Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
pernikahan Richard dan vani


__ADS_3

" Kevin coba kau bujuk mika ya agar mau kembali ke rumah"


" akan ku coba ayah tapi ,apa maksud dengan perjodohan"


" begini dulu kami ingin menjodohkan mu dengan mika namun mika menolak dengan alasan dia masih kecil dan akhirnya mama mu menjodohkan mu dengan Tania"


" paman maaf apa aku boleh tau alasan apa yang membuat Mikha pergi dari rumah sepertinya dia sangat membenci mu"


" Kevin jadi begini , setelah ibu Mikha meninggal aku menikah lagi dengan seorang janda satu anak dan untung aku tak memiliki anak dengan dia aku selalu sibuk dengan kerjaan kadang kala juga ke luar kota hingga tak memperhatikan Mikha"


ayah Mikha bercerita dengan meneteskan air mata ia ingat betul saat memarahi Mikha.


" paman kau tak apa apa?'


" tidak aku tak apa Kevin suatu hari mika di katakan hamil di luar nikah dan Mikha sudah menggugurkan bayi itu tanpa ku ketahui ternyata bukan Mikha yang hamil namun anak tri ku lah yang hamil dan menggugurkan sang bayi aku gelap mata dan mengusir dia tanpa mendengar penjelasan mika lambat lain semua terungkap kelakuan istri dan anak tiri ku ia juga berselingkuh dan kini aku sudah menceraikan dia"


" jadi begitu, paman tenang saja akan ku coba berbicara dengan dia biar dia mau pulang ke rumah"


" Kevin maaf merepotkan mu dan terimakasih atas semuanya"


" tak masalah paman selama aku bisa akan aku bantu"


pesta syukuran itu pun usai semua orang sudah pulang dan rumah pun sudah di bersihkan.


Sean pun karena lelah ia sudah tidur nyenyak di kamar nya.


Mikha yang sampai pada kos dia tinggali pun menangis sejadi jadinya dalam kesendirian ia sebenarnya sangat merindukan sang ayah yang lama tak di jumpai ingin ia memeluk nya dan menangis di dekapan hangat pelukannya .


namun ..


jika ingat akan hari dimana dia di usir dulu rasanya ia ingin pergi sejauh mungkin dan tak kembali lagi .


( Mikha pergi dari rumah ini jangan pernah kau kembali dan menginjakkan kaki mu di sini lagi aku tak butuh anak seperti diri mu bikin malu saja dan ingat jangan bawa apa pun )


ya kata itu masih teringat di memory nya ia pun pergi entah kemana tujuannya tak tau dan ia juga tak membawa apa pun uang sepeserpun tidak hanya baju yang melekat pada tubuhnya.


lama menangis mungkin juga lelah ia pun tertidur dan tanpa mengganti baju yang ia kenakan.


malam semakin larut dingin pun merasuk tulang langit bertaburan warna warni dihiasi sang bintang ditemani rembulan yang berbentuk penuh .


keemasan cahaya nya perlahan masuk ke kamar menyinari di tengah temaram gelap pekat malam ini.

__ADS_1


Juna baru saja masuk ke kamar dan melihat sosok berambut panjang di dekat jendela kamar nya ia pun berjalan pelan-pelan hati hati mencoba mendekati sosok itu.


dia pun memegang pundaknya dan...


" siapa kau ada di kamar ku"


" hubby apa yang kau lakukan kenapa membawa botol kau mau memukul ku " Kinara kaget juga melihat Juna membawa botol dia berpikir apa depresi Juna kambuh.


" astaga ternyata kau " Juna pun kemudian menyalakan lampu dan kini yang terlihat wanita cantik didepannya.


" tadi kau memanggil ku apa"


" apa ?"


" tadi kau memanggil ku dengan sebutan apa ? istri ku "


" hubby ,aku bingung ingin menyebut apa?"


" baiklah aku suka itu"


Juna menatap Kinara setelah kejadian itu Kinara mulai merubah sikap dan ia pun menarik tubuh Kinara lalu duduk di pangkuan nya.


ia masih memandang Kinara dan dibalas pula dengan tatapan Kinara ia tak berontak lagi tetap diam dan justru malah menunduk mungkin karena malu belum terbiasa dengan sikap Juna yang seperti ini .


" kenapa menunduk tatap mata ku"


" aku malu "


" kenapa malu kita sudah halal"


Kinara pun melihat senyum Juna yang begitu manis semanis madu yang siap di kecup kemanisannya.tak seperti dulu yang dingin itu pun jua karena dia yang tak ingin Juna menyentuhnya.


" apa kau coba menggoda ku"


" tidak memang kenapa "


" tak seperti biasanya kau juga memakai baju seperti ini sangat menggoda sedang aku laki laki normal" merinding juga Kinara mendengar ucapan Juna yang dibisikkan di telinga nya deru nafasnya menyentuh kulitnya terasa hangat.


Juna makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Kinara ada sesuatu yang membuat Kinara mendesis kala Juna mengecup punggung nya ia pun mendekat pada Juna tanpa di minta dua kali dengan berani Kinara pun mengecup bibir Juna .


mendapat perlakuan mendadak .Juna pun membalas apa yang dilakukan Kinara ia juga tak menyangka jika Kirana berani memulai lebih dulu.

__ADS_1


disaksikan rembulan yang ikut tersenyum manja melihat kemesraan itu dan berakhir pada sesuatu yang indah di kali pertama mereka menjadi suami istri .


lelah mendera namun tak ada yang bisa menyangkal akan kenikmatan yang di berikan hingga keduanya terlelap dalam dekan hangat.


Kevin bangun pagi sekali ia berniat untuk menjemput mika dia juga tak sarapan lebih dulu dan langsung ingin berangkat namun ..suara seseorang menghentikan langkahnya.


" tuan muda Kevin" sapa sang pelayan itu dari arah belakang dan Kevin pun juga berhenti.


" ada apa ?"


" ini tuan ada undangan "


" undangan apa dan siapa yang mengatakan "


" saya tidak tau tuan ini undangan apa tapi tadi tuan Richard yang mengantarkan sendiri ke sini untuk anda"


Kevin pun membuka undangan tersebut dan di sana terdapat nama Richard dan Vani . ya laki laki yang merebut istri nya mengundang dia untuk datang ke pernikahan dia bukan dengan Tania tapi dengan Vani sekertaris ayah Richard sedang Tania sudah pergi dengan pria lain ia juga meninggalkan seorang anak pada Richard buah cinta mereka.


Kevin menghela nafas panjang dan menghempaskan dengan kasar.


" setidaknya aku harus datang dia setelah melakukan hal itu dengan berani datang kemari" ucap Kevin sendiri.


Kevin pun keluar ia melajukan mobilnya menuju kosan Mikha ( semoga dia belum berangkat) pikir Kevin .


sampai di sana ternyata benar saja Mikha belum berangkat dan masih di kosan juga baru bersiap siap. tanpa permisi Kevin pun langsung masuk dan membuka pintu membuat mika kaget .


" hei ...jerapah apa tak bisa sopan sedikit jika bertamu"


" ku kira kau tak ada ini " Kevin menyodorkan makanan yang tadi dia beli selama ini Kevin sering melihat Mikha membeli nasi bungkus dan lauk hati juga ayam di tambah dengan di temani kerupuk juga.


" temani aku sarapan aku belum sarapan nanti ku antar"


mika justru bingung sendiri dengan sikap Kevin ini( kenapa dengan dia apa tadi saat kesini kepalanya terbentur sikapnya aneh biasanya dia galak banget atau jangan ... jangan ...dia ...ada udang di balik batu awas kau ya jerapah)


Mikha melihat Kevin dengan penuh waspada.


" cepat makan keburu dingin tak enak kenapa malah menatap ku apa karena aku tampan tapi apa melihat tampan ku kau sudah kenyang"


" apa ...dasar jerapah ke PD an sekali kau " dengan cemberut mika pun membuka nasi bungkus yang di belikan Kevin .


ia pun juga memakan makan itu dalam hati Mikha bergumam sendiri ( ternyata jerapah Sambong juga galak ini suka dengan makanan seperti ini tak ku sangka dia kan orang kaya ku kira )

__ADS_1


sedang Mikha sudah suka dengan makanan ini dari dia sebelum di usir dari rumah dan juga saat masih sekolah ia sudah sering makan .


sunyi dan hening tak ada yang bicara baik Mikha dan Kevin mereka menikmati makanan mereka dan sesekali mata mereka bertemu pandang untuk sekilas saja.


__ADS_2