Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
ikatan ayah dan anak 2


__ADS_3

Kinara mengambil ponsel dan ya dia tak segan pernah iseng memotret Juna dengan kamera ponselnya ia membuka galery foto dan terlihat jelas wajah tampan sang CEO tersebut.


" kenapa jadi begini sih ini semua gara gara kamu CEO kurang ajar aku harus mengandung anak mu kenapa harus kamu .....!!" Kinara menggerutu memaki Juna namun makin Kinara memaki Juna maka rasa sakit diperutnya makin kian menjadi dan bayi di dalam seperti menendang ya itu berhasil membuat Kinara tak bisa menahan sakit nya.


" ha ... Kenapa kau nakal sekali mommy mu ini kesakitan tau baiklah ..baiklah ...akan ku ceritakan tentang ayah mu "


dan ya tendangan itu berhenti dan rasa sakit nya juga berkurang ...


" ayah mu itu seorang CEO dia tinggi berkulit putih rambutnya tertata rapi tapi ...."


tak di lanjutkan kalimat Kinara dia diam dan termenung masa yang kelam malam itu terbayang kembali .


" kamu ada di rahim mommy tanpa di sengaja nak ibu tidak mencintai ayah mu begitu juga sebaliknya namun saat aku pernah menangis dia memeluk ku dan mengatakan i love u namun entahlah aku tidak tau itu sungguh an atau hanya sebuah ilusi ku saja ."


diam diam sang ibu mendengar kan cerita Kinara tersebut tanpa sepengetahuan Kinara ibu ada di sofa dia pura pura tidur agar Kinara tidak tau .


" ku mohon jangan marah nak ,mommy memilih pergi untuk menghindari ayah mu setiap melihat dia perlakuan kurang ajar itu selalu terbayang oleh ku dan sempat aku berpikir untuk menyerahkan mu pada nya saat kau lahir dan aku pergi namun itu dulu kini aku tak mau kau pergi dari mommy dan jangan pernah tinggalkan aku anak ku " ucap Kinara sambil mengusap perutnya yang semakin membesar


dalam ke pura pura an tidurnya sang ibu pun bergumam dalam hati ( astaga Kinara kenapa kamu mempunyai pikiran seburuk itu kamu ini masa iya sih anak mau kau berikan begitu saja ya walaupun itu ayahnya sendiri ) karena tidak tahan dengan ucapan Kinara ibu bangun dan mendekati Kinara .


" katakan siapa ayah dari cucu ibu ini ,dia seorang CEO ,kamu bilang dia bos di tempat mu bekerja ,jadi bukan yang memimpin para OB??"


" ibu apa maksud ibu " Kinara coba berkilah padahal ia tadi mendengar maksud jelas dari ibu nya .


" ayah bayi ini siapa bukan yang memimpin OB ?"


" ibu ya bukan yang membina kakak senior ku itu perempuan bukan laki laki dia "...


" siapa ..."


" dia yang punya perusahan itu Bu "


" astaga ... siapa namanya "


" ibu untuk apa ibu tau namanya "


" sudah katakan saja " ibu berucap dengan nada kesal .


" baik baik namnya Arjuna Rahardian Wijaya "


sang ibu diam ia sepertinya tak asing dengan nama itu (apa dia anak tuan Xander rekan kerja mas Bram ) ibu cukup lama berpikir hingga pertanyaan Kinara membuyarkan lamunannya .


" ibu kenapa diam saja apa ibu kenal dia tapi itu tidak mungkin"


" kita kembali ke Indonesia"


" apa ibu ini aku tidak mau ibu saja yang kembali "


" apa dia anak tuan Xander "

__ADS_1


" entahlah aku tidak tau "


" kita kembali setelah kau lahir an "


" tidak Bu aku tidak mau aku akan tinggal di sini hingga dia dewasa "


" cepat atau lambat ayah anak itu pasti mencari nya"


" biarkan saja "


" sama mukim ayah mu juga sedang mencari kalian ?"


"ayah mencari ku ,bukanya ayah sudah tidak ada Bu?"


ibu keceplosan rahasia yang selama ini dia jaga haruskah dia katakan sekarang lagi pula anak anaknya juga sudah dewasa mungkin sudah saatnya dia tau semuanya .


" em ... sembuh lah dulu dan pulang ke rumah setelah itu adik adik mu juga perlu tau , ibu ke toilet dulu"


Kinara diam ( apa maksud ibu bukan nya ayah sudah meninggal kenapa justru bilang dia mencari ku) .


tak mau memikirkan itu ia pun tertidur .lalu ibu keluar dari toilet dan ...


" maaf Kinara selama ini ibu berbohong pada kalian semua ayah kalian masih hidup sebenarnya maaf sekali lagi setelah pulang dari sini akan ibu jelaskan semuanya sudah saatnya kalian tau" .


3 hari di rumah sakit Kinara di perbolehkan pulang .dia pun di nyatakan sehat dan sang bayi pula . dokter hanya berpesan jika merasa kan sakit atau kram perut cukup melihat foto sang ayah bayi lalu bercerita tentang sosok ayah tersebut karena ikatan ayah dan sang bayi tersebut sangat kuat .


" Kinara " ibu berucap


" iya kenapa ...?"


" duduklah ibu ingin bertanya sedikit saja tentang Juna "


"bicaralah " Kinara enggan sebenarnya meladeni sang ibu namun apa boleh buat


" kenapa kau memilih lari ,jika dia benar Arjuna Rahardian Wijaya anak dari Xander Wijaya ibu bisa bicara dengan dia "


" aku tidak tau siapa orang tuanya Bu ,biar lah aku juga tak mencintai dia "


" tapi anak ini butuh dia "


" ibu kita pikirkan itu nanti saja ya biar kan aku tenang mood ku naik turun setelah aku lahiran kita pikir lagi ,o..ya Bu aku membuat jas pria itu jika diambil ibu berikan aku mau mandi dulu ya?"


"iya ,mandilah ternyata kau mewarisi bakat ayah mu Kinara ,pintar membuat disaner baju "


tak lama seorang pria pun mengetuk pintu rumah ..


" maaf anda cari siapa? tanya sang ibu


" nyonya saya ingin mengambil jas atas nama Albert "

__ADS_1


" oh ... baiklah tunggu sebentar"


ibu masuk ke dalam dan mengambil kan pesanan tersebut .


" ini tuan pesanan anda"


" terimakasih nyonya untuk pembayaran saya sudah mentransfer ke pada nona Kinara "


" baik sekali lagi terimakasih "


" siapa Bu ?" Kinara keluar dari kamar mandi " oh ...itu pesanan jas nya sudah di ambil"


" ya sudah ,dara dan Shireen kenapa belum pulang "


" mungkin sebentar lagi "


" kami pulang " sapa dara dan Shireen


" itu mereka baru saja di omongin udah datang kalian cepat mandi dan berganti pakaian lalu kita makan sama sama"


" baik ibu "


dua adiknya mandi bergantian sedangkan Kinara membantu ibu mempersiapkan makanan ia tak merasakan mual atau pun muntah pada ibu hamil pada umumnya Kinara sebenarnya juga heran dan lagi ia juga tak mengidam apa pun .


Kinara tak tau saja jika hal itu justru ayah sang bayi lah yang merasakan maka dari itu dirinya tak merasa kan apa apa.


semua sudah berkumpul dan mereka menikmati santap malam ini dengan tenang selesai itu mereka ada yang membereskan meja makan juga kemudian mencucinya lalu meletakkan pada tempatnya .


" kalian sudah selesai ,kita berkumpul di ruang depan ya " ajak sang ibu


mereka pun menuju ruang depan dan berkumpul di sana .


" ada ibu " tanya si kecil shiren


" ini tentang ayah kalian ,ayah kalian masih hidup "


" apa !!??" jawab mereka bertiga bersama dan saling memandang


" ibu ini maksudnya apa lalu yang meninggal itu siapa ?" dara bertanya penasaran


" itu paman kalian ,kakak ibu"


" kenapa begitu Bu lalu dimana ayah "? Kinara bertanya tak kalah penasaran juga .


" baik lah ibu akan mulai cerita jadi begini ceritanya ( dulu ibu seorang bidan di kota besar lalu ibu bertemu ayah mu di acara donor darah cinta kami ditentang oleh keluarga ayah mu meski begitu ayah tetap menikahi ibu dia berbohong pada keluarga nya jika ibu sudah hamil dan membuat laporan palsu yang menyatakan ibu hamil ibu menolak namun ayah mu mengancam jika dia akan bunuh diri jika ibu tidak mau akhirnya ibu setuju dan menikah degan ayah mu selang satu bulan ibu hamil dan lahir lah kakak kalian Kinara , permasalahan hadir ketika ibu mengandung Shireen mereka tau jika surat dan tes itu palsu dari pihak puskesmas setempat mengatakan jika waktu menikah ibu masih perawan dan itu membuat murka keluarga ayah mu dulu sebelum bertemu ibu dia sudah di jodohkan dengan wanita lain namun lebih memilih ibu ayah mu disuruh menceraikan ibu namun tak mau mereka mendatangi ibu dan akan membuang kalian jika ibu tak mau bercerai dan lagi foto rekayasa ayah mu dengan wanita lain membuat ibu sangat sakit hati dan tanpa pamit ibu pergi dalam keadaan mengandung dan kalian yang masih kecil hingga kini ibu tak tau di mana ayah kalian apakah dia benar sudah menceraikan ibu atau belum yang pasti ibu tidak pernah menceraikan ayah mu buku nikah pun masih ada dengan ibu ) jelas ibu yang begitu panjang dan membuat mengigat akan masa itu betapa dia di benci dan di usir oleh keluarga sang suami .


permainan sang mertua pula dalam dua hari dia sangat baik padanya ternyata dia di jebak dan ya adu domba pun terjadi Bramantyo di minta sang ibu untuk datang ke sebuah hotel dan membuat dia terkejut ada istri nya sedang tidur dengan pria lain dalam keadaan tanpa sehelai benang pun saat itu juga ...


" Karina ...aku talak kamu "

__ADS_1


__ADS_2