
Andra pun berangkat ke bandara dengan supir pribadi Juna ia siap untuk terbang ke London .tiba di bandara Andra langsung masuk pesawat karena tiba di bandara langsung terdapat pengumuman jika pesawat akan berangkat lima menit lagi untuk tujuan London , Inggris .
dia sudah duduk di kursi yang sudah dia pesan pekerjaan yang menumpuk siang malam ia kerjakan berkutik dengan laptop serta komputer kini dia ingin seperti beruang melakukan hibernasi untuk beberapa bulan ke depan . untuk saat ini dia hanya ingin tidur dengan nyenyak tanpa tugas kantor itu.
beberapa jam perjalanan membuat dia tertidur dengan nyenyak nya dia tidak sadar jika sudah sampai dan pramugari pun membangunkan dirinya .
" tuan .tuan ...tuan " hingga tiga kali Andra baru terbangun.
" ah ...apa sudah sampai" ia melihat ke sekeliling sudah tidak ada siapa siapa .
" iya tuan kita sudah sampai 30 menit yang lalu"
" oh ...maaf aku terlalu asyik tidur "
" tak apa tuan "
Andra pun segera turun dari pesawat dan di luar sudah ada orang yang menjemput dirinya .
" apa kalian sudah lama ? maaf tadi aku ketiduran"
" tak apa tuan mari "
Andra pun masuk ke mobil yang sudah di sediakan ia menuju apartemen milik keluarga Wijaya yang di dirikan oleh Juna ia belum ingin kemana mana untuk besok dia ingin mengunjungi rumah sakit lebih dulu.
tiba di apartemen Andra mandi dan berganti baju juga merapikan barang bawaan nya merasa lapar ia pun menuju dapur Andra hobi memasak dan dia pun pandai dalam hal memasak meski dia seorang laki laki maklum saja lidahnya kadang tak cocok dengan makanan yang ada di negara tersebut.
ya cepat dan praktis ia memasak cumi kerang saus tiram dan dengan sajian nasi hangat .ia pun menyantapnya dengan tenang sore menjelang malam di langit London . ia pun berganti pakaian formal dan menuju rumah sakit milik Juna yaitu " Rahardian hospital" ia ingin mengecek langsung tentang data apakah benar jika Kinara melahirkan di rumah sakit tersebut.
sampai di rumah sakit semua memberi hormat kepada Andra .
" selamat datang tuan Andra"
Andra pun tersenyum.
" dimana pimpinan nya pak Ali ada "
" ada pak ruangannya di lantai 13 "
" baik terimakasih "
" tapi maaf pak lift khusus nya sedang perbaikan karena ada kerusakan jadi bapak harus naik lift yang itu yang bisa digunakan karyawan".
" tak mengapa"
Andra pun menuju lift yang ditunjukkan padanya tersebut saat membuka di dalam ada seorang wanita Andra pun mencoba biasa saja namun ia sedikit melirik ke arah wanita itu .
sampai di lift 5 ada sebuah guncangan dan ...
bruk ... Andra jatuh tepat di atas tubuh wanita itu dan ciuman pertama baik Andra atau pun wanita itu cup... cukup lama hingga Andra pun jadi salah tingkah sendiri .
" maaf nona saya lancang "
__ADS_1
wanita itu hanya diam saja ia masih kesal dengan ciuman itu .
" mau ke lantai berapa "
" 13 " jawab wanita itu .
" lantai yang sama ".
pintu lift pun terbuka mereka berdua keluar dengan bersamaan menuju ruang pimpinan rumah sakit tersebut Andra jalan lebih dulu dan mengetuk pintu .
tok ...tok...tok... pintu pun di buka lalu seorang membuka pintu .
" tuan Andra silahkan masuk ,kamu dokter magang itu kan "
" iya saya" jawab wanita itu .
" masuklah ,tuan mari"
dara pun berpikir ( siapa laki laki ini kenapa semua orang begitu menghormati dia dan memperlakukan dia bak raja).
" tuan Andra selamat datang anda sendiri"tanya pak Ali .
" iya saya sendiri bagaimana keadaan rumah sakit?".
" baik tuan sangat baik keadaan rumah sakit ini apakah tuan Arjuna sudah sembuh ku dengar beliau kurang sehat"
" dia sudah sembuh maka aku berani ke sini"
" oh .. silahkan "
" nona dara boleh ku lihat data mu"
" boleh pak ini "
dara pun menyerahkan data tentang dirinya yang di perlukan untuk kepentingan rumah sakit dia sebelumnya sudah bekerja di beberapa rumah sakit yang ada di London namun ada satu nama rumah yang membuat dia tertarik ingin menjadi dokter tetap di sana yaitu rumah sakit Rahardian hospital .
Dara sudah dinyatakan lulus dari kampus dimana dia menuntut ilmu hanya saja acara wisuda belum digelar oleh pihak kampus karena suatu hal. dara adalah dokter bedah awalnya ia ingin menjadi bidan saja seperti sang ibu namun ia berubah pikiran dan memilih menjadi dokter bedah.
" baik nona ,tuan Andra boleh aku minta persetujuan anda untuk memperkerjakan nona ini"
" boleh ku lihat datanya pak Ali"
" boleh tuan ini" menyerahkan data dara pada Andra .
" nona saya akan menjelaskan sedikit tentang rumah sakit ini ,ini adalah RS milik orang Indonesia dan ini wakil dari pemilik rumah sakit tersebut tuan Andra" jelas pak Ali
dara pun terdiam (jadi dia wakil pemilik RS ini pantas saja samua menghormati dia ) .
" tuan bagaimana ?" tanya pak Ali
Andra masih belum memberi Jawaban dia tertuju pada nama belakang dara Bramantyo dari Indonesia anak pasangan Karina dan Bramantyo anak ke dua dari tiga bersaudara .
__ADS_1
( bukankah tuan Bramantyo tak memiliki istri nama ini hanya kebetulan sama atau memang dia ) semua masih menjadi teka-teki di benak Andra.
" kamu tak perlu magang nona kamu di terima , untuk sementara sift mu hanya 3 x seminggu bagaimana? disini ada aturan dan nanti jika kinerja mu memuaskan maka kau akan masuk pada tim khusus" jelas Andra.
" baik tuan terimakasih "
" untuk jadwal mu tanyakan pada sekertaris pak Ali yang tadi ya dan maaf bukan mengusir mu aku ada perlu dengan pak Ali"
" baik tuan ,pak Ali saya ucapkan banyak terima kasih saya permisi".
" silahkan"
" tuan apa yang bisa saya bantu "
" saya minta data wanita dari Indonesia yang melahirkan di rumah sakit ini "
" ada 5 orang tuan anda ingin yang mana "
"semuanya"
" baiklah sebentar tuan "
pak Ali pun mencarikan berkas tersebut dan ...
" tuan ini tapi maaf ada satu yang hilang dan entah aku sudah masuk kan pada komputer tapi hilang tanpa bekas "
" apa dia melahirkan disini "
" iya tuan namun suaminya tak pernah mendampingi dia melahirkan mereka mengatakan jika dia bekerja di Indonesia dan sedang sakit"
" ya sudah tak apa pak Ali , terimakasih"
Andra pun pergi dari ruangan tersebut dan kembali menuju apartemen .di jalan ia melihat seorang sedang menyetop taksi namun taksi itu pun penuh semua Andra pun menepikan mobilnya dan mendekat pada wanita itu ternyata dia adalah dara .
" nona perlu tumpangan "
"tidak terima kasih " dara pun kembali menyetop taksi namun sama saja penuh penumpang nya Andra lalu keluar dari mobil dan mendekati dia.
" nona semua taksi penuh lagi pula ini juga gerimis ,masuklah aku tak akan menculik mu mau kemana biar ku antar"
dara sebenarnya ragu namun mau bagaimana lagi dari tadi ia menunggu taksi tak ada yang berhenti .
" apa tidak merepotkan tuan "
" tidak nona , masuk lah"
dara pun masuk dan atas permintaan Andra agar dia duduk di depan saja.
mobil pun mulai melaju dengan perlahan .
" tuan bisa antar saya ke cafe ini "
__ADS_1
dara menunjukkan alamat cafe tersebut dan Andra melihat nya ia pun tau itu juga cafe favorit nya jika ia dan Juna berkunjung ke tempat ini.