Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
itu jerapah


__ADS_3

" maaf kalian sepertinya pasangan yang sangat bahagia dan serasi boleh aku memotret kalian "


tanya orang tersebut yang membuat mereka cukup heran karena mereka bukanlah pasangan suami istri.


" oh ... silahkan tak apa" Kevin pun mencari posisi dengan Sean berada di tengah Mikha duduk agak jauh. " ibunya tolong lebih dekat ya... lagi tolong lebih dekat dan ayahnya tolong pegang pundak ibunya oke bagus siap ya 1...2...3 ini " ternyata orang itu mengambil beberapa potret mereka dan menyerahkan .


" bagus juga "


Mikha tak menyahut dia lebih memilih meminum minuman nya .


" paman aku mau kasih makan kambing kelinci sama jerapah "


" ayo kita ke sana "


" wah lihat ada kambing gembul sekali kambing nya hai kambing ini ada rumput makan yang banyak ya biar tambah gembul "


Sean pun asik memberi makan sang kambing lalu berpindah memberi makan kelinci dan puas memberi makan ia pun mencari cari binatang yang berleher panjang namun tak ketemu.


" Mimi "


"iya kenapa Sean kamu capek kita istirahat dulu"


" Sean gak capek tapi kandang jerapah dimana ya ??"


" itu jerapah nya di belakang kamu "


"ha beneran mi mana gak ada"


" itu Sean yang pakai jaket "


" mana sih ,tak ada apa apa ?"


" kamu lihat baik baik yang di samping mu itu"


" Mimi yang benar saja itu kan paman Kevin "


" ha...ha ...ha..."


" paman Mimi Mikha bilang kau jerapah 🦒"


Kevin langsung saja melihat mika dan menatap dengan tajam .


" ya..ya aku jerapah tampan dan semua orang akan terpesona pada diri ku "


" huh ... ganteng dari mana o... aku tau kamu ganteng di lihat dari sedotan "


" Hem ... awas saja jika kau jatuh cinta pada ku dan kau akan tergila gila pada ku"

__ADS_1


" huh ... jangan narsis"


" aduh jangan berantem dong aku pengen lihat jerapah dimana ya?"


" itu jerapah ..." mika berteriak menunjuk binatang berleher panjang itu namun Sean tak percaya .


" mi jangan bohong deh itu paman Kevin"


" bukan Sean itu jerapah "


" paman Kevin "


"bukan itu asli jerapah yang lehernya panjang "


" paman Kevin "


" ikut aku dan kau akan tau itu jerapah atau paman Kevin mu "


Mikha pun mengajak Sean menuju tempat di mana dia melihat jerapah itu cukup jauh memang Kevin mengikuti mereka dari belakang.


" kita sampai lihat itu jerapah bukan"


" wah iya itu jerapah " Sean pun memberi makan dan ia cukup lama melihat jerapah itu dan juga kawanannya. puas di sana mereka berkeliling Sean menaiki gajah bersama Kevin setelah itu dia meminta untuk naik kuda Sean naik sendirian dan Kevin mengajak mika naik berdua dengan isengnya Kevin meminta tolong seseorang untuk memotret ya seperti foto prewedding.


rasa lapar pun mendera mereka kemudian mencari tempat makan diarea wisata tersebut .


" paman aku ingin makan ikan bakar tapi ..."


"bukan paman yang menangkap ikannya ya dari kolam "


" mana ada Sean ( aduh CEO ganteng begini suruh menangkap ikan di kolam dasar bocah mirip sekali kau sama Juna menyuruh orang seenaknya) .namun akhirnya Kevin pun menuruti mau Sean ia pun mengambil ikan di kolam dengan sebuah serokan dan sekali langsung dapat 5 ekor ya cukup lah untuk mereka bertiga.


kemudian ia pun menyerahkan pada si penjual itu untuk memasak membakar ikan itu dan menyajikan dengan es teh manis.aroma ikan bakar pun mulai tercium menggugah selera makan untuk mereka ,tak berselang lama ikan bakar pun tiba di hidangkan di meja dan ditemani lalapan .


" Sean ayo kita makan kamu cuci tangan dulu ya"


" iya mi paman ayo makan "


" oke "


mereka pun makan dengan lahap dan rasa lapar mereka terbayarkan sudah setelah lelah berkeliling melihat satwa . Sean pun menambah hingga dua kali.


" kamu kecil kecil makannya banyak juga ya?" Kevin pun berucap sambil melirik pada Mikha sadar akan lirikan tersebut Mikha jadi kesal juga.


" kamu nyindir aku apa Sean sebab aku juga Sean sama sama kecil dan juga sama sama makanannya banyak "


" heh ... kenapa pula kau tersinggung aku tak menyebut nama mu "

__ADS_1


" bilang saja iya tak usah mengalihkan pada Sean "


" aku tak mengalihkan"


" hei kalian berdua berhenti berantem kalian tak lihat anak kalian tidur suara kalian bisa membangunkannya" salah seorang pengunjung lewat dan berbicara pada mereka berdua.


" anak " Mikha pun melongo mendengar nama anak pasalnya dia belum menikah dan juga belum punya anak.


" ah ... iya maaf nyonya jika mengganggu aku tak tau jika anak ku tidur" Kevin pun segera menggendong Sean dan berjalan menuju mobil Mikha pun mengekor di belakang Kevin sampai di parkiran ia membuka pintu mobil juga menidurkan Sean di jok belakang.


" kau duduk di belakang atau di depan " tawar Kevin .


" aku di belakang saja takut nya nanti Sean jatuh"


" baiklah aku jadi supir kalian"


Kevin pun mulai melajukan mobilnya menuju apartemen karena hari juga sudah sore maka ia pun memilih untuk pulang saja lagi pula Sean juga sudah tidur mungkin pula karena dia lelah.


Mikha pun menggendong Sean menuju kamar namun sepertinya dia keberatan karena beban tubuh Sean melihat itu Kevin pun mengambil Sean dari gendongan Mikha dan menidurkan Sean.


hari yang mulai beranjak gelap menuju malam Mikha sebenarnya ingin pulang namun rasa kantuk tak dapat dia tahan ia pun merebahkan diri di samping Sean dan terlelap di dalam mimpi.kevin hendak pergi untuk mandi melihat Mikha ia pun membenarkan posisi tidur Mikha lalu menyelimuti bersama Sean pula.


selesai mandi Kevin pun memeriksa pekerjaan kantor merasa sudah cukup dan sudah beres dan tak ada yang perlu di periksa lagi ia pun menyalakan televisi, tiba pun pintu di ketuk oleh seseorang orang ia pun beranjak dari duduknya dan membuka pintu , ternyata itu Juna dan Kinara.


" kakak kok sepi apa Sean merepotkan mu"


" tidak Kinara tidak merepotkan dia tidur"


" lalu Mikha apa sudah pulang "


" belum dia juga tidur dengan Sean "


" kak , sepertinya Mikha suka pada mu kenapa kalian tak menikah saja"


" entah ...aku juga belum tau pasti Mikha itu suka pada ku atau tidak "


" dia gadis baik apa lagi dia anak paman Aditama"


" iya Juna dia belum bisa berdamai dengan sang ayah jadi biar dia damai dulu dan tau fakta yang sebenarnya aku belum bisa mempertemukan mereka dia itu keras kepala"


" sabarlah kak kalau jodoh mu dia tak akan kemana mana"


"aku akan membawa Sean pulang terimakasih kak sudah menjaga Sean seharian "


"tapi dia tidur, untuk itu tak masalah "


" tak apa dia tak akan bangun" Juna pun mengangkat Sean dan menggendong menuju mobil serta menuju rumah utama.

__ADS_1


kini tinggal Kevin juga Mikha yang masih terlelap dalam mimpinya, ia pun mematikan lampu juga mulai beranjak tidur namun tak satu tempat tidur dengan Mikha melainkan Kevin tidur di sofa.


🍀🍀🍀🍀


__ADS_2