
setelah mendapat penolakan dari Andra dira pun menuju sebuah klub
malam meski hanya sekedar untuk minum ia sudah biasa akan hal itu .
juga ia sudah mencintai orang lain ia mau menerima perjodohan dengan Andra karena dia berasal dari kalangan kelas atas untuk menaikkan status sosial Dira.
" hai sayang kenapa kamu muka ditekuk gitu" sapa seorang lelaki yang ternyata itu adalah Steven dia adalah putra CEO yang menjadi teman bisnis sang ayah juga tuan Xander.
dia sendiri sedang merintis karir dari nol tanpa campur tangan orang tuanya. ia juga memendam rasa pada Dira namun tak berani mengatakannya.
" aku lagi pusing , apa iya aku harus punya suami yang galak dan arogan seperti dia "
" maksud mu"
" aku di jodohkan sama Andra ,kamu tau Andra kan ?"
" Andra sekertaris Arjuna "
" iya dan ...huh...dia itu sangat menyebalkan, malam ini mau kamu menemani malam ku " Dira mendekat pada Steven ia juga mulai bersikap agresif Steven tak melewatkan itu namun saat Dira semakin menggila ia dibawa ke sebuah suit room dan hendak melakukan hal terlarang beruntung Steven dapat menguasai diri.
" stop ...stop ...Dira !!" ucap Steven dengan berteriak .
" kenapa kamu takut tanggung tau ayo biar tau rasanya pasti enak"
" tidak Dira aku memang suka pada mu tapi ,tidak dengan cara begini maaf Dira " Steven pun pergi dari sana meninggalkan Dira dan pergi entah kemana.
" dasar laki laki bodoh ,mau di kasih yang enak tidak mau "
tanpa sadar kata kata Dira ada yang mendengar dan itu ternyata dia salah masuk kamar .
" kalau begitu aku saja yang kau beri yang kau bilang enak itu " ucap lelaki asing itu.
" siapa kau kenapa di sini"
" ini kamar ku ,kau mungkin salah masuk kamar hampir saja aku melihat adegan ya ... yang aku bilang enak tadi"
" maaf aku akan pergi"
" tidak bisa ,kau harus tuntaskan apa mau ku karena kau yang membangkitkan aku ingin memakan mu cantik"
" apa maksud mu"
pria itu mendekat erat tubuh Dira dan mulai menyusuri setiap inci tubuhnya.
" bagaimana cantik lanjut ya ?"
" tapi setelah ini bisakah menolong aku "
" baiklah kata kan setelah pertempuran kita usai"
Dira pun melakukan itu demi tujuan yang ingin dia capai tanpa tau siapa orang yang kini sedang bersama dirinya.
selesai melakukan apa yang mereka mau Dira pun kelelahan dan pria itu memandikan Dira setelah berpakaian lengkap .
__ADS_1
" katakan apa yang bisa aku lakukan"
Dira melihat ke sebuah tas miliknya ia lupa agar si pria itu memakai pengaman .
" kau tak memakai ini"
" tidak "
" kau... kalau aku hamil bagaimana?"
" kau tenang saja ,aku akan tanggung jawab katakan siapa nama mu dan anak siapa kau bocah ingusan"
( hah ...dia apa dia Wira Prasetya aku tak memperhatikan wajahnya tadi pria berumur memasuki usia 40 dan setau ku dia duda tanpa anak juga musuh ayah bagaimana ini matilah aku )
" hei ... Kenapa diam " pria itu menatap dirinya dengan tajam.
" aku ..a..ku ..Dira angkasa ."
pria itu tertegun sejenak ( sial kenapa dia anak angkasa namun biarlah bisa untuk balas dendam pada ayahnya)
" anak tuan angkasa kau pasti sudah tau siapa aku tanpa aku sebut nama juga latar belakang ku , sekarang katakan apa yang bisa ku lakukan untuk mu cantik"
" aku akan dijodohkan dengan Andra aku ingin kita jebak dia dan aku akan pura pura hamil karena dia itu sangat menyebalkan kalau bukan lelaki kelas atas aku tidak Sudi menikah dengan dia"
" baik , akan aku lakukan apa mau mu tapi jika kau hamil anak ku jangan pernah coba untuk lari karena aku akan menemukan diri mu "
" bukankah kau tak bisa memiliki keturunan entah aku hanya mendengar jika itu hanya rumor belaka"
" tapi ...yang benar saja , kau masa aku bersuami pria tua "
" heh ...tapi kau menikmati yang ku beri yang penting aku lebih muda dari ayah mu "
Dira diam saja ia ingin beranjak pergi namun langkahnya dihalangi oleh Wira.
" malam ini tetaplah tinggal dan besok malam kita lakukan rencana kita"
Dira pun setuju saja tak menolak apa permintaan Wira.
pagi pun menjelang Andra sudah di sibukkan dengan berbagai pekerjaan di kantor hari itu Juna absen tak masuk karena mengantar Sean ke acara di sekolah.
Andra pun bekerja sendirian namun untungnya semua biasa diselesaikan dengan tepat waktu meski hanya sendiri saja.
ia pun beristirahat dengan makan siang di kantor juga mencoba untuk menghubungi dara.
" halo ... bagaimana diri mu"
" aku baru makan kau sendiri"
" aku sudah tidur dan terbangun karena mu di sini masih malam"
" maaf aku mengganggu mu,aku matikan saja ya kau istirahat"
" tidak jangan ,aku juga rindu biar ku tatap wajah mu"
__ADS_1
" dara kapan cuti mu"
" belum tau kepala rumah sakit akan mencari pengganti ku dulu "
" cepat lah pulang lalu tidak aku akan dijodohkan dan menikah bulan depan"
dara pun berteriak mendengar ucapan Andra.
" apa !!!!!!!! ... Andra jangan kurang ajar kamu yang benar saja apa karena LDR dan kau memilih wanita lain"
" bukan begitu itu permisi ayah bos ku juga bos ku ,aku bingung mau memberi alasan apa pada mereka jadi cepat kau dat...."
dara langsung mematikan ponsel lebih dulu dan dia menangis dalam gelap malam itu suara tangis dara terdengar hingga kamar sang adik dan membuat nya terbangun.
" kakak kau kenapa ?" Shireen mencoba bertanya dan dia memeluk sang kakak.
" dara kakak harus bagaimana ,pacar kakak akan menikah bulan depan"
" apa ?? menikah , kakak punya pacar selama ini "
" Shireen ..!!!" dara geram sendiri mendengar penuturan sang adik itu ,dan pasalnya dara memang tak pernah bercerita pada keluarga terutama sang adik yang tinggal dengan dirinya.
" apa dia pria yang waktu itu kak" dara tak menyahut pertanyaan sang adik ia merebahkan diri di kasur mencoba memenagkan mata namun air mata itu terus mengalir sedangkan Shireen tidur di samping sang kakak.
Andra pun mengirim pesan singkat untuk dara.
💖 cepat pulang, jam 7 malam di hotel permata aku ingin kau yang jadi pengantin ku 💖
💖aku mengharap mu 💖 pesan pun dikirim oleh Andra sudah di baca namu tak ada balasan sunyi .
" mungkin dia lelah juga syok akan kata ku tadi dara aku ingin mati saja jika begini tuan kenapa pula ingin menjodohkan ku " Andra berbicara sendiri dan menggerutu.
ia pun keluar ruangan dan menuju parkiran melajukan mobil yang tak tentu entah ingin kemana ,hari harinya kini makin kacau saja kala tuan Xander memiliki untuk menikah .
dia juga tak menyukai wanita itu meski itu anak dari tuan angkasa rekan bisnis mereka, meski terlihat baik namun Andra sama sekali tak menyukai bakal calon istrinya tersebut.
sampailah dia pada sebuah cafe ia pun menepikan mobilnya . namun saat hendak masuk ia menabrak seseorang.
" bruk "
" ah ... maaf nona aku tak sengaja"
" ah ..tak apa,... Andra "
" kamu .."
" kamu ke sini juga kebetulan ayo masuk "
Andra pun mau tak mau masuk dengan Dira seperti biasa Dira bergelayut manja pada lengan Andra .
( hah ...sial niat cari ketenangan kenapa jadi ketemu Mak lampir sih)
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1