
Brianna dan Jesslyn menatap pria yang beberapa tahun menjaga Olivia itu.
" Maafkan aku nona Brianna Laurent tapi Olivia tidak bisa ikut bersama kalian karena itu sangat berbahaya, sebagai orang yang di tugaskan melindunginya aku berhak melarangnya...."
" Baiklah tapi tidak perlu menatap kami seperti itu Edward..."
Jesslyn mulai kesal karena pria itu seakan-akan menyiratkan ia dan Brianna akan membuat Olivia terluka dengan sengaja.
" Maaf jika itu menyinggung mu Jess, tapi aku tetap tidak akan membiarkan Olivia pergi bersama kalian, aku rasa kalian masih mengerti kata-kata ku bukan..."
Ucapan sarkas itu membuat emosi Jesslyn meledak ia tak bisa menahan dan hendak maju melawan Edward. Sampai Brianna bersuara.
" Cukup...!!"
Suara keras dan kilatan cahaya kemerahan yang muncul di mata senja Brianna menandakan sang pemilik mulai terusik.
Jesslyn yang melihat hal itu pun langsung mengurungkan niatnya karena ia tau sahabatnya itu akan semakin marah jika ini terus berlanjut.
" Dengar Edward, kami kemari untuk mengajaknya bukan memaksanya,Dan lagi pula tugasmu hanya melindunginya bukan mengekangnya , aku muak dengan sikapmu itu ...!!" ucap Jesslyn.
" Apa di matamu aku selemah itu jika memang begitu ayo lawan aku jika kau mampu mematahkan satu saja segel ku aku akan mengakui mu..." ucap Brianna setelah sejak tadi diam.
Edward hanya diam ia masih terkejut karena gadis yang biasanya sangat tenang itu terlihat mengeluarkan aura membunuh yang mengerikan.
" Brianna aku mohon tenangkan dirimu tolong maafkan Edward dia hanya ingin melindungi ku . Setelah dia tenang aku akan membujuknya agar dia mengizinkanku ikut denganmu..." ucap Olivia.
" Itu tidak perlu Olivia kau tidak perlu membahaya kan dirimu demi kami, ayo Jess kita pergi...." ucap Brianna.
" Baiklah jaga dirimu Olivia kami pergi dulu...." ucap Jesslyn.
" Tunggu Brianna aku mohon maafkan aku..." ucap Olivia.
" Kau tidak salah Olivia kami yang salah karena datang kemari...." Ucap Jesslyn
" Untuk tuan Edward jaga Olivia baik-baik jika dia terluka aku akan kemari dan membunuhmu..."ucap Brianna yang sudah berbalik tanpa menatap.
Ucapan Brianna yang penuh penekanan di setiap kata ditambah aura mendominasi yang kuat membuat Edward kehilangan keberanian dan memilih diam.
Brianna dan Jesslyn keluar dari ruangan dan kembali menunggangi kuda melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. Tempat yang mereka tuju adalah Devil Hell.
Devil Hell hanya lah sebuah nama,tempat itu tidak lain adalah pasar gelap ala Other World dimana transaksi antar ras sudah biasa terjadi di sini.
Petir keunguan yang merusak segel cahaya itu sangat kuat. Kekuatan itu bisa di dapat dengan menggunakan kristal iblis dalam jumlah besar.
Kristal iblis tidak bisa di beli sembarangan karena kelangkaannya.
Oleh sebab itu mereka datang ke Devil Hell tempat dimana semua boleh di beli asal mampu membayarnya atau menukar dengan barang yang setara.
Setelah beberapa saat mereka sampai di tempat yang ramai ini.
" Ayo jess... Pasti ada sesuatu yang bisa kita temukan di sini ...." ucap Brianna.
" Oke kita bisa bertanya apa ada orang misterius akhir-akhir ini, tapi jika mereka tidak ingin memberi tahu ...." ucap Jesslyn.
" Bunuh saja...." Ucap Brianna dan Jesslyn bersamaan .
Mereka menyusuri bagian senjata dan kristal, setelah melihat toko yang menjual kristal iblis yang paling besar di Devil Hell.
__ADS_1
Mereka turun dan masuk, dengan alasan membeli mereka berusaha menggunakan kesempatan ini untuk menggali informasi dari para pelayan toko.
" Silahkan masuk nona nona, apa yang bisa aku bantu...." sapa pelayan.
" Kami tidak butuh bantuan kami butuh kristal iblis semakin banyak semakin bagus...."ucap Jesslyn.
" Maaf nona untuk jumlah di atas 100 buah kami tidak bisa menyediakan ya karena stok kami terbatas ...."
" Aku kira toko ini sudah terbiasa menangani transaksi dalam jumlah besar...." ucap Brianna.
" Tentu saja kami terbiasa nona hanya saja permintaan kristal iblis meningkat akhir-akhir ini karena itu stok kami juga kewalahan...."
Briana dan Jesslyn saling menatap kemudian mengangguk kan kepala Sepertinya mereka mendatangi tempat yang tepat. Jesslyn mendekat dan berbisik pada Brianna .
" Kau cari informasi darinya aku akan urus pelayan lain...."bisik Jesslyn.
" Trims Jess aku berhutang budi padamu...." ucap Brianna.
" Santai saja mereka bukan apa-apa..."ucap Jesslyn.
Setelah Jesslyn sibuk mengalihkan perhatian pelayan lain, Brianna mulai aksinya.
" Kau bilang ada membeli kristal iblis dalam jumlah besar akhir-akhir ini ...."tanya Brianna.
" I..iya nona ...."
" Kau ingin bicara jujur atau harus aku paksa...." ucap Brianna .
Ucap Brianna datar dan dingin. Ekspresinya tidak berubah hanya saja aura mendominasinya membuat pelayan itu ketakutan.
" Jawab lah aku akan melepaskan mu asal kau bisa bekerja sama...."ucap Brianna.
" Siapa orang itu...."
" Maaf nona kami juga tidak tahu siapa orang itu dia juga memakai jubah bertudung.."
" Jadi kalian tidak tau identitas mereka..." ucap Brianna.
" Tidak nona itu peraturan tidak tertulis di Devil Hell transaksi tidak harus saling mengenal untuk menjaga privasi..."
" Ha..ha... Benarkah..." ucap Brianna.
Secepat kilat Brianna mendorong pelayan itu dengan kekuatannya hingga terpojok ke dinding toko, ia juga mengucapkan mantra penyegel gerakan yang membuat pelayan itu tidak bisa berkutik.
* Siapa gadis ini bagaimana hanya ras campuran bisa memiliki kekuatan yang mengerikan seperti ini * batin pelayan itu ketakutan.
" Masih belum ingin bicara, sepertinya kau tidak begitu menghargai hidupmu ya. Baiklah aku akan bantu kau mengakhiri nya..."ucap Brianna dingin.
" Tidak...!! Tidak jangan lakukan itu . Maafkan aku nona aku akan bicara ...aku akan bicara..."
" Bagus mulailah pastikan kau jujur atau terima akibatnya..."
" Sekitar dua pekan yang lalu orang misterius itu datang kemari dia hanya menyebutkan nama dengan inisial nya A dan dari suara dan perawakan tubuh meskipun tertutup jubah saya bisa memastikan kalau dia wanita..."
" Apa hanya itu ...?" tanya Brianna.
" Ada hal lain nona saya melihat sesuatu berbentuk seperti sulur berwarna hijau di kedua pergelangan tangannya itu saja yang saya tau nona....."
__ADS_1
Briana terdiam dan berpikir harga kristal iblis sangat mahal dan pelaku itu bisa membelinya dalam jumlah yang besar , dapat di simpulkan identitasnya pasti tidak sederhana.
" Nona tolong ampuni saya... Saya sudah berkata jujur bisakah nona melepaskan segel ini..."
" Kau tidak dalam keadaan bisa bernegosiasi..." ucap Brianna.
" Jess...."
" Apa sudah selesai ...." ucap Jesslyn.
" Ya... Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan..." ucap Brianna.
" Tentu ....dengan senang hati....
Hei...! tatap mataku..." ucap Jesslyn.
Pelayan itu menuruti apa yang di katakan Jesslyn dan setelah menatap mata yang cantik itu ia langsung tidak sadarkan diri.
" Kau tidak membunuhnya kan..." ucap Brianna .
" Tidak... Meskipun aku ingin, aku hanya membuatnya melupakan kejadian ini...." ucap Jesslyn.
" Bagus kita masih membutuhkannya..." ucap Brianna.
Brianna memasang segel pengintai di tubuh pelayan itu, sehingga saat pelayan itu bertemu lagi dengan orang misterius itu Brianna pasti merasakannya.
" Ayo kita keluar dan cari di toko lain..."ucap Brianna.
" Hei... Nona apa kau tidak lelah kau ini terbuat dari batu ya..." ucap Jesslyn.
" Oke oke kita cari tempat makan dan istirahat..." ucap Brianna kemudian.
" Itu harus atau kau akan menggendongku setelah ini menghapus memori orang lain membuang banyak tenagaku tau..." ucap Jesslyn sembari mendengus kesal.
Mereka pun mutuskan untuk mencari tempat istirahat setelah menemukan restoran ala abad pertengahan yang cukup menarik.
Karena sedang ramai ternyata restoran itu sudah penuh sampai mereka harus bergabung dengan seorang pria yang menggunakan jubah sama seperti yang di kenakan Brianna hanya saja berwarna hitam polos .
" maaf apa tuan berkenan berbagi meja dengan kami karena meja lain sudah penuh..." ucap Brianna sopan.
" Kenapa kita harus bertanya meja ini kan bukan miliknya..." ucap Jesslyn.
" Jess tolong jaga ucapanmu..." ucap Brianna.
" Duduklah" ucap pria yang sedari tadi diam itu.
Mereka pun duduk dan mulai menikmati hidangan, Jesslyn yang sibuk dengan makanannya, pria yang diam mematung dan Brianna yang tenang namun pikirannya jauh menerawang apa yang sedang terjadi.
" Kau terlihat sangat tenang nona..." ucap pria misterius.
" Apa maksud anda tuan...?" tanya Brianna.
" Kau sangat tenang padahal berdekatan dengan orang yang baru saja kau temui...." ucap pria misterius.
" Kalau kau macam-macam aku hanya harus menyegel mu dan mengirim mu ke neraka..." ucap Brianna tenang.
Ucap Brianna tetap dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Ketenangan Brianna membuat pria itu mulai tertarik padanya.