brianna.


" Aku tidak keberatan asal kau memanggil namaku saja karena panggilan tuan itu membuatku terdengar sangat tua...." ucap Michael.


" Pufft...... Baiklah Michael ya .... Terima kasih...." ucap Brianna menahan tawa.


" Sama-sama Brianna...." ucap Michael.


Mereka terus berkuda kembali ke kota Louisville. Perjalanan itu di selingi obrolan di antara mereka entah mengapa Brianna merasa nyaman bicara dengan Michael.


Setelah beberapa saat berkuda mereka semakin dekat dengan kota. Karena pencahayaan semakin terang dan saat Brianna mendongak melihat wajah penyelamatnya.


Brianna terdiam. Rambut keperakan dan mata biru paling indah yang pernah Brianna lihat, dengan hidung dan tulang pipi yang membuat wajah Michael terlihat sempurna di tambah bibir yang di hiasi senyuman mempesona.


Satu hal yang di pikirkan Brianna.


* Wajah yang mampu membuat Para dewa menangis iri *


Tampan bahkan sangat tampan dan melihat ekspresi orang-orang yang melihat mereka Brianna tau penilaiannya tidak salah.


Setelah sampai Michael pun turun dan langsung menggendong Brianna ala bridal style.


" Michael sepertinya lebih baik kau turunkan aku...." ucap Brianna.


" Kenapa apa kau malu Brianna..." ucap Michael.


" Tidak...hanya saja kau pasti lelah bukan..." ucap Brianna.

__ADS_1


" Tidak, kau bahkan lebih ringan dari selimut bagaimana aku bisa lelah Brianna...." ucap Michael.


Semua orang menatap mereka dengan pandangan kagum, mereka seperti melihat mahakarya.


Mereka melihat pasangan serasi di mana yang satu sangat tampan dan yang satu lagi sangat cantik.


Tak di pungkiri pandangan orang-orang itu berhasil membuat Brianna malu dan tidak nyaman. Brianna pun menyembunyikan wajahnya di dada Michael. Hal itu membuat Michael tersenyum.


* Sepertinya aku benar-benar menyukainya, ibu aku sudah menemukannya, my mate. *


batin Michael .


" Brianna apa kau baik-baik saja apa yang terjadi padamu...." ucap Jesslyn.


Jesslyn panik melihat Brianna kembali di gendong oleh orang asing yang tidak ia kenal.


Ia tahu sahabatnya itu bukan orang yang suka di perlakukan seperti itu jika ia baik-baik saja.


" Aku baik-baik saja Jess tenanglah..." ucap Brianna.


" Kalau baik-baik saja kau tidak akan di gendong oleh....ehhh kau siapa !!!


" Aku Michael nona Jesslyn ...wahh kau tidak mengenaliku ya..." ucap Michael.


" Ohhh.... Sekarang aku mengenalimu karena kau menyebalkan...." ucap Jesslyn.


" Sebaiknya kita bawa Brianna istirahat dan kita harus mengobatinya...." ucap Michael.


" Apa separah itu...." ucap Jesslyn.


" Ya dia bersentuhan langsung dengan iblis yang meledakkan diri jika dia manusia biasa pasti sudah mati..." ucap Michael.


" Apa...!!! Kau sudah gila ya Brianna....! " ucap Jesslyn terkejut.


" heii...! Aku juga tidak tahu kalau dia akan mengorbankan dirinya demi tuannya itu..." ucap Brianna.


" Ya sudah ayo kita bawa dia ke dalam..." ucap Jesslyn.


Mereka masuk ke dalam rumah Royce dan membaringkan Brianna di kamarnya.


Setelah meletakkan Brianna di tempat tidur ia mengeluarkan kekuatannya untuk mengobati Brianna .


" Apa kau benar-benar bisa mengobatinya..." ucap Jesslyn.


" Panggil aku Jess saja atau aku akan memukul kepala mu dengan kayu bakar perapian...!!" ucap Jesslyn kesal.


" Astaga .... Baiklah Jess bisakah aku mengobatinya sekarang ..." ucap Michael.


" Tolong selamatkan dia..." ucap Jesslyn lirih.


" Tentu Jess jangan khawatir..." ucap Michael.


Michael mengeluarkan cahaya biru dari tangannya dan menyalurkannya pada tubuh Brianna.


Cahaya biru menyelubungi tubuh Brianna dan mulai mengobati luka luar dan dalam gadis yang terbaring lemah itu.


Jesslyn tidak berhenti mondar-mandir di dekat tempat tidur sambil terus memperhatikan Michael dan Brianna ia sangat khawatir karena Brianna terlihat pucat dan tubuhnya sedingin es.


Setelah cukup lama Brianna mulai pulih wajahnya tidak lagi pucat dan tubuhnya tidak lagi dingin tapi gadis itu belum sadarkan diri.


" Bagaimana apa sudah selesai apa dia baik-baik saja...." ucap Jesslyn.


" Ya aku membuat dia tertidur untuk mengistirahatkan tubuh nya...." jawab Michael.


" Huuhhh.... Syukurlah aku kira dia pingsan ...." ucap Jesslyn.


Setelah beberapa saat Brianna terbangun dan merasakan tubuhnya tidak selemah seperti sebelumnya.


" Kau sudah sadar bagaimana apa masih terasa sakit ...." ucap Jesslyn masih terdengar panik.


" Tidak Jess aku sudah jauh lebih baik tapi siapa yang mengobati ku...." ucap Brianna lirih.


" Dia yang mengobati mu..." ucap Jesslyn.


Brianna menoleh melihat pria tampan yang menolongnya itu tertidur dengan posisi duduk di kursi dan terlihat lelah.


" Jadi dia juga mengobati ku..." ucap Brianna.


" Ya sepertinya kekuatannya lumayan..." ucap Jesslyn.

__ADS_1


" Bukan hanya lumayan Jess tapi luar biasa bahkan aku mungkin tidak bisa melawannya..."ucap Brianna.


" Benarkah ..." ucap Jesslyn sedikit terkejut.


" Ya ... Bisa teleportasi, kekuatan yang berlimpah, bisa mengobati luka dalam dan sepertinya dia bisa melihat jelas dalam gelap..." ucap Brianna.


" Sehebat itu ... Tapi apa dia tidak berbahaya untuk kita Brianna ..." ucap Jesslyn.


" Aku juga tidak tahu Jess hanya saja entah kenapa intuisi ku mengatakan dia tidak berbahaya...." ucap Brianna.


" Yahh kita lihat saja kedepannya untuk sementara waktu kita harus mengawasi nya..." ucap Jesslyn.


" Ya kau benar..." ucap Brianna.


Michael mendengar apa yang di bicarakan oleh dua gadis itu karena ia sudah terbangun tapi tetap memejamkan matanya.


Michael merasa senang setidaknya Brianna tidak mencurigainya.


Pria itu pun membuka mata dan terkejut melihat Brianna sudah bangun tentu ia melakukan itu agar tidak terlihat jika ia sudah bangun dari tadi.


" Ohh kau sudah bangun bagaimana apa sudah lebih baik..." ucap Michael.


" Ya terima kasih Michael berkatmu aku baik-baik saja...." ucap Brianna.


" Sama-sama Brianna, aku senang kau baik-baik saja...." ucap Michael.


" Siapa kau sebenarnya Michael kekuatanmu terlalu luar biasa untuk ras campuran bukan...." ucap Brianna.


" Aku sama seperti kalian hanya saja teleportasi itu keistimewaan ku dan untuk kekuatan aku berlatih keras untuk itu Brianna...." jawab Michael.


" Benarkah... Itu luar biasa ..." ucap Brianna.


" Kau juga luar biasa kuat Brianna hanya sedikit tergesa-gesa...." ucap Michael.


" Ya aku akui kali ini aku sangat ceroboh dan tidak berpikir panjang ...." ucap Brianna.


" Tidak apa-apa tapi jangan seperti ini lagi Brianna itu bisa membuatmu terluka atau bahkan tewas kau harus hidup untuk tujuanmu kan...."ucap Michael.


" Ya kau benar.... Tunggu apa maksudmu..." ucap Brianna sedikit waspada.


" Seperti yang kau pikirkan aku tau apa yang sedang kalian lakukan...." ucap Michael.


" Memangnya apa yang akan kami lakukan...." selidik Brianna.


" Mencari penyebab dan memperbaiki segel cahaya bukan...." ucap Michael tenang.


" Dari mana kau bisa tau hal ini...." ucap Brianna.


" Karena aku tau siapa kau Brianna Laurent, putri dari tuan Cristasius Laurent penjaga segel cahaya...." ucap Michael.


" Kau mengenal ayahku..." tanya Brianna.


" Ya aku mengenalnya dia teman yang baik..." jawab Michael.


" Bagaimana kau bisa berteman dengannya...?" tanya Brianna.


" Semua itu berawal ketika ayahmu menolongku saat aku terluka di hutan Other World, setelah itu kami berteman dia juga banyak bercerita tentang mu...." ucap Michael.


" Bukankah kau terlalu muda untuk berteman dengan ayahku...." ucap Brianna.


" Ha ha ini Other World Brianna kau lupa di dimensi ini selama kita tidak di bunuh atau bunuh diri kita tidak akan menua..." ucap Michael.


" Aahh.... ya kau benar aku hampir melupakan itu.... Tapi kenapa kau tidak mengatakan ini saat kita pertama kali bertemu...." tanya Brianna.


" Saat itu situasinya tidak memungkinkan Brianna suasana hatimu sedang buruk saat itu dan aku yakin jika saat itu aku langsung bicara kau pasti tidak akan percaya ....." ucap Michael.


" Masuk akal ....." ucap Brianna.


" Aku sudah menjawab pertanyaan mu sekarang sudah waktunya kau istirahat Brianna ...." ucap Michael.


" Tapi aku baru saja bangun...." ucap Brianna.


" Jess aku serahkan dia padamu aku yakin kau bisa membuatnya tertidur...." ucap Michael.


" Ohh kau tenang saja dia akan tidur ...." ucap Jesslyn.


" Baiklah aku harus kembali ke penginapan dan kau harus istirahat besok aku ingin mengatakan sesuatu...." ucap Michael.


Michael keluar dari ruangan itu dan pergi kembali ke penginapan yang sudah ia sewa .

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2