Seal Of Light And Darkness

Seal Of Light And Darkness
Pencarian dimulai


__ADS_3

Beberapa saat berbicara dengan temanya membuat Brianna sedikit lega. Ternyata banyak yang perduli padanya hal ini membuat Brianna semakin yakin ia bisa melewati ini.


" Baiklah apa yang bisa ku lakukan untukmu Brianna..."


" Aku membutuhkan kuda tapi bukan yang biasa Smith aku mau kuda yang cepat, tangguh, dan sudah terbiasa dengan semua medan di Other World...."


" Sepertinya aku punya satu kuda seperti yang kau inginkan,... ayo aku akan membawamu melihatnya..."


" Benarkah bagus kalau begitu tunjukan padaku ..."


Smith dan Brianna keluar rumah dan menuju ke kandang kuda milik Smith. Mereka melewati puluhan kandang kuda yang di huni puluhan kuda terbaik itu.


Setelah beberapa saat berjalan mereka sampai di kandang istimewa yang terletak di ujung lorong tersebut.


" Masuklah kau akan melihat keajaiban...."


Smith membawa Brianna masuk. Briana terdiam saat melihat se ekor kuda paling luar biasa yang pernah Brianna lihat. Kuda tinggi besar dan juga dilapisi bulu hitam yang membuat kuda itu terlihat gagah perkasa.


" Kudamu memang tak pernah mengecewakan, tapi yang satu ini luar biasa Smith..."


Seperti ada ikatan yang sudah di takdirkan, ketika Brianna mendekat kuda itu menundukkan kepala meminta gadis itu menyentuh surainya.


" Sepertinya dia menyukaiku...."


*Tentu saja siapa yang tidak menyukaimu Brianna* batin Smith, yang membuatnya tersenyum seketika.


" Sepertinya begitu butuh waktu berbulan-bulan dia baru mengizinkan aku mendekatinya dan sekarang dia mendekatimu seakan-akan menemukan tuan yang ia tunggu...."


" Wahhh... Padahal kau terkenal hebat menangani kuda itu tandanya si hitam ini sangat sulit di dekati ya...


" Saat aku menemukannya di hutan dia dalam keadaan terluka tapi dia tidak ingin ada yang menyentuhnya dia terus mengamuk, sampai aku harus memanggil ahli sihir dan membuatnya tertidur...."


" Sampai di paksa tidur dia benar-benar kuda yang tangguh ...."


" Jadi bagaimana apa kuda ini sesuai dengan apa yang kau mau..."


" Ya aku menginginkan kuda ini, berapa harganya Smith ..."


" Karena kau menyukainya dan sepertinya dia juga menyukaimu bawa lah kuda itu Brianna aku memberikannya padamu...."


" Ayolah Smith jangan bercanda ini tidak lucu..."


" Aku tidak bercanda aku tidak menginginkan uang... "


" Katakan apa yang kau inginkan...."


" Pastikan saja aku bisa membuka bar dan kau harus jadi pelanggan bar ku...."


" Tentu saja,... Kau akan membuka bar mu Smith aku janji...."


" Baiklah karena kau sudah berkata begitu dan soal menjadi pelanggan kau harus tetap hidup untuk itu kurasa....."


" Haha aku akan datang Smith , kau meremehkan ku..."


" Tentu tidak tapi berhati-hatilah Brianna musuhmu kali ini pasti tidak sederhana, dia bahkan mampu menyudutkan ayahmu..."


" Aku tau Smith tapi tak ada pilihan lain, aku akan berusaha sekeras mungkin setidaknya jika aku gagal aku sudah mencoba, bisakah kau bayangkan apa yang akan terjadi jika aku memilih diam...."


" Kehancuran..."

__ADS_1


" Karena itulah aku di sini Smith aku tidak ingin banyak anak yang kehilangan orang tua mereka hanya karena keegoisan yang rakus akan kekuatan..."


" Benar.... aku percaya padamu Brianna ....


Nasib kita semua bergantung padamu....


" Aku akan berusaha memenuhi harapan kalian, jika aku tak mampu itu berarti aku tak layak menggantikan ayahku dan juga hidup.


Aku pergi Smith jaga dirimu dan mulailah mempersiapkan bar barumu..."


" Jaga dirimu juga Brianna semoga berhasil dan sampai jumpa..."


Brianna meninggalkan Smith dengan menunggangi kuda barunya. Kuda yang di beri nama black wind itu membawa Brianna melewati Padang rumput dengan kecepatan yang mengagumkan.


Brianna menyadari kudanya mampu menghindari lubang dan tanah tidak rata dengan baik yang menandakan kuda itu benar-benar mengenal tempat ini.


Setelah beberapa saat berkuda dengan kemampuan black wind yang hebat dan sangat cepat Brianna sudah sampai di pusat kota Other World, yang merupakan tempat teramai. Di tempat ini ia mungkin bisa menemukan informasi.


" Hei..hei... Lihat siapa yang datang..."


Seorang gadis dengan tubuh tinggi kulit kuning Langsat dengan rambut hazel pendek sebahu dan mata coklatnya yang terang, mendekati Brianna dengan kuda abu-abunya.


Brianna menoleh dan melihat gadis cantik yang familiar itu.


" Apa kau merindukanku Jesslyn...."


" Tentu saja tidak untuk apa aku merindukanmu...."


Gadis dengan perawakan sexy ini tidak suka mengungkapkan perasaannya dan dia bukan orang yang lemah lembut tapi dia sebenarnya gadis yang baik, begitulah pendapat Brianna tentang sahabatnya itu.


" Ah... Begitu aku kira kau akan merindukanku..."


" Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja Jess...."


" Apa masalah ini begitu besar ...."


" Bukan hanya besar Jess tapi juga sangat rumit....."


" Apa yang sebenarnya terjadi Brianna ..."


" Kau belum mendengar masalah rusaknya segel cahaya...."


" Tentu saja aku tau masalah hanya saja aku tidak tahu detail nya..."


" Baguslah... Kau tak perlu tau dan jangan terlibat Jess...."


" Apa kau bercanda siapa kau berani melarang ku aku akan tetap mengikuti mu kemanapun kau pergi Brianna jangan mimpi menghadapi ini sendiri..."


" Ayolah Jess aku tak ingin kau terluka hanya karena membantuku...."


" Hei.... Aku tidak selemah itu aku sudah berlatih selama ini, jangan meremehkan ku tau..."


" Siapa yang meremehkan mu nona Jesslyn aku hanya mengantisipasi jika aku gagal hanya aku yang mati..."


" Apa kau berfikir yang melakukan ini akan membiarkan kami hidup Brianna, aku memang tidak paham masalah ini tapi aku tahu seperti apa dirimu Brianna kau pasti berniat menanggung semuanya sendiri kan...."


" Ya ... Karena ini tanggung jawabku....."


" Cukup Brianna kau harus sadar ada beberapa masalah yang harus di hadapi bersama kau tidak sendirian ada aku dan Olivia kami semua bersamamu...."

__ADS_1


" Terima kasih Jess, karena sudah mau menemani dan membantuku...."


" Itu gunanya teman bukan, aku bukan orang munafik yang meninggalkan sahabatnya hanya karena takut mati ...."


" Wahhh.... Ternyata aku benar-benar beruntung memiliki teman baik hati sepertimu Jess ..."


" Kau sedang memuji atau mengejek sebenarnya ...."


" Tentu saja memuji jarang sekali kan nona Jesslyn ini bersikap lembut...."


" Brianna kau ini terbuat dari apa kenapa kau bisa sangat menyebalkan huuhh...."


Brianna tertawa setelah berhasil membuat sahabatnya itu sangat kesal.


" Baiklah ayo kita menemui Olivia..."


" Ya kebetulan dia sedang mengadakan pertunjukan tarian barunya dan aku sudah berjanji untuk menontonnya...."


Mereka menunggangi kuda menuju tempat dimana Olivia berada yaitu pertunjukan seni.


Sahabat mereka itu adalah penari yang berbakat dengan tubuh dan wajah yang rupawan.


Gadis ramah dan lemah lembut itu menari dengan indahnya di iringi alunan musik yang membuat penampilannya mampu menghipnotis penonton.


Mereka menunggu sampai pertunjukan Olivia selesai. Setelah pertunjukan usai mereka bergegas menemui gadis itu.


Olivia sedang duduk beristirahat setelah penampilannya. Brianna masuk dan menyapa gadis cantik itu.


" Tarianmu sangat indah Olivia"


" Astaga.... Brianna kau membuatku terkejut, aku sangat merindukanmu, aku turut berduka atas meninggalnya ayahmu...."


" Terima kasih Olivia aku baik-baik saja jangan khawatir....."


" Kau juga di sini Jess aku kira kau melupakan pertunjukan ku...."


" Bagaimana aku bisa lupa aku sudah berjanji bukan"


" Baiklah terima kasih karena sudah datang...."


" Sebenarnya tujuan kami kemari bukan hanya itu Olivia...."


" Kami kemari untuk mengajakmu...."


" Memangnya kita akan pergi kemana?..." tanya Olivia.


" Mencari penyebab rusaknya segel cahaya....." ucap Jesslyn.


Olivia terdiam beberapa saat.


" Jika kau keberatan kami tidak memaksa Olivia..." ucap Brianna.


" Aku benar-benar ingin bergabung dengan kalian Brianna tapi dengan fisikku yang lemah ini aku hanya akan menjadi beban kalian..."


" Bisakah kau berhenti mengatakan itu Olivia kau bukan beban bagi kami...." ucap Brianna


" Kau tidak bisa pergi Olivia"


Sosok pria bertubuh tinggi dan kurus berambut hitam dengan kacamata yang menutupi mata birunya mendekati mereka bertiga dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2