Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
menuntaskan hasrat yang tertunda


__ADS_3

mereka pun sampai pada apartemen ,tanpa adanya hiasan bunga mawar yang ditaruh di kasur juga dekorasi yang begitu cantik semua itu tidak ada Andra tak menyiapkan itu semua ...


" sayang ku my heart , maaf aku tak melakukan apa pun untuk pernikahan kita " sambil menatap dara.


"tak apa ,suami ku ,aku bahagia sudah bisa sah menjadi milik mu aku akan pindah ke sini dan menetap di sini juga aku akan minta izin pada bagian kepala rumah sakit di sana "


" terimakasih ,lalu adik mu "


" dia tak apa aku sudah bicarakan dengan dia ,dia pun setuju"


keruk ...keruk...keruk....


itu adalah suara dari perut dara maklum ia belum makan sama sekali ia pun menunduk malu juga apa lagi itu pertama kali dan di depan Andra .


dengan tersenyum " kamu lapar ?"


dara hanya cengengesan dan tersenyum pada Andra .


" tunggulah di sana aku akan memasak untuk mu "


" kau bisa memasak ?"


" tentu saja bisa aku terbiasa tinggal sendiri meski kadang aku makan di rumah tuan"


Andra pun sibuk memasak untuk dara cukup lama dia di dapur akhirnya ia pun selesai dan membawa kepada dara.


" wah sepertinya enak ini "


tanpa menghiraukan andra dara pun langsung melahap masakan Andra karena pada dasarnya dia memang sangat lapar sekali.melihat itu andra pun tersenyum ia senang karena dara menyukai masakan yang dia buat.


" bagaimana rasanya enak tidak ?"


" em ... Sangat enak ,kau tidak makan?"


" tidak , kau saja yang makan aku sudah makan aku mau mandi tolong nanti kau bawa ke dapur dan sekalian kau cuci ya ?"


" baiklah "


dara melanjutkan makannya sedangkan Andra pergi untuk mandi ,ia pun hanya mengenakan celana pendek dan memberikan baju untuk dara.


" pakai lah ini "


" baju tidur ,apa perempuan itu pernah tidur di sini kenapa ada baju wanita " ucap dara sambil menatap Andra dengan tajam .


" tidak ada wanita yang tidur di sini itu ku beli saat aku di London "

__ADS_1


tak ada jawaban dari dara ia pun segera mengenakan baju dari Andra tersebut.


" a... " dara pun berteriak melihat Andra yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada .


" diam kau ini Kenapa "


" kenapa tidak memakai baju , pakai baju Bu cepat "


" tidak mau "


" Andra ,cepat pakai "


" tidak ,kau ini begini cara mu memperlakukan juga memanggil suami mu Dokter dara, kenapa kau jadi pelupa kita kan sudah menikah "


dara cengar-cengir mendengar penuturan Andra ia pun menunduk malu tak berani menatap Andra.


" ternyata apa kata ibu mertua benar kau itu keras kepala , tuan Bram juga sama "


" kau ini kenapa membawa nama ayah ku "


dara pun memukul lengan Andra .


" hentikan sakit "...


dara tak mau berhenti ia pun terus memukul lengan Andra namun Andra berlari dara mengejar namun ia terpleset dan bug ...jatuh ke sofa dan Andra di bawah jarak diantara mereka pun tak ada lagi Andra pun meraih bibir ranum itu pertama kali untuk mereka berdua.


" duduklah jangan nakal " melihat dara seperti menahan sesuatu.


" kau kenapa ?"


" ah ...tidak apa aku hanya merasa entah apa karena ini baru pertama ku rasa ,manis " bisik dara di telinga Andra.


" kau ini " melotot melihat Andra.


" kita ini sudah sah ,tak ada yang salah "


Andra pun mencium leher dara dan mulai meraba setiap inci tubuh dara juga tak henti memberi surga yang belum pernah dia rasa.


lama bermain main Andra pun membuka semu tapi dara justru menjerit.


" a......" jerit dara menghentikan aktivitasnya.


" kenapa berteriak ,kau belum siap melayani aku " mood Andara pun berubah ia meninggalkan dara dan menuju tempat tidur membuka laptop dan memeriksa pekerjaan.


dara yang diam merasa bersalah itu sudah jadi kewajiban dia untuk melayani Andra namun dia masih gugup juga takut akan hal tersebut.

__ADS_1


ia pun menghampiri Andra ,namun Andra tak bergeming sama sekali laptop pun di letakkan di atas meja dan Andra mematikan lampu hanya tinggal cahaya remang saja .


" tidur lah sudah larut." dara masih diam ia pun berbaring di samping Andra dan Andra tidur membelakangi dara masih dongkol juga hasrat yang kian menggebu namun justru tertunda oleh dara yang belum di sentuh namun setengah mati ketakutan entah mungkin ini yang pertama namun harus kah hingga takut seperti itu.


kian malam kian larut dingin pun merasuk Andra sudah merasuk dalam buai mimpi sementara dara masih terjaga ia coba membangunkan Andara dengan menggoyangkan bahu beberapa kali namun tak ada jawaban .


" mungkin karena tadi dia jadi kesal pada ku maaf ya my heart"


lambat waktu berlalu dara pun merasa mengantuk entah jam berapa dia tertidur ,saat bangun ia sudah mendapatkan Andra tak ada di sampingnya. ia melihat jam ternyata sudah pukul 9 dan itu sudah siang menurut dara ia pun beranjak ke kamar mandi dan mandi ia lupa membawa baju ganti ia hanya membawa handuk dan melilitkan di tubuhnya.


ia pun keluar dan Andra sudah menyiapkan makan untuk dirinya .


( ah ... malunya aku harus nya aku yang melakukan itu) ucap dara dalam hatinya.


" kau sudah bangun , makanlah aku sudah memasak " ucap Andra tanpa menatap sedikit pun ia pun beranjak ke dapur untuk mengambil minum .


dara pun segera mengganti baju kali ini ia mengenakan baju dengan belahan dada yang cukup terbuka dan celana pendek.


" kau pakai baju seperti itu " protes Andra.


" iya memang kenapa ? kita tidak akan keluar kan kalau keluar aku ganti baju ,kau tak bekerja "


" tidak aku minta cuti sama tuan , cepat makan"


mereka pun makan dengan tenang tak ada yang bersuara usai makan dara pun membereskan dan mencucinya ,Andra mungkin masih dongkol pada dirinya.


Andra menyalakan tv ia mencoba menonton berita tentang saham namun saluran tv itu diganti oleh dara dan drama Korea menjadi favoritnya.


" kenapa di ganti ,aku ingin melihat berita saham hari ini"


" tidak itu bisa kau lihat surat kabar kan atau kau buka internet kita lihat Drakor dulu jangan urus saham terus."


Andra diam saja melihat akan tingkah dara itu ia pun mengalah kini ia beralih pada ponsel nya sementara dara menikmati drama romantis itu .


Hingga ada adegan yang membuat dara membeku Andra pun kebetulan melihat itu tak ingin kecewa 2 x Andra pun segera pergi namun dara tak beranjak ia masih melihat itu semua tanpa sadar Andra sudah tak ada di sisinya.


setelah tau Andra tak ada ia pun mencari ternyata dia di balkon Dara pun berganti baju dan cukup menggoda ia pun memeluk Andra dari belakang.


mendapat perlakuan itu andra diam tak melakukan apa pun hingga dara menarik tangan Andra dan membawa masuk saat itu cuaca pun tiba tiba mendung hujan pun siap untuk mengguyur.


" kenapa pakai baju itu apa kau tak dingin "


" tidak ada kamu yang menghangatkan "


dara pun mendekat dan mencium lebih dulu bibir andra . melepas semua miliknya Andra masih dia ia tak mau tertipu lagi ia membiarkan dara melakukan apa yang dia mau.

__ADS_1


dara kian agresif hasrat itu memuncak membuat Andra tak bisa menahan gejolak yang ada di peraduan itu ia pun membalas apa yang ingin dara lakukan.


" pelan pelan " ucap dara Andra pun melakukan dengan sangat lembut membawa mereka berdua ke alam surgawi.


__ADS_2