Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
kali ke dua bercinta


__ADS_3

setelah mendapatkan alamat Kinara Juna kembali ke ruangan kerja ya .


ia meminta sang sekretaris untuk memantau tepat itu ingin bertanya sebenarnya namun takut sang bos akan marah dan ngamuk Andra lebih memilih diam dan melaksanakan perintah yang disuruh .


Juna masih saja frustasi akan apa yang ia alami dalam percintaan nya belum apa apa dia sudah gagal .


namun dia bersyukur karena sebelum dia menikahi sandrina ia lebih dulu mengetahui kebusukannya seandainya saja ia baru mengetahui setelah menikah mungkin dia akan kehilangan segalanya bahkan sandrina berencana mengambil semua harta yang ia miliki ia kecolongan kenapa dia sampai tak tau jika Bryan dan sandrina adalah sepasang kekasih terlalu pintar sandiwara yang mereka mainkan hingga dirinya tak menyadari itu semua terlalu dibutakan oleh cinta .


kini tak ingin larut dalam hal itu ia lebih memikirkan tentang Kinara gadis yang sudah dia ambil mahkotnya.dia sempat melihat gadis itu menangis .


Andra pun menelpon ...


" halo ..."


" bos ...aku sudah di lokasi dia tinggal sendirian dan keadaan di sini sepi seperti nya dia memang sedang sakit dari tadi saya lihat dari jendela dia hanya tiduran saja ."


" bisa kirim foto nya"


" baik sebentar"


Andra mengirimkan foto Kirana yang sedang tiduran saja kepada Juna ,setelah menerima sebuah pesan masuk ia pun membuka pesan itu.


" benar dia hanya tiduran saja " gumam Juna


" apa mungkin dia masih kesakitan dan kesulitan berjalan pantas saja dia minta izin 2 hari" Juna berbicara sendiri pada foto itu


" biarkan saja dulu "


ia kembali menghubungi Andra


" iya bos ada apa?"


" rapat jam berapa?"


"jam 7 malam di club' bintang "


" kenapa di sana ?"


" aku juga tak tau bos itu pilihan mereka di ruang VIP kok tak ada wanita penghibur aman"


" baik lah segera kembali ,biarkan gadis itu istirahat"


" iya"


" kenapa ku sebut gadis kan dia sudah tak perawan lagi " Juna asyik dengan imajinya memikirkan Kinara setelah menutup sambungan telepon dengan Andra." bahkan aku yang mengambil kesucian itu " ah ...Kinara kenapa aku jadi penasaran dengan diri mu.


malam pun telah tiba Juna dan Andra siap siap untuk pergi menemui klien meski Juna memiliki hunian megah nan mewah namun Juna lebih memilih untuk tinggal di apartemen ia tak sendiri an ia tinggal dengan sang sekretaris dan memperkerjakan seorang pembantu yang boleh pulang jika salah satu di antara mereka sudah pulang .


" Andra udah siap " tanya Juna


" ia bentar lagi bos "


" lama banget sih kaya cewek " goda Juna


"biarkan saja toh aku tampan and cool "


" dasar kepedean " sambil melempar bantal sofa ke arah Andra namun berhasil di tangkap


" ayo berangkat" ajak Juna

__ADS_1


" oke siap " .


Juna dan Andra keluar mereka menaiki lift dan sampai di lobi ia langsung masuk kedalam mobil yang di Kendari oleh Juna sendiri terkadang bukan Andra yang menyetir untuk Juna tapi malah sebaliknya Juna yang menyetir untuk Andra namun hal tersebut tak menjadikan masalah untuk Juna ia tak membedakan mana bawahan mana atasan .lama hening serta diam Andra pun mencoba bertanya ya walaupun mungkin akan di semprot kata tak enak oleh Juna baginya dari pada penasaran .


" em bos ..gadis itu ..."


" pantau dia terus jangan sampai dia kabur"


" kenapa bos suka sama dia "


" entahlah .... setelah penghianatan itu masih adakah wanita baik baik"


" pasti ada bos hanya saja belum bertemu"


" aku bingung apa lagi mama selalu mendesak ku untuk menikah"


" nikahi saja gadis itu"


" apa dia mau melihat aku saja dia ketakutan "


" ketakutan bos mungkin menyeramkan mungkin"


" kau ini emang aku Monster apa"


" mungkin menurut dia " jawab Andra sambil tertawa


tak terasa mereka sudah sampai pada tempat tujuan mereka .usai memarkirkan mobil mereka masuk ke club' dan langsung menuju ruangan VIP yang sudah di pesan ternyata di sana sudah ada klien yang sedang menunggu


" selamat malam tuan Arjuna "


" malam tuan Bramantyo"


"mari silahkan duduk ,kita pesan makan malam dulu sebelum membahas kerjasama kita " ajak tuan Bramantyo"


" saya kebetulan Suka dengan makanan laut bagaimana kalau kita pesan itu "


" baik tuan saya ingin kerang lobster dan juga cumi " jawab Juna


" wah ternyata selera kita sama " Jawab tuan Bramantyo


" tapi maaf apa di sini ada makanan lain sekertaris saya alergi makanan laut "


" oh ...tentu ada tuan Andra silahkan pilih ini menunya "


" terimakasih tuan Bramantyo"


Andra pun segera memilih menu setelah itu mereka menunggu pesanan terlebih dahulu sebelum membahas tentang kerja sama yang akan mereka lakukan . pesanan pun tiba mereka semua menikmati hidangan tersebut .


" baik tuan untuk lahan itu bagaimana baiknya" tanya tuan Bramantyo


" begini tuan itu akan di bangun sebuah taman juga ruang terbuka hijau saluran yang rusak pun akan di perbaiki dan setiap Minggu di adakan pasar murah dan itu ber tempat di sebelah jembatan yang ada Danau kecil itu jadi cukup luas tempat nya " terang Juna


" cukup bagus tuan saya diskusi dulu dengan sekertaris saya "


" baik silahkan tuan "


tuan Bramantyo sedang berdiskusi dengan sang sekretaris ya mereka mau menerima namun Bramantyo melihat gelagat gelisah pada Juna ia pun bertanya


" tuan Arjuna anda kenapa ?

__ADS_1


" maaf tuan boleh saya tinggal sebentar untuk menerima telepon"


" baik silahkan "


Juna pun keluar namun diam diam tuan Bramantyo mengikuti Juna .


" halo ..Mikha "


" tuan Kinara bagaimana ini "


" Kinara ada apa dengan dia "


" dia mengigau memanggil nama anda terus tuan"


" kamu tenang ya saya akan memanggil dokter agar datang ke tempat kamu "


" baik tuan "


" maaf saya sedang bertemu klien jadi tidak bisa datang"


" oh ... maaf kalau begitu tuan saya mengganggu .


" tak apa kalau ada apa apa kabari saya"


sambungan telepon tertutup Juna segera menelpon dokter Rania untuk segera ke alamat Kinara dan memeriksanya . sementara tuan Bramantyo yang mendengar nama Kinara di sebut mulai bertanya tanya siapa dia mungkinkah dia putrinya yang selama ini dia cari melihat Juna kembali masuk dia pun juga kembali masuk .


" maaf tuan Bramantyo saya membuat menunggu"


" tak apa tuan Arjuna"


" jadi bagaimana kesepakatan ini"


" maaf berapa keuntungan kita"


" 40 40 tuan Bramantyo"


" tunggu kenapa 40 40"


" karena yang 10 % di sumbangkan kepada orang orang yang kurang mampu dan membutuhkan "


" baik lah saya setuju"


usai pembahasan kerjasama selesai tuan Bramantyo pamit lebih dulu namun sampai di parkiran ternyata mobil mereka mogok sang sekretaris pun membawa mobil itu ke bengkel terdekat yang kebetulan masih buka sedang tuan Bramantyo masih di sana sendiri hingga Juna pun melihat nya .


" tuan kenapa masih di sini"


" ah itu mobil saya mogok dan sekarang sudah dibawa ke bengkel" sambil memegang dada


" tuan kenapa "


" saya sebenarnya kurang enak badan tadinya ingin segera cek up "


" tuan biar anda di antar Andra saja "


" tidak usah tuan malah merepotkan Anda "


" tidak tuan ,Andra tolong antar kan tuan Bramantyo ke rumah sakit "


" baik bos tapi bos sendiri bagaimana?"

__ADS_1


" tenang saja dekat sini kan ada rumah yang baru ku beli jadi aku bisa pulang ke sana"


" baik lah bos ,tuan mari saya antar "...


__ADS_2