
6 tahun kemudian .
Sean pun tubuh menjadi anak yang cerdas lincah serta pintar dia juga mandiri meski masih kecil kian hari wajahnya kian mirip dengan sang ayah .
Kinara kadang kewalahan menjawab pertanyaan anak sekecil Sean ia selalu bertanya tentang sosok sang ayah yang selama ini tak ia temui di kehidupan sehari-hari tersebut .
"mom ,aku lapar aku mau makan "
" sebentar Sean mommy sedang buatkan minumlah susu mu dulu "
" baik mom" Sean sangat penurut dan sayang dengan mommy serta pada nenek dan dua Mimi nya itu panggilan kesayangan untuk Shireen dan dara .
"Sean ini makan mu kau makan dan habiskan mommy mau mengemasi barang mu dulu".
" kita mau kemana mom "
" kita akan pindah ke rumah nenek ke Indonesia dan kau juga akan sekolah di sana "
" lalu Mimi ku ikut juga kan"
" tidak Sean Mimi dara kan sibuk jadi dokter sementara Mimi Shireen kuliah dan juga mengurus butik mommy awal nya nenek meminta kau umur 2 tahun pindah namun mommy mengundur "
" baiklah mommy siapkan juga baju ku ya jangan lupa main ku "
" baik sayang "
Kinara pun merapikan baju Sean dan miliknya juga mainan Sean setelah selesai ia pergi menemui sang ibu untuk melihat apakah Saudah selesai mengemas barang .
" Bu sudah selesai "
" sudah kau sendiri bagaimana ? satu jam lagi pesawat kita akan berangkat "
" sudah Bu Sean sedang makan "
mereka pun membawa barang barang mereka ke taksi yang dia pesan Shireen dan dara tak bisa mengantarkan mereka setelah Sean selesai mereka naik ke taksi menuju bandara .
sampai di bandara mereka langsung menuju pesawat dan tak lama setelah itu pesawat pun lepas landas menuju tanah air mereka. mungkin karena lelah atau kekenyangan saat makan Sean pun tertidur sepanjang perjalanan dan tidak dengan dirinya yang masih dihantui rasa was-was khawatir juga takut entah kapan ia akan bertemu dengan Juna ayah sang anak di tambah Sean selalu menanyakan di mana ayahnya teman temannya selalu menanyakan dimana ayah Sean .
Sean tak berkecil hati ia selau mengatakan jika sang ayah bekerja di sebuah perusahaan dan memperlihatkan foto Juna pada temannya dan semua teman Juna pun percaya mereka diam dan tak menanyakan lagi kemana sang ayah pergi.
" tuan ..apa saya mengganggu "
"ada apa Andra "
" saya ingin melaporkan tentang rumah sakit kita Rahardian hospital"
" baik apa ada masalah atau kurang dana "
" tidak tuan ternyata memang benar nona Kinara melahirkan di sana"
Juna menggebrak meja dan benar saja Andra kaget hingga ia mundur ke belakang.
" tuan mengagetkan saja tenanglah "
" kenapa kita tak bisa mendeteksi "
" entah tuan dan ini bukti rekaman CC tv rumah sakit "
Juna pun melihat CC tv tersebut dia sangat marah dan ...
" heh ... kemanapun kau lari ternyata kau masih di genggam an ku Kinara , lalu anak ku laki laki apa perempuan "
" maaf tuan aku tidak tau ini ada foto nona Kinara dan bayinya" menyerahkan foto tersebut pada Juna dan Juna menerima.
" juga brand yang sedang naik daun itu milik nona Kinara dia membuka butik tuan dan nama brand itu nama anak nona Kinara "
" apa inisial nama itu"
" RS . Wijaya"
tiba ...tiba ...
dering handphone Andra pun berbunyi ..
" ada apa blue" blue adalah sekelompok orang kepercayaan Andra beranggotakan lima orang jika tak mampu menyelesaikan suatu kasus atau masalah maka mereka lah yang turun tangan membantu dan menyelesaikan Juna pun sudah tau akan kelompok tersebut ia juga yang memberikan ijin untuk Andra membentuk tim tersebut.
bukan cuma itu pihak kepolisian jika membutuhkan bantuan nya mereka pun siap membantu apa lagi demi tugas dan keamanan negara mereka .
" cepatlah ke bandara tuan sebelum terlambat ajak lah tuan muda Arjuna"
__ADS_1
" Kenapa harus ikuti katakan yang jelas ada apa"
" saat kamu hendak pulang ke mari ada penerbangan dari London menuju Indonesia tuan "
" atas nama siapa Kinara Larasati ,Karina dan seorang anak kecil"
" siapa nama anak itu "
" namanya sebentar tuan ,namanya Rayendra Sean Wijaya "
" baiklah kau jaga bandara dan panggil tim mu aku dan tuan muda akan ke sana "
" baik tuan "
" kenapa untuk apa ke bandara "
" tuan nona Kinara kembali dan dia datang bersama sang ibu juga ...." Andra menggantung ucapannya Juna pun melihat ke arah Andra .
" Andra ...."
" juga Rayendra Sean Wijaya "
" siapa itu apa suami Kinara atau calon suaminya"
" Astaga tuan kenapa anda jadi bodoh begini "
" apa kau bilang "
" dia itu anak mu " Andra geleng geleng kepala ( aduh kenapa si bos jadi gini ya)
" siapa tadi namanya coba ulangi lagi"
Andra tak mau mengulangi nya ia menuliskan di sebuah kertas dan memberikan kepada Juna.
" tuan ini hafalkan nama depannya susah sekali kita berangkat ke bendera pesawat sudah tiba sebelum kita terlambat"
" Rayendra Sean Wijaya "
Juna pun menyusul Andra yang sudah memasuki lift dan mengerahkan semua pengawal untuk ke bandara ia pun mengendari mobil itu dengan kecepatan tinggi dan dengan cepat mereka sampai di bandara .
" mommy kita sudah sampai "
" baiklah Sean kita duduk di sana ya sambil menunggu mommy mu"
" iya nek "
mereka pun duduk di sebuah kursi dari kejauhan seorang lelaki tinggi tegap dan tampan melihat Sean ia pun berucap dalam hati dan ( tenyata kau sangat mirip dengan ku anak ku ) .
" nek aku ingin popcorn bisa belikan untuk ku "
" baik tunggu di sini jangan pergi kemana mana ya"
" baik nenek " jawab Sean sambil mengacungkan jempol pada sang nenek . kesempatan itu digunakan Juna untuk mendekati Sean.
" Hay boy boleh aku duduk di sini "
"boleh tuan silahkan "
( Astaga anak ku memanggil ku tuan)
" boleh aku tau nama mu ,ini ada es krim untuk mu "
Sean pun menatap Juna sejenak ia berfikir seperti nya ia pernah melihat laki laki ini ia pun mencoba memastikan dan mengambil ponsel Kinara yang tadi dibawanya .benar saja itu sangat mirip pria yang sama akhirnya Sean pun memeluk Juna dengan erat dan ia juga menangis .
" boy kau kenapa " tak ada Jawaban hanya Isak tangis yang makin keras.
" sudah lah jangan menangis kau mau ikut dengan ku "
Sean menganggukkan kepalanya. bersamaan itu Kinara datang dari toilet dan ..
" hei ..berhenti mau di bawa kemana anak ku berhenti ibu kemana sih kenapa Sean dibiarkan sendirian "
" Kinara ada apa "
" Sean di culik ibu "
" ayo kita kejar "
Kinara dan ibu mengejar mobil yang membawa Sean dengan taksi yang sudah mereka pesan dan tujuan rumah keluarga Arjuna di sana kebetulan juga ada tuan Bramantyo yang kebetulan datang berkunjung sepulang dari perjalanan bisnis dengan tuan Xander .
__ADS_1
( ini kan rumah tuan Xander ) Batin ibu Kinara mobil berhenti dan tanpa menunggu sang ibu Kinara turun lebih dulu lalu mengejar Juna yang membawa masuk Sean ke dalam rumah dan teriakan Kinara membuat orang rumah terkejut.
" hei penculik berhenti kau "
mendengar itu Juan pun berhenti dan berbalik arah belakang .Kinara pun melangkah masuk dan mencoba mengambil Sean dari gendongan Juna namun dia kalah tinggi dengan Juna.
" berikan anak ku "
" kau bagaimana di tinggal anak mu begitu saja tanpa pamit dan sepatah kata"
" kenapa kau melakukan itu "
" bukan kah kau juga melakukan hal yang sama pada ku "
" apa maksud mu "
" aku sudah mengatakan dulu jika kau hamil maka kau tanggung jawab ku dan kita menikah tapi apa kau malah pergi ke London dan menyembunyikan Sean enam tahun dari ku "
" aku tidak mencintai mu "
"tapi Sean butuh aku "
tuan Xander pun bingung dan ia menyela ..
" tunggu ada apa ini kenapa ribut sekali tolang ada yang bisa menjelaskan"
" begini pa,dia adalah Kinara gadis yang aku ambil mahkotanya dan ini anak kita cucu papa dan mama "
" jadi kamu Kinara ,kenapa kau malah pergi Kinara bukannya cinta bisa datang seiring waktu dan lagi Juna mau tanggung jawab".
" maaf tuan saya tak mencintai anak anda dan itu adalah kali pertama saya jadi saya membencinya"
" mommy apa dia ayah ku " Sean mencoba bertanya .
" iya Sean ini Dady " ucap Juna namun Sean malah bingung turun dari gendongan Juna dan mendekati Kinara meminta penjelasan .
" mommy jelaskan pada ku apa dia ayah ku biar aku tak kesulitan membuat alasan dengan teman ku juga aku bisa memperlihatkan dia pada mereka dan tidak mengejek ku karena aku tak punya ayah "
mendengar penuturan sang putra Kinara pun juga teriris ia tak banyak tau jika Sean selama itu memendam rasa yang dalam ingin bertemu ayahnya maka dari itu ia selalu menanyakan sang ayah pada dirinya .
" Kinara katakan saja sudah saatnya Sean tau "
suara ibu dari arah pintu menuju rumah membuat kembali terkejut dan juga Bramantyo yang ada di sana sementara ibu Kinara belum menyadari keberadaan Bramantyo .
" kau bukannya Karina " ucap tuan Xander
" iya kau Karina kan istrinya Bram, Bram dia istri mu kan ?
" mendengar nama Bram di sebut Karina pun cukup panik ia memberanikan diri melihat ke arah ruang tamu dan benar saja Bramantyo ada di sana manik mata ke duanya pun bertemu .
" tuan Xander saya minta maaf jika membuat keributan di rumah anda dia Kinara putri saya yang dihamili karena ketidak sengaja an saya minta Arjuna di nikahkan dengan Kinara "
" ibu kenapa begitu apa ibu sudah merencanakan ini sebelum nya"
" apa maksud mu Kinara kau bilang Juna tak mau tanggung jawab tapi nyatanya dia mau kau malah memilih pergi cukup kesamping kan ego mu demi Sean "
" kalau begitu kalian menikah Minggu depan" ucap tuan Xander .
" saya setuju Xander kau atur saja "
" baiklah Karina"
Kinara diam harus bicara apa hingga akhirnya ...
" nyonya Xander apa anda sudah yakin mengambil saya sebagai menantu "
" apa maksudnya Kinara aku tak mengerti"
" malam itu sebelum saya di sentuh anak saya.. anda mencaci maki saya dan mengguyur saya dengan air saya hanya orang miskin yang mengadu nasib dan malah disentuh atasan saya juga saya bukan wanita berkelas" jelas Kinara .
" soal itu saya minta maaf Kinara saya yang salah saya akan menerima kamu sebagai menantu saya sekali lagi saya minta maaf"
" mom "
" kenapa Sean "
" kalau tak mau menikah dengan ayah aku tak apa mom aku tak memaksa tapi mommy jangan pergi meninggalkan aku cukup tetaplah di dekatku" ucap Sean Sambil memeluk kaki Kinara.
" Kinara lihatlah anak mu saja begitu dewasa padahal dia sangat ingin dekat dengan sang ayah ia rela tak memiliki ayah demi ke egois an itu apa kau tak malu meski tak mencintai Juna kau tetap akan menikah Minggu depan " ucap sang ibu yang cukup menusuk hati Kinara .
__ADS_1