
setelah bermalam di di rumah sang nenek Kinara juga Juna kembali ke rumah dan sang ibu juga masih berada di sana .
Sean pun ikut dengan nenek dan kakek karena hari itu adalah hari Minggu.
Mereka berdua pamit setelah sarapan pagi bersama.
Juna dan Kinara mengendari mobil dan menuju rumah utama untuk membahas perjodohan Andra dan sang ayah juga calon istri Andra adalah anak dari rekan bisnis sang ayah,tuan angkasa .
mobil Juna memasuki halaman rumah.
" sayang itu mobil tuan angkasa sepertinya" Kinara menunjuk pada mobil yang terparkir di halaman rumah.
" iya mungkin mereka sudah datang ,itu Andra dia baru datang juga rupanya" tunjuk Juna pada Andra yang baru saja keluar dari mobilnya.
" kalau begitu ayo kita turun dan masuk " ajak Kinara setelah itu mereka masuk ke dalam dan berpapasan dengan Andra.
" tuan aku tidak mau " ucap Andra langsung pada intinya.
" kau lihat dulu dia jangan asal langsung tolak saja"
" tuan aku masih ingin sendiri belum ingin menikah tolong batalkan perjodohan ini " Andra pun memohon pada Juna.
" sebaiknya kita masuk saja ke dalam " pinta Juna .
akhirnya mereka masuk dan di dalam sudah ada tuan angkasa dan putrinya Dira .
" selamat siang semua ,tuan angkasa kau sudah lama di sini"
" sudah Juna ,apa dia istri mu cantik sekali"
puji tuan angkasa .
" ah ...iya tuan terimakasih dan ini Andra "
" oh ...tuan Andra " mereka berdua berjabat tangan namun saat Dira ingin menjabat Andra menepis tangan Dira.
Dira memaklumi itu mungkin Andra masih canggung karena ini pertama kali mereka bertemu dan mengingat Andra sangat dingin dengan wanita .
baru saja Andra duduk ponselnya berdering sangat keras dan menyita perhatian orang di sana. namun Andra justru tersenyum karena itu adalah telpon dari dara .
" maaf semua aku terima telepon dulu" ucap Andra dan dia pun berdiri juga agak menjauh.
" Andra apakah penting" ucap tuan Xander.
tak ada jawaban Andra langsung menerima telepon tersebut.
" halo ..Andra maaf aku terlalu sibuk tak bisa menghubungi mu " dari sebrang dara pun menangis.
"aku hampir putus asa apa aku perlu ke sana menyusul mu ,dan jangan menangis"
" tak perlu kalau kau kesini bagaimana pekerjaan mu "
"aku bisa meninggalkan untuk mu "
" ah ... jangan setelah ini aku akan mengajukan cuti dan melamar mu "
" ha ha ha ... apa aku tidak salah dengar "
__ADS_1
" kalau tak aku ikat aku takut kau mencari yang lain"
Andra terdiam sepertinya dara bisa merasakan jika dia bersama dengan wanita lain .
dari belakang dara Andra mendengar seseorang memanggil.
" Dokter dara maaf mengganggu istirahat mu di luar ada pasien kritis 2 orang"
" apa ,bawa langsung ke ruang perawatan aku segera ke sana" tanpa sepatah kata dara pun mematikan telepon.
menyadari itu Andra pun terdiam layar ponselnya menjadi hitam ,tak lama sebuah pesan singkat pun datang .
π tunggu aku ,aku akan datang pada mu jangan selingkuh dari my heart π
pesan itu di baca oleh Andra . lalu dia menyimpan ponselnya ke dalam saku dan dia pun kembali pada orang orang yang menunggu dirinya.
Andra duduk dan terdiam tak terucap kata dari bibirnya pikiran dia kacau akan rindu yang berkecamuk dalam dada yang tak bisa terungkap dan menjadi sebuah ilusi.
" Andra kau mau minum " Dira menyodorkan minuman untuk Andra namun di tolak oleh Andra.
" baiklah tuan angkasa pernikahan Andra dan Dira akan kita laksanakan bulan depan " ucap tuan Xander.
" baik kami menurut saja."
tapi tidak dengan Andra dia justru kelabakan dan bingung mencari alasan yang tepat untuk nolak perjodohan ini.
" apa ,bulan depan apa aku tak salah dengar,tuan aku baru bertemu sekali ini juga aku belum tau dia ini wanita seperti apa" Andra menunjuk Dira dan menatap dengan ketidaksukaan.
" Andra , cinta bisa datang seiring waktu percayalah Dira ini wanita baik"
" tuan bukan itu masalah nya aku ..." Andra pun diam pikirannya kacau melayang ingin sekali dia pergi dan memeluk dara.
Andra membuka pesan itu dan Dira melihat bahwa di sana ada foto wanita cantik berpakaian dokter membuat tanda tanya di kepala Dira .
( siapa dia ,apa dia kekasih Andra dan apa dia alasan menolak diri ku )
pesan singkat kembali datang.
π my heart aku sudah ajukan cutiπ
" Andra untuk kali ini ku mohon turuti permintaan kami " tuan Xander meminta pada Andra sayangnya Andra hanya diam.
" tuan tuan maaf aku ,harus istirahat tiba tiba kepala ku pusing" Andra pun pamit sebelum ada yang menjawab pertanyaan dia.
Dira mencoba mengejar namun Andra sudah melajukan mobilnya.
" huh ... sial masa iya aku harus bersuami lelaki seperti dia " gerutu Dira ia pun merencanakann sesuatu untuk Andra ( awas kau Andra kita tunggu saja tanggal mainnya)
lalu Dira pun kembali masuk ke dalam rumah.
" Andra sudah pergi biarkan saja dia istirahat masih ada banyak waktu " ucap Dira.
" baiklah kalau begitu tuan Xander ,Juna kami permisi"
" baik silahkan tuan hati hati dijalan"
mereka pun segera bertolak dari sana .
__ADS_1
" pa .. sepertinya Andra menolak batinnya untuk perjodohan ini" Kinara coba bertanya.
" tidak , Kinara mungkin Andra terlalu lelah dengan kerjaan jadi dia kurang fokus, Juna jangan terlalu berat memberi pekerjaan"
"iya pa lagi pula aku juga sudah mengurangi "
" baiklah ngomong ngomong dimana Sean aku tak melihatnya"
" dia di rumah neneknya pa "
" kalian kapan program anak ke 2 " pertanyaan papa membuat Juna dan Kinara saling memandang pasalnya Kinara masih belum ingin menambah momongan lagi.
"kenapa diam ??"
" belum tau pa ,kalau di kasih cepat Alhamdulillah kalau di kasih nanti ya tak masalah"
" mumpung masih muda masih kuat papa tunggu kabar baiknya"
dan sang papa pun segera berlalu , lalu Kinara dan Juna pun masuk menuju kamar.
" sayang ,Andra sepertinya memiliki kekasih hanya saja kita tidak tau "
" entah ,dan akhir akhir ini dia sering melamun marah gak jelas ada apa dengan dia setiap kali ku tanya dia tak apa apa, hanya meminta agar tidak di jodohkan"
" tapi ,kalau dia menolak ...." ucapan Kinara di potong oleh Juna yang memeluk tubuh Kinara.
" dan kalau begini apa kau menolak"
" sayang ,apa sih ini masih siang !!"
" apa salahnya siang atau malam aku mau kapan saja kau siap "
Juna sudah menguasai tubuh Kinara dan membawanya ke alam surga dunia.
sementara Andra...
dia di kejutkan dengan kedatangan Dira ke apartemen .
" wanita itu untuk apa kesini"
" Hay ... kau baik baik saja kan " Dira Langsung masuk dan duduk di ranjang tempat tidur Andra .
melihat itu Andra pun jadi geram pada Dira.
" hei ..lancang kau berani ke situ tanpa izin ku di mana sopan santun mu sebagai seorang wanita"
" Andra sebentar lagi kita menikah jadi tak masalah"
" hah ... menjijikkan"
Dira pun melepaskan pakaian atasnya dan mencoba menggoda Andra bukannya tergoda tapi Andra justru muak ingin muntah melihat itu.
ia pun mengusir Dira dan menyeret Dira keluar dari kamar.
" jika ingin menjual diri bukan disini tempat mu dan lagi kau tak perlu merayu ku ,aku sudah memiliki kekasih kau tak akan bisa menggantikan dia" Andra pun menutup pintu dengan keras.
Dira pun cukup terkejut akan pengakuan Andra mungkin wanita dalam ponsel Andra itu adalah kekasihnya pikir Dira.
__ADS_1
"ih... berani sekali dia !!! ( awas saja aku akan membalas penghinaan ini)