
Kinara sudah bangun lebih dulu ia mempersiapkan segala keperluan Sean untuk sekolah dan juga bekal karena hari ini Sean mulai masuk sekolah.
dia tak menyiapkan perlengkapan kantor untuk Juna dia membiarkan begitu saja juga tak membangunkannya Kinara terkesan acuh padanya meski dia sudah menjadi istri sahnya .
meski orang tua Juna juga sudah merestui tak ubah membuat Kinara mencintai Juna mungkin jika dia bukan anak dari Bramantyo Kinara sudah pasti di usir dari keluarga itu .
satu tahun berlalu ...
pernikahan Juna dan Kinara berjalan tanpa ada kesan yang mendalam diantara ke duanya . bahkan Juna tak bisa menyentuh Kinara sedikit saja telah leleh dan letih Juna pun memutuskan untuk menceraikan Kinara .
sebenarnya Juna tak sungguh sungguh ini adalah bagian rencana dari Sean jika gagal maka Sean berjanji akan ikut dengan sang ayah dan meninggalkan Kinara.
" ayah lakukan dengan penjiwaan ya berlakulah kasar pada mommy jangan lembek" ucap Sean.
" tapi Sean ..apa itu tak berlebihan " ucap Juna yang nampak ragu ragu.
" percayalah mommy akan peka perasaannya jika dia mendapat bentakan juga seseorang berbuat kasar "
" jika mommy mu pergi bagaimana"
"aku akan ikut ayah aku juga lelah ayah aku selalu meminta mommy untuk belajar mencintai ayah namun mommy keras kepala semua perkataan ku diabaikan hanya iya... iya..dan iya nyatanya tak ada ."
" baiklah ayah akan mencoba"
" semangat ayah " Sean pun tersenyum pada Juna dan mereka melakukan tos Sean pun memeluk Juna .
pagi itu di dalam kamar Kinara sedang asyik menggambar rancangan untuk baju yang akan di pasarkan Juan pun memakai kemeja dan jas nya .
" besok sidang perceraian kita " Juna berucap namun sama sekali tak melihat ke arah Kinara .
membuat Kinara menghentikan aktivitas nya.
" apa tadi kata mu perceraian"
__ADS_1
" iya kita akan bercerai" Juna pun memakai sepatunya lalu pergi melangkah keluar meninggalkan Kinara sendiri yang masih mematung tak bergeming.
" cerai dia akan menceraikan aku , kenapa dengan ku Kenapa justru aku tak rela jika berpisah dengan dia " Kinara berbicara sendiri sambil menatap Juna dan Sean yang pergi berdua menaiki mobil .ia melihat dari jendela kamar Juna .
mereka sangat dekat Sean pun sangat senang dan begitu menyayangi Juna . Kinara hendak melanjutkan pekerjaannya namun ia tak sengaja menjatuhkan sebuah map dari meja kerja milik Juna di kamar .
" apa ini?, laporan medis dari rumah sakit "
Kinara pun membuka map tersebut dan betapapun dia terkejut melihat isi dari keterangan itu .
" apa maksud semua ini rekam medis dari spesialis kandungan dia kan laki laki " Kinara pun cukup bingung dan membuka lebar berikut nya.
" ngidam " Kinara mulai berpikir jadi apa selama ini dirinya tidak mengalami ngidam itu karena Juna yang mengalami nya sang ibu juga pernah bilang jika seorang suami bisa saja mengalami hal itu dulu saat hamil dara ayah Kinara juga mengalami ngidam sedang dirinya tak merasakan hal itu.
" jadi selama ini dia merasakan itu dan Sean selalu berontak di dalam kandungan jika aku mencacinya" tak terasa air mata Kinara jatuh membasahi pipinya .
" astaga apakah aku begitu jahat ya tuhan pada laki laki ayah dari anak ku ini " Kinara pun melanjutkan membuka lebar berikut nya lagi .
saat itu ...
Hinga kini ia sudah sembuh meski kadang ia masih meminum obat itu . dalam catatan itu ada garis merah tertulis nama dirinya " Kinara"
ya nama itu tertulis jelas jika sedang depresi dan mengamuk nama itu yang sering Juna ucapkan dan dia membanting semua yang ada di dekatnya menganggap jika itu Kinara yang pergi entah kemana .
tak ada kata yang mampu Kinara ucap selain Isak tangis yang mendalam dan dia baru tau fakta itu hari ini Juna juga tidak pernah mengucapkan hal itu dia menyimpan ini semua dari dirinya .
Kinara sadar betapa tersiksanya Juna selama dia tinggal dan dia jauhkan dari sang anak andai itu dirinya mungkin dia sudah mati tak mampu lagi untuk bertahan hingga kini .
ia pun menyimpan map itu kembali namun lagi lagi ia dikejutkan dengan laci yang sedikit terbuka lalu dibukalah laci tersebut di dalam sana banyak sekali obat obatan mungkin itu sisa obat yang di konsumsi oleh Juna jerit tangis Kinara kian meronta ia pun menanggap dirinya sudah jahat pada Juna .
" aku harus minta maaf ,tapi dia ingin menceraikan aku ah ... tidak ...tidak boleh dia menceraikan aku harus ku cegah agar itu tak terjadi" Kinara berucap sambil mengusap air matanya.
ia melanjutkan pekerjaan yang tadi belum selesai namun kacau tak bisa konsentrasi pikiran Kinara melayang pada Juna selama kepergian nya dia menanggung derita yang tak dia ketahui.
__ADS_1
pulang sekolah Sean pun tak mendatangi Kinara ia asyik bermain dengan sang Oma dan juga pengasuh nya dia mendiamkan Kinara tanpa sebab setiap kali ingin masuk ke kamar nya Sean selalu mengatakan pada sang pengasuh agar bilang jika dia sudah tidur.
tak banyak yang bisa di lakukan Kinara kini rasa bersalah merasuk ke dalam hatinya .
malam hari Juan pulang saat pintu kamar terbuka jantung Kinara berdebar dengan kencang berirama tiada menentu apa lagi jika mata itu bertatapan langsung pada Juan .
Juna diam saja acuh dan langsung berganti baju usai itu ia ke meja kerja yang ada di kamar nya .mengotak Atik komputer memeriksa laporan perusahaan yang tadi belum sempat ia periksa Kinara hanya diam duduk di ranjang tidur ia terus memperhatikan sikap Juna yang mulai acuh tak acuh padanya.
ia pun Mendekat pada Juna namun Juna tak bergeming ia sibuk dengan berkas dan komputer.
" mau ku buatkan kopi " ucap Kinara namun tak ada jawaban .
" mau minum kopi" masih saja tak ada Jawa Juna sebenarnya mendengar namun hanya pura pura tak mendengar saja.
hingga Kinara menepuk pundak Juna membuat Juna pun menoleh.
" singkirkan tangan mu ,besok kita akan bercerai"
" tapi saat ini aku masih istri mu"
" istri tak berguna!!" cela Juna pada Kinara yang membuat air itu kembali menetes.
" kau yakin ingin bercerai"
" ya kenapa tidak ,Memeng ada alasan yang harus membuat aku bertahan".
" lalu Sean "
" hak asuh Sean akan ada di tangan ku kau bebas mengunjugi kapan kau mau"
" aku tidak mau "
" terserah yang pasti besok kau bukan istri ku lagi nona Kinara maaf aku mengantuk harus istirahat".
__ADS_1
Juna pun menuju sofa mengambil bantal dan selimut lalu tidur .tak peduli dengan Kinara sepanjang malam itu Kinara menangis tiada henti Juna ingin memeluk nya namun demi rencana nya ia memilih untuk menahan diri.