Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Kenangan Indah


__ADS_3

Brianna dan Jesslyn tengah bersiap-siap untuk meninggalkan kota yang beberapa waktu terakhir menjadi tempat tinggal mereka itu.


Brianna selesai berkemas dan turun menuju ruang tengah. Di ruang tengah sudah ada seorang pria dengan stelan ala bangsawan.


Pria yang terlihat sangat tampan itu tengah duduk dan berbicara dengan Royce.


Rambut keperakan di padu dengan mata yang indah dan jangan lupa wajah menawan yang pasti akan memikat mata yang melihatnya.


Pria itu sadar akan keberadaan Brianna dan menghentikan obrolannya lalu berkata.


" Kau sudah siap Brianna..."


" Tentu...sepertinya kau sangat bersemangat Michael ..." Ucap Brianna.


" Kenapa tidak aku akan mendampingi penjaga segel cahaya yang luar biasa tentu saja aku bersemangat...." Ucap Michael mantap tak lupa dengan senyum maut nya.


Brianna tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Michael .


" Kau sangat pandai berkata manis Michael pasti banyak wanita yang tergila-gila padamu..." Ucap Brianna kemudian.


" Mungkin, tapi aku hanya berkata manis untukmu Brianna..." Ucap Michael tanpa ragu.


Brianna sedikit kaget karena dari kata-kata pria tampan itu sangat terlihat ia tidak lagi menutupi ketertarikannya.


" Di mana Jesslyn..." Tanya Brianna mengalihkan topik pembicaraan.


Michael yang mengetahui itu tersenyum dan menjawab.


" Jesslyn sudah di depan mempersiapkan kudanya..." Jawab Michael .


" Baiklah ayo kita menyusulnya Michael kita harus bergegas..." Ucap Brianna serius.


" Baiklah ayo..." Jawab Michael.


" Tuan Royce terimakasih untuk semua pelayanan yang kau berikan aku tidak akan melupakan jasamu..." Ucap Brianna.


" Saya senang anda puas dengan pelayanan kami nona Laurent semoga perjalanan ini menuntun kalian lebih dekat dengan tujuan..." Ucap Royce.


" Terima kasih kami pergi..." Ucap Brianna.


" Izinkan saya mengantar kalian hingga ke gerbang kota Louisville..." Ucap Royce.


" Tentu jika kau menginginkannya..." Ucap Michael .


Brianna dan Michael berjalan beriringan terlihat sangat serasi dengan warna jubah yang senada.


Kali ini Michael juga mengenakan jubah putih dan itu membuat mereka seperti pasangan.


Royce yang mengikuti mereka dari belakang hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.


* Dasar anak muda * batin Royce.


Michael sesekali melirik wanita cantik yang berjalan di sebelahnya itu.


Warna kulit yang putih, hidung yang indah juga bibir yang menggoda. Sempurna.


Itulah yang ada di benak Michael saat ini.


*Makhluk bodoh mana yang mengatakan wanita ini manusia. Dengan wujud seperti ini ? mereka pasti buta.* Batin Michael.


Mereka sampai ditempat Jesslyn berada. Terlihat gadis dengan rambut coklat itu sedang sibuk memberi makan kudanya.


" Hai Jess ..." Ucap Brianna .

__ADS_1


" Ohh hai maaf aku tidak menunggumu di ruang tengah gadis abu-abu ku sepertinya sedang ingin di manja..." Ucap Jesslyn.


" Ada apa dengan Greta..." Tanya Brianna.


" Dia mogok makan..." Ucap Jesslyn terdengar frustasi.


" Apa kau sudah mencari tahu penyebabnya..." Tanya Brianna.


" Sudah tapi aku tidak menemukan apapun para pengurus itu juga kebingungan..." Jawab Jess.


Brianna mendekat dan membelai Greta. Kuda betina itu terlihat sehat tapi ia juga terlihat gelisah.


" Michael apa kau tahu apa penyebabnya..."


" Bukankah kau juga tahu Brianna ..."


" Yah aku hanya berpikir bahwa perasaan kuda ini sepertinya menyatu dengan Jesslyn..."


" Yapp kau benar..." Ucap Michael.


" Apa maksud kalian..." Jesslyn terlihat kebingungan.


" Sepertinya kuda ini mengerti apa yang kau rasakan Jess..." Ucap Brianna.


" Benarkah tapi bagaimana itu mungkin..."


" Itu tandanya kudamu juga bukan kuda biasa Jess..." Ucap Brianna.


" Wahh aku tidak berpikir sampai ke sana walaupun aku tau dia sangat hebat..."


" Di mana kau mendapatkan kuda ini Jess..." Tanya Michael.


" Di pelelangan aku melihat dia mengamuk dan saat itu dia berjalan ke arahku dan berdiri diam di depanku jadi aku membelinya..." Ucap Jesslyn santai.


" Tidak ..." Jawab Jesslyn singkat.


" Ayolah Jess..."


" Aku tidak gelisah aku hanya ingin segera sampai ke Dimelza agar semua sedikit lebih mudah untuk kita..." Ucap Jesslyn.


" Jess kau tidak perlu membebani dirimu dengan tugasku, cukup dampingi aku Jess itu sudah cukup untukku aku tidak memaksa kau harus jadi lebih tangguh dari sebelumnya..." Ucap Brianna lirih.


" Kau salah ini bukan hanya tugasmu Brianna kekacauan ini akan menghancurkan banyak dimensi dan aku rasa semua makhluk akan melakukan apa pun untuk melindungi tempat tinggalnya..." Jawab Jesslyn.


" Terima kasih Jess..." Ucap Brianna.


" Yahh tentu kita harus semangat Brianna sepertinya ada yang sangat ingin bertemu dengan kita bukan..." Ucap Jesslyn.


" Yah kurasa begitu..." Ucap Brianna.


" Hemm tapi sebelum itu tolong bantu aku membujuk Greta untuk makan atau kita akan terhambat..." ucap Jesslyn terdengar putus asa.


" Baiklah ayo kita bujuk gadis manis ini..." ucap Brianna sambil tertawa melihat keadaan temannya itu.


Brianna kembali menyentuh surai kuda abu-abu milik sahabatnya itu. Brianna terus melakukannya sampai kuda itu tidak lagi gelisah.


Setelah beberapa saat akhirnya Greta tidak lagi menolah makanannya.


" Akhirnya ...." Ucap Jesslyn lega.


Michael menatap mereka dari kejauhan. Ya, saat Brianna dan Jesslyn berbicara sebelumnya Michael memilih diam dan menjauh.


Ia merasa kedua gadis itu butuh waktu untuk bicara. Setelah melihat mereka berhasil membuat kuda yang gelisah itu kembali tenang Michael tersenyum.

__ADS_1


" Hei Michael kenapa kau sangat jauh di sana ..." Tanya Jesslyn sedikit berteriak.


" Tidak ada aku hanya ingin melihat saja..." Jawab Michael asal.


" Dasar aneh ..." Ucap Jesslyn.


" Kalian luar biasa kuda ini sepertinya tidak mudah tunduk selain pada tuan mereka. Hanya kuda terlatih yang bisa berprilaku seperti itu..." Ucap Michael.


" Jadi menurutmu kuda ini sudah di latih sebelumnya Michael..." Tanya Brianna.


" Ya dan mungkin bisa saja berasal dari kuda bangsawan kerajaan..." Jawab Michael.


" Wahhh benarkah...!!" Ucap Jesslyn antusias.


" Kenapa kau sangat senang bagaimana kalau dia datang dan mengambil kembali kuda ini..." Ucap Michael santai.


" Tentu saja aku akan memukul lehernya jika dia berani datang kemari..." Ucap Jesslyn kesal.


Brianna dan juga Michael tertawa mendengar apa yang Jesslyn katakan.


" Jelaskan kenapa kalian malah tertawa hemm ..." Ucap Jesslyn.


" Tidak ada hanya ingin saja ..." Jawab Michael seenaknya.


" Sudah cukup sepertinya Greta sudah selesai dengan makanannya ayo kita berangkat ..." Ucap Brianna yang melihat Jesslyn akan melanjutkan perdebatan mereka.


" Ya kau benar Brianna ayo..." Ucap Michael.


Melihat Michael tersenyum dan melihat tatapan pria itu saat menatap Brianna. Membuat Jesslyn semakin yakin Michael akan semakin berusaha keras untuk meluluhkan hati sahabatnya itu.


" Wah wah kalian terlihat seperti pasangan baru saja..." Ucap Jesslyn menggoda kedua orang itu.


" Ya ampun Jess kenapa kau mulai berkata aneh ayo kita berangkat ..." Ucap Brianna.


" Baiklah ayo..." Jawab Jesslyn sambil tersenyum.


Mereka mulai menunggangi kuda masing-masing. Sepanjang jalan menuju gerbang kota para penduduk menyapa dan mendoakan agar perjalanan mereka membawa keberhasilan.


Brianna mengamati kota yang hangat ini.


Kenangan yang indah.


Ya, Brianna kini mengerti kenapa ayahnya menyukai kota kecil ini.


Dan sepertinya ia sendiri juga mulai menyukainya.


Tak terasa kini mereka sampai di gerbang kota. Royce mengangguk hormat dan mereka pun memulai perjalanan kembali kepusat Other World .


Mereka kini memacu kudanya secepat mungkin untuk mempersingkat waktu.


Alasan kenapa mereka tidak menggunakan kemampuan teleportasi Michael adalah karena mereka terlalu banyak dan hal itu terlalu banyak menguras aura.


Mereka membutuhkan itu untuk kalau-kalau ada keadaan darurat.


Dibutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai pusat Other World. Lalu mereka juga harus mencari menara portal yang menghubungkan beberapa dimensi.


Brianna berkuda di urutan terdepan lalu di tengah Jesslyn dan Michael di belakang mereka.


Michael merasa harus terus berjaga-jaga kalua ada yang menyabotase perjalanan mereka.


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2