Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
lahirnya Sean


__ADS_3

" oh ... begitu rupanya kalian boleh masuk bayinya sudah lahir dan ibu nya juga sudah pindah kamar di ruang bersalin nomor 017 silahkan nyonya " ucap sang dokter


"baik dok terima kasih "


dokter berlalu pergi , sementara mereka bertiga menuju kamar 017 untuk menemui Kinara .


" ibu itu kamarnya " ucap Shireen


" oh ...iya ayo masuk jangan berisik nanti keponakan kalian bangun "


mereka berjalan perlahan tanpa mengetuk pintu dan langsung masuk Kinara sedang makan sang bayi ada di sampingnya di dalam boks bayi nya .


" ibu , dara , Shireen " sapa Kinara setelah mereka semua ada di dalam .


" bagaimana diri mu kau baik " ibu mengelus kepala Kinara dan melihat ke arah sang bayi .


" aku baik , bayinya juga baik tapi ..." Kinara tampak ragu .


" kenapa kak apa ada masalah " tanya dara


" bukan dara kakak bingung kenapa dia panjang sekali " ucap Kinara .


" panjang maksud nya kak" dara bingung pula dan tak mengerti dengan ucapan dara .


" mungkin maksudnya kak Kinara panjang badan bayi ini dara " ibu mencoba menjelaskan pada dara yang kurang mengerti ..


" o .. begitu ,memang berapa panjangnya "


" 54 , dengan berat 3000 gram " jawab Kinara


" 54 ,Kinara pinjam handphone mu " ucap ibu.


" ini Bu" Kinara menyerahkan handphone tersebut pada ibunya . ibu langsung membuka galery foto dan di sana jelas tersimpan foto CEO tampan tersebut ( tidak salah lagi dia benar anak dari Xander Wijaya ,mas Bram bagaimana jika kita bertemu lagi apa yang akan aku lakukan kalian rekan kerja tak menutup kemungkin jika nanti Kinara dan Arjuna bersatu ) batin sang ibu .


" itu jelas Kinara mungkin menurun dari sang ayah kau lihat saja" meletakkan handphone Kinara dan menggendong cucu pertama nya itu .


" kau tak ada di dirinya ini seperti duplikat ayahnya ."ucap ibu .


" ibu dia masih bayi masih bisa berubah " ucap Kinara kesal karena perkataan sang ibu .


" kakak adik bayi ku ini laki laki apa perempuan"


tanya Shireen yang ingin tau .


" dia laki laki, Shireen "


" wah ... dia paling tampan ya? "


" Shireen kenapa dia paling tampan kau ini sok tau " dara pun tak mau kalah .


" iya dong kak kan kita empat orang perempuan semua sementara adik bayi kan laki laki sendiri ,apa dia tidak paling tampan?".


" oh iya benar" jawab ketiga nya hampir bersamaan dan mereka semua tersenyum dengan tingkah sang adik bungsu mereka.


" siapa namanya Kinara kau sudah memberinya?" .


" belum bu aku belum memikirkan nya "


" Kaka boleh aku beri nama" ucap shiren dan dara bersama.


" boleh asal jangan yang susah " pinta Kinara


" gini aja kita mikir satu nama lalu di jadikan satu dan ibu yang menilai bagaimana ? usul Shireen


" ibu setuju "


mereka bertiga berpikir bersama memikirkan untuk sang bayi dan ...


" aku dapat " ucap dara


" siapa " ibu bertanya

__ADS_1


" Wijaya " dengan lantang dara berucap


" tidak aku tidak mau ganti yang lain " jawab Kinara.


" apa karena nama belakang ayah nya maka kau menolak " tebak ibu .


" ibu aku tak mau dia tau "


" Kinara mau sampai kapan kau menyembunyikan dia ?"


" ibu juga menyembunyikan kami dari ayah"


" bukan menyembunyikan tapi membawa kabur kalian dan ..."


" Bu,kabur dan sembunyi beda tipis" ucap dara sambil cengengesan .


" iya sih ibu juga bingung harus bagaimana jika sewaktu-waktu ibu bertemu ayah kalian "


" memang ayah kerja apa Bu ?" Shireen ingin tau .


" dia seorang CEO "


" wah pasti ayah keren dan tampan makanya ibu suka dan jatuh cinta sampai sekarang iyakan " ucap dara .


ibu hanya tersenyum mendengar kalimat pujian untuk ayah nya tersebut .


" ibu pokok nya jangan beri nama Wijaya dan karena laki laki itu dia kurang ajar sekali bahkan dua kali meminta tolong pada ku berujung berantakan rencana ku Arjuna kenapa kau hadir di hidup ku " berkata begitu sang bayi pun kemudian menangis ya seperti nya tak terima jika sang ayah di caci sang ibu .


" Kinara berhenti mencaci ayah dari anak mu seperti nya dia tau dan dari masih dalam kandungan mu dia memberi mu rasa sakit setelah kau menceritakan dia seperti apa bukankah dia tenang dan sakit mu hilang" .jelas sang ibu


" beri ASI mu mungkin dia juga haus apa sudah keluar "


" sudah Bu "


" ini susui dia " menyerahkan bayi itu pada Kinara untuk di susui.


" Rayendra , bagaimana kak Kinara " ucap shiren


" agak sulit pengucapannya kakak memilih nama Sean "


" em .. Shireen setelah ku pikir bagus juga usul mu itu baiklah kita gabung namanya " ucap Kinara .


" namanya RAYENDRA Sean WIJAYA. dia di panggil Sean ibu bagaimana ?" tanya Kinara meminta pendapat sang ibu .


lalu sang ibu pun memberi kan jempol tanda ia menyukai nama yang mereka berikan .


" Kinara jadi kau dua x melakukan nya degan dia"


" ibu tolong jangan ungkit itu lagi ya aku kadang takut untuk kembali ke Indonesia jika nanti aku bertemu dia dan dia melakukan hal itu atau memisahkan aku dengan Sean "


" oh ...maaf Kinara selama ada ibu itu tak akan terjadi Sean dan kau akan aman seperti nya Sean sudah Kenyang sini biar ibu Gendong dulu jangan langsung di tidurkan kau tidur lah adik adik mu sudah tidur "


" ibu tak apa sendirian "


"tak apa tidur lah selagi Sean tidur jika dia haus ibu akan membangunkan mu" .


Kinara pun berbaring dan dia pun tidur kini tinggal ibu saja yang masih terpejam sambil menggendong Sean ia mengamati wajah cucunya itu .


" Sean kau benar benar mirip ayah mu Kenapa ibu tak ada sedikitpun Tumbu lah menjadi anak yang baik dalam segala hal jika kau dewasa nanti ,diri mu dikelilingi orang baik dan semua orang hebat ."ucap sang ibu


lama di pangkuan sang nenek Sean pun di tidur kan di dalam boks bayinya lalu sang nenek pun terlelap di dekatnya dalam dekapan mimpi masing masing .


Juna yang tak sadar kan diri setelah berteriak merasakan sakit yang sangat dahsyat itu seperti tertimpa reruntuhan batu itu kini ia sadar .ia mencoba membuka mata .


" ma ..." ucap Juna


" iya gimana kamu gak apa apa kan" ucap mama


" perlu ke rumah sakit " tawar papa


" ini kok lengket badan ku ,udah ga sakit sih ma"

__ADS_1


" beneran entar kambuh " Kevin menimpali


" ga tau juga aku mandi dulu "


Juna pun mengambil handuk dan menuju kamar mandi . sementara mereka bertiga juga mandi namun di kamar mandi yang berbeda ya buat Kevin kalau papa mama ya terserah mereka .


Juna selesai dan memakai pakaian santai ia masih belum ingin pergi ke kantor .ia memilih menyuruh Andra sang sekretaris untuk meminta datang ke rumah .


Juna pun menelpon Andra ..


" halo " telpon pun tersambung dan langsung di angkat oleh Andra setelah tau jika itu sang tuan yang menelpon .


" kau sibuk "


" baru saja selesai rapat tuan dan juga usai makan siang ,ada apa tuan ?"


" urusan kantor udah beres "


" sudah tuan "


" datanglah ke rumah aku menunggu mu "


" baiklah tuan saya segera datang ".


panggilan telepon pun diakhiri Andra segera turun ke lantai bawah menuju lobi dan mengendari mobil menuju rumah utama yaitu rumah sang CEO .


" ada apa lagi apa tuan sakit lagi atau minta makanan aneh ya ??" gumam Andra .


dan ...


dia sampai juga ke rumah yang di tuju semua penghuni rumah juga sudah hafal dengan Andra tanpa ada kecurigaan apa pun ia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah . langsung menuju kamar Juna ia mengetuk pintu .


" tuan ini saya Andra "


" masuklah " Andra pun segera masuk ia melihat hal berbeda dari biasanya jika biasanya Juna terlihat lesu pucat dan tak bergairah kini dia sangat segar dan auranya seperti terpancar kembali.


" apa ada masalah tuan"


" akan aku tepati janji ku pada mu liburan 3 bulan seperti yang kau pinta ?"


"tuan tapi... apa anda sudah benar sembuh dan maaf mampu mengurus perusahan "


" kau tenang saja ,jika ada apa dengan ku biar Kevin yang turun tangan ,ingin ke mana ? biar ku pesankan tiket ."


" London , Inggris tuan"


Juna terkejut sendiri ..


" kenapa ke sana ,bukankah kau ingin ke Australia "


" iya tuan tapi sepertinya itu nanti saja jika aku sudah menikah "


" katakan alasan mu"


" rumah sakit tuan yang di London menerima pasien dari Indonesia dan dia sedang hamil juga belum lama ini melahirkan di sana dan nama belakang bayi itu adalah Wijaya itu hanya mirip atau benar keturunan Wijaya mereka belum tau tuan"


" jadi apa rencana mu "


" saya akan coba selidiki dan apa benar dia nona Kinara "


" baiklah,aku Ikuti saja rencana mu jika ada kabar segera hubungi aku ".


" tentu tuan "


" Oya ... ada brand baru di sana selidiki merek ini R.S .Wijaya aku baru saja membaca berita nya".


" baik tuan saya akan selidiki"


" kau ingin berangkat kapan ?"


" boleh kah besok tuan "?

__ADS_1


" baiklah " .


Juna pun memesankan tiket pesawat tujuan London Inggris untuk Andra kini gantian dirinya yang mengurus perusahan sendiri tanpa ada Andra di sampingnya .


__ADS_2