
Cukup lama Michael menyelam dan ia belum juga kembali. Tentu saja hal itu membuat ke dua gadis di tepian telaga itu khawatir.
Setelah beberapa saat Michael muncul ke atas dengan membawa sebuah peti yang cukup besar.
" Kenapa kau lama sekali Michael apa ada hal buruk di dalam sana..." Ucap Brianna.
" Tidak hanya saja ternyata telaga ini sangat dalam Brianna aku sampai terkejut saat menyelaminya apa lagi dengan tepian sekecil ini..." Ucap Michael.
" Tenanglah Brianna Michael sudah di sini..." Ucap Jesslyn dengan nada menggoda.
" Ohh ayolah Jess jangan mulai ..." Ucap Brianna.
Jesslyn tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi kesal Brianna.
" Aku baik-baik saja Brianna ayo kita masuk..." Ucap Michael lembut dengan senyum mautnya.
" Tentu ayo masuk dan kau juga harus mengganti pakaian mu Michael..." Ucap Brianna yang kemudian berjalan lebih dulu.
Michael tersenyum melihat Brianna yang mulai menjauh. Sedangkan Jesslyn hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
" Astaga mereka terlihat seperti anak remaja yang baru jatuh cinta manis sekali..." Ucap Jesslyn.
Mereka kembali masuk ke dalam rumah.
Brianna membuat teh khusus dengan tambahan beberapa herbal yang menghangatkan tubuh.
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Michael turun dan menemui Brianna di dapur.
Michael menatap Brianna yang sedang menyiapkan teh untuk mereka juga makan siang yang sudah mereka lewatkan.
" Heii, butuh bantuan ...?" Tanya Michael lembut.
" Ohh kau sudah selesai, aku butuh sedikit bantuan untuk membawa semua makan siang ini dan juga teh ke meja makan..." Ucap Brianna.
" Baiklah aku akan membantu mu ..." Ucap Michael.
Mereka berdua menata makanan yang sudah mereka bawa.
" Di mana Jess aku tidak melihatnya sejak tadi..." Tanya Michael.
" Dia bilang ingin istirahat sebentar di kamar, aku akan melihatnya sekarang kau tunggu saja di sini..." Ucap Brianna.
" Yah baiklah ..." Ucap Michael mengangguk lucu.
Melihat itu membuat Brianna ingin tertawa tapi ia menahannya dan hanya tersenyum.
Ia kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka di mana Jess sedang istirahat .
Brianna dan Jesslyn pun turun dan bergabung dengan Michael di meja makan.
Karena mereka memang sudah lapar mereka langsung makan dengan tenang.
Sup dan roti lapis juga salad itulah menu makan siang mereka. Sederhana karena bahan yang terbatas juga karena tidak cukupnya waktu untuk membuat masakan lainnya.
Setelah selesai makan Brianna dan Jesslyn membereskan meja makan. Michael mengangkat peti besar yang mereka temukan di dasar telaga.
" Kenapa aku merasa hal buruk akan terjadi..." Ucap Michael lirih.
Michael masih terlarut dalam pikirannya. Ya, karena hatinya gelisah saat ini dan firasatnya terus mengatakan akan ada bahaya yang datang.
Michael berusaha membuka peti itu namun ada sihir pelindung yang sangat kuat dan itu membuat Michael kualahan.
__ADS_1
" Ada apa Michael...?" Tanya Brianna.
Brianna mendekat ke arah Michael ia penasaran apa yang membuat pria yang sangat kuat ini terlihat lelah.
" Peti ini di lindungi sihir kuno dari penyatuan darah Brianna dan untuk membukanya akan sedikit merepotkan..." Ucap Michael.
" Apa maksudmu merepotkan..." Ucap Jesslyn yang datang tiba-tiba.
" Yahh kita harus mengalahkan sihir yang cukup kuat itu atau harus menemukan darah yang sama..." Ucap Michael.
" Kita tidak bisa mengalahkan sihir yang di buat dengan tekad dan pengorbanan Michael..." Ucap Brianna.
" Kita tidak bisa tapi Jess bisa..." Ucap Michael.
" Apa maksudmu, bagaimana aku bisa melakukannya..." Tanya Jesslyn.
" Apa maksudmu mungkin saja darah itu milik kedua orang tua Jess Michael..." Ucap Brianna.
" Ya Brianna karena aku merasa sihir ini bukan sihir jahat atau semacamnya ..." Ucap Michael.
" Kalau begitu darahku seharusnya bisa di gunakan untuk membukanya..." Ucap Jesslyn.
" Yahh kurasa begitu Jess..." Ucap Brianna.
" Baiklah ayo kita coba ..." Ucap Jesslyn.
" Kau yakin ini akan sedikit menyakitkan..." Ucap Brianna.
" Ya sangat yakin..." Ucap Jesslyn.
" Baiklah ayo ..." Ucap Michael dan Brianna.
Saat tiba di hadapan peti besar itu Jesslyn mengeluarkan belati miliknya dan menyayat sedikit telapak tangannya.
Sedangkan Michael dan Brianna yang mengawasi dari belakang.
Darah yang menetes tepat mengaliri bagian atas peti. Brianna yang melihat banyaknya darah yang keluar dari tangan Jess mulai khawatir.
" Jess akan baik-baik saja Brianna tenanglah..." Ucap Michael.
" Yahh dia gadis yang tangguh ini pasti tidak akan membuatnya terluka parah..." Ucap Brianna.
" Tapi Brianna aku punya firasat buruk..." Ucap Michael.
" Aku juga merasakan nya, apa kita melakukan kesalahan dengan mencari tahu kebenaran ini Michael..." Ucap Brianna.
" Aku juga tidak tau aku harap tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada kita ..." Ucap Michael.
Jesslyn merasa sedikit pusing setelah melukai tangannya.
Pasti itu mulai bersinar dan perlahan terbuka. Jesslyn melangkah mundur.
Setelah terbuka mereka dapat melihat dengan jelas di dalam peti itu benar-benar ada potongan batu lukisan yang mereka cari.
" Akhirnya kita menemukan nya ..." Ucap Brianna.
" Yahh kau benar walaupun sangat melelahkan..." Timpal Jesslyn.
" Baiklah ayo kita lengkapi lukisan itu ..." Ucap Michael.
Mereka mengangguk bersamaan dan setelah itu mereka menuju ke ruangan itu.
__ADS_1
Setelah tiba dan masuk ke dalam kini mereka bersiap menyatukan kembali potongan lukisan yang hilang.
Satu demi satu mereka letakkan kembali ke tempatnya dan ketika tiba giliran potongan batu terakhir mereka terdiam dan saling menatap.
Mereka mengangguk lalu meletakkan yang terakhir dan kini lukisan itu utuh.
Tampak lukisan dua orang yang mungkin sangat berarti untuk Jesslyn.
" Kalau mereka benar orang tuamu pasti ada sesuatu yang mereka siapkan untuk mu Jess..." Ucap Brianna.
" Benarkah kenapa kau bisa berpikir seperti itu Brianna..." Tanya Jesslyn.
" Tidak mungkin mereka menyimpan hal kecil dengan perlindungan serumit ini..." Ucap Brianna.
" Ya yang dikatakan Brianna benar pasti ada sesuatu di balik ini..." Ucap Michael.
Cahaya hijau bersinar sangat terang di susul getaran saat perlahan-lahan dinding batu itu bergeser.
Mereka melihat lorong yang cukup panjang .
" Ayo kita masuk dan lihat apa hasil dari usaha melelahkan kita ..." Ucap Jesslyn.
Brianna dan Michael pun mengangguk dan mereka mulai melangkah masuk. Saat mereka melangkahkan kaki ke dalam seketika obor di dinding lorong menyala satu persatu.
Pemandangan itu cukup membuat Jesslyn terkejut.
" Sepertinya kau lahir dari ahli pengendali pikiran yang luar biasa Jess ..." Ucap Brianna tenang.
Walaupun nampak tidak memberikan ekspresi apapun tapi mata Brianna menatap kagum.
Mereka berjalan menyusuri lorong yang cukup megah dengan dinding batu kehijauan dan ukiran-ukiran emas yang sangat indah di setiap pilarnya.
" Sepertinya aku akan bisa bersenang-senang satu pekan di pusat Other World hanya dengan menjual salah satu pilar ini..." Ucap Jesslyn.
" Apa kau sudah gila ini bukan ukiran biasa kau mungkin akan jadi kaya raya jika benar-benar menjualnya..." Ucap Michael.
" Wahhh kau membuatku jadi sangat ingin menjualnya..." Ucap Jesslyn.
Brianna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua orang itu.
* Bagaimana bisa mereka berpikir untuk menjual pilar lorong yang kelihatanya bahkan tidak mungkin bisa di rusak ini * batin Brianna.
Semakin jauh mereka berjalan mereka mulai melihat sesuatu di ujung lorong. Ketika mereka benar-benar mendekat tampak patung wanita yang cukup besar dengan timbangan di tangannya.
Patung itu terbuat dari perunggu yang membuatnya terlihat sangat kuat dan indah.
" Apa lagi ini..." Ucap Jesslyn dengan nada frustasi.
" Sepertinya ini salah satu kunci agar kita bisa masuk Jess ..." Ucap Brianna.
Tampak di timbangan itu terdapat lukisan lingkaran dan juga hati.
" Apa kau mengerti apa arti lukisan ini Brianna...?" Tanya Jesslyn.
" Entahlah perlu waktu untuk memikirkannya tapi sepertinya ini tentang hubungan atau semacamnya..." Ucap Brianna.
" Apa aku harus memberikan darahku juga...?" Tanya Jesslyn.
Seketika Jesslyn mengeluarkan belatinya dan hendak kembali melukai telapak tangannya.
" Tunggu ...!!" Seru Brianna.
__ADS_1
...****************...
...----------------...