
hari h pun tiba semua persiapan sudah 100 % selesai .acara itu di gelar di pelataran hotel permata dihadiri oleh rekan bisnis tuan Xander juga Juna .
Andra begitu bingung memikirkan cara agar pernikahan ini batal .
semua sudah berkumpul dan Dira pun sudah berada di tempat siap untuk melakukan pernikahan tersebut kini tinggal menunggu ke datangan Andra .
Andra ingin datang sendiri tak ingin di dampingi siapa pun.
dia pun masih sibuk menghubungi nomor dara namun berkali kali tak di angkat dan tak di angkat oleh dara entah apa yang dilakukan dara saat ini .
Andra pun berjalan pelan menuju pelaminan semua orang menatap dia ,dia terlihat gelisah dan tak bahagia akan kah dia bisa menjalani pernikahan ini.
banyak orang yang berbisik tentang dirinya namun tak digubris dan di perduli kan ia hanya memikirkan dan berdoa supaya dara datang dan dia ingin memeluk nya cincin permata yang ia beli di London pun di bawa sementara Dira sudah di persiapkan oleh pihak tuan Xander .
karena kurang fokus Andra hampir saja menubruk meja.
" tuan hati hati" ucap salah satu dari mereka.
Andra pun melanjutkan ke pelaminan ( dara datang lah ) ucap dalam hatinya.
" saudara andra siap " ucap sang penghulu.
tak ada Jawaban..
" saudara andra anda siap "
masih diam ..
dan yang ke 3 " saudara andra apa anda siap menikah dengan saudari Dira angkasa"
" ah ... saya... saya..." Andra gelagapan dan bingung hendak menjawab apa pertanyaan dari sang penghulu.
" saya ..si..a." Andra pun menjawab singkat dan gagap.
" saya terima nikah dan kawin nya dara Pertama Bramantyo "
"tunggu ...tunggu berhenti namanya Dira angkasa bukan dara permata"
"Andra yang benar dong mengucapakan " protes Dira.
" saya...."
tiba tiba ada suara dari belakang yang berteriak dan menerobos masuk ke area pernikahan tamu tak di undang samua mata pun tertuju pada wanita yang baru datang tersebut dan menghentikan akad nikah.
" siapa sih dia berani sekali mengacau acara ku" Dira jadi kesal sendiri.
dara masih menggunakan baju dinas dokternya dan ia juga menutup wajahnya dengan masker ,Kinara pun tak dapat mengenali adiknya sendiri jika itu dara.
dara pun melangkah menuju pelaminan.
" berani kau menikah dengan dia ,aku akan membunuh mu ,laki laki ini dipaksa menikah dengan wanita itu padahal dia tida mencintainya"
" kau siapa datang mengacu dan lagi aku sudah hamil anak Andra " Dira tersenyum penuh kemenangan .
( apa ,hamil apa Andra sekejam itu dibelakang ku )
dara pun diam.
semua tamu pun heboh sendiri dan mendengar perkataan Dira yang sudah hamil duluan.
" tidak itu bukan anak ku tapi itu anak dari Wira Prasetya dia hanya mengkambing hitamkan aku , untuk menikah dengan dia. aku tidak pernah menyentuh dia tuan Xander inikah calon yang anda sebut baik dan maaf saya punya Calon sendiri wanita ini ”
ayah Dira pun begitu murka mendengar pernyataan itu.
" dasar anak tak berguna durhaka kau Dira kau tau siapa Wira itu" hendak menampar Dira namun tangan sang ayah dipegang oleh seseorang dari belakang.
__ADS_1
" kau ..."
" ya tuan angkasa ini saya jangan sakiti putri mu penghulu nikah kan aku dengan dia "
ketika kata sah terucap .
" kau bukan anak lagi pergi dan jangan kembali "
." ayah ... aku minta maaf"
" pergi kau "
"ayah mertua aku minta izin membawa istri ku"
mereka pun pergi dari sana dan Dira ikut bersama Wira .tuan angkasa pun begitu malu akan kelakuan putrinya itu ia juga meninggalkan pesta yang gagal itu.
" hah ...kau datang juga" Andra pun memeluk dara.begitu erat dan begitu lama .
" Andra ,aku sesak nafas"
"ah... maaf ," Andra pun melepaskan pelukannya pada dara .
Andra membuka masker dara dan dia bersujud di hadapan dara dan ...
" mau kah kau menikah dengan ku "
" iya aku mau "
" aku seperti tidak asing dengan dia " Kinara pun mendekat pada sepasang sejoli itu .
" itu dara ,dara ... "
dara pun sangat hafal dengan suara itu ya suara sang kakak yang selalu berteriak di setiap pagi jika dia tak bangun pagi.
" kakak " mereka pun berpelukan .
" kak , Shireen masih di London aku kesini sendiri"
" tunggu ,kenapa kau panggil dia kakak "
"ah ...iya ini kakak ku , Andra"
" apa , jadi nyonya akan jadi kakak ipar ku "
" nyonya ,apa maksud nya ini"
" dia , itu istri bos ku Juna "
" jadi ,alasan kamu menolak menikah itu karena adik ku "
" kenapa tak bilang sih Andra?"
" tuan mana saya tau kalau dara ini adik dari istri anda "
" kalau begitu aku menikah sekarang saja"
tuan Bramantyo pun senang sekarang ia pun menjadi wali untuk sang putri. dan ijab qobul pun di laksanakan hanya dengan satu tarikan nafas dan SAH mereka berdua menjadi sepasang suami istri.
" jadi ,ini alasannya kamu menolak dijodohkan" ucap tuan Xander .
Andra hanya tersenyum mendengar penuturan tuanya itu.
" maaf apa aku boleh menumpang mandi " dara berucap sambil senyum dan memang dia belum sempat mandi.
" dara kau ini , yang benar saja jangan bilang kau belum mandi" tatap Kinara pada sang adik.
__ADS_1
" hem ...belum kak ,usai kerja aku langu menuju bandara dan ke sini"
" ya sudah di sebelah sana bibi akan mengantar mu "
dara pun menuju kamar mandi yang di tunjukkan pada dirinya .
" hah ...segar sekali rasanya tubuh ku terguyur air " ucapannya di dalam kamar mandi.
dara pun mengenakan pakaiannya kembali ia datang tanpa persiapan ,juga tak membawa baju kecuali yang dia kenakan. Andra pun menyusul dara ke kamar mandi.
" kau sudah selesai"
"ah ... sudah" Andra melihat dari atas hingga ke bawah ditatap begitu dara pun menjadi heran .
" kenapa menatap ku begitu"
" ini ganti baju mu ,atau mau aku gantikan" goda Andra .
" ah .. tidak terima kasih" dara pun berlari masuk kamar mandi lagi dan menutup juga mengunci dari dalam.
" hei kau lupa kita sudah sah suami istri "
mendengar itu dara pun diam saja tak menyahut.ia pun keluar dan menemui keluarga mereka sebagian tamu juga sudah ada yang pulang.
" kalian akan tinggal di mana? " tanya sang ibu.
" ibu kami tinggal di apartemen "
" boleh aku tau kalian sejak kapan berpacaran" ibu mulai cari tau.
" sejak aku di tugas kan tuan Juna untuk menyelidiki keberadaan kakak ipar"
" sudah lama rupanya ,apa kau yang mengantar pulang Waktu itu di London"
"ibu , melihat ku "
" iya ,kau ini dara malu kucing " ejek sang ibu sementara dara hanya diam saja.
" kalau begitu kami permisi "
" baiklah , silahkan Andra jaga dara baik baik ya siram air saja jika susah di bangunkan"
" kakak"
" dan juga sabarlah menghadapi dia karena dia keras kepala sekali seperti ayahnya"
" kenapa aku ??"
" ya ,iya orang dia menurun sifat mu , apalagi Shireen persis seperti mu"
" iya dan hanya aku yang tidak mirip dengan ayah pendek , cerewet huh ibu tidak adil "
Kinara pun pergi berbalik dan cup ... dia mencium sang suami.
" untung yang kau cium Juna coba kalau orang lain lain kali lihat lihat kalau jalan"
Juna pun tertawa melihat tingkah sang istri itu.
" kau mau apa ?"
" kita lanjutkan di kamar saja " Kinara pun makin cemberut .
" ibu ,kakak kalian sama saja "
" pengantin baru gak boleh marah ya"
__ADS_1
Andra dan dara pun meninggalkan area hotel dan menuju ke apartemen Andra malam itu juga.