Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
Juna sakit punggung Kinara melahirkan


__ADS_3

" hanya itu yang terucap saat melihat ibu dengan pria lain tanpa apa pun setelah tau ibu ternyata di beri obat bius" jelas sang ibu


" apa ayah benar benar menceraikan ibu" tanya dara anak ke dua Karina adik Kinara


" ibu tak tau pasti dara, dulu ibu pernah meminta untuk tidak di ceraikan namun ayah mu tetap pada pendiriannya karena itu ibu pergi membawa kalian bertiga ke desa paman kalian "


" apa ibu masih mencintai ayah" Kinara coba menebak


" masih Kinara namun ibu tak tau dengan ayah kalian maaf jika ibu menyembunyikan ini serta bohong "


" sudah Bu tak mengapa yang lalu biarlah lalu biar itu jadi masa lalu jadi kita pikirkan masa depan kita"


" setuju ....!! " jawab dara dan Shireen mereka pun berpelukan serta saling menyayangi satu dengan yang lainnya .


2 bulan kemudian ...


ya usia kandungan Kinara kini memasuki usia sembilan bulan tinggal menghitung hari untuk melahirkan .


meski begitu ia belum menandakan akan melahirkan serta ia tak mengalami rasa apa pun .


sedangkan Juna entah mengapa dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya terasa sering pegal pegal dan jika berjalan jauh dia merasa sakit pada kakinya seperti yang di alami pagi ini ia berencana berangkat pagi ke kantor usai sarapan namun malah begini yang terjadi ...


bibi belum menyiapkan makanan untuk dirinya takut nya nanti ia meminta makanan yang aneh lagi bibi pun mendekat dan bertanya...


" tuan muda ,maaf anda ingin sarapan apa biar saya buatkan"


" aku ingin ... udang balado dan cumi goreng krispi "


" baik tuan muda tunggu sebentar "


sang bibi segera kembali ke dapur untuk membuat kan makanan yang di pesan tuan nya itu ini masih masuk akal makanan yang di minta karena biasanya dia akan minta yang aneh aneh tak berselang lama makanan pun datang ...


" tuan muda silahkan" suruh bibi


" oh ...iya bibi terimakasih "


Juna pun menyantap makanan tersebut degan sangat lahap namun keanehan terjadi lagi di udang balado nya Juna menambah kan saus sambal serta bubuk cabai kering dan potongan mangga muda setengah matang ...


sang mama papa dan Kevin yang melihat melongo melihat tingkah Juna itu .


" ma itu apa ga pedes ya " bisik Kevin pada sang mama .


" mama juga ga tau Vin , biarkan saja dia juga tak mengeluhkan kepedasan kok"


" apa itu masih masa ngidam sih ma " papa tak mau ketinggalan dan bertanya .


" mungkin pa kita juga tidak tau usia kandungan si wanita itu berapa ?"


semua melihat Juna sambil geleng geleng kepala dan yang di bicarakan tak perduli dia asyik menyantap makanan nya.


" ma, pa ,kak,aku duluan ya ?" pamit Juna ia memakai jasanya .


" sepagi ini " jawab papa


" iya pa sekalian mau cek para karyawan "


Juna pun berangkat lebih dulu baru di depan halaman rumah hendak masuk ke mobil ia merasa sakit di bagian punggung .


" a...."


Juna berteriak dan membuat yang masih di meja makan meninggalkan makannya dan berlari keluar .


" Juna kenapa " mama bertanya dan mendekat


" ini ma ..."


belum sempat Juna melanjutkan ucapannya Kevin sudah menyela lebih dulu .


" kau pasti sakit perut makanya kurang banyak kau makan cabe"


" Kevin, adik mu lagi sakit malah di ejek"


" bukan ejek ma memang iya tadi mama juga lihat kan dia makan kaya apa ?"

__ADS_1


" bukan sakit perut ..!!!" teriak Juna


mereka bertiga saling pandang ..


" terus kenapa " papa jadi bingung .


" punggung Juna sakit dari atas ke bawah tolong pijit ya"


" oh ...ya udah kita masuk ke dalam dulu "


"kau ini ada ada saja" gerutu sang mama .


Juna pun dibawa masuk dan mama melepaskan jas serta kemejanya . lalu mengambil krim oles untuk meredakan nyeri yang biasa dia gunakan jika sedang pegal-pegal .


Juna tak merasa kan apa apa justru sakit nya makin parah dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya terasa sakit .


" Juna kita ke rumah sakit saja ya ?? pinta papa " gak pa , tolong bawa ke kamar Juna "


" jangan jangan kamu patah tulang Juna?"


" Kevin .... ini serius" ucap mama dengan melihat ke arah Kevin


" kan itu mungkin ma ,ya sudah cepat sembuh adik ku kakak ke kantor dulu ya ?


Juna diam saja menahan sakit.kevin pun segera berangkat ke kantor karena pagi ini dia harus memimpin rapat sedangkan sang papa tak jadi untuk berangkat ke kantor .


sudah banyak dokter yang di datangkan ke rumah untuk mengobati sakit Juna namun tak ada hasil sama sekali juga para tukang pijat dan urut sama saja Juna masih kesakitan kirim pun sudah habis banyak bukan sembuh namun malah kepanasan .


" ma ..berhenti kasih krimnya "


" kenapa Juna ..?


" bukan sembuh malah tubuh Juna rasanya panas bisa tolong Carikan kipas "


" baiklah ,tapi apa tidak AC nya di kecil kan saja "


" kalau di kecilkan Juna kedinginan pa lagian mama bisa jadi es beku di sini " ucap mama


" gimana ..?


" agak mending pa ,makasih "


melihat Juna begitu kasihan juga orang tuanya kenapa gadis itu lari tak datang ke sini Bahakan selain sandrina mantan pacar Juna yang berkhianat itu banyak wanita yang menginginkan dan mencoba mendekati nya namun justru mereka mundur dengan teratur bahkan ada yang ke rumah mencoba mendekati dari sang mama namun sama pula ia gagal .


tepat tengah malam Kinara merasa perutnya kencang ia membangunkan sang ibu ...


" ibu ... ibu ...bangun ibu..."


" Kinara ada apa ?"


" perut ku kenceng terus dari tadi aku ga bisa tidur"


" coba kau berbaring dulu ibu akan periksa "


Kinara pun berbaring sesuai perintah sang ibu dan ibu mulai memeriksa .


" Kinara kita ke rumah sakit kau akan melahirkan apa tak kau rasa kan sakit "


" tidak Bu "


" aneh ...ya sudah ibu siapkan baju untuk mu dulu bangun kan adik adik mu kita ajak mereka"


" baik Bu " tak berapa lama dara juga Shireen pun Bagun mereka berganti baju .dan berangkat ke rumah sakit dengan mengendari mobil yang sengaja mereka sewa sehari sebelumnya untuk berjaga jaga jika Kinara melahirkan .


sampai di rumah sakit ...


" dokter tolong anak saya mau melahirkan "


suster dan dokter yang berjaga malam itu segera datang dan membawa Kinara ke IGD untuk mendapatkan perawatan .


" maaf kalian tunggu di luar saja " ucap sang perawat lalu menutup pintu dan ibu serta ke dua adiknya Kinara menunggu di luar .


" dok apa perlu melakukan tindakan operasi " tanya suster pada sang dokter .

__ADS_1


" siapkan saja siapa tau butuh ,aku akan memeriksa dulu apakah sudah ada pembukaan ".


" baik dokter " jawab sang perawat .


dokter pun melakukan pemeriksaan ternyata sudah pembukaan lengkap dan siap untuk melahirkan .


" suster pasang infus dan nona kau rileks ya ini sudah siap melahirkan jangan takut ikuti instruksi saya "


" baik dokter " jawab Kinara .


sementara di luar ..


" Bu kenapa lama kok adik bayi belum keluar " shiren coba bertanya .


" kita tunggu saja ya berdoa yang terbaik untuk kakak mu dan dokter pasti melakukan yang terbaik.


di belahan yang lain .


tepat pukul satu dini hari .


papa dan mama Juna tak tidur di kamar mereka tapi tidur di kamar Juna serta Kevin pun yang ketika sudah beranjak dewasa jarang tidur dengan Juna kini pun ia tidur di kamar Juna .


" ah.... mama ..." Juna berteriak dan histeris membuat semua langsung bangun degan satu kali teriakan .


" Juna kenapa lagi "


mereka yang baru saja terlelap harus bangun lagi karena Juna yang berteriak .


" kenapa sakit sekali ma ...apa salah Juna"


" salah mu adalah kau menghamili wanita itu dan kamu tak bertanggung jawab "


" kenapa jadi aku yang di salahkan "


" karena kamu yang membuat dia hamil Juna " jawab ke tiga orang tersebut bersamaan .


" ah ...iya ..iya aku yang salah tapi aku sudah bilang pada dia aku akan bertanggung jawab dan menyuruh dia memberi tau ku jika dia hamil tapi dia malah kabur entah kemana ?" ( awas kau Kinara akan ku cari sampai ke ujung dunia sekalipun ) ucap Juna dalam hati sambil menahan rasa sakit .


" tapi bener juga ma kenapa dia pergi padahal Juan mau bertanggung jawab " ucap papa


" iya juga ya pa dan itu tandanya dia menolak kamu Juna padahal hamil anak kamu "


" mungkin dia takut ma karena Juna kan bosnya dia " Kevin menyela .


" bisa jadi juga ,oh ...tuhan ternyata anak ku yang tampan dan berkarisma ini masih ada yang menolak ya "


" mama memuji ku apa menghina ku " Juna tak terima .


" ya .muji lah tapi ..juga nyindir bukan menghina cuma dikit kok . ucap mama sambil tertawa pelan .


dan ....


" ah .... sebuah teriakan panjang kembali terdengar untung kamar Juna kedap suara jadi tak terdengar dari luar ..


" Juna " Kevin mama juga papa jadi panik melihat Juna dan seumur umur baru ini Juna merasakan sakit seperti ini .beberapa menit kemudian Juna kelelahan dan pingsan keringat dingin mengalir di tubuh nya . mama dan papa serta Kevin memapah nya ke tempat tidur lalu mengantar selimut seprei serta celana yang di kenakan Juna karena basah semua setelah semua selesai ia di selimuti lagi dan di beri minyak angin oleh mama .


di depan pintu ruang bersalin ibu serta dara dan Shireen merasa lega dan sangat senang ketika sudah mendengar tangis seorang bayi dokter pun keluar.


" keluarga nona Kinara " ucap sang dokter


" kami dokter" jawab sang ibu


" dimana ayah sang bayi " dokter mencoba bertanya karena dari mereka datang tak ada satu orang pun laki laki yang mengantarkan.


ibu mulai bingung memikirkan alasan yang tepat .


" em ... dia ..."


disaat sang ibu bingung dara pun menjawab nya .


" dia sedang di negara lain dokter suami kakak saya bekerja di sana dan karena kecelakaan kerja dia masuk rumah sakit kakinya patah jadi tak


ibu pun menatap heran dari mana dia bisa mendapatkan kata kata itu ya ..kata kata dadakan apa boleh buah jatuh tak jauh dari pohonnya dan sifat ayah menurun pada anak ke duanya ini .

__ADS_1


__ADS_2