Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
kemelut Juna dan Kinara


__ADS_3

" baiklah demi Sean aku turuti kemauan kalian"


ucap Kinara .


" mom apa dia benar ayah ku aku tak mau memanggil dia Dady "


" tapi kau memanggil mommy Sean "


" apa kau bukan ayah ku"


Juna terkejut kenapa dia keras kepala sekali hanya sebuah panggilan dia permasalahkan ." ah baik boy kau boleh panggil aku ayah aku ini ayah kandung mu apa mommy mu tak pernah memberi tau mu"


" aku tidak tau kenapa mommy begitu ,dia suka menceritakan diri mu sebelum aku tidur tapi..."


" tapi apa Sean "


" saat aku terlelap dia suka menangis dan dia mencaci mu kadang aku juga bingung kau itu benar ayah ku atau bukan"


Juna terdiam mendengar penuturan Kinara seperti nya dia memang harus meluruskan ini semua .


" benarkah yang di kata kan Sean Kinara? , sebegitu bencinya diri mu pada ku aku sudah katakan jika aku mau tanggung jawab"


Kinara diam ia mendekati Sean.


" Sean sayang dia benar ayah mu dia bernama Arjuna Rahardian Wijaya sapaannya Juna dia seorang CEO "


" mom ... Jangan menangis " mengusap air mata Kinara.


" mungkin aku egois tapi entah lah aku tak memiliki perasaan itu Sean untuk ayah mu kau hadir tanpa disengaja ,akan ku coba demi diri mu Sean ku"


" iya aku percaya sama mom i love u mom"


Sean pun mencium pipi Kinara lalu memeluk nya .


" mom aku lapar "


" bibi tolong ajak Sean makan dulu ya " Juna memanggil bibi untuk memberi makan pada Sean.


" baik tuan ,ayo den Sean kita ke sana mau makan apa?" tanya sang bibi .


" buatkan nasi goreng lalu telur nya dua di beri sosis juga sayuran ya bibi"


" baik Aden"


Sean pun ikut si bibi menuju meja makan dan duduk menunggu selama bibi membuatkan makanan yang ia inginkan.


" Kinara ... apakah aku terlalu hina untuk mu karena hal itu"


" entahlah ..."


" demi Sean kita harus tetap menikah "


" iya "


" dan jika kau lari lagi aku akan mengambil Sean dari mu"

__ADS_1


" kau mengancam ku "


" tidak hanya peringatan untuk mu dan akan ku lakukan hal yang sama kau memisahkan ku dengan dia enam tahun lamanya"


Kinara hanya menatap manik mata Juna dia sebenarnya baik namun Kinara tak bisa merasakan hal itu justru ketakutan jika di dekat Juna mungkin perbuatan Juna yang membuat dia takut.


setelah kejadian masa lalu Kinara diam diam melakukan tes ke psikolog dia dinyatakan mengalami trauma dan hanya dirinya lah yang bisa menyembuhkan trauma itu.


ia pun masih mengonsumsi obat penenang kala hatinya gundah gelisah .


Kinara duduk di sofa dan mengambil obat itu di dalam tasnya lalu meminum nya .


tak ada orang yang tau tentang traumanya ini termasuk sang ibu ia menyimpan sendiri dan tak mengatakan pada siapa pun.


" apa kau sakit" Juna mendekat dan bertanya .


" tidak ini hanya vitamin " kilah Kinara.


" untuk Kinara dan Sean biarkan mereka tinggal disini ibu juga tak apa jika tinggal disini"


" tidak Juna ibu juga punya rumah jadi biar Kinara dan Sean saja yang tinggal disini "


" Karina apa dia si kecil Laras" ucap Bramantyo dan mendekati Kinara .


dulu waktu kecil Kinara dipanggil dengan nama Laras namun setelah sang ibu membawa pergi dari rumah sang ayah karena prahara rumah tangga mereka maka sang ibu mengganti dengan memanggil nama depannya yaitu Kinara hingga saat ini .


Bram hendak menyentuh pipi Kinara namun ia segera berdiri dan menghindari.melihat hal itu Bram heran dan sepertinya Kinara tak ingin di dekati oleh nya.


" racun apa yang di tanamkan pada mu oleh ibu mu"


" apa kau tak mengatakan tentang aku sedikit pun"


" aku sudah mengatakan mungkin karena dia juga punya masalah sendiri jadi dia aneh saja jika kau mendekat"


" ibu siapa dia?" tanya Kinara .


" orang yang selalu kau tanyakan "


" ayah kah "


" iya Kinara ini ayah "


Kinara menelisik Bram dari atas hingga bawah ( dia tampan juga gagah dan seorang CEO lagi bahkan meski usia lanjut dia masih berkarisma bagaimana ceritanya bisa dia jatuh cinta pada ibu dan aku sama sekali tak mirip dengan dia) pikir Kinara.


" Bu apa dia benar benar ayah ku?"


" Kinara itu benar kau ini tidak yakin apa perlu tes DNA "


" tapi Bu kenapa aku tidak mirip dengan dia bahkan fisik ku kecil dia lebih mirip degan adik adik ku sedang aku jauh apa aku bukan anak ibu "


" Kinara kau anak ibu dan ayah mu Bram kau memang tidak mirip dengan dia tapi kau mirip ibu dan ada bakat ayah mu yang menurun pada mu semua mewarisi dari ke 3 anak ibu "


" Karina jadi anak ku ada 3 " Bram terkejut dan ia cuma tau jika ia memiliki dua anak .


" iya mas 3 saat aku pergi dari rumah aku sudah hamil 3 bulan"

__ADS_1


" lalu dimana mereka ?"


" mereka di London dara jadi dokter bedah di salah satu rumah sakit sedang si kecil Shireen kuliah sambil mengurus butik Kinara bakat dsener otodidak mu menurun pada Kinara"


" benarkah apa kau punya brand sendiri Kinara"


" nama brand nya RS Wijaya singkatan nama cucu kita " ibu yang menjawab.


" jadi jas yang ku pakai ini karya mu " menatap Kinara dan menunjukkan nama brand yang tertera.


Kinara pun mendekat dan memegang tangan Bram lalu menciumnya.


" tak ingin memeluk ayah bolehkah ayah memeluk mu ".


" tidak "


penolakan Kinara membuat orang terkejut kenapa pula dia tak ingin di peluk dan dia seperti melihat orang asing .


" jika memeluk ayah aku seperti kurcaci yang memeluk raksasa kalian semua memiliki tinggi yang rata rata sama sedang aku kecil sekali bahkan calon suami ku juga tinggi nya sama dengan kalian juga Sean baru 6 tahun sudah sedada ku kali 20 tahun sudah seberapa dia"


semua orang tertawa akan jawaban Kinara tersebut.


" astaga sayang jadi itu masalah nya " Bram mengajak Duduk Kinara dan kemudian memeluknya.


ia tak terasa mengalir air matanya putri yang mereka rindukan kini ada dalam pelukannya .


" lalu apa kalian akan rujuk lagi " ucap Nyonya Xander .


" iya rujuk lah kita kan jadi besan " tuan Xander pun menyela .


" untuk apa kita rujuk kita tak pernah bercerai"


" bukan kah mas mengajukan cerai "


" memang benar tapi aku mencabutnya dan membatalkan perceraian itu setelah kau pergi semua baru terungkap itu hanya akal akal an ibu saja "


Bram menatap Karina istri yang masih ia cintai hingga saat ini .


" Karina jadi kita bagaimana apa kau sudah bersuami selama pergi dari ku"


" ibu tak menikah ayah juga dia masih mencintai ayah dilamar para pengusaha dia menolak " jawab Kinara .


ibu jadi salah tingkah sendiri akan penuturan Kinara dan kenyataan memang benar jika dirinya masih mencintai suaminya itu.


" jadi kau masih Istri sah ku pulang lah Karina"


" untuk pulang aku belum bisa aku butuh waktu mas aku akan tinggal di rumah yang dulu kau beri atas nama ku itu".


" kau tak menjual rumah itu"


" tidak mas aku tidak menjualnya"


" baiklah kita pulang ke sana berdua biar Sean dan Kinara tinggal disini semua kami Pamit"


semua merasa senang dan bahagia namun Kinara justru tak merasakan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2