Sean Anak Sang CEO

Sean Anak Sang CEO
petaka malam itu 2


__ADS_3

Juna menuju ruangannya yang di atas malam itu Kinara bertugas membersihkan lantai paling atas menggantikan Mikha yang saat itu ia tiba tiba sakit perut dan belum kunjung sembuh sebenarnya Kinara sudah beberapa kali membersihkan ruangan sang CEO namun bukan seperti sekarang lampu di ruangan tersebut masih menyala dengan terang biasanya hanya lampu yang meredup ia melewati sebuah kamar yang terbuka dan di dalam sana terlihat berantakan tanpa rasa takut Kinara masuk kedalam dan merapikan kamar tersebut setelah selesai ia pun ke luar kamar dan menutup pintu tak curiga sama sekali degan kamar tersebut dalam benaknya ia berfikir itu mungkin kamar sang CEO .


ia pun tiba di ruangan CEO tanpa pikir panjang Kinara membuka pintu tersebut ia tak mengetahui jika Juna ada di dalam . Juna usai memergoki sang kekasih berselingkuh dan bercinta di depan matanya dia mengambil beberapa botol anggur dan meminumnya hingga tandas lalu melemparkan botol kosong tersebut ke sembarang arah hingga pecahan beling kaca itu berserakan ke mana mana


bahkan buku serta beberapa dokumen penting pun ikut jadi sasaran kemarahan Juna.


"astaga ini kenapa kok ruangannya kaya kapal pecah begini" gerutu Kinara sambil dia mengambil buku dan map yang berserakan mengembalikan ke atas meja serta merapikan kembali selesai itu ia membersihkan pecahan beling kaca yang berserakan itu ,Kinara tak menyadari jika Juna ada di sana sedang duduk di sofa dengan luka di tangannya dan darah yang menetes Kinara kemudian mengepel lantai dan baru sadar sesuatu...


" kenapa ada bau anyir ya " dia melihat ke sekeliling namun Juna hanya diam mencoba melihat apa yang akan di lakukan oleh Kinara


hingga ia melihat darah di lantai dan berteriak


" astaga .... !! kenapa ada darah di sini kan cuma aku ini darah siapa"


"hei ... bocah siapa kamu "


" a.... hantu ..."


" kurang ajar berani kamu bilang aku hantu aku manusia!!"


" aku di kata bocah lagi , kamu siapa ngapain di sini em ..itu tangan tuan "


tanpa berbicara Kinara mengambil P3K yang tersedia di ruangan tersebut dan kemudian membersihkan luka di tangan Juna dengan telaten dan hati hati setelah itu ia membalutnya .


" selesai ,tuan kenapa ada di sini dan ruangan ini berantakan apa tidak takut jika pak CEO marah"


Juna hanya diam saja batinnya " berani sekali gadis ini menyentuhnya dan dia sok akrab " meski sudah mabuk namun kesadaran Juna masih ada dan ...


" CEO itu tak akan pernah marah dengan saya justru dia akan marah dengan kamu bocah"


" apa dengan saya memang salah saya apa ?"


"siapa kamu sebenarnya ?"


Juna mendekat pada Kinara dan Kinara baru sadar jika tag nama dalam baju Juna bertuliskan Arjuna/ CEO " aduh matilah aku habis riwayat ku bisa bisa aku di pecat " ucap Kinara dalam hatinya.


" maaf tuan saya tidak tau kalau anda pak Juna"


" sudah terlambat kamu minta maaf kamu harus menanggung akibatnya!"


" tapi kan ...."


" Hem ... kamu siapa berani mengatur saya "


" saya OB disini pak "


Juna tak mengindahkan perkataan Kinara ia menarik Kinara terhempas ke sofa dan Juna membuka jas nya hingga beberapa kancing kemeja dan membuka ikat pinggang nya kemudian cup ..

__ADS_1


sebuah kecupan mendarat di bibir Kinara dan dia pun meronta namun sia sia karena tenaganya kalah dengan Juna sementara tangan Juna sudah kemana mana membuka resleting baju Kinara dan kemudian bermain di bukit pink itu puas di situ ia membawa ke kamar yang biasa ia gunakan istirahat siang ia melempar Kinara ke atas ranjang dan membuka semua dan ....


"a...." Kinara berteriak ia pun merasakan sakit pada bagian bawah nya ..


" tahan lah hanya sebentar sakitnya "


Juna terus melakukan aktivitas nya hingga dia mencapai puncaknya dan selesai lalu terkulai lemas di samping Kinara karena kelelahan Juna pun tertidur sementara Kinara mengambil pakaiannya dan memakainya kembali lalu keluar dari kamar itu dengan langkah yang tertatih menahan rasa sakit yang baru pertama kali ia rasakan bukan dengan orang yang dia kenal namun dengan orang yang sama sekali belum ia kenal dan orang yang sangat dia hormati karena bergantung hidup pada perusahaan nya yaitu sang CEO sendiri ia tak menyangka jika itu menimpa dirinya


Kinara pulang ke kosan dengan naik taksi yang kebetulan masih beroperasi sepanjang jalan ia menangis meratapi nasib entah apa nanti yang akan ia katakan pada sang ibu tentang keadaan nya .


sesampainya di kosan Kinara membersihkan diri berganti baju kemudian matikan lampu dan tidur ia sudah tak selera untuk makan


pagi pun tiba matahari sudah ramah menyapa Kinara pun bangun dan mengetik pesan pada Mikha ia mengatakan jika 2 hari ini libur dengan alasan sedang sakit.


sedangkan di kamar ruangan kerja pribadi nya Juna pun terbangun dan ...


" sudah pagi ternyata " dia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam bahkan dirinya dalam keadaan polos tanpa apa apa kepalanya masih agak pusing " apa yang kulakukan semalam dia bilang dia OB di kantor ini dan apa ini"


Juna melihat ke seprai ada bekas noda darah yang sudah mengering.


" dia bukan sandrina dia masih perawan"


" sandrina Bryan kalian semua penghianat ternyata kalian menjalin kasih sudah lama dan sandrina di jadikan umpan untuk mengeruk kekayaan yang aku miliki sungguh indah permainan kalian ..


ia pun segera mandi dan mengganti pakaiannya ia di kamar itu sudah ia sediakan baju untuk berganti setelah selesai dan rapi dan keluar kamar Andra sang sekretaris pun kaget ketika melihat Juna sudah duduk manis di kursi nya.


" pagi bos datang jam berapa sepagi ini udah di kantor?"


" apa bos ingin sesuatu?"


" buatkan sarapan aku ingin nila bakar dan susu jahe "


" baik bos saya cari kan dulu"


Andra segera keluar dan membelikan apa yang Juna mau karena saat itu OB yang biasa masak belum datang usai mendapat pesanan sang bos ia pun kembali ke ruang kerja dan memberikan pesanan itu pada Juna ..


" bos ini pesanan mu silahkan sarapan dulu"


" kenapa cuma satu ?"


" lha bos kan tadi cuma pesan satu"


" kamu ga sarapan"


" saya sudah bos tadi sebelum berangkat ke sini "


" ok ,saya sarapan dulu "

__ADS_1


Juna pun menikmati sarapan paginya usai itu...


" Andra jam segini OB apa sudah datang"


" sudah bos" tumben nanyain OB ada apa dengan ni orang.


" kamu perintah kan semua OB untuk berkumpul semua ke ruang rapat sekarang"


" sekarang memang kenapa? apa ad yang berbuat salah "


" nanti saja penjelasan nya sekarang suruh mereka kumpul semua!!"


Andra pun segera mengumumkan jika semua OB untuk berkumpul ke ruang rapat segera.sontak saja semua OB pun kaget dengan pengumuman itu namun mereka pun segera menuju ruang rapat tak berapa lama Juna pun tiba hati mereka tak karuan takut jika ada yang di pecat .


" siapa yang bertugas tadi malam membersihkan ruangan saya dan berapa orang"


"6 orang pak tiga wanita dan tiga laki laki "


" maju kalian "


mereka berlima saja karena memang Kinara tidak masuk


" yang bagian lantai paling atas siapa yang membersihkan?"


" dua orang wanita pak" ucap salah satu dari mereka


Mikha pun maju dengan takut takut .


" saya pak tapi malam itu saya sakit perut tak kunjung sembuh jadi diganti teman saya"


" mana dia belum datang"


" dia tidak datang 2 hari ,hari ini dan besok"


" kenapa?"


" dia sakit pak"


" siapa namanya dan kamu punya foto serta alamat rumahnya "


" dia kos pak dia datang dari desa dan dia bernama Kinara Larasati"


" baik pertemuan kali ini cukup dan kalian semua boleh bekerja kembali "


" baik pak terima kasih" jawab mereka semua


" dan mika tolong catat alamat kos Kinara"

__ADS_1


" baik pak"


Mikha pun mencatat kan alamat Kinara yang diinginkan oleh bosnya ia sendiri juga bingung kenapa dia minta alamat Kinara ada apa ini ...


__ADS_2