Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
temani aku ( pernikahan Richard dan Vani 3)


__ADS_3

Kevin pun datang ia menggunakan setelan jas berwarna navy ia juga menata rambutnya dengan rapi dan siapa pun yang melihatnya pasti akan terpesona dan terpikat oleh nya.


" nona Mikha tuan Kevin sudah datang"


Mikha pun beranjak dari duduknya ia juga sudah rapi dan cantik Kevin pun masuk ke dalam karena kebetulan pintu dibuka tak di tutup.


" apa sudah selesai pekerjaan kalian" Kevin menatap Mikha tak berkedip.


" sudah tuan kami sudah selesai " namun sang perias bingung Kevin justru diam dan tak menjawab dia justru memandang Mikha .


" tuan ...tuan ..tuan Kevin" sang perias memanggil Kevin dengan nada membentak karena tak ada jawaban.


Kevin pun kembali kesadaran nya dan berucap dengan gagap.


" a..apa ...tadi ..kau tanya apa?"


" tuan mungkin anda terpesona dengan nona Mikha hingga anda lupa diri tuan" perias itu pun tersenyum sedang Mikha pipinya sudah seperti kepiting rebus namun karena gengsi nya Mikha jadi membuang muka karena Kevin melihat nya .


" perfec aku sudah transfer bayaran untuk jasa mu terimakasih "


" terimakasih kembali tuan kalau begitu saya permisi nona Mikha saya pamit semoga malam kalian menyenangkan"


" ah ...iya terimakasih juga dan hati hati" perias itu meniggalkan kosan Mikha kini tinggal Mikha juga Kevin saja di sana.


" sudah siap?"


" sudah " mereka pun masuk mobil dan Kevin mengendari dengan kecepatan sedang di dalam mobil sunyi tak ada yang berbicara nampak Mikha melihat ke luar jendela dan sesekali Kevin menatapnya ia merasa aneh pula jantungnya berdetak begitu kencang kala ia berhadapan langsung dengan Mikha ( jantung ku tenanglah jangan kau berirama tak beraturan ) Kevin berbicara dalam hatinya.


mobil memasuki area hotel bintang Lima yang di selenggarakan untuk acara pernikahan itu tamu undangan juga sudah mulai banyak yang berdatangan.


" ayo turun kita sudah sampai" mika pun turun dari mobil ia cukup gugup karena selama ini ia jarang menghadiri pesta seperti ini lebih lebih ini pesta pernikahan dan bukan orang yang dia kenal.


" ayo" Kevin mengulurkan tangannya agar mika mau menggandeng dia .


" apa harus bergandengan"


" tentu saja hanya malam ini "


mika pun menggandeng tangan Kevin baru masuk ke dalam tiba tiba saja suara seseorang mengejutkan keduanya.

__ADS_1


" Kevin " teriak sang wanita itu Kevin pun menoleh mencari sumber suara yang memanggil namanya itu wanita itu melambai kan tangannya ke arah Kevin lalu mendekat.


" Kevin ...kamu Kevin kan" sapa sang wanita itu setelah mendekat pada Kevin dan mika.


" iya kamu siapa ya ?"


"ah ..lama tak jumpa ternyata kau lupa pada ku aku Dea teman kuliah dulu "


" Dea ...o ...Dea kamu apa kabar ?"


" nah .. ingat kan aku baik kamu gimana makin ganteng aja deh" Dea berucap sambil memegang lengan Kevin membuat Mikha jadi muak dan kesal sendiri ( huh dasar jerapah maunya apa sih aku di ajak suruh nemenin sampai sini malah jadi obat nyamuk awas kamu) gerutu Mikha dalam hatinya Dea juga tak menganggap kalau mika di samping Kevin sedari tadi.


kesal dengan Kevin mika pun mengambil makanan dan minuman lalu mencari tempat duduk ia mengambil cukup banyak makanan untuk melampiaskan kekesalannya pada Kevin yang mengacuhkan dirinya.


Kevin melihat Mikha pergi ingin segera menyusul namun pundaknya dihentikan oleh seseorang.


" Kevin kau datang"


"Richard selamat ya atas pernikahan kamu dan juga Vani semoga langgeng "


" terimakasih dan juga aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan pada rumah tangga kamu "


" ah ...iya Vin mungkin dia tak baik untuk kamu atau pun aku jadi diantara kita tak ada yang memiliki dia "


" iya Richard lupakan masa lalu dan bahagia kan Vani dia itu wanita baik "


"thanks Kevin cepetan nyusul ya tadi ku lihat kamu sama cewek "


"teman aja "


"ya dari teman nanti juga jadi istri"


"bisa aja "


" aku tinggal dulu ya nikmati dulu pestanya jangan pulang dulu"


" oke"


Richard pun berlalu meninggalkan Kevin ia berjalan menuju mika kebetulan Dea duduk di dekat Mikha dan dia pun memanggil Kevin.

__ADS_1


" Vin ..sini duduk bareng" Kevin pun tak jadi duduk dengan Mikha ia lebih memilih duduk dengan Dea .


" kamu kerja apa sekarang Vin "


"aku ngurus kantor ya kecil ga besar tapi punya sendiri kamu sendiri kerja apa sekarang"


"wah hebat ya , aku jadi pengacara"


" keren "


" boleh minta nomer handphone kamu ga "


" boleh kok " Kevin pun bertukar nomor handphone dengan Dea Mikha justru makin manyun mungkin bisa di beri pita bibirnya ( haduh makin rese aja sih ini orang apa lagi si cewek ganjen banget sih ingin aku siram kamu pakai kuah panas ) sedikit pun malah Kevin asik makan dan mengobrol bersama Dea Mikha yang sedari tadi menunggu dan menemani dia justru di abaikan .


tak lama MC pun memberi pengumuman.


" mohon perhatian kepada semua para tamu hadirin malam ini dan acara selanjutnya adalah lempar bunga silahkan berkumpul membentuk lingkaran dan sang mempelai akan melemparkan bunga "


" Vin ,ayo kita kan sama sama belum punya pasangan siapa tau selanjutnya kita yang nikah"


" ayo " Kevin juga Dea beranjak dari tempat duduknya dan menuju kerumunan orang berdesakan hanya untuk mendapatkan bunga itu.sedang mika memang berdiri namun ia tak ikut berdesakan dengan orang orang ia hanya berdiri tak jauh dari mereka.


" oke siap ya semua 1....2.....3" bunga pun dilemparkan ke belakang oleh mempelai perempuan dan semua orang yang tadi membentuk lingkaran pun berebut untuk mendapatkan bunga itu namun tak disangka dan di duga bunga itu melambung ke arah belakang dan hup ..... Mikha menangkap bunga itu namun ada tangan lain pula yang memegang bunga itu. " Kevin " ucap mika sedang Kevin tersenyum kepada Mikha.


" baik para hadirin ternyata nona dan tuan ini yang mendapat bunganya semoga mereka menjadi pengantin selanjutnya " ucap sang MC acara itu semua orang juga memberi tepuk tangan kepada mereka berdua. Dea datang dan menyeret tangan Kevin.


"Vin ayo ke sana " ajak Dea Kevin pun hanya menurut Mikha ditinggalkan lagi dengan berat hati juga dongkol ia pun mengikuti Kevin dengan muka yang ditekuk.


Dea mengajak Kevin ke tempat yang menyediakan minuman anggur ada pula yang beralkohol tinggi . Mikha heran sendiri apa Kevin yang terlihat diam itu selama ini suka mabuk dan mungkin mika tak tau tentang itu.


dia memperhatikan dari jauh apa yang akan dilakukan Kevin. " ini Vin , kamu minum ya aku juga minum kok sedikit saja ga akan mabok kok"


" kamu sering minum ya "


" ya ga sering sering juga sih cuma kadang kadang aja " Dea mengambil minuman itu dan memilih dengan yang cukup tinggi kadar alkoholnya Mikha melihat itu Kevin pun hendak minum namun baru saja sampai di bibirnya.


prang .....


gelas itu pecah dan jatuh ke lantai melihat itu Kevin pun terkejut juga Dea .

__ADS_1


" hei ...nona apa yang kau lakukan tak suka minum biar orang lain minum jangan menunggu " mendengar ucapan Dea mika tak perduli dan acuh menganggapnya tak ada dia justru menatap tajam pada Kevin .


__ADS_2