Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
Kinara panik


__ADS_3

satu bulan telah berlalu Kinara masih tetap bekerja di perusahaan Juna namun sebisa mungkin ia menghindari Juna dan tak bertemu muka dengan CEO tersebut.


sementara Juna cukup melihat dari jauh jika Kinara baik baik saja karena jika Juna mendekat Kinara seperti orang yang melihat hantu dan ketakutan Juna lebih memilih mengalah tak mendekat .


namun ia masih menyuruh orang bawahannya untuk mengawasi Kinara .


ya kejadian yang telah lalu itu masih tergambar jelas pada ingatan Kinara .


sementara itu 1 minggu ini Kinara selalu mual di pagi hari dan muntah juga sering pusing jika kelelahan bahkan ia tak selera makan sama ia hanya ingin makan buah buahan segar saja .


hari itu Kinara usai pulang kerja mampir ke klinik untuk periksa karena tidak mengantri Kinara langsung masuk klinik dan menemui bidan di sana .


" selamat malam mbak ,ada keluhan apa? " tanya sang bidan dengan ramah


" ini Bu saya suka mual di pagi hari dan pusing juga tak ingin makan nasi apa itu sakit maag ya Bu" Kinara mencoba menerka penyakit apa yang menghinggapi tubuhnya .


" baik kita lakukan pemeriksaan dulu ya , silahkan ke kamar mandi dan ambil urine sedikit ini tempat nya "


Kinara pun menurut lalu ke kamar mandi mengambil urine seperti yang bidan itu suruh .


tak berapa lama Kinara keluar dan memberikan urine tersebut kepada bidan .


" ini Bu bidan " sambil menyerahkan urine tersebut


" baik terimakasih " sang bidan pun lalu memasukkan alat kedalam urine tersebut lalu menyuruh Kinara berbaring di tempat tidur


" maaf mbak tolong buka baju sedikit bagian perut saja ya? " pinta sang bidan dan Kinara pun melakukan apa yang di perintahkan oleh bidan tersebut.


dan mengoleskan sebuah gel ke perut Kinara .bidan mengambil alat yang di masukkan kedalam urine dan bidan itu tersenyum ada garis 2 di alat tersebut kemudian melanjutkan pemeriksaan dengan USG ya meski itu hanya sebuah klinik namun perlengkapan di sana cukup lengkap .


" mbak coba lihat disini ke monitor di sini ada satu kehidupan yang sedang mencoba tumbuh dan berkembang " bidan mencoba menjelaskan


" maksudnya bagaimana Bu bidan sumber kehidupan bagaimana?" Kinara cukup bingung


" begini mbak di dalam rahim mbak ada satu janin yang hidup , selamat anda akan menjadi seorang ibu di mana suami mbak .


Kinara kaget setengah mati dia dinyatakan hamil dan suami kata itu terlalu asing untuk dia yang belum menikah namun kenyataan sudah hamil .


melihat ekspresi Kinara yang bingung bidan pun mengerti mungkin masih terkejut dengan hal ini .


" baik kalau begitu ini ada obat dan vitamin tolong di habiskan ya dan jangan lupa periksakan setiap bulan sekali agar tau perkembangan bayinya " pesan dari sang bidan .


" baik Bu bidan berapa semuanya"


" silahkan ke sana ya " menunjuk perawat yang ada di depan usai membayar semua.

__ADS_1


Kinara pulang ke kos dengan perasaan tak menentu dan pikiran yang kacau tak mau naik taksi atau ojek Kinara memilih jalan kaki hingga kosan .


sepanjang jalan pula air mata itu tak berhenti mengalir di pipinya .


sesampai dikamar kos melihat kamar sebelah lampu itu sudah mati mungkin Mikha sudah tidur tak ingin membangunkan Kinara langsung masuk ke dalam kamar .


ia menangis sejadi jadinya ia pun berbicara sendiri ..


" kenapa kamu ada di rahim ku aku tak mengharapkan mu "


" dia kenapa dia yang harus jadi ayah mu aku bahkan tak mencintai dan mengenali dia "


lebih baik aku gugurkan saja kamu tapi ....


a......


aku tak tau harus bagaimana Tuhan dan apa pula yang nanti aku jelaskan pada ibu masih kah aku di akui anak ibu karena mengecewakan nya .


malam kian larut mata Kinara belum mampu terpejam ia mencari buah yang tadi ia beli dan kemudian memakan buah itu habis 3 jeruk ia merasa kenyang dan kemudian barulah dia terlelap.


pagi itu ...


Mikha sudah bangun dan siap untuk bekerja ia pun mengetuk pintu kamar Kinara


" Kinara... Kinara ...Kinara "


" udah siap kerja belum " tanya Mikha


" sudah aku ambil tas dulu "


setelah itu mereka berangkat berdua dan seperti biasa naik taksi online langganan mereka ber dua .


mereka pun tiba di kantor namun ...perang dunia ke 3 segera di mulai ...


karena tersandung batu minuman yang dibawa Mikha pun tumpah dan jatuh mengenai baju Kevin yang sedang bersama Juna .


" a... " teriak Kevin


" maaf tuan saya tidak..." ucapan Mikha terhenti kala mata Kevin dan Mikha saling menatap


" kamu ... " gumam kevin


" aduh tuan lagi tuan lagi " Mikha sambil senyum " impas ya tuan "


" impas bagaimana ganti rugi "

__ADS_1


" apa ganti rugi ,gak orang tuan yang salah juga"


sekilas Kevin melihat logo nama perusahaan di baju Mikha ternyata dia adalah karyawan perusahaan adik ku kenapa aku tidak pernah melihat setelah di teliti ternyata Mikha hanya seorang OB jadi jika Kevin datang ke sini tidak melihat Mikha .


dan Juna serta Kinara hanya heran dan bingung melihat tingkah mereka berdua baru bertemu namun seperti Tom and Jerry saja .


" kamu jaga sikap ya saya minta kamu cuci baju saya sampai bersih dan pakai tangan " melepaskan baju dan melempar pada Mikha dan terlihatlah tubuh atletis Kevin serta roti sobek dan diam diam memperhatikan nya .


" kalau kamu tidak mau saya akan minta bos kamu pecat kamu sekarang juga "


" apa anda ini sebenarnya siapa ? tuanJuna ini tamunya kenapa resek banget sih "


" kalau kamu tidak mau ...."


Juna pun angkat bicara


" Mikha saya akan pecat kamu"


" tapi tuan ...


" cuci baju ini dan turuti saja apa mau dia yang penting tidak melecehkan kamu "


apa mata mika membulat sempurna dalam hati Kinara pun membatin" Mikha seandainya dilecehkan dapat perlindungan sementara aku yang sudah di lecehkan dapat apa malu iya jika semua orang tau .


Juna memegang tangan Kinara .


" aku ingin bicara kita tinggalkan saja mereka "


Kinara hanya diam mengikuti Juna


" ada apa tuan " Kinara ketakutan namun mencoba tenang


" kenapa kamu menghindari saya terus apa kamu masih takut dengan saya"


Juna menatap lekat pada wajah Kinara


"tidak tuan" Kinara sebenarnya makin takut


Juna diam saja entah mengapa bibir Kinara begitu menggoda nya dan ...


dia menciumnya Kinara syok dengan kelakuan Juna namun apa boleh buat Kinara tak dapat melawan tenaga nya kalah dengan Juna .


" maaf Kinara aku tidak sanggup menahannya " Juna pun meraih tubuh Kinara dan memeluknya tak bermaksud membuat dia takut dalam hatinya bergetar sesuatu apakah itu mungkinkah dia jatuh cinta lagi dengan Kinara rasa ingin memiliki dan tak ingin Kinara pergi serta ingin selalu disisi serta melihatnya merasuk ke relung sukmanya .


" Kinara i love You "

__ADS_1


meski terucap lirih Kinara masih bisa mendengar nya dan entah kenapa ia nyaman di pelukan Juna.


__ADS_2