Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
restu dari mertua


__ADS_3

" Karina kau siap " ucap Bramantyo.


" aku masih ragu muncul di depan ibu " Karina pun menunduk.


"tenang saja kali ini aku bersama mu di pihak mu " Bram pun mengecup kening Karina lalu menggandeng tangannya.


melangkahkan keluar rumah dan masuk mobil Bram pun melakukannya dengan kecepatan sedang menuju rumah sang ibu.


sesampainya di sana.


" jangan ragu kita pelan pelan saja menjelaskan agar ibu dapat mengerti" Bram mencoba menenangkan Karina yang tampak gugup juga tidak tenang.


mereka pun menuju rumah sepi ...


itu yang terasa semua pekerja juga sibuk dengan urusan dan pekerjaan mereka masing masing.


sang ibu terlihat di meja makan mungkin saja dia akan memulai sarapan.


Bram tak ingin menunda ia pun mendekat dan memberi salam sementara Karina berada di belakangnya.


" ibu, selamat pagi " sapa Bram pada ibunya.


mendengar sapaan itu ibu Bram pun menoleh ke belakang dan melihat Bram di sana ia juga belum menyadari jika Karina ada bersama Bram .


" Bram, kau datang dari mana saja kau baru muncul ibu merindukan mu" namun ibu Bram melihat seorang wanita di belakang Bram.


" ah .. siapa wanita apa calon istri mu " sang ibu coba menerka dan wajah wanita itu ia seperti tidak asing baginya.


" ibu ,dia istri ku istri sah ku ,Karina " jelas Bram pada sang ibu.


" Karina ,kau ... kalian sudah bercerai " teriak sang ibu dan menatap sinis pada sang Karina.


" tidak ibu salah selama ini aku dan Karina tidak pernah bercerai dan bukankah itu kemauan keluarga yang mengingatkan aku dan Karina berpisah" Bram juga mulai emosi ia berbicara dengan nada tinggi.


" Bram tinggalkan dia ibu tak akan merestui kalian " jelas sang ibu.


" untuk kali ini aku memilih Karina Bu, asal ibu tau rekayasa Karina dengan pria lain adalah jebakan ibu juga kakak dan asal ibu tau Karina tak pernah mendaftarkan perceraian di pengadilan ia memalsukan surat cerai itu lalu pergi" Bram mencoba menjelaskan .


dan sang ibu pun cukup terkejut dengan pengakuan Bram itu saat itu Karina meninggalkan rumah tanpa pamit pada siapa pun ia pergi dengan ke 2 anaknya dan sang mertua juga tidak tau jika saat itu Karina sedang hamil anak ke 3.


" bahkan aku tidak tau perkembangan anak anak ku, maaf ibu ,Karina lebih penting dan juga anak anak bahkan anak ke tiga ku aku tidak tau sama sekali dia seperti apa?"


" tunggu apa maksud mu anak ke 3 kalian hanya mempunyai dua orang anak" sang ibu heran akan perkataan Bram.

__ADS_1


" ibu,saat aku pergi dari rumah aku sedang mengandung 3 bulan mas Bram belum tau niat ku ingin memberi tahu namun justru Prahara yang aku dapatkan" Karina yang sedari tadi diam ia pun memberanikan diri untuk berbicara.


" jika tak percaya aku punya bukti dan ini hasil tes DNA antara anak itu dan mas Bram " Karina mengambil sebuah kertas dari rumah sakit hasil tes DNA tersebut.


sang mertua pun menerima kertas itu dan membaca hasilnya dia benar benar anak Bram.


" nenek ..." dari belakang terdengar suara anak kecil dan berlari memeluk Karina.


sang mertua juga terkejut ( siapa lagi dia ) tak berselang lama Kinara juga Juna pun datang masuk menyusul Sean.


" Sean ..kau dengan siapa ?"


" mommy dan ayah tadi ke rumah nenek tapi tidak ada boleh aku menginap di rumah nenek besok kan hari Minggu aku libur sekolah" ucap Sean memohon pada sang nenek.


" boleh sayang " Bram pun menggendong cucu laki-lakinya itu.


bingung dengan keadaan dan banyak juga orang yang datang di tambah dengan seorang anak kecil sang mertua pun bertanya.


" Bram siapa anak kecil ini dan mereka semua" namun manik mata sang ibu melihat pada sosok pria muda itu dia mengenali seperti nya.


" kau ... bukankah Arjuna anak Xander" sang ibu coba menebak.


" iya nek, saya Juna dan anak kecil ini anak saya dan wanita cantik ini adalah istri saya anak nyonya Karina dan tuan Bram" Juna mencoba menjelaskan pada nenek Kinara.


" maaf nek cerita nya panjang dan aku juga tidak tau jika Kinara ini anak tuan Bram "


"lalu dimana dua anak mu yang lain Bram " ibu mulai bertanya ingin tahu.


Bram tak serta menjawab pertanyaan sang ibu ia melirik Karina dan memberi kode untuk menjawab pertanyaan sang ibu.


" dara menjadi seorang dokter dan dia menetap di London sedang si bungsu Shireen dia masih kuliah di London juga dan mengurus butik Kinara " Karina coba menjelaskan.


( tenyata di London selama ini pantas saja orang orang ku tak bisa melacak keberadaan dia juga semua cucu ku menjadi orang hebat haruskah ku merestui mereka)


( bahkan Kinara pun menikah dengan anak Xander ) merasa pusing sang ibu pun berbalik dan menuju kamar namun...


Karina mendekat pada sang ibu.


" ibu aku minta restu pada mu " ia pun bersimpuh di kaki sang mertua.


Melihat itu sang mertua diam .


" bangunlah " ucapannya singkat.

__ADS_1


Karina pun bangun dan menatap sang mertua tersebut. " aku merestui mu dan Bram maaf jika selama ini ibu dan keluarga banyak salah pada mu"


" ibu terimakasih " Karina pun memeluk mertuanya.


dan semua pun tersenyum bahagia melihat itu semua akhirnya ibu Bram merestui dia dan Karina yang selama ini dianggap tak baik di mata keluarga.


" maaf aku ke kamar dulu ya aku kurang enak badan"


" apa ibu sakit ,kita ke dokter ya ?" ajak Karina.


" tidak terima kasih aku hanya perlu istirahat saja kalian jika masih ingin tinggal , tinggal lah rumah ini bebas untuk kalian maaf aku tak bisa menemani"


" ya sudah nenek istirahat saja " ucap Kinara .


sang ibu pun menuju kamarnya.


" bagaimana kalau kita bermalam di sini" Bram mencoba meminta pendapat orang yang ada di sana.


" tak apa ayah lagi pula besok weekend aku tak ada jadwal" ucap Juan.


" bagus kalau begitu ,Sean kau tak apa kan kita di sini "


" tak apa kek ,aku setuju saja" ucap Sean sambil mencium pipi Bram.


" Karina coba lihat lah cucu kita ,hah... ternyata kita sudah tua" Bram menatap Karina.


dikata begitu Karina tak terima. " kau saja yang tua aku tidak "


" kenapa begitu ?" Bram bingung dengan Jawaban Karina .


" ya iya lah kau dan aku beda 5 tahun dan itu kau yang lebih tua dari aku "


namun Kinara dan Juna justru tertawa.


" ha ..ha..ha .. ibu kau ini ada ada saja tua ya tetap tua."


" oke ..oke , ku akui aku lebih tua dari mu tapi meski kau masih muda dari Sean tak bisa membohongi karena dia memanggil mu NENEK" Bram berucap sambil menaikkan alisnya menggoda Karina.


Karina diam saja ia malah kesal karena kata nenek di perjelas oleh Bram .


sementara itu Juna juga Kinara senyum senyum melihat tingkah mertua sekaligus orang tua Kinara itu . tingkahnya seperti anak muda saja tak mau kalah.


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2