Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
Juna ngidam


__ADS_3

sudah 3 bulan ini mood Juna naik turun dan selalu mengeluhkan pusing dan mual segala obat dia minum namun setelah sampai di dalam perut ia muntah kan kembali .


bahkan dokter terbaik baik dalam atau luar negeri di datangkan oleh sang mama namun nihil semua angkat tangan Juna pun pasrah akan keadaan ini .


hingga suatu hari Andra datang berkunjung ya sekertaris Juna ini bekerja siang dan malam di perusahaan Juna menggantikan CEO nya yang kurang sehat tersebut .


semua dokter angkat tangan hanya satu doktor yang belum angkat tangan ..


maka dari itu Andra akan membawa Juna ke dokter tersebut ...


" selamat siang nyonya ..." sapa Andra kepada mama Juna


" siang Andra ,ada apa?"


" tuan muda bagaimana ini juga ada berkas yang harus di tanda tangani"


" naik lah ke atas dia ada di kamar "


" habis minta rumus jamur dikasih ayam geprek"


" apa aneh sekali , seperti apa rasanya"


" aku juga tak tau makin hari permintaanya makin aneh kau lihat saja sana pusing kepala ku' ucap mama


" baik lah saya permisi nyonya"


Andra pun segera naik ke atas menuju kamar Juna tanpa mengetuk Andra langsung masuk


dan Juna baru saja keluar dari kamar mandi ..


" belum sembuh tuan .."


" kau datang ,belum tadi habis muntah lagi "


" ikutlah dengan ku ...aku akan.." belum sempat menyelesaikan kalimatnya Juna sudah memotong pembicaraan Andra ...


" ah ... tidak aku tidak mau kau pasti akan membawa ku ke dokter kan tidak "


" tuan tak ada salahnya mencoba dia dokter handal semua pasien nya sembuh "


" benarkah itu " Juna mendekat Andra dan menatap tajam matanya ..


" bersiaplah tuan aku kan membawa mu ke sana"


" baik lah ,tapi awas jika aku tidak sembuh maka gaji aku potong 70%"


" dan jika tuan sembuh aku ingin liburan 3 bulan"


" oke deal "


Juna dan Andra bersalaman tanda setuju dengan kesepakatan mereka .

__ADS_1


Juna pun berganti pakaian dan mereka keluar dengan menaiki mobil sport milik Juna entah mengapa kemana mana Juna ingin menaiki mobil sport koleksinya itu biasanya ia cukup dengan mobil mewah nya saja .


sampai lah mereka pada rumah sakit sebelum nya Andra sudah membuat janji dengan sang dokter Juna pun terheran heran melihat ruangan yang akan di gunakan untuk pemeriksaan nya" kenapa aneh begini ya ?" pikirnya hingga mata Juna tertuju dengan tulisan yang ada di sebuah papan " spesialis kandungan "


" Andra kita tidak salah ruangan kan ?"


" tidak tuan ,sebentar lagi dokternya datang tuan jangan takut"


ya rumah sakit itu sudah di booking oleh Andra dan hanya Juna pasien di sana.juna masih bergidik negeri kenapa banyak gambar bayi ibu hamil juga balita " apa Andra ini gila aku kan laki laki mana mungkin hamil" awas saja jika kau mengerjai ku Andra tak ada gaji dan tak ada liburan maki Juna dalam hatinya


" selamat datang tuan Andra" sapa sang dokter dan di temani dua orang perawat


" selamat datang dok ," jawab Andra


" mari masuk tuan kita bicara di dalam pasien sudah di ajak ke sini" tanya sang dokter


" sudah dok ini pasien nya" sambil menunjuk Juna.


" tunggu dok ini ruangan apa kenapa aneh sekali "


"ini ruangan khusus untuk ibu hamil tuan "


" apa , Andra jangan gila kamu !!" teriak Juna


" tuan aku tidak gila aku hanya ingin tuan sembuh"


" kau pikir aku ini perempuan aku laki laki mana mungkin bisa hamil rahim saja tidak punya aku tidak mau "


" pengawal ...tangkap dia" ya Andra sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi maka ia menyiapkan pengawal untuk mengantisipasi segala hal yang akan terjadi .


Juna pun di tangkap oleh pengawal


" apa apa an ini lepaskan aku "


" maaf tuan kami hanya menjalankan perintah " ucap salah satu dari mereka


" bawa tuan muda masuk " pinta Andra


" Andra apa yang kau lakukan "


" maaf tuan jika tuan menurut saya tidak akan melakukan ini"


" kalian jaga di pintu "


" baik tuan ".


mereka ada yang di luar ruangan serta ada juga yang berjaga di dalam ruangan tak mampu berbuat apa apa Juna pun pasrah dia duduk dengan dijaga sang pengawal ..


" tuan Andra apa bisa saya mulai penjelasan nya "


" tentu dok silahkan , maaf atas insiden ini"

__ADS_1


" tak apa tuan ,tuan Juna kan laki laki "


" baik saya akan bertanya pada tuan Juna"


Juna diam saja tak menyahut ... wajah nya masih ditekuk dan cemberut


" apakah tuan mengalami mual muntah dan pusing di pagi ?"


" iya " jawabnya singkat


" lalu suka ingin makan sesuatu entah itu manis pedas atau asin"


" pedas"


" apa sering menginginkan sesuatu"


" iya bahkan sering"


" sensitif dengan bau mungkin parfum anyir atau yang lain "


"saya pusing dengan bau parfum lebih suka dengan aroma buah"


" hal itu biasanya dirasakan oleh ibu hamil dari trisemester pertama ,kedua atau bahkan sampai yang ke tiga namun...." ucapan dokter di potong Juna sebelum selesai


" dok saya ini laki laki mana mungkin saya hamil "


" tuan tolong tenang saya belum selesai dengan penjelasan saya dan saya juga tidak mengatakan bahwa anda itu hamil" jelas sang dokter


" tuan tenang lah " Andra pun coba menenangkan


" baik saya lanjutkan di trimester ke dua biasanya akan berkurang dan akan hilang dengan sendirinya kondisi ibu hamil berbeda beda ,tuan Juna anda tidak hamil namun anda mengalami gejala ngidam yang biasanya dirasakan oleh kaum wanita "


" tapi kan dia laki laki dok kenapa bisa begitu" Andra bertanya


" begini tuan , karena ayah dari si bayi mempunyai ikatan yang sangat kuat dan si ayah punya rasa kepedulian yang tinggi maka hal itu bisa terjadi jadi yang mengidam bukan si ibu tapi justru sang ayahlah ,saya juga punya pasien dia juga laki laki istrinya sedang hamil dan dia yang mengidam seperti anda ini" jelas dokter panjang kali lebar .


" jadi ini bukan penyakit "


dokter tersenyum " bukan tuan anda tenang saja dan juga tubuh anda baik baik saja , berapa bulan istri anda hamil"


"e... Juna gelagapan bingung ingin menjawab apa dan lagi pula dia juga belum menikah dan pikiran itu merasuk ke diri Juna mungkinkah Kinara dia hanya melakukan itu pada satu gadis dan mungkin Kinara saat ini hamil anaknya dan ia mengidam karena kehamilan Kinara .


" 5 bulan dokter" Andra yang menjawab


" nanti kemungkinan usia 6 bulan ke atas hingga 9 bulan apa yang tuan rasakan akan hilang dengan sendirinya " ungkap sang dokter .


mendengar kata 5 bulan Juna mulai berfikir apakah Kirana sudah hamil 5 bulan .


" baik dokter terimakasih atas penjelasannya mohon maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan ini"


" tak apa tuan saya maklum"

__ADS_1


Juna dan Andra pun pamit dan keluar dari rumah sakit .


__ADS_2