Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
temani aku ( pernikahan Richard dan Vani 2)


__ADS_3

" aku sudah selesai tak adakah air putih di sini" Mikha tak menjawab tanya Kevin ia segera bangkit dari duduknya dan mengambil kan air putih untuk Kevin.


sejenak Mikha merenung ( dia itu berbeda ada saja orang kaya mau duduk di tempat seperti ini aku masih curiga pasti ada sesuatu yang dia inginkan tak mungkin dia datang tiba-tiba apa lagi sepagi ini).


"hi ...ada tidak air nya aku sudah haus" Kevin berteriak ke arah Mikha mendengar itu mika langsung menuju Kevin dan menyodorkan gelas berisi air itu.


lalu meminum nya setengah.


" ini kau tidak haus" mendapat sodoran gelas dari Kevin mika merasa jijik.


" ih ...ogah ya aku satu gelas sama kamu "


" haduh ... sok banget sih kamu bekas bibir ku manis lho" ditatap Kevin Mikha makin aneh sendiri .


" hei ..maaf ya biar manis aku tak Sudi"


" bukan kah udah pernah emang ga ingin lagi "


" awas ya kalau berani macam macam aku bisa memukul mu "


" o...ya silahkan saja sekuat apa pukulan mu itu"


malas mendengar ocehan Kevin Mikha pun beranjak mengambil tas selempang nya kemudian menuju pintu.


" kau mau keluar atau tidak aku mau berangkat kerja kali tidak pintu aku kunci kau di dalam saja"


Kevin pun langsung keluar lantas Mikha mengunci pintu dan meniggalkan Kevin . Mikha sedikit berlari melihat itu Kevin masuk mobil dan mengejar Mikha .


ia membunyikan klakson dan berhenti tepat di samping mika berjalan .Mikha pun berhenti Kevin turun dari mobil.


ia berjalan mendekati Mikha sambil memasukkan tangannya ke saku celana.


" aku sudah bilang aku akan mengantar mu kenapa kau malah pergi" Kevin menatap intens wajah Mikha ditatap begitu mika pun menjadi gugup.


" terimakasih jerapah tapi itu tak perlu"


" aku ingin bicara masuk lah dan ku antar kau kerja"


" tidak aku tidak mau " mika masih saja tak mau untuk masuk ke dalam mobil ia hendak melangkah namun dihalangi oleh tangan Kevin .


" cepat masuk atau aku akan menerkam mu " Kevin berucap dengan nada tinggi dan amarah membuat mika ketakutan ia tak serta Merta masuk tapi justru malah memandang Kevin .


" capat masuk" Kevin kembali menggertak pada Mikha dan kali ini mika langsung masuk ke mobil Kevin dan ia pun juga langsung masuk ke mobil melajukan mobilnya.


pintu di mobil di tutup dengan sangat keras membuat mika makin takut dalam benak Mikha berpikir ( ada apa dengan dia bentar bentar baik bentar galak jutek juga acuh salah minum obat apa dia )


hening...


Kevin membelokkan mobilnya ke sebuah cafe Mikha yang menunjuk tak tau jika mobil itu berhenti di sebuah cafe.


Kevin turun lebih dulu mika tak beranjak dari tempat duduknya ia masih duduk di sana dalam diam hingga Kevin membuka kan pintu.


pintu pun di buka .


" turun " perintah Kevin mika pun menurut dan ia turun Kevin menggandeng tangan mika dan masuk menuju cafe tersebut.


Kevin memesan tempat di paling dalam dan juga belakang sedikit sepi dari keramaian dan tak begitu banyak orang.

__ADS_1


" duduk lah " mika pun duduk ia juga bingung kenapa pula Kevin membawa dia ke cafe ( apa sih maunya seenaknya saja membawa orang sesuka hatinya) Mikha menggerutu dalam hati.


" kenapa kesini aku bisa terlambat kerja"


" aku sudah minta izin pada Juna mau pesan apa pilih lah " Kevin memberikan buku menu pada Mikha ia pun memilih salah satu menu andalan di sana dan juga capuccino kesukaan dia .l


Kevin pun juga memesan sama dengan punya mika .


sambil menunggu pesanan datang tak ada yang mulai bicara begitu juga Kevin dia diam dan menatap Mikha.


" apa kau takut maaf mungkin tadi sikap ku membuat mu Takut"


mika dia saja dia memang ketakutan .


" nanti malam kau ada acara ?"


" tidak " Mikha menjawab pertanyaan Kevin dengan singkat.


" bagus aku minta tolong pada mu temani aku"


" ke Mana??"


" ke pernikahan laki laki yang mengambil istri ku"


" kau datang "


"iya tadi pagi dia juga mengatakan undangan itu sendiri ke rumah untuk ku"


" berani juga dia mengantarkan nya"


" iya tapi dia tidak menikah dengan mantan istri ku "


" mereka sudah memiliki anak dan anak itu diberikan padanya dan mantan istri ku pergi ke negara lain lalu menikah di sana dengan orang lain pula"


" astaga tega sekali dia "


" jadi kau bisa menemani aku "


" baiklah jam berapa ?" mika langsung saja menyetujui permintaan Kevin itu .


" jam 7 nanti aku menjemputmu nanti ada orang yang ku suruh datang untuk memberi mu gaun kau pilih sendiri.


Kevin pun memanggil pelayan dan segera membayar .ia pun mengajak mika untuk keluar.


" sekarang ku antar kau bekerja kebetulan sebentar lagi aku akan rapat"


Mikha dan Kevin pun keluar dari cafe tersebut dan bertolak menuju kantor.


didalam mobil ...


" boleh ku tanya sesuatu tentang ...ayah mu?"mika cukup terkejut dengan pertanyaan Kevin ia tak berani menatap juga melihat ( kenapa pula dia menanyakan hal itu)


" Mikha kenapa diam "


" aku ..."


" apa kau di usir dari rumah "

__ADS_1


" apa laki laki itu sudah bercerita pada mu tentang ku semua"


" berarti dia memang ayah mu kenapa kau tak mengakui dia"


tak ada Jawaban diam ...


" dia memang sudah menceritakan semua dan ada beberapa yang belum kau ketahui"


" apa kau juga menuduh ku "


" menuduh apa maksud mu?"


" ya seperti dia menuduh aku dengan istri dan anak kesayangannya itu"


" maksud ku ada yang belum kau ketahui jadi jika bertemu dia dengar dulu penjelasan dia agar kau mengerti apa alasan dia mengusir mu"


" apa kau bersekongkol dengan dia"


" tidak, dan satu lagi apa kau masih menolak aku setelah melihat ku " Kevin menatap intens pada mika dan...


deg ...deg...deg... jantung Mikha berpacu begitu kencang ingin melipat dari tempatnya.


" atau kau sudah terpesona dengan ku" Kevin mengatakan itu dengan senyum senyum .


mereka pun sampai di perusahaan dimana dia bekerja namun mika tak kunjung turun.


" kau mau di sini bersama ku atau kau ingin bekerja '"


mendengar teguran Kevin Mikha pun tersadarkan ia membuka pintu dan keluar dari mobil .


" jangan lupa nanti malam " Kevin pun tancap gas segera pergi menuju kantor dan menghadiri rapat .


Mikha sampai di sana langsung mengerjakan tugasnya setelah selesai dan memasuki jam istirahat ia memikirkan apa yang di katakan oleh Kevin tadi .( apa maksud dari ucapannya tadi ada sesuatu yang tidak aku ketahui aneh apa ayah menyembunyikan sesuatu yang tak aku tau juga dia lebih kurus dari sebelum dia mengusir ku harus kah ku temui dia tapi aku masih sakit hati ucapan tanpa bukti itu membuat ku menangis sendirian tanpa ada yang perduli).


jam pulang kantor pun tiba mika pun segera bergegas untuk pulang dan dia memesan taksi online .


sampai di rumah ia dikejutkan dengan berbagai gaun juga para perias yang siap mempercantik dirinya malam ini untuk menemani Kevin.


" kalian siapa kenapa ada di sini " sapa Mikha setelah sampai di depan kosan .


" kami ini tim perias yang di utus oleh tuan Kevin untuk anda kau nona Mikha "


" iya saya Mikha mari masuk" mika pun membuka pintu lalu mempersilahkan mereka masuk.


" nona sudah cantik tinggal memberi polesan sedikit saja" puji wanita itu sambil melihat wajah mika sedang mika tersenyum ke arah wanita itu


" untuk gaun nona pilih saja sendiri ya "


" baiklah" mika pun memilih memilah gaun yang akan di kenakan dan pilihan nya jatuh pada gaun berwarna peach sangat cocok dengan kulitnya yang kuning Langsat dan pas di tubuh rampingnya.


mika izin untuk mandi setelah mandi mika langsung di rias karena masih lama ia pun belum mengenakan gaun yang ia pilih ia justru bingung apa bisa dia akan membayarnya.


" maaf ini samua berapa"?" mika mencoba bertanya sedang wanita itu dengan tenang menjawab dan tersenyum.


" nona tak perlu memikirkan itu tuan Kevin sudah membayar semuanya anda tinggal memakai jasa kami saja nona, pakai lah gaun nya sebentar lagi tuan Kevin pasti datang"


mika pun memakai gaun yang ia pilih tadi juga dengan sepatu yang senada dengan gaun nya.

__ADS_1


tepat pukul tujuh Kevin pun datang.


__ADS_2