
semenjak Juna bekerja sama dengan Sena mantan cinta pertamanya dulu dia mulai sibuk. dan Sena selalu saja mencuri waktu agar dia bisa berduaan dengan dirinya.
saat itu di sebuah pesta Dimana semua rekan kerja Juna datang ke pesta itu tak terkecuali dengan Sena ia datang dan sengaja dengan gaya baju seksinya ia pun menempel pada Juna .
Juna hadir tanpa Kinara ia kali ini Kinara pun sibuk mengisi waktu luang dengan Sean dan juga menjalankan bisnisnya.
" Juna ," panggil Sena.
" iya " Juna sedari tadi sebenarnya sudah risih dengan perlakuan Sena apa lagi Sena mencoba untuk nempel dan selalu mengekor di belakang Juna.
" Juna ,dari tadi kamu belum minum jangan makan terus ,ini kamu minum dulu " Sena pun menyodorkan minuman ke pada Juna ,tanpa rasa curiga apa pun Juna pun menerima minuman tersebut.
kemudian ia meminum minuman tersebut tak ada reaksi apa apa .
" Juna kita ke sana ya ?" Sena menunjuk ke sebuah kamar namun beberapa langkah kemudian Juna merasa tiba tiba pusing dan entah mengapa pula ia merasa gerah sekali .
" Juna ,kamu Kenapa ? ,ayo masuk ke dalam "
mereka pun masuk ke dalam kamar Juna masih diam di tepi ranjang sementara Sena sudah menanggalkan semua yang melekat pada dirinya .
" Juna ,aku bantu ya " ia pun memegang jas yang di gunakan Juna dan hendak mencium bibir Juna namun Juna pun memberontak .
" Sena ...apa yang kamu lakukan menjijikkan ,kau itu seorang wanita tak malu kamu melakukan ini "
" Juna ,kamu masih sadar .."
" iya ,kenapa aku masih sadar usaha mu itu sia sia "
Sena pun terdiam mengapa pula Juna tak terpengaruh dengan obat yang dia berikan pada minuman Juna tadi.
" jangan pikir aku tak tau akal busuk mu , sewaktu kamu ke belakang aku baru saja dari kamar kecil dan aku melihat mu melakukan hal itu "
berpaling dari Sena .
" Sena ,aku lelaki sudah beristri dan memiliki anak kau salah datang pada ku , carilah laki laki yang masih lajang kau juga cantik jangan permalukan diri mu demi hawa nafsu mu "
Juna memungut pakaian Sena dan melemparkan ke arah Sena dengan tak menatap Sena .
__ADS_1
" pakailah pakaian mu , itu sampai kapan pun Kinara tak akan bisa tergantikan "
Sena tak mampu berucap sepatah kata pun justru dia kini merasa malu dengan perbuatan yang dia lakukan itu, Juna pun hendak pergi untuk melangkah keluar namun...
" o..ya kerja sama kita dibatalkan dan jangan lagi menghubungi atau pun datang ke kantor ku ,Sena kita hanya masa lalu kau memang cinta pertama ku namun untuk cinta sejati itu bukan kamu asal kau tau tak mudah aku mendapatkan Kinara aku tak akan meninggalkan dirinya demi masa lalu yang telah lalu "
Juna pun akhirnya melangkah pergi menuju parkiran dan pulang ke rumah itu yang dia pikirkan saat ini ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
tak lama ia pun sampai di rumah tujuan utama adalah kamar pribadinya setelah masuk ia tak menemui sosok sang istri setelah itu ia ke kamar Sena namun sama saja tak ada siapa siapa di sana ,hingga seseorang pun menyapa .
" tuan ,anda sudah pulang "
" sudah ,bibi dimana anak dan istri ku ?"
" oh ... mereka sedang pergi ke mall tuan mungkin sebentar lagi mereka pulang "
" oh ...ya sudah , terimakasih "
" baik ,saya permisi "
Juna pun masuk ke kamarnya dan ia pun segera mandi ia pun keluar dengan rambut yang masih basah dan handuk yang masih melilit di pinggang.
Juna yang hendak menuju lemari bajunya pun berhenti ia kembali masuk ke dalam kamar mandi dan mengintip apa yang di lakukan sang istri.
" dasar istri ku kalau ku suruh tak mau aku mungkin dia pikir tidak ada " sambil tersenyum Juna pun terus mengawasi sang istri dari kamar mandi .
" baju ini , kenapa juga model begini dan pula banyak yang suka "
Kinara pun terus memakai baju itu ia pun berdiri di dekat jendela kamar , ingin rasanya menghubungi sang suami namun ia tak ingin mencoba menahan takut jika mungkin mengganggu atau dia tak menjawab sama sekali.
dalam benak Kinara mungkinkah sang suami sudah selingkuh dengan cinta pertama itu jika benar ia hanya akan kembali ke London meneruskan hidup bersama Sean .
tanpa terasa air itu jatuh tanpa permisi di pipi Kinara ia kini baru menyadari betapa ia begitu mencintai Juna tak ingin seorang pun merebut dirinya dari sisi Kinara saat ini yang Kinara rasakan adalah begitu sesak dan begitu sakit di dada bagai di tusuk duri .
melihat tak ada pergerakan dari Kinara Juna pun dengan pelan melangkah mendekat pada Kinara. Juna pun mendekat dan memeluk Kinara dari belakang .
" pakai baju setipis ini apa kamu tidak dingin ,biar aku hangatkan"
__ADS_1
Kinara pun terkejut ( dari mana datangnya dia kenapa dia sudah ada di dalam kamar , sepertinya habis mandi ) pikir Kinara .
" kamu ..."
" iya ,kamu cantik dan seksi memakai ini pakai setiap hari y jika tidur "
" kapan kau pulang "
" sebelum ,kau pulang aku sudah ada di rumah "
" apa ? " ( astaga pantas saja ) batin Kinara.
" apa Sean sudah tidur ?"
" sudah , kenapa pulang ?"
" apa ada yang salah aku pulang lebih awal " menatap Kinara "
" bukankah pesta belum usai lagi pula Siena juga ada di sana kan kenapa kau tinggalkan " Kinara beralih pergi ke balkon namun Juna terus mengikuti kemana Kinara pergi.
" apa ,kau cemburu ??
Kinara diam dia hanya bisa mengumpat dalam hati ( dasar bodoh tentu saja aku cemburu istri mana yang tak sakit coba melihat sang suami pergi ke pesta perjamuan dengan seorang wanita bahkan setiap hari bertemu )
" aku dan Sena hanya sebuah masa lalu ,Kinara kamu dan Sean adalah prioritas ku juga masa depan ku "
mendekat dan merangkul Kinara .
" aku minta maaf jika sikap ku ini mungkin agak berbeda dan mengacuhkan diri mu ,aku memang sempat tergoda namun ... "
Juna menggantung ucapannya tak serta ia melanjutkan karena Kinara pun juga diam namun mata mereka saling menatap juga saling mencari sebuah arti kejujuran dan juga masih adakah cinta yang tersimpan .
" namun kenapa ?" akhirnya pun Kinara berbicara .
" bayang mu juga Sean dan teriakan kalian seperti malaikat yang mengikuti aku kemana pun aku melangkah "
tersenyum ...
__ADS_1
" aku ,akan membatalkan kerja sama dengan Sena juga tak membiarkan dia masuk ke Perusahaan baik di dalam atau luar ngeri "
💖💖💖💖💖💖