
malam kian lama kian larut namun terasa begitu lambat berlalu andai mampu menghentikan waktu Kinara akan melakukan itu dan kembali pada masa di mana Juan merasa kan yang tak pernah dia rasakan.
ia terus menatap Juna yang kian lelap tidur nya mungkin sudah terbuai oleh mimpi ia pun turun dari ranjang dan mendekat pada sofa yang dijadikan tempat tidur Juna ia menyentuh wajah Juna .
Juna sebenarnya tau akan hal itu namun membiarkan saja apa yang akan dilakukan Kinara tetesan air mata itu kian deras saja Isak tangis nya pun terdengar jelas ditelinga Juna.
( Kinara apa harus ku siksa ku tinggal kan ku campakkan dulu baru kau akan menunjukkan perasaan mu pada ku ) batin Juna .
tanpa di duga Kinara pun mendekat kan wajahnya pada wajah Juna dan ia mengecup bibir Juna tentu saja hal itu membuat Juna tersentak sejenak dia mencoba diam saja pura pura tidur tak mengetahui apa yang dilakukan Kinara .
" hei ...apa yang kau lakukan " bentak Juna Kinara pun kaget dan kemudian berdiri tak berani ia menatap Juna ia pun menunduk kan wajahnya.
" kau ingin tidur di sini silahkan aku akan tidur di ranjang" Juna pun cepat berlalu tanpa menunggu Jawaban dari Kinara. sementara Kinara merasa sakit baru kali ini dia di bentak Juan dan itu cukup menakutkan.
" aku sangat lelah jangan mengganggu tidur ku jika tak suka di kamar ini keluar lah dari sini" kata kata itu makin menyakiti bukan Jawaban itu yang Kinara inginkan kini dia diam terduduk lemas di sofa tak dapat tidur meski memejamkan mata ia masih terjaga sementara melihat jam barulah pukul 00.00 .
ia mencoba meraih kertas yang tadi siang belum terselesaikan namun tak bisa konsentrasi pikiran nya terbagi menuju Sean dan Juna .
" aku harus bagaimana ? Tuhan beri aku jalan " gumam Kinara .
ya menangisi ini semua mungkin tiada arti namun ia harus bertindak dan jangan sampai perceraian itu terjadi .ia mulai takut akan rasa kehilangan pada Juna apa lagi jika ia bersanding dengan wanita lain membayangkan hal itu Kinara makin sakit dan kalut akan perasaannya.
lelah menangis menjelang pagi Kinara baru saja terlelap .
Juna bangun dan melihat Kinara tertidur di sofa kamar ia melihat mata Kinara yang membengkak mungkin karena ia terus menangis tiada henti .ia pun segera ke kamar mandi untuk mandi setelah itu berganti baju dan menuju pengadilan.
meninggalkan Kinara ia pun menuju kamar Sean.
" Sean kau sudah bangun boleh ayah masuk"
" masuk lah ayah "
" kau sudah siap berangkat sekolah "
" iya untuk hari ini tak usah mengantar ku ayah selesai kan dulu misi nya"
" baiklah tapi mommy mu "
" biarkan saja ayah biar mommy berfikir sendiri dia tak bisa jauh dari aku percaya lah "
" baik boy"
__ADS_1
Juna pun menggendong Sean dan mengantar hingga mobil yang akan membawanya ke sekolah .Juna masuk kembali ke dalam untuk sarapan tak banyak bicara dia hanya menikmati makanan nya hingga sang mama pun bertanya.
" Juna kamu nggak ngantor "
" enggak ma aku mau ke pengadilan"
" maksud nya ?"
" aku akan menceraikan Kinara "
" kamu yakin"
" iya ma dan hak asuh Sean akan aku minta"
ke dua orang tua Juna tak tau jika itu hanya rencana Sean yang meminta Juna untuk pura pura menceraikan Kinara ternyata Sean lebih peka dan mengerti tentang keadaan dari pada Kinara .
( kenapa Kinara belum bangun juga) pikir Juna .
dalam kamar Kinara segera bangun dia mandi dengan asal asalan entah itu bersih atau tidak lalu mengganti baju dan buru buru keluar ia hampir menabrak pengasuh Sean .
" nyonya hati hati " ucap si pengasuh pada Kinara.
"ah iya maaf ,apa Sean sudah berangkat sekolah"
" ya sudah lanjutkan pekerjaan mu "
Kinara pun turun tanpa menunggu jawaban dari pengasuh tersebut. dan dari tangga ia mendengar seorang berbicara dengan Juna dia adalah seorang pengacara.
" tuan Arjuna berkas untuk ke pengadilan sudah lengkap dan ini undangan untuk anda juga untuk nona Kinara seperti sidang dilakukan pukul 9 pagi ini"
" baiklah aku akan datang "
" lalu untuk nona Kinara bagaimana tuan"
" biarkan saja terserah dia mau datang atau tidak "
" baik kalau begitu tuan "
Juna pun hendak bersiap untuk melangkah namun sebuah suara menghentikan langkahnya.
" tunggu..." Kinara pun turun dan mendekat pada Juna. Juna pun berhenti tanpa menoleh sedikit pun ke belakang .
__ADS_1
" bisakah kau batalkan perceraian kita "
" tidak "
" aku mohon "
" tidak aku tak bisa membuat mu tetap jadi istri ku"
" demi Sean "
" kau hiduplah bebas biar Sean bersama ku"
Kinara pun menangis ( haduh Kenapa malah Melo terus sih aku sebenarnya ingin tertawa juga memeluk mu Kinara namun ku tahan ) batin Juna.
Kinara berjalan mendekat dan dia bersimpuh di kaki Juna dengan menangis Juna yang melihat itu terkesima sendiri ( astaga dia rela melakukan itu baiklah akan ku lihat bagaimana diri mu menahan ku).
" aku mohon jangan ceraikan aku suami ku" kata itu pertama kali di dengar oleh Juna selama ini Kinara hanya memanggil namanya saja bukan dengan sebutan sayang atau panggilan yang lainnya.
" aku tau aku yang salah tolong berikan aku kesempatan lagi biar ku perbaiki semua jangan cerai kan aku "
" tidak Kinara aku tetap akan menceraikan mu untuk apa punya istri yang tak pernah menganggap ku ada membuat kan secangkir kopi saja tak pernah apa lagi tidur dengan ku kau seperti jijik apa ini yang dimaksud pernikahan harmonis"
Juna melangkah kan kaki namun dari belakang Kinara meraih tangan Juna agar dia mau melihatnya namun Juna pun melepaskan pegangan Kinara .
tuan dan nyonya Xander yang melihat itu tak mau ikut campur dengan urusan sang anak mereka menyerahkan semua yang terbaik untuk mereka jadi mereka lebih memilih untuk diam Kevin yang baru saja datang ditahan oleh sang mama.
" Kevin diam lah jangan komentar apapun itu urusan adik mu kita jadi penonton Drakor secara life jadi diam"
Kevin pun menurut pada sang mama dia duduk manis dan diam seperti apa yang di perintahkan pada dia sambil melihat drama Korea versi indo dan itu kisah nyata sang adik.
Kinara pun mendorong Juna hingga Juna terduduk di sofa dan Kinara pun naik duduk di pangkuan Juna manik mata mereka saling bertemu dan memandang .
tanpa ada perintah Kinara pun mencium bibir Juna membuat dia ( Kenapa baru sekarang kau lakukan kenapa tidak dari dulu Kinara) Juna berucap dalam hati.
ciuman itu cukup lama Juna diam saja menikmati apa yang dilakukan Kinara.
sementara Kevin.
" haduh kenapa pula ada adegan itu pula sih jiwa jomblo ku meronta" ucap Kevin.
" emang dulu gak pernah " tanya mama.
__ADS_1
"gak ma Kevin itu masih perjaka asli segel belum dibuka "
mama melongo mendengar penuturan Kevin "( benarkah jadi selama ini dia tak melakukan apa pun pada Tania sayang maaf kan mama).